Website Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo
Jl. Mayjend Sutoyo No. 17 A Purworejo Jawa Tengah, email : dinkes@purworejokab.go.id

Media Informasi Kesehatan

1. Tanggal : 13-06-2026 Jam : 18::04

DINKESDA PURWOREJO HADIRKAN CEK KESEHATAN GRATIS PADA PERINGATAN HKG PKK KE-54 TAHUN 2026

PURWOREJO, SABTU (13/6/2026) – Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo turut berpartisipasi dalam rangkaian Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tingkat Kabupaten Purworejo Tahun 2026 yang diselenggarakan di Desa Kunirejo Kulon, Kecamatan Butuh. Pada kesempatan tersebut, Dinkesda menghadirkan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dilaksanakan oleh tim kesehatan dari Puskesmas Butuh.
Layanan Cek Kesehatan Gratis mendapat sambutan yang sangat baik dari masyarakat. Sejak pagi, warga yang hadir tampak antusias memanfaatkan kesempatan untuk memeriksakan kondisi kesehatannya. Antrean peserta terlihat di area pelayanan kesehatan sebagai bentuk meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini faktor risiko penyakit dan pemantauan kondisi kesehatan secara berkala.
Dalam kegiatan ini, tim kesehatan Puskesmas Butuh memberikan sejumlah layanan pemeriksaan kesehatan dasar, meliputi pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan Gula Darah Sewaktu (GDS), serta pemeriksaan antropometri yang meliputi pengukuran tinggi badan dan berat badan untuk mengetahui status gizi dan kondisi kesehatan peserta. Selain pemeriksaan, petugas juga memberikan edukasi dan konsultasi kesehatan sesuai hasil pemeriksaan yang diperoleh, sehingga masyarakat dapat memahami kondisi kesehatannya serta langkah-langkah pencegahan yang perlu dilakukan.
Peringatan HKG PKK ke-54 dihadiri langsung oleh Bupati Purworejo, Yuli Hastuti, SH, yang mengajak seluruh kader PKK untuk terus bergerak menjadi garda terdepan dalam membangun keluarga yang sehat, mandiri, dan sejahtera. Menurutnya, momentum HKG PKK harus dimanfaatkan untuk memperkuat peran keluarga sebagai fondasi utama dalam menciptakan generasi unggul dan berdaya saing di Kabupaten Purworejo.
Selain itu, Ketua TP PKK Kabupaten Purworejo, Raja Thifal Mazaya Izzati, S.I.Kom., mengajak seluruh kader PKK untuk terus memperkuat komitmen dalam melaksanakan 10 Program Pokok PKK serta mendukung kebijakan pembangunan pemerintah guna meningkatkan kesejahteraan dan ketahanan keluarga.
Rangkaian kegiatan HKG PKK ke-54 berlangsung meriah dengan berbagai agenda, mulai dari senam bersama, pameran UMKM, hingga layanan Cek Kesehatan Gratis yang disediakan oleh Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo. Kehadiran layanan kesehatan ini menjadi salah satu bentuk dukungan Dinkesda dalam meningkatkan akses pelayanan kesehatan promotif dan preventif bagi masyarakat. Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin sebagai langkah awal untuk menjaga kesehatan, mencegah penyakit, dan meningkatkan kualitas hidup keluarga menuju masyarakat Purworejo yang sehat dan sejahtera.(MI)

Selengkapnya
2. Tanggal : 13-06-2026 Jam : 17::41

Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia Tahun 2026, Dinkesda Purworejo Gelar Edukasi Kesehatan dan Skrining Perilaku Merokok

PURWOREJO – Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo (Dinkesda) bersama Promotor Kesehatan Puskesmas se Kabupaten Purworejo menyelenggarakan rangkaian kegiatan Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) Tahun 2026 pada JUMAT, 12 JUNI 2026 di Lobby Kantor Bupati Purworejo dan kawasan Alun-Alun Purworejo. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pengendalian konsumsi tembakau dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Peringatan HTTS tahun ini diisi dengan berbagai kegiatan promotif dan preventif yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya rokok serta pentingnya menjaga kesehatan. Selain itu, masyarakat juga mendapatkan edukasi mengenai kewaspadaan terhadap Leptospirosis dan Demam Berdarah yang berpotensi meningkat pada musim kemarau.
Tim promotor kesehatan dari Dinkesda dan puskesmas melaksanakan kampanye dan edukasi kesehatan dengan berkeliling kawasan Alun Alun Purworejo. Petugas memberikan informasi secara langsung kepada masyarakat yang sedang berolahraga maupun beraktivitas mengenai pencegahan penyakit dan penerapan perilaku hidup sehat.
Di Lobby Kantor Bupati Purworejo, masyarakat dapat mengikuti skrining perilaku merokok dan pemeriksaan Carbon Monoxide (CO) Analyzer. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengukur kadar karbon monoksida dalam paru-paru sebagai dampak dari paparan asap rokok. Sebanyak 90 peserta mengikuti pemeriksaan CO Analyzer dan mendapatkan penjelasan terkait hasil pemeriksaan yang diperoleh.
Sebagai tindak lanjut, beberapa peserta yang memerlukan pendampingan mendapatkan layanan Konseling Upaya Berhenti Merokok (UBM). Melalui layanan ini, peserta memperoleh edukasi dan motivasi untuk memulai langkah berhenti merokok demi meningkatkan kualitas kesehatan diri dan keluarga. Melalui kegiatan ini, Dinkesda Kabupaten Purworejo berharap kesadaran masyarakat terhadap bahaya rokok semakin meningkat serta mendorong terciptanya lingkungan yang sehat, produktif, dan bebas asap rokok. Momentum Hari Tanpa Tembakau Sedunia juga menjadi pengingat bahwa upaya menjaga kesehatan merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan dukungan seluruh elemen masyarakat.(MI)

Selengkapnya
3. Tanggal : 13-06-2026 Jam : 16::55

Deteksi Dini dan Psikoedukasi Kesehatan Jiwa dan NAPZA bagi Pelajar di SMK N 1 Purworejo

PURWOREJO – Upaya meningkatkan kesehatan jiwa remaja serta mencegah penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA) terus dilakukan melalui kegiatan promotif dan preventif di lingkungan sekolah. Salah satunya melalui kegiatan Deteksi Dini dan Psikoedukasi Kesehatan Jiwa dan NAPZA yang diselenggarakan pada KAMIS, 11 JUNI 2026 di SMK N 1 Purworejo.
Kegiatan yang diprakarsai oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah ini menyasar 100 siswa kelas X sebagai kelompok usia yang berada pada fase penting perkembangan remaja. Melalui kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan jiwa, membangun ketahanan mental, serta meningkatkan kemampuan dalam menghadapi berbagai tantangan dan pengaruh negatif yang berpotensi mengarah pada penyalahgunaan NAPZA.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo, dr. Budi Susanti, M.Sc, dan Kepala SMK N 1 Purworejo, Purwanti, S.Pd., M.Par, yang memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program sebagai bagian dari upaya bersama dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan mendukung tumbuh kembang peserta didik.
Materi pertama disampaikan oleh Sapto Yuniarto, SKM dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah yang mengangkat tema Afirmasi Positif. Dalam sesi tersebut, peserta diajak untuk mengenali potensi diri, membangun pola pikir positif, serta meningkatkan rasa percaya diri sebagai bekal dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan remaja.
Selanjutnya, Agasta Irena Effendi, S.Pd dari BNN Provinsi Jawa Tengah menyampaikan materi mengenai Ketahanan Mental dan Keterampilan Sosial untuk Mencegah Penyalahgunaan NAPZA bagi Pelajar. Materi ini menekankan pentingnya kemampuan remaja dalam mengambil keputusan yang tepat, membangun hubungan sosial yang sehat, serta memiliki keberanian untuk menolak ajakan yang dapat membahayakan masa depan mereka.
Sementara itu, dr. Puspita Jauharil F, MM dari BNN Provinsi Jawa Tengah memberikan edukasi terkait penggunaan instrumen ASSIST (Alcohol, Smoking, and Substances Involvement Screening Test) sebagai salah satu metode skrining untuk mengidentifikasi risiko keterlibatan seseorang terhadap penggunaan rokok, alkohol, maupun zat adiktif lainnya.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan skrining mandiri kesehatan jiwa menggunakan instrumen MMYs serta skrining ASSIST yang dilaksanakan oleh tim Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo bersama Puskesmas Banyuurip, Puskesmas Mranti, dan Puskesmas Purworejo. Pada kesempatan yang sama, peserta juga memperoleh pelayanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) berupa pemeriksaan tekanan darah dan kadar gula darah sebagai bagian dari upaya deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular.
Berdasarkan hasil skrining yang dilakukan, ditemukan beberapa peserta yang menunjukkan indikasi permasalahan kesehatan jiwa serta risiko adiksi terhadap penggunaan produk tembakau yang memerlukan tindak lanjut lebih lanjut. Temuan tersebut menjadi perhatian bersama mengingat remaja merupakan generasi penerus bangsa yang diharapkan dapat menjalani masa produktif yang panjang dengan kondisi kesehatan fisik dan mental yang optimal.
Melalui kegiatan ini diharapkan para pelajar semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan jiwa, mampu membangun ketahanan mental yang kuat, serta terhindar dari penyalahgunaan NAPZA dan perilaku berisiko lainnya. Sinergi antara sektor kesehatan, pendidikan, dan pemangku kepentingan terkait diharapkan dapat terus diperkuat guna mewujudkan generasi muda Purworejo yang sehat, tangguh, dan berdaya saing.(MI)

Selengkapnya
4. Tanggal : 12-06-2026 Jam : 12::19

Dinkesda dan PMI Kabupaten Purworejo Gelar Donor Darah Sukarela, Pegawai Turut Berpartisipasi

PURWOREJO, 11 JUNI 2026 – Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo (Dinkesda) bekerja sama dengan PMI Kabupaten Purworejo menyelenggarakan kegiatan Donor Darah Sukarela pada KAMIS (11/06/2026) di UPT Labkesda Kabupaten Purworejo. Kegiatan yang terbuka untuk masyarakat umum ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga ketersediaan stok darah sekaligus meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Sejak pagi, peserta donor darah yang terdiri dari pegawai Dinkesda, instansi terkait, serta masyarakat umum mulai berdatangan untuk mengikuti proses donor. Sebelum melakukan donor darah, peserta menjalani pemeriksaan kesehatan awal oleh petugas guna memastikan kondisi tubuh memenuhi syarat sebagai pendonor.
Karyawan Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan donor darah sukarela. Partisipasi tersebut menunjukkan komitmen insan kesehatan dalam mendukung pelayanan kesehatan dan membantu sesama yang membutuhkan transfusi darah. Donor darah tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima, tetapi juga menjadi salah satu bentuk kepedulian kemanusiaan yang dapat dilakukan secara sederhana. Setiap kantong darah yang terkumpul berpotensi membantu pasien yang membutuhkan transfusi akibat kecelakaan, tindakan operasi, maupun pengobatan berbagai penyakit.
Melalui kegiatan ini, Dinkesda bersama PMI Kabupaten Purworejo berharap kesadaran masyarakat untuk melakukan donor darah secara rutin semakin meningkat sehingga kebutuhan darah di Kabupaten Purworejo dapat terpenuhi dengan baik. Semangat kebersamaan dan kepedulian yang ditunjukkan para pendonor menjadi bukti bahwa setetes darah yang disumbangkan dapat memberikan harapan dan menyelamatkan kehidupan sesama.(MI)

Selengkapnya
5. Tanggal : 12-06-2026 Jam : 11::07

Pelatihan Keamanan Pangan SPPG Bantengan Pituruh Tingkatkan Mutu dan Keamanan Penyajian Makanan

PITURUH, 10 JUNI 2026 – Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo melalui tim kesehatan lingkungan dan gizi bersama Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten Purworejo melaksanakan kegiatan Pelatihan Keamanan Pangan bagi pengelola dan penjamah makanan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bantengan, Kecamatan Pituruh, pada RABU (10/6/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan penjamah makanan dalam menerapkan prinsip keamanan pangan pada seluruh tahapan pengolahan makanan, mulai dari penerimaan bahan baku, penyimpanan, pengolahan, hingga penyajian makanan kepada sasaran penerima manfaat. Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai pentingnya higiene dan sanitasi pangan, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat bagi penjamah makanan, pengendalian risiko kontaminasi pangan, pengelolaan sarana dan peralatan pengolahan makanan, serta prosedur penyimpanan bahan pangan yang sesuai standar kesehatan.
Tim Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo juga memberikan edukasi terkait upaya pencegahan kejadian keracunan pangan melalui penerapan praktik pengolahan makanan yang baik dan aman. Sementara itu, tim Labkesda menyampaikan pentingnya pengawasan kualitas pangan serta peran pemeriksaan laboratorium dalam mendukung keamanan pangan yang dikonsumsi masyarakat. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh pengelola dan penjamah makanan di SPPG Bantengan mampu menerapkan standar keamanan pangan secara konsisten sehingga makanan yang diproduksi memiliki kualitas yang baik, aman dikonsumsi, dan mendukung keberhasilan program pemenuhan gizi bagi masyarakat. Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo berkomitmen untuk terus melakukan pembinaan dan pendampingan terhadap penyelenggara pangan guna mewujudkan pelayanan pangan yang aman, sehat, dan berkualitas di Kabupaten Purworejo. (MI)

Selengkapnya
6. Tanggal : 12-06-2026 Jam : 10::56

Dinkesda Purworejo Musnahkan 10 Ton Obat dan Perbekalan Farmasi Kedaluwarsa Melalui Pengelolaan Limbah B3 Berizin

SUKOHARJO, 11 JUNI 2026 – Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo bersama Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Purworejo melaksanakan rangkaian kegiatan pemusnahan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) berupa obat-obatan dan perbekalan farmasi rusak maupun kedaluwarsa periode tahun 2022–2024. Rangkaian kegiatan diawali pada RABU, 10 JUNI 2026, dengan proses pengambilan, verifikasi, penimbangan, dan pemuatan (loading) limbah B3 di Instalasi Farmasi Kabupaten Purworejo. Kegiatan tersebut dimonitor langsung oleh Apoteker Instalasi Farmasi, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan (Yankes SDK), serta Pengelola Barang Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo untuk memastikan kesesuaian jenis, jumlah, dan administrasi limbah yang akan dimusnahkan.
Sebanyak 10 ton limbah B3 berupa obat-obatan dan perbekalan farmasi yang telah rusak maupun kedaluwarsa kemudian dimuat ke dalam kendaraan pengangkut milik PT Arah Environmental Indonesia. Setelah proses loading selesai, kendaraan ditutup dan digembok guna menjamin keamanan selama perjalanan menuju lokasi pengolahan limbah B3. Tim Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo bersama BPKAD Kabupaten Purworejo melakukan kunjungan lapangan ke fasilitas pengolahan limbah B3 PT Arah Environmental Indonesia di Sukoharjo. Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan serah terima limbah obat kedaluwarsa sekaligus melihat secara langsung proses pemusnahan limbah yang dilakukan oleh pihak pengelola berizin.
Kegiatan diawali dengan briefing dan safety induction oleh Tim Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) PT Arah Environmental Indonesia. Peserta memperoleh penjelasan mengenai prosedur keselamatan kerja, penggunaan alat pelindung diri (APD) wajib berupa masker, sarung tangan, helm keselamatan, dan sepatu keselamatan. Tim juga diberikan informasi mengenai area-area yang termasuk zona terbatas, seperti fasilitas penyimpanan limbah B3 dan area insinerator. Setelah itu, peserta mengikuti tur fasilitas untuk melihat secara langsung tahapan pengelolaan limbah B3, mulai dari area penerimaan dan penimbangan limbah, tempat penyimpanan sementara, proses pemusnahan menggunakan insinerator, hingga sistem pengolahan gas buang dan pengelolaan abu residu hasil pembakaran.
Dalam kesempatan tersebut, tim dapat menyaksikan secara langsung proses pemusnahan limbah obat dan perbekalan farmasi yang dilakukan menggunakan teknologi insinerator hingga menjadi abu residu yang kemudian dikelola sesuai ketentuan lingkungan hidup yang berlaku. Sebagai bukti pelaksanaan, pihak pengelola limbah menerbitkan Berita Acara Pemusnahan yang menjadi dokumen pertanggungjawaban kegiatan. Kegiatan ini dihadiri oleh Kabid Pelayanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan (Yankes SDK), Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2), apoteker Dinas Kesehatan, Tenaga Teknis Kefarmasian (TTK) Pengurus Barang, petugas Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo, serta perwakilan BPKAD Kabupaten Purworejo.
Kunjungan lapangan diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab mengenai tata kelola limbah B3, teknologi pemusnahan, pengendalian dampak lingkungan, serta pemenuhan regulasi pengelolaan limbah kesehatan. Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo terus memperkuat komitmen dalam mewujudkan pengelolaan sediaan farmasi yang tertib, akuntabel, aman, dan ramah lingkungan guna mendukung pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat. (MI)

Selengkapnya
7. Tanggal : 12-06-2026 Jam : 10::52

Dinkesda Purworejo Laksanakan Loading 10 Ton Limbah B3 Obat dan Perbekalan Farmasi untuk Pemusnahan

PURWOREJO, 10 JUNI 2026 – Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo melaksanakan kegiatan pengambilan dan pemuatan (loading) limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) berupa obat-obatan dan perbekalan farmasi rusak maupun kedaluwarsa di Instalasi Farmasi Kabupaten Purworejo, RABU (10/6). Kegiatan ini merupakan tahapan awal sebelum pelaksanaan pemusnahan limbah farmasi yang telah mendapatkan persetujuan dari Bupati Purworejo. Limbah yang akan dimusnahkan berasal dari akumulasi obat dan perbekalan farmasi rusak maupun kedaluwarsa periode tahun 2022 hingga 2024 yang tersimpan di Instalasi Farmasi Kabupaten Purworejo.
Truk pengangkut dari PT. Arah Environmental Indonesia tiba di lokasi untuk melakukan proses loading limbah B3. Sebelum dimuat ke dalam kendaraan, petugas melakukan pengecekan dokumen, verifikasi jenis limbah, serta memastikan kesesuaian jumlah limbah yang akan diangkut menuju fasilitas pemusnahan. Proses loading dilakukan secara bertahap dengan pengawasan ketat guna memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai prosedur pengelolaan limbah B3. Kegiatan ini dimonitor langsung oleh Apoteker Instalasi Farmasi Kabupaten Purworejo, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan (Yankes SDK), serta Pengelola Barang Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo.
Kepala Bidang Yankes SDK menyampaikan bahwa pengawasan dilakukan untuk memastikan keamanan, ketertelusuran, dan akuntabilitas pengelolaan obat serta perbekalan farmasi yang sudah tidak layak digunakan. Selain itu, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo dalam menjaga kualitas pengelolaan logistik farmasi dan mencegah potensi penyalahgunaan obat kedaluwarsa. Setelah proses loading selesai, limbah B3 siap diangkut menuju fasilitas pengolahan dan pemusnahan limbah milik PT. Arah Environmental Indonesia untuk dimusnahkan sesuai ketentuan yang berlaku. (MI)

Selengkapnya
8. Tanggal : 11-06-2026 Jam : 16::14

Dinkesda Purworejo Laksanakan Pengawasan Keamanan Pangan pada Usaha Catering di Desa Secang

PURWOREJO – Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo melalui Tim Farmasi dan Makanan Minuman (FARMAMIN) melaksanakan kegiatan pengawasan keamanan pangan pada salah satu usaha catering di Desa Secang, Kecamatan Ngombol, pada SELASA, 9 JUNI 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Dinkesda Kabupaten Purworejo dalam menjamin keamanan pangan siap saji yang diproduksi oleh pelaku usaha jasa boga. Pengawasan dilakukan secara menyeluruh pada seluruh tahapan pengolahan makanan untuk memastikan pangan yang dihasilkan aman, sehat, dan layak dikonsumsi masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Tim FARMAMIN melakukan pemeriksaan mulai dari kualitas dan kondisi bahan baku makanan, baik bahan pangan segar maupun bahan pangan olahan yang digunakan dalam proses produksi. Selain itu, tim juga meninjau tempat dan tata cara penyimpanan bahan makanan guna memastikan suhu, kebersihan, serta sistem penyimpanan telah sesuai dengan prinsip keamanan pangan. Pengawasan juga dilakukan pada proses pengolahan dan pemasakan makanan, termasuk penggunaan peralatan, kebersihan area produksi, serta penerapan higiene oleh para penjamah makanan. Tim memastikan setiap tahapan pengolahan dilakukan dengan baik untuk mencegah terjadinya kontaminasi yang dapat memengaruhi kualitas dan keamanan pangan. Tidak hanya itu, aspek sanitasi lingkungan usaha turut menjadi fokus pengawasan, meliputi kebersihan ruang produksi, ketersediaan sarana cuci tangan, pengelolaan limbah, sumber air bersih, serta kondisi fasilitas sanitasi lainnya yang mendukung proses produksi makanan yang aman. 
Melalui kegiatan ini, Tim FARMAMIN juga memberikan pembinaan dan edukasi kepada pengelola usaha catering mengenai pentingnya penerapan higiene sanitasi pangan secara konsisten sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit yang ditularkan melalui makanan (foodborne disease). Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap sarana pengelolaan pangan di wilayah Kabupaten Purworejo guna meningkatkan perlindungan kesehatan masyarakat serta mewujudkan pangan yang aman, bermutu, dan sehat untuk dikonsumsi.(MI)

Selengkapnya
9. Tanggal : 11-06-2026 Jam : 11::31

SPELING Jangkau Warga Desa Durensari Kecamatan Bagelen, 59 Masyarakat Manfaatkan Layanan Dokter Spesialis

BAGELEN, Selasa 9 Juni 2026 – Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo kembali menghadirkan Program SPELING (Spesialis Keliling) bagi masyarakat. Kali ini, layanan kesehatan spesialis dilaksanakan di Desa Durensari, Kecamatan Bagelen, sebagai upaya mendekatkan akses pelayanan kesehatan rujukan kepada masyarakat. Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Kabupaten Purworejo yang hadir mewakili Bupati Purworejo. Hadir pula Sekretaris Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo dr. Budi Susanti, M.Sc, jajaran Forkopimcam Bagelen, Kepala Puskesmas Dadirejo beserta tim, Pemerintah Desa Durensari, serta tim dokter spesialis dari RSU Aisyiyah Purworejo. 
Program SPELING merupakan inovasi pelayanan kesehatan yang menghadirkan dokter spesialis langsung ke desa sehingga masyarakat dapat memperoleh layanan pemeriksaan dan konsultasi kesehatan tanpa harus datang ke rumah sakit. Kehadiran layanan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat yang memanfaatkan kesempatan untuk memeriksakan kondisi kesehatannya secara langsung kepada dokter spesialis. Pada pelaksanaan di Desa Durensari, tercatat sebanyak 59 warga mendapatkan pelayanan kesehatan spesialis. Adapun rincian pelayanan yang diberikan meliputi 40 pasien Spesialis Penyakit Dalam, 13 pasien Spesialis Anak, dan 6 pasien Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Obsgyn).
Tingginya jumlah kunjungan pada layanan Penyakit Dalam menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara dini, khususnya terkait penyakit tidak menular yang banyak ditemukan pada kelompok usia produktif maupun lanjut usia. Sementara itu, layanan Spesialis Anak dan Obsgyn memberikan kemudahan bagi ibu dan anak untuk memperoleh konsultasi kesehatan yang lebih optimal tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke fasilitas kesehatan rujukan.
Melalui Program SPELING, Pemerintah Kabupaten Purworejo terus berupaya memperluas akses pelayanan kesehatan spesialis yang berkualitas dan merata hingga tingkat desa. Diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan deteksi dini faktor risiko penyakit, mempercepat penanganan kasus kesehatan, serta mendukung terwujudnya masyarakat Purworejo yang lebih sehat dan sejahtera. Kolaborasi antara pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan SPELING dalam menghadirkan layanan kesehatan yang dekat, mudah diakses, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.(MI)

Selengkapnya
10. Tanggal : 11-06-2026 Jam : 11::23

Perkuat Penemuan Kasus TBC, Dinkesda Purworejo Gandeng Polres Purworejo dan Bhabinkamtibmas Lakukan Tracing Kontak

PURWOREJO – Selasa 9 Juni 2026. Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo melalui Tim Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2) menggelar Pertemuan Koordinasi Kegiatan Tracing Kontak Pasien Tuberkulosis (TBC) oleh Bhabinkamtibmas bersama Polres Purworejo. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat penemuan kasus TBC, meningkatkan cakupan investigasi kontak, serta menekan angka pasien yang mangkir pengobatan. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkesda Kabupaten Purworejo, dr. Siti Atika Widiastuti.
Dalam paparannya mengenai kebijakan Program Tuberkulosis, dr. Siti Atika menyampaikan bahwa TBC masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat yang memerlukan keterlibatan berbagai pihak. Selain penguatan pelayanan kesehatan, keberhasilan pengendalian TBC sangat ditentukan oleh kemampuan menemukan kasus secara aktif melalui investigasi kontak dan pelacakan pasien yang belum menjalani pengobatan secara tuntas. Materi selanjutnya disampaikan oleh Kasat Binmas Polres Purworejo, IPTU Damara Wibowo, S.Tr., S.I.K., M.H., yang menjelaskan peran Bhabinkamtibmas dalam mendukung kegiatan tracing TBC di masyarakat. Melalui kedekatan dengan warga di wilayah binaan, Bhabinkamtibmas diharapkan dapat membantu petugas kesehatan melakukan pendekatan persuasif kepada kontak serumah maupun kontak erat pasien TBC sehingga proses skrining dan pemeriksaan dapat berjalan lebih optimal.
Sementara itu, PJ Program TBC Dinkesda Kabupaten Purworejo, Widiastuti, S.Kep., M.Sc., memaparkan teknis pelaksanaan tracing TBC, mulai dari identifikasi kasus indeks, investigasi kontak, skrining gejala, hingga mekanisme rujukan pemeriksaan Tes Cepat Molekuler (TCM). Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai alur koordinasi antara puskesmas, Klinik Polres, kader kesehatan, dan Bhabinkamtibmas dalam pelaksanaan tracing di lapangan.
Diskusi yang berlangsung aktif menghasilkan sejumlah kesepakatan tindak lanjut, di antaranya pelacakan pasien TBC Sensitif Obat (SO) maupun TBC Resistan Obat (RO) yang mangkir pengobatan, penyelarasan data tracing antara Dinkesda dan Polres, penguatan pelaporan melalui Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB), pelaksanaan skrining di pondok pesantren, serta optimalisasi peran Bhabinkamtibmas dalam kegiatan investigasi kontak. Melalui sinergi antara Dinkesda Kabupaten Purworejo, Polres Purworejo, puskesmas, Klinik Polres, dan kader kesehatan, diharapkan penemuan kasus TBC dapat semakin meningkat sehingga rantai penularan dapat diputus lebih cepat. Kolaborasi ini menjadi bagian penting dalam mendukung target eliminasi TBC dan mewujudkan masyarakat Purworejo yang lebih sehat.(MI) 

Selengkapnya
11. Tanggal : 10-06-2026 Jam : 11::35

Dinkesda Purworejo Perkuat Pemenuhan Standar Sarana, Prasarana, dan Alat Kesehatan untuk Mendukung Integrasi Layanan Primer

PURWOREJO – Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo melanjutkan kegiatan Pembinaan dan Pemetaan Sarana, Prasarana, dan Alat Kesehatan (ASPAK) pada Puskesmas, Pustu, dan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) pada hari kedua, SELASA (9/6/2026), di Restoran Pringsewu Purworejo. Kegiatan ini diikuti oleh pengelola ASPAK dari seluruh Puskesmas dan Labkesmas di Kabupaten Purworejo sebagai upaya meningkatkan kualitas data serta pemenuhan standar sarana, prasarana, dan alat kesehatan dalam mendukung transformasi layanan kesehatan primer.
Kegiatan hari kedua menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah yang menyampaikan materi Strategi Peningkatan Sarana, Prasarana, dan Alat Kesehatan pada Puskesmas, Pustu, dan Labkesmas dalam Menunjang Integrasi Layanan Primer (ILP). 
Dalam paparannya, narasumber menegaskan bahwa pemenuhan standar sarana, prasarana, dan alat kesehatan (SPA) merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan primer, memperkuat sistem rujukan, serta mendukung implementasi program prioritas kesehatan nasional, termasuk Integrasi Layanan Primer (ILP) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Selain pemaparan materi, peserta juga mendapatkan pendampingan dalam proses updating data ASPAK guna memastikan data yang tercatat sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Data ASPAK yang lengkap dan akurat menjadi dasar penting dalam proses perencanaan kebutuhan, penganggaran, pembinaan, hingga penilaian akreditasi fasilitas pelayanan kesehatan.
Pada sesi evaluasi, Tim Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo memaparkan capaian penginputan ASPAK tahun 2026. Berdasarkan hasil evaluasi, sebanyak 21 dari 27 Puskesmas atau 77,78 persen telah melakukan pembaruan data ASPAK secara lengkap. Sementara itu, seluruh Laboratorium Kesehatan Masyarakat di Kabupaten Purworejo telah mencapai 100 persen pembaruan data ASPAK. Capaian tersebut menunjukkan komitmen fasilitas pelayanan kesehatan dalam mendukung penyediaan data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar pengambilan kebijakan.
Kegiatan dilanjutkan dengan penyusunan rencana tindak lanjut yang melibatkan Dinas Kesehatan Daerah, Puskesmas, dan Labkesmas. Beberapa langkah yang disepakati meliputi pelaksanaan inventarisasi sarana, prasarana, dan alat kesehatan secara berkala, pemutakhiran data ASPAK sesuai ketentuan, pemetaan kebutuhan berdasarkan standar yang berlaku, serta penguatan koordinasi dalam pemenuhan kebutuhan melalui berbagai sumber pendanaan, termasuk optimalisasi anggaran BLUD.
Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo berharap seluruh Puskesmas, Pustu, dan Labkesmas dapat terus meningkatkan kualitas pengelolaan sarana, prasarana, dan alat kesehatan sehingga mampu mendukung penyelenggaraan pelayanan kesehatan primer yang berkualitas, terstandar, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Data ASPAK yang akurat diharapkan menjadi landasan perencanaan pembangunan kesehatan yang lebih tepat sasaran serta mendukung terwujudnya pelayanan kesehatan yang semakin baik bagi masyarakat Kabupaten Purworejo.(MI)

Selengkapnya
12. Tanggal : 10-06-2026 Jam : 10::50

Dinkesda Purworejo Gelar Pembinaan dan Pendataan ASPAK untuk Tingkatkan Kualitas Data Fasilitas Kesehatan

PURWOREJO, 8 JUNI 2026 – Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo menyelenggarakan kegiatan Pembinaan dan Pendataan melalui Aplikasi Sarana, Prasarana, dan Alat Kesehatan (ASPAK) bagi Puskesmas, Puskesmas Pembantu (Pustu), dan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) se-Kabupaten Purworejo. Kegiatan yang berlangsung pada 8–9 Juni 2026 di Restoran Pringsewu Purworejo ini diikuti oleh pengelola ASPAK dari seluruh Puskesmas dan Labkesda.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan (Yankes SDK) Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo. Dalam sambutannya disampaikan bahwa data sarana, prasarana, dan alat kesehatan yang akurat merupakan fondasi penting dalam perencanaan pembangunan kesehatan, pemenuhan standar pelayanan, serta peningkatan mutu fasilitas kesehatan di Kabupaten Purworejo. 
Pembinaan hari pertama menghadirkan narasumber dari Direktorat Fasilitas dan Mutu Pelayanan Kesehatan Primer Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang menyampaikan materi terkait kebijakan implementasi ASPAK serta tata cara pembaruan data sarana, prasarana, dan alat kesehatan pada fasilitas pelayanan kesehatan. ASPAK merupakan aplikasi nasional yang digunakan untuk menghimpun data sarana, prasarana, dan alat kesehatan pada fasilitas pelayanan kesehatan. Data yang tersaji dalam ASPAK menjadi dasar dalam penyusunan perencanaan kebutuhan, pembinaan, pengawasan, akreditasi, perizinan, hingga pengembangan pelayanan kesehatan. 
Selain pemaparan kebijakan, peserta juga mendapatkan pendampingan teknis penginputan dan pembaruan data ASPAK yang meliputi data umum fasilitas kesehatan, sarana, prasarana, alat kesehatan, hingga proses validasi data. Melalui sesi praktik langsung, peserta diharapkan mampu melakukan pemutakhiran data secara lengkap, akurat, dan sesuai kondisi riil fasilitas kesehatan masing-masing. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Dinkesda Kabupaten Purworejo dalam mendukung transformasi layanan primer melalui penguatan tata kelola data fasilitas kesehatan. Dengan data ASPAK yang berkualitas, proses perencanaan dan pengambilan kebijakan dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran sehingga mendukung peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Purworejo.(MI)

Selengkapnya
13. Tanggal : 09-06-2026 Jam : 15::11

Apel Pagi Dinkesda Purworejo Bahas Pelaksanaan SPELING, Monitoring SPPG, dan Persiapan Pertemuan ASPAK

PURWOREJO, 8 JUNI 2026 – Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo melaksanakan apel pagi di halaman depan kantor Dinkesda Kabupaten Purworejo pada SENIN (8/6/2026). Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan (Yankes SDK) serta diikuti oleh seluruh pegawai Dinkesda. 
Dalam amanatnya, Kepala Bidang Yankes SDK menyampaikan beberapa informasi penting terkait pelaksanaan program dan kegiatan yang menjadi prioritas Dinkesda Kabupaten Purworejo pada bulan Juni 2026. Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah pelaksanaan Program Spesialis Keliling (SPELING). Program yang bertujuan mendekatkan pelayanan kesehatan spesialistik kepada masyarakat ini telah dijadwalkan pada 7 lokus desa di Kabupaten Purworejo selama bulan Juni 2026. Melalui SPELING, masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan spesialistik lebih dekat dengan tempat tinggalnya sehingga mendukung peningkatan akses dan pemerataan pelayanan kesehatan.
Selain itu, disampaikan pula perkembangan kegiatan Monitoring dan Evaluasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dilakukan secara berkala untuk memastikan penyelenggaraan Program Makan Bergizi berjalan sesuai ketentuan. Monitoring dan evaluasi mencakup aspek keamanan pangan, higiene sanitasi, pemenuhan standar operasional, serta kualitas pelayanan kepada penerima manfaat. Pada kesempatan tersebut, Kepala Bidang Yankes SDK juga menginformasikan bahwa pertemuan koordinasi dan pembinaan ASPAK (Aplikasi Sarana, Prasarana, dan Alat Kesehatan) akan dilaksanakan pada minggu ini. Seluruh pengelola sarana kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan diminta untuk melakukan pemutakhiran data sarana, prasarana, dan alat kesehatan secara lengkap dan akurat sebagai bahan evaluasi dan perencanaan pembangunan kesehatan. Data ASPAK yang valid dan mutakhir memiliki peran strategis dalam mendukung pemetaan kondisi fasilitas pelayanan kesehatan, perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana, serta penyusunan kebijakan pembangunan kesehatan yang tepat sasaran di Kabupaten Purworejo.
Melalui apel pagi ini, Dinkesda Kabupaten Purworejo menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi, meningkatkan disiplin kerja, dan mendorong kolaborasi seluruh pegawai dalam mendukung keberhasilan program kesehatan. Dengan sinergi yang baik, diharapkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, merata, dan berkelanjutan dapat terus diwujudkan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Purworejo.(MI) 

Selengkapnya
14. Tanggal : 05-06-2026 Jam : 13::56

Dinkesda Purworejo Laksanakan Monitoring dan Pengawasan Keamanan Pangan pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Di Kabupaten Purworejo

PURWOREJO, 4 JUNI 2026 – Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo bersama Puskesmas, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca), pemerintah desa, serta lintas sektor terkait melaksanakan Monitoring dan Pengawasan Keamanan Pangan pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Purworejo. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut Surat Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Nomor KL.02.02/C.VI/1226/2026 tentang Pengawasan Keamanan Pangan pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yang menginstruksikan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota untuk melakukan pengawasan keamanan pangan secara terpadu guna memastikan penyelenggaraan makanan pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memenuhi persyaratan keamanan pangan dan higiene sanitasi.
Pengawasan dilaksanakan sejak pukul 03.00 WIB untuk memastikan seluruh tahapan penyelenggaraan makanan berjalan sesuai standar. Tim melakukan pemantauan secara langsung mulai dari penerimaan bahan pangan, penyimpanan bahan baku, proses pengolahan makanan, higiene penjamah makanan, kebersihan sarana dan peralatan, hingga pendistribusian makanan kepada penerima manfaat. Pada hari pertama pelaksanaan, pengawasan dilakukan di empat lokasi SPPG, yaitu SPPG Purworejo Loano, SPPG Purworejo Purwodadi Jogoresan, SPPG Purworejo Cangkrep Lor, dan SPPG Purworejo Banyurip Kliwon. Kegiatan ini melibatkan tim Dinkesda Kabupaten Purworejo, petugas puskesmas setempat, unsur Forkopimca, pemerintah desa, serta pengelola SPPG di masing-masing wilayah. Selain melakukan pemeriksaan terhadap penerapan higiene dan sanitasi pangan, tim juga memberikan pembinaan dan edukasi kepada pengelola SPPG mengenai prinsip-prinsip keamanan pangan, sanitasi lingkungan, dan pengendalian risiko kontaminasi pangan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya preventif untuk menjaga kualitas makanan yang diproduksi dan didistribusikan kepada penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis.
Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo menyampaikan bahwa pengawasan keamanan pangan merupakan bagian penting dalam menjamin kualitas pelayanan pemenuhan gizi masyarakat. Pengawasan yang dilakukan sejak dini hari memungkinkan seluruh proses produksi makanan dapat dipantau secara menyeluruh, sehingga potensi risiko keamanan pangan dapat diidentifikasi dan dicegah sejak awal. Melalui kolaborasi antara Dinkesda Kabupaten Purworejo, Puskesmas, Forkopimca, pemerintah desa, dan pengelola SPPG, diharapkan seluruh SPPG di Kabupaten Purworejo mampu menerapkan standar keamanan pangan secara konsisten sehingga makanan yang disajikan kepada penerima manfaat aman, sehat, bergizi, dan berkualitas.(MI)

Selengkapnya
15. Tanggal : 05-06-2026 Jam : 11::03

Kemenkes RI Berikan Penguatan Perencanaan Kebutuhan Obat kepada Pengelola Farmasi Puskesmas se-Kabupaten Purworejo Melalui Evaluasi Pelaporan Obat dan Penguatan RKO

PURWOREJO, KAMIS, 4 JUNI 2026 – Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo melaksanakan kegiatan Penilaian Ketersediaan Obat melalui Evaluasi Pelaporan Obat di Puskesmas Tahun 2026 yang diikuti oleh tenaga kefarmasian dari seluruh puskesmas di Kabupaten Purworejo. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas perencanaan kebutuhan obat, vaksin, dan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) guna mendukung pelayanan kesehatan yang optimal bagi masyarakat.
Sebelum penyampaian materi, peserta mendapatkan arahan dari Sekretaris Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo. Dalam arahannya, Sekretaris Dinkesda menekankan pentingnya pengelolaan obat yang didukung oleh data yang valid, akurat, dan tepat waktu. Perencanaan kebutuhan obat yang baik tidak hanya berpengaruh pada ketersediaan obat di fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan, penganggaran, serta upaya menjaga mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Pada kesempatan ini materi disampaikan oleh apt. Fahriza Ardiansyah, S.Farm. dari Direktorat Pengelolaan dan Pelayanan Farmasi, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Narasumber menyampaikan materi mengenai Kebijakan dan Evaluasi Perencanaan Kebutuhan Obat, Vaksin, dan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) melalui e-Monev Obat serta Tata Cara Pelaporan Rencana Kebutuhan Obat (RKO) melalui aplikasi e-Monev Obat. Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa perencanaan kebutuhan obat merupakan bagian penting dari transformasi sistem kesehatan nasional untuk menjamin ketersediaan, pemerataan, dan keterjangkauan obat bagi masyarakat. Akurasi penyusunan RKO menjadi salah satu faktor utama dalam menjaga kesinambungan pasokan obat serta mendukung efektivitas pelayanan kesehatan di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan.
Selain penguatan kebijakan, peserta juga memperoleh pendalaman materi teknis terkait penyusunan dan pelaporan RKO melalui aplikasi e-Monev Obat. Materi mencakup pengolahan data penggunaan obat, analisis ABC-VEN, penyusunan kebutuhan obat berbasis konsumsi dan epidemiologi, hingga proses verifikasi dan pelaporan secara berjenjang. Melalui pemahaman tersebut, diharapkan pengelola farmasi mampu menyusun perencanaan kebutuhan obat yang lebih tepat, rasional, dan sesuai kebutuhan riil pelayanan kesehatan.
Kegiatan berlangsung aktif dan interaktif melalui sesi diskusi serta tanya jawab yang dimanfaatkan peserta untuk menyampaikan berbagai permasalahan dan tantangan dalam pengelolaan obat di lapangan. Forum ini menjadi sarana berbagi pengalaman sekaligus memperkuat koordinasi antara puskesmas, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo, dan Kementerian Kesehatan RI. Melalui kegiatan evaluasi dan pembinaan ini, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo berharap kualitas perencanaan dan pelaporan kebutuhan obat di seluruh puskesmas semakin meningkat sehingga ketersediaan obat, vaksin, dan BMHP dapat terjaga secara berkelanjutan. Dengan demikian, pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan akuntabel sesuai dengan prinsip transformasi sistem kesehatan nasional.(MI)

Selengkapnya
16. Tanggal : 05-06-2026 Jam : 10::21

Dinkesda dan Labkesda Purworejo Gelar Pelatihan Keamanan Pangan di SPPG TNI AD Ketawangrejo

PURWOREJO – Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo bersama Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten Purworejo menyelenggarakan Pelatihan Keamanan Pangan bagi pengelola dan penjamah makanan di SPPG TNI AD Ketawangrejo Grabag yang dikelola oleh Yayasan Manunggal Kartika Jaya pada RABU, 3 JUNI 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam penyelenggaraan makanan yang aman, sehat, dan berkualitas guna mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi. Pelatihan diikuti oleh para petugas pengelola dapur, penjamah makanan, serta pihak-pihak yang terlibat dalam proses penyediaan makanan di SPPG.
Dalam pelatihan tersebut, Tim Dinkesda dan Labkesda Kabupaten Purworejo memberikan materi mengenai prinsip dasar keamanan pangan, higiene dan sanitasi makanan, kesehatan penjamah pangan, pencegahan kontaminasi silang, pengelolaan bahan pangan yang baik, hingga penerapan standar kebersihan lingkungan dapur. Peserta juga mendapatkan edukasi terkait pentingnya menjaga mutu pangan sejak penerimaan bahan baku, proses pengolahan, penyimpanan, distribusi, hingga penyajian makanan.
Kepala Labkesda Kabupaten Purworejo menyampaikan bahwa keamanan pangan merupakan salah satu aspek penting dalam penyelenggaraan layanan pemenuhan gizi. Selain memastikan makanan memiliki kandungan gizi yang sesuai, keamanan pangan harus menjadi perhatian utama agar makanan yang disajikan aman untuk dikonsumsi dan tidak menimbulkan risiko gangguan kesehatan. Melalui pelatihan ini, diharapkan seluruh petugas pengelola SPPG dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam menerapkan praktik higiene sanitasi pangan yang baik serta membangun budaya keamanan pangan dalam setiap tahapan pengelolaan makanan.
Kegiatan berlangsung dengan antusias dan interaktif. Peserta aktif mengikuti sesi diskusi dan praktik yang diberikan oleh narasumber dari Dinkesda dan Labkesda Kabupaten Purworejo. Selain penyampaian materi, tim juga melakukan pendampingan terkait penerapan standar keamanan pangan di lingkungan dapur SPPG. Melalui sinergi antara Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo, Labkesda Kabupaten Purworejo, SPPG TNI AD Ketawangrejo Grabag, dan Yayasan Manunggal Kartika Jaya, diharapkan penyelenggaraan layanan pemenuhan gizi dapat berjalan sesuai standar kesehatan, sehingga mampu memberikan manfaat optimal bagi penerima program serta mendukung terwujudnya masyarakat Kabupaten Purworejo yang lebih sehat dan berkualitas.(MI)

Selengkapnya
17. Tanggal : 05-06-2026 Jam : 09::39

Program Spesialis Keliling Layani 127 Warga di Desa Plipiran, Wujud Kolaborasi Tingkatkan Akses Layanan Kesehatan

PURWOREJO – Upaya mendekatkan layanan kesehatan spesialistik kepada masyarakat terus dilakukan melalui Program Spesialis Keliling (Speling). Pada SELASA, 3 JUNI 2026, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo bersama Puskesmas Bruno dan RS Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto melaksanakan kegiatan Speling di Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Plipiran, Kecamatan Bruno. Kegiatan yang dihadiri dan dipantau oleh Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan (Yankes SDK) Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan akses pelayanan kesehatan spesialistik bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang memiliki keterbatasan akses terhadap rumah sakit rujukan.
Melalui Program Speling, masyarakat memperoleh berbagai layanan kesehatan, meliputi Cek Kesehatan Gratis (CKG), pemeriksaan dan konsultasi Spesialis Penyakit Dalam, Spesialis Anak, serta Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Obgyn). Kehadiran dokter spesialis secara langsung di tengah masyarakat memberikan kemudahan bagi warga untuk mendapatkan layanan kesehatan yang lebih dekat, cepat, dan terjangkau. Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya jumlah peserta yang mengikuti kegiatan. Tercatat sebanyak 127 warga mendapatkan pelayanan kesehatan dengan rincian 65 orang pada layanan Spesialis Penyakit Dalam, 25 orang pada layanan Spesialis Anak, dan 35 orang pada layanan Spesialis Obgyn. Selain itu, masyarakat juga memanfaatkan layanan Cek Kesehatan Gratis sebagai upaya deteksi dini faktor risiko penyakit dan pemantauan kondisi kesehatan. Program Spesialis Keliling tidak hanya memberikan pelayanan kuratif melalui pemeriksaan dan konsultasi dokter spesialis, tetapi juga memperkuat aspek promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan kepada masyarakat. Dengan deteksi dini yang dilakukan, diharapkan berbagai permasalahan kesehatan dapat diketahui lebih awal sehingga penanganan dapat dilakukan secara tepat dan berkelanjutan.
Keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada RS Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto yang telah menugaskan tim dokter spesialis dan tenaga kesehatan, Puskesmas Bruno sebagai penyelenggara di tingkat wilayah, Pemerintah Desa Plipiran, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Plipiran, serta seluruh tenaga kesehatan, kader kesehatan, dan masyarakat yang telah berpartisipasi aktif dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Melalui sinergi antara pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, dan masyarakat, Program Spesialis Keliling diharapkan dapat terus menjangkau lebih banyak warga di berbagai wilayah Kabupaten Purworejo. Kolaborasi ini menjadi langkah nyata dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang merata, berkualitas, dan mudah diakses oleh seluruh masyarakat, sekaligus mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Purworejo.(MI)

Selengkapnya
18. Tanggal : 04-06-2026 Jam : 12::56

Dinkesda Purworejo Tingkatkan Kepatuhan RKO dan Pengendalian Ketersediaan Obat Bersama Dinkes Provinsi Jawa Tengah

PURWOREJO – Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Pelaporan dan Evaluasi Kepatuhan Rencana Kebutuhan Obat (RKO) serta Penilaian Ketersediaan Obat bagi tenaga kefarmasian puskesmas se-Kabupaten Purworejo pada RABU (3/6/2026). Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Austina Ika Nareswari, S.Farm., Apt., Apoteker Madya Pokja Farmasi dan Alat Kesehatan.
Dalam paparannya, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah menekankan pentingnya penguatan pengendalian ketersediaan obat sebagai bagian dari upaya menjamin pelayanan kesehatan yang berkelanjutan. Hal tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan yang menyatakan bahwa pemerintah pusat dan pemerintah daerah bertanggung jawab terhadap ketersediaan, pemerataan, dan keterjangkauan perbekalan kesehatan bagi masyarakat.
Selain membahas kebijakan nasional, narasumber juga melakukan evaluasi pelaporan Rencana Kebutuhan Obat (RKO) Tahun 2027. Evaluasi ini bertujuan memastikan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan menyusun perencanaan kebutuhan obat secara tepat, sehingga dapat mendukung proses pengadaan yang efektif dan menghindari terjadinya kekosongan maupun kelebihan stok obat.
Pada sesi evaluasi ketersediaan obat, disampaikan bahwa seluruh puskesmas di Kabupaten Purworejo telah melaksanakan pelaporan ketersediaan obat dan vaksin selama periode Januari hingga April 2026. Meski demikian, masih terdapat beberapa fasilitas kesehatan yang menghadapi tantangan dalam memenuhi target ketersediaan obat esensial, terutama pada komoditas tertentu yang memerlukan pemantauan dan tindak lanjut bersama.
Kegiatan juga diisi dengan evaluasi implementasi aplikasi SMILE untuk berbagai program kesehatan, meliputi HIV, Tuberkulosis, Hepatitis, Imunisasi, Malaria, dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG). Evaluasi mencakup kepatuhan pelaksanaan stok opname, keaktifan pelaporan, pemantauan stok rendah, stok tinggi, serta pengelolaan obat dan bahan medis yang mendekati masa kedaluwarsa.
Melalui kegiatan ini, Dinkesda Kabupaten Purworejo berharap seluruh pengelola farmasi puskesmas dapat semakin meningkatkan kualitas perencanaan, pelaporan, dan pengelolaan logistik kesehatan. Sinergi yang kuat antara puskesmas, Dinkesda Kabupaten Purworejo, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, dan Kementerian Kesehatan diharapkan mampu menjaga ketersediaan obat secara optimal serta mendukung pelayanan kesehatan yang bermutu bagi masyarakat.(MI)

Selengkapnya
19. Tanggal : 03-06-2026 Jam : 13::55

Dinkesda Purworejo Bahas Penguatan Tim Monitoring dan Evaluasi SPPG untuk Mendukung Program MBG

PURWOREJO – SELASA, 02 JUNI 2026, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo menggelar rapat internal di Aula 2A Dinkesda Purworejo guna membahas pembentukan dan penguatan Tim Kerja Monitoring dan Evaluasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai bagian dari dukungan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Purworejo. Rapat dipimpin langsung oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo dan dihadiri oleh para kepala bidang, kepala subbagian, serta tim teknis terkait di lingkungan Dinkesda Purworejo. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam menyusun mekanisme monitoring dan evaluasi yang terintegrasi untuk memastikan penyelenggaraan makanan di SPPG berjalan sesuai standar yang ditetapkan. 
Dalam arahannya, Sekretaris Dinkesda menekankan pentingnya koordinasi lintas bidang dalam mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis. Menurutnya, aspek keamanan pangan, kualitas gizi, dan higiene sanitasi harus menjadi perhatian utama dalam setiap tahapan penyelenggaraan makanan di SPPG.
Rapat membahas tugas dan fungsi Tim Monitoring dan Evaluasi yang akan melaksanakan pembinaan, pendampingan, serta pengawasan terhadap operasional SPPG. Fokus monitoring meliputi penerimaan bahan pangan, penyimpanan bahan makanan, proses pengolahan, kesehatan penjamah makanan, kebersihan sarana dan prasarana, hingga distribusi makanan kepada penerima manfaat.
Selain itu, peserta rapat juga menyepakati sejumlah indikator pengawasan yang akan digunakan dalam pelaksanaan monitoring, antara lain penerapan higiene sanitasi pangan, penggunaan bahan pangan yang aman dan berkualitas, pemenuhan prinsip gizi seimbang, ketersediaan air bersih, pengelolaan limbah, serta penyimpanan sampel makanan sesuai ketentuan yang berlaku. Pembentukan Tim Monitoring dan Evaluasi SPPG diharapkan dapat memperkuat pengawasan dan pembinaan terhadap penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Purworejo. Dengan pengawasan yang sistematis dan berkelanjutan, kualitas makanan yang disajikan dapat terjaga sehingga aman, bergizi, dan memenuhi standar kesehatan. Melalui kegiatan ini, Dinkesda Purworejo menegaskan komitmennya untuk mendukung suksesnya Program Makan Bergizi Gratis melalui pengawasan yang efektif, kolaboratif, dan berorientasi pada perlindungan kesehatan masyarakat.(MI)

Selengkapnya
20. Tanggal : 02-06-2026 Jam : 09::51

DINKESDA PURWOREJO SIAGAKAN PETUGAS KESEHATAN DAN P3K PADA UPACARA HARI LAHIR PANCASILA TAHUN 2026

PURWOREJO – Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo (Dinkesda) menyiagakan petugas kesehatan dan layanan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) dalam Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang dilaksanakan di Alun-alun Purworejo, SENIN (1/6/2026). Kesiapsiagaan petugas kesehatan dilakukan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan upacara sekaligus memastikan seluruh peserta mendapatkan pelayanan kesehatan apabila mengalami gangguan kesehatan selama kegiatan berlangsung. Petugas kesehatan ditempatkan di lokasi strategis dengan membawa perlengkapan medis dan peralatan P3K untuk memberikan penanganan awal secara cepat dan tepat.
Upacara Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 dipimpin langsung oleh Bupati Purworejo, Yuli Hastuti, SH, dan diikuti oleh unsur Forkopimda, ASN, TNI, Polri, pelajar, serta berbagai elemen masyarakat. Pada kesempatan tersebut, Bupati membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Yudian Wahyudi. Mengusung tema Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia, peringatan tahun ini menegaskan pentingnya nilai-nilai Pancasila sebagai dasar kehidupan berbangsa sekaligus kontribusi Indonesia dalam menciptakan perdamaian dunia.
Dalam pidato yang dibacakan Bupati, disampaikan bahwa Pancasila telah terbukti menjadi perekat bangsa yang mampu menjaga persatuan Indonesia di tengah keberagaman suku, agama, budaya, dan berbagai tantangan global yang terus berkembang. Nilai-nilai luhur Pancasila juga menjadi pedoman dalam membangun kehidupan yang harmonis, adil, dan berkeadaban. Partisipasi Dinkesda Purworejo dalam kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen untuk mendukung penyelenggaraan kegiatan pemerintahan yang aman dan kondusif melalui pelayanan kesehatan yang optimal. Kehadiran petugas kesehatan di lapangan menjadi langkah antisipatif terhadap berbagai kondisi yang berpotensi memerlukan penanganan medis, terutama mengingat banyaknya peserta yang mengikuti upacara.
Selain memberikan pelayanan kesehatan, keberadaan petugas Dinkesda juga mencerminkan implementasi nilai kemanusiaan yang terkandung dalam Pancasila. Melalui pelayanan yang cepat, tanggap, dan profesional, Dinkesda terus berupaya menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dalam setiap kegiatan publik. Peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi momentum untuk memperkuat semangat persatuan, gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut juga menjadi landasan bagi Dinkesda Purworejo dalam menjalankan tugas dan fungsi pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Dengan dukungan seluruh pihak, rangkaian Upacara Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Kabupaten Purworejo berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar. Dinkesda Purworejo akan terus berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan terbaik sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.(MI)

Selengkapnya
21. Tanggal : 24-05-2026 Jam : 20::13

Dinkesda Purworejo Gelar Pelayanan Cek Kesehatan Gratis di PT. Unggulrejo Wasono Diikuti 277 Peserta

Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo bersama Puskesmas Banyuurip melaksanakan kegiatan Pelayanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di PT. Unggulrejo Wasono pada SABTU, 23 MEI 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala. Sebanyak 277 peserta mengikuti pelayanan kesehatan yang diberikan oleh petugas dari Dinkesda dan Puskesmas Banyuurip. Para peserta merupakan karyawan PT. Unggulrejo Wasono yang antusias mengikuti rangkaian pemeriksaan kesehatan sejak awal kegiatan berlangsung.
Dalam pelayanan CKG ini, peserta mendapatkan beberapa jenis pemeriksaan, meliputi skrining faktor risiko penyakit, pemeriksaan antropometri, pemeriksaan tekanan darah, serta pemeriksaan gula darah. Pemeriksaan dilakukan untuk mendeteksi secara dini kondisi kesehatan dan faktor risiko penyakit tidak menular yang dapat memengaruhi produktivitas maupun kualitas hidup masyarakat.
Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Selain menjadi sarana deteksi dini, kegiatan CKG juga menjadi langkah nyata dalam mendukung terciptanya lingkungan kerja yang sehat dan produktif. Kolaborasi antara Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo, Puskesmas Banyuurip, dan pihak perusahaan diharapkan dapat terus terjalin dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat, khususnya di lingkungan kerja.(MI)

Selengkapnya
22. Tanggal : 24-05-2026 Jam : 19::49

Orientasi Pembinaan Posyandu Bidang Kesehatan Tahun 2026 Tingkatkan Kapasitas Petugas Puskesmas

Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo menyelenggarakan kegiatan Orientasi Pembinaan Posyandu Bidang Kesehatan bagi Petugas Kesehatan di Puskesmas pada JUMAT, 22 MEI 2026 bertempat di Hotel Ibis Yogyakarta International Airport Kulon Progo. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya penguatan transformasi layanan kesehatan primer melalui Integrasi Layanan Primer (ILP).
Acara dibuka oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya penguatan peran Puskesmas dan Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat. Selain itu, diperlukan sinergi antara tenaga kesehatan, kader, dan lintas sektor guna mendukung pelayanan kesehatan yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo yang sekaligus menjadi narasumber terkait kebijakan pelaksanaan Posyandu bidang kesehatan di Kabupaten Purworejo. Dalam paparannya disampaikan pentingnya pembinaan Posyandu yang aktif, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan berbasis siklus hidup, serta penguatan pencatatan dan pelaporan pelayanan Posyandu. Kegiatan juga menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah yang menyampaikan materi mengenai Penilaian Kinerja Puskesmas, peran Tim Pembina Puskesmas dalam pembinaan dan evaluasi kinerja, penguatan tata kelola pelayanan kesehatan primer, serta penguatan pembinaan Posyandu bidang kesehatan.
Peserta kegiatan merupakan petugas kesehatan Puskesmas se-Kabupaten Purworejo, khususnya yang berperan dalam pembinaan Posyandu dan pengelolaan pelayanan kesehatan primer. Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh peserta mampu meningkatkan kapasitas dalam pembinaan Posyandu, memperkuat koordinasi lintas program dan lintas sektor, serta meningkatkan mutu pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah kerja masing-masing. Kegiatan orientasi ini menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung terwujudnya Posyandu aktif, pelayanan kesehatan primer yang berkualitas, serta peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Purworejo.(MI)

Selengkapnya
23. Tanggal : 22-05-2026 Jam : 22::57

DINKESDA PURWOREJO GELAR SOSIALISASI PERATURAN BPOM DAN PERIZINAN BERUSAHA APOTEK/TOKO OBAT

RABU, 20 MEI 2026, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo telah melaksanakan kegiatan Sosialisasi Peraturan Badan POM Nomor 5 Tahun 2026 tentang Pengawasan Pengelolaan Obat dan Bahan Obat di Fasilitas Pelayanan Kefarmasian dan Fasilitas Lain serta Sosialisasi Perizinan Berusaha Sektor Kesehatan Apotek dan Toko Obat. Kegiatan diawali dengan sambutan dari Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dan SDK Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo yang menyampaikan pentingnya peningkatan kepatuhan fasilitas pelayanan kefarmasian terhadap regulasi terbaru, penguatan pengawasan obat, serta tertib perizinan dalam mendukung pelayanan kesehatan yang aman dan bermutu bagi masyarakat.
Materi sosialisasi disampaikan oleh narasumber dari Balai POM yang memaparkan implementasi Peraturan BPOM Nomor 5 Tahun 2026, termasuk pengelolaan obat di fasilitas pelayanan kefarmasian, toko obat, hypermarket, supermarket, dan minimarket. Narasumber juga menjelaskan mekanisme pengadaan, penyimpanan, penyerahan, pelaporan obat, serta pengawasan terhadap peredaran obat agar memenuhi standar keamanan, khasiat, dan mutu. Selain itu, peserta mendapatkan materi terkait sistem Perizinan Berusaha Berbasis Risiko (PBBR) melalui OSS, tata cara pengajuan izin apotek dan toko obat, klasifikasi tingkat risiko usaha, hingga mekanisme pengawasan usaha sektor kesehatan. Melalui kegiatan ini diharapkan fasilitas pelayanan kefarmasian dan pelaku usaha kesehatan di Kabupaten Purworejo semakin memahami regulasi terbaru, meningkatkan kepatuhan terhadap ketentuan perizinan, serta mampu menerapkan pengelolaan obat yang baik demi perlindungan kesehatan masyarakat.(MI)

Selengkapnya
24. Tanggal : 21-05-2026 Jam : 21::10

DINKESDA PURWOREJO DAN PUSKESMAS KUTOARJO GELAR KAMPANYE GERMAS GERAKAN CEGAH STUNTING DI SMP N 5 PURWOREJO

Kutoarjo- Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo bersama Puskesmas Kutoarjo melaksanakan Kampanye GERMAS bertajuk Gerakan Cegah Stunting pada RABU, 20 MEI 2026 di Aula SMP N 5 Purworejo. Kegiatan ini diikuti oleh 100 siswa dan siswi kelas 7 sebagai upaya meningkatkan kesadaran remaja terhadap pentingnya pencegahan stunting sejak dini. Kegiatan diawali dengan aktivitas fisik bersama yang diikuti seluruh peserta. Selanjutnya siswa mendapatkan Pelayanan CKG, edukasi kesehatan, diskusi interaktif, makan bersama, serta minum Tablet Tambah Darah (TTD) bersama sebagai bentuk pencegahan anemia pada remaja.
Materi edukasi disampaikan oleh dr. Nurul Futuchah dengan tema Remaja Bebas Anemia, Hendras Bintari, S.Gz terkait Gizi Remaja Sehat dan Ragam Pangan, serta Sutrismi, S.Pd mengenai Sekolah Sehat. Seluruh materi menekankan pentingnya pola hidup sehat, pemenuhan gizi seimbang, dan peran remaja dalam mendukung pencegahan stunting. Panel diskusi dimoderatori oleh Tuti Prihnita, SKM dengan pembahasan berfokus pada langkah nyata pencegahan stunting bagi remaja. Para siswa tampak antusias mengikuti kegiatan dan aktif mengajukan pertanyaan kepada narasumber. Suasana kegiatan semakin meriah dengan pembagian doorprize kepada peserta. Melalui kegiatan ini, Dinkesda Kabupaten Purworejo berharap para remaja dapat menjadi generasi sehat, bebas anemia, serta memiliki pemahaman yang baik tentang pentingnya menjaga kesehatan dan gizi sejak usia sekolah sebagai bagian dari upaya bersama mencegah stunting.(MI)

Selengkapnya
25. Tanggal : 21-05-2026 Jam : 16::30

DINKESDA Kabupaten Purworejo Laksanakan Final Hand Over (FHO) Renovasi Puskesmas Karanggetas

Pituruh- Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo melalui Tim Pelayanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan (Yankes SDK) melaksanakan kegiatan Final Hand Over (FHO) atau Serah Terima Akhir Pekerjaan Paket Pekerjaan Renovasi Puskesmas Karanggetas pada SELASA, 19 MEI 2026 bertempat di Puskesmas Karanggetas. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo bersama Tim Yankes SDK, penyedia jasa CV. Anggun Jaya Mandiri, konsultan pengawas CV. Sekalian, PPK, PPTK, serta Tim Teknis.
Pelaksanaan FHO dilakukan setelah selesainya masa pemeliharaan pekerjaan selama 6 bulan. Kegiatan ini menjadi tahapan akhir penyerahan pekerjaan dari penyedia jasa kepada pengguna pekerjaan setelah dilakukan pemeriksaan dan evaluasi terhadap hasil renovasi. Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan pengecekan akhir kondisi bangunan dan hasil pekerjaan guna memastikan seluruh pekerjaan telah sesuai dengan spesifikasi teknis dan ketentuan kontrak yang telah ditetapkan. Melalui renovasi ini diharapkan Puskesmas Karanggetas dapat memberikan pelayanan kesehatan yang semakin optimal, nyaman, aman, dan mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat.(MI)

Selengkapnya
26. Tanggal : 20-05-2026 Jam : 16::40

Dinkesda Purworejo Gelar Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Hasil Pengawasan Industri Rumah Tangga Pangan

Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo menggelar Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Hasil Pengawasan Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP), SELASA, 19 MEI 2026 bertempat di Aula 2-A Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo. Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan (Yankes SDK) Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo. Dalam sambutannya disampaikan pentingnya pengawasan dan pembinaan IRTP secara berkelanjutan guna menjamin keamanan pangan yang beredar di masyarakat serta meningkatkan kualitas produk pangan lokal. Peserta kegiatan terdiri dari unsur lintas sektor, di antaranya Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (DKUKMP), serta pendamping koperasi dan UMKM Kabupaten Purworejo.
Materi disampaikan oleh Tim Farmamin Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo terkait hasil pengawasan post market IRTP, tindak lanjut pembinaan pelaku usaha, serta penguatan penerapan keamanan pangan pada produk industri rumah tangga pangan. Melalui kegiatan ini diharapkan terjalin koordinasi dan sinergi lintas sektor yang lebih optimal dalam pengawasan, pembinaan, dan pendampingan IRTP sehingga produk pangan yang dihasilkan memenuhi standar keamanan pangan dan aman dikonsumsi masyarakat.(MI)

Selengkapnya
27. Tanggal : 19-05-2026 Jam : 16::34

Pelatihan Keamanan Pangan di SPPG Grabag Tingkatkan Pemahaman Pengelolaan Pangan Aman dan Higienis

Grabag- Dalam upaya meningkatkan kualitas dan keamanan pengolahan makanan, telah dilaksanakan kegiatan Pelatihan Keamanan Pangan di SPPG Grabag pada SENIN, 18 MEI 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 32 peserta yang terdiri dari pengelola dan petugas pengolahan pangan. Pelatihan menghadirkan narasumber dari tim Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo bersama tim Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda). Materi yang disampaikan meliputi pentingnya higiene sanitasi pangan, pengolahan makanan yang aman, penyimpanan bahan pangan, kebersihan peralatan, serta upaya pencegahan kontaminasi pangan
Selain itu, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai risiko penyakit akibat pangan yang tidak memenuhi standar kesehatan serta pentingnya penerapan keamanan pangan dalam setiap proses pengolahan dan penyajian makanan. Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara peserta dan narasumber. Melalui pelatihan ini diharapkan peserta mampu menerapkan prinsip keamanan pangan secara konsisten sehingga makanan yang dihasilkan lebih aman, sehat, dan layak konsumsi. Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo terus mendorong peningkatan kualitas keamanan pangan sebagai bagian dari upaya perlindungan kesehatan masyarakat melalui pembinaan dan edukasi berkelanjutan.(MI)

Selengkapnya
28. Tanggal : 19-05-2026 Jam : 16::07

Dinkesda Purworejo Hadiri Peringatan HLUN ke-30 di Puskesmas Butuh

Purworejo- Dalam rangka memperingati Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30, Dinkesda Purworejo melalui Puskesmas Butuh menyelenggarakan kegiatan pelayanan dan edukasi kesehatan lansia pada SENIN, 18 MEI 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 84 peserta yang terdiri dari 42 lansia dan 42 kader kesehatan dari 21 desa di wilayah kerja Puskesmas Butuh. Kegiatan diawali dengan senam lansia yang diikuti sekitar 40 peserta sebagai upaya menjaga kebugaran dan meningkatkan kualitas hidup lansia agar tetap sehat, aktif, dan mandiri. Selain itu, dilaksanakan pula Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi lansia sebagai bentuk deteksi dini kondisi kesehatan masyarakat usia lanjut. Pada kesempatan tersebut, para kader kesehatan mendapatkan pelatihan SKILAS (Skrining Lansia Sederhana) guna meningkatkan kemampuan kader dalam melakukan pemantauan dan deteksi dini permasalahan kesehatan lansia di masyarakat.
Kegiatan menghadirkan narasumber dr. Ika Endah Lestariningsih, Sp.KJ., M.Kes., yang menyampaikan materi terkait psikogeriatri dan pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental lansia. Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa kesehatan lansia perlu dilihat secara menyeluruh, mencakup aspek fisik, psikologis, dan sosial. Selain itu, peserta juga memperoleh edukasi mengenai perawatan lansia jangka panjang, pemenuhan aktivitas sehari-hari (ADL dan IADL), serta pentingnya dukungan keluarga dan caregiver dalam menjaga kualitas hidup lansia.
Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan dari Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo, yaitu Bapak Wiwit Sugiharto, SKM. Kehadiran Dinas Kesehatan menjadi bentuk dukungan terhadap upaya peningkatan pelayanan kesehatan lansia di Kabupaten Purworejo. Melalui peringatan HLUN ke-30 ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan lansia semakin meningkat serta memperkuat peran kader kesehatan dalam mendampingi lansia di lingkungan masing-masing.(MI)

Selengkapnya
29. Tanggal : 19-05-2026 Jam : 14::05

Dinkesda Purworejo Melalui Labkesda Laksanakan Pemeriksaan Sampling Makanan Calon Jamaah Haji

Purworejo – Dalam rangka mendukung kesehatan dan keamanan konsumsi pangan bagi calon jamaah haji Kabupaten Purworejo, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo melalui Laboratorium Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo melaksanakan pemeriksaan sampling makanan pada kegiatan pemberangkatan calon jamaah haji Kloter 24 Kabupaten Purworejo di Pendopo Kabupaten Purworejo, SENIN (18/5/2026).
Pemeriksaan sampling makanan dilakukan oleh tim kesehatan dan petugas laboratorium sebagai upaya pengawasan keamanan pangan terhadap makanan dan minuman yang dikonsumsi calon jemaah haji sebelum keberangkatan menuju Embarkasi Yogyakarta International Airport (YIA). Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan makanan yang disajikan memenuhi standar kesehatan, higienis, serta aman dikonsumsi guna mencegah risiko gangguan kesehatan maupun kejadian keracunan pangan selama perjalanan ibadah haji.
Selain melakukan pemeriksaan sampling makanan, tim kesehatan Dinkesda juga turut melakukan pemantauan kondisi kesehatan calon jamaah haji selama proses pemberangkatan berlangsung. Sebanyak 345 calon jamaah haji Kabupaten Purworejo yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 24 diberangkatkan menggunakan sembilan bus dan didampingi petugas kloter, Pendamping Haji Daerah (PHD) kesehatan, serta PHD umum. Melalui kegiatan ini, Dinkesda Purworejo berkomitmen mendukung penyelenggaraan ibadah haji yang sehat, aman, dan lancar sehingga para jemaah dapat menjalankan ibadah dengan kondisi kesehatan yang optimal.(MI) 

Selengkapnya
30. Tanggal : 18-05-2026 Jam : 12::10

345 Calon Jemaah Haji Kabupaten Purworejo Diberangkatkan, Dinkesda Hadir Bersama Tim Kesehatan

Purworejo – Sebanyak 345 calon jemaah haji Kabupaten Purworejo yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 24 resmi diberangkatkan dari Pendopo Kabupaten Purworejo menuju Embarkasi Yogyakarta International Airport (YIA), SENIN (18/5/2026). Suasana haru dan khidmat menyertai prosesi pelepasan calon jemaah haji yang dihadiri keluarga dan kerabat untuk memberikan doa serta dukungan kepada para jemaah sebelum berangkat menuju Tanah Suci. Keberangkatan Kloter 24 dilepas langsung oleh Bupati Purworejo, Yuli Hastuti bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Purworejo dan sejumlah Kepala Perangkat Daerah. 
Dalam kegiatan tersebut, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo turut hadir bersama tim kesehatan untuk melakukan pendampingan serta memastikan kondisi kesehatan calon jemaah haji tetap terpantau selama proses keberangkatan menuju embarkasi. Sebanyak sembilan bus diberangkatkan menuju Embarkasi YIA dengan didampingi 4 petugas kloter, 1 Pendamping Haji Daerah (PHD) kesehatan, dan 1 PHD umum. Kloter 24 dijadwalkan masuk Embarkasi YIA pada pukul 06.00 WIB dan selanjutnya diberangkatkan menuju Tanah Suci pada SELASA (19/5/2026). Para jemaah diperkirakan tiba di Arab Saudi pada RABU (20/5/2026)
Bupati Purworejo berharap seluruh calon jemaah haji diberikan kesehatan, keselamatan, dan kelancaran selama menjalankan rangkaian ibadah haji tahun 1447 H/2026 M. Semoga seluruh jemaah haji dapat menjalankan ibadah dengan lancar, sehat, selamat hingga kembali ke tanah air, serta menjadi haji yang mabrur dan mabrurah, harapnya. Sementara itu, setelah keberangkatan Kloter 24, Kabupaten Purworejo juga dijadwalkan kembali memberangkatkan calon jemaah haji pada Kloter 25 sebanyak 354 jemaah pada SELASA (19/5/2026), serta Kloter 26 sebanyak 47 jemaah pada RABU (20/5/2026). Kehadiran Dinkesda Kabupaten Purworejo bersama tim kesehatan menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendukung penyelenggaraan ibadah haji yang aman, sehat, dan lancar bagi seluruh calon jemaah haji asal Kabupaten Purworejo.(MI)

Selengkapnya
31. Tanggal : 15-05-2026 Jam : 00::05

Dinkesda Purworejo Perkuat Pencegahan Virus Hanta dan Percepatan Verifikasi Kawasan Tanpa Rokok

RABU, 13 MEI 2026, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo menyelenggarakan Pertemuan Koordinasi Petugas Promosi Kesehatan (Promkes) dan programer Upaya Berhenti Merokok (UBM) se-Kabupaten Purworejo. Kegiatan ini bertujuan memperkuat koordinasi lintas program dalam upaya pencegahan Virus Hanta serta percepatan verifikasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di wilayah Kabupaten Purworejo. Pertemuan diikuti oleh seluruh petugas promkes dan programer UBM puskesmas se-Kabupaten Purworejo. 
Kegiatan di buka langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Daerah dr. Sudarmi, MM didampingi oleh dr. Atika Widiastuti yang menyampaikan materi terkait kewaspadaan terhadap Virus Hanta serta penguatan implementasi kebijakan Kawasan Tanpa Rokok. Dalam pemaparannya, disampaikan bahwa Virus Hanta merupakan penyakit yang dapat menular melalui paparan tikus dan lingkungan yang kurang bersih. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan edukasi kepada masyarakat terkait perilaku hidup bersih dan sehat, pengelolaan lingkungan, serta kewaspadaan dini terhadap potensi penularan.
Selain itu, pertemuan juga membahas percepatan verifikasi Kawasan Tanpa Rokok sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang sehat dan mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Petugas promkes dan programer UBM diharapkan mampu memperkuat sosialisasi, pembinaan, serta monitoring implementasi KTR di fasilitas pelayanan kesehatan, sekolah, tempat kerja, dan kawasan umum lainnya. Melalui kegiatan koordinasi ini, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo berharap sinergi antarpetugas semakin kuat sehingga upaya pencegahan penyakit dan penerapan perilaku hidup sehat dapat berjalan lebih optimal di masyarakat.(MI)

Selengkapnya
32. Tanggal : 14-05-2026 Jam : 23::10

Dinkesda Purworejo Gelar Koordinasi dan Evaluasi Pelayanan JKN dan Jamkesda Tahun 2026

Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo melaksanakan kegiatan koordinasi dan evaluasi pelayanan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Jamkesda Kabupaten Purworejo bersama 27 kepala puskesmas se-Kabupaten Purworejo pada RABU, 13 MEI 2026. Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat sekaligus memperkuat pemahaman terkait implementasi Peraturan Bupati Purworejo Nomor 1 Tahun 2026 tentang pelayanan Program Jamkesda. Bertempat di Ruang Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo, kegiatan ini membahas evaluasi pelaksanaan pelayanan JKN dan Jamkesda di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Pembahasan meliputi mekanisme pelayanan peserta, alur pelayanan masyarakat, kendala di lapangan, hingga langkah percepatan peningkatan kualitas layanan kesehatan di puskesmas.
Dalam arahannya, Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo menegaskan pentingnya kesamaan pemahaman seluruh puskesmas terhadap Perbup Nomor 1 Tahun 2026 agar pelayanan Jamkesda dapat berjalan optimal, tepat sasaran, dan tidak menimbulkan perbedaan interpretasi di lapangan. Selain sebagai forum evaluasi, kegiatan ini juga menjadi sarana koordinasi untuk memperkuat komitmen pelayanan kesehatan yang cepat, mudah, dan responsif bagi masyarakat Kabupaten Purworejo, khususnya dalam pelayanan JKN dan Jamkesda. Dinkesda Purworejo terus berkomitmen melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan serta memastikan masyarakat memperoleh pelayanan yang sesuai dengan ketentuan dan kebutuhan di lapangan.(MI)

Selengkapnya
33. Tanggal : 14-05-2026 Jam : 22::47

MONEV PERENCANAAN PENGADAAN OBAT DI PUSKESMAS NGOMBOL TERINTEGRASI DENGAN INOVASI SIMO

RABU, 13 MEI 2026, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Perencanaan Pengadaan Obat di Puskesmas Ngombol. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan tata kelola kefarmasian yang efektif, akurat, dan terintegrasi melalui inovasi SIMO (Sistem Informasi Manajemen Obat). Kegiatan monev dilakukan oleh tim farmasi Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo dengan melakukan evaluasi terhadap perencanaan kebutuhan obat, data pemakaian, ketersediaan stok, hingga ketepatan usulan pengadaan obat tahun 2026. Melalui pemanfaatan inovasi SIMO, proses monitoring dan pengelolaan data obat dapat dilakukan lebih cepat, tertata, dan mudah dipantau secara berkala.
Inovasi SIMO mendukung puskesmas dalam pengelolaan data obat secara lebih terintegrasi, sehingga membantu meminimalkan risiko kekosongan maupun kelebihan stok obat. Selain itu, sistem ini juga mempermudah proses pelaporan dan pengambilan keputusan dalam perencanaan pengadaan obat di fasilitas pelayanan kesehatan.
Melalui kegiatan monev ini, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo terus mendorong optimalisasi penggunaan inovasi SIMO sebagai bentuk transformasi digital di bidang kefarmasian guna meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat.(MI)

Selengkapnya
34. Tanggal : 14-05-2026 Jam : 22::42

Pelayanan SPELING Hadir di Desa Legetan, Layani 295 Warga dengan Dokter Spesialis

BENER — Dalam upaya mendekatkan pelayanan kesehatan spesialis kepada masyarakat, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo bersama RSIA Permata dan Puskesmas Bener kembali melaksanakan kegiatan Pelayanan Spesialis Dokter Keliling (SPELING), pada SELASA, 12 MEI 2026 di Desa Legetan, Kecamatan Bener. Kegiatan ini menjadi bentuk kolaborasi lintas fasilitas pelayanan kesehatan untuk memberikan akses layanan kesehatan spesialis yang lebih mudah, cepat, dan terjangkau bagi masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo yang diwakili oleh Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dan SDK memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan pelayanan SPELING. Dalam sambutannya disampaikan bahwa program SPELING merupakan upaya pemerintah daerah untuk mendekatkan layanan kesehatan spesialis kepada masyarakat serta meningkatkan pemerataan akses pelayanan kesehatan.
Selain menghadirkan pelayanan dokter spesialis, Puskesmas Bener juga memberikan berbagai layanan kesehatan pendukung kepada masyarakat, di antaranya cek kesehatan gratis, pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) untuk deteksi dini kanker serviks, serta promosi kesehatan sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pola hidup sehat dan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Pada pelaksanaan kali ini, sebanyak 295 pasien mendapatkan pelayanan kesehatan dari tim medis yang menghadirkan dokter spesialis anak, dokter spesialis obstetri dan ginekologi (Obsgyn), serta dokter spesialis penyakit dalam. Masyarakat memanfaatkan layanan tersebut untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, konsultasi medis, hingga tindak lanjut penanganan sesuai keluhan yang dialami. Antusiasme warga terlihat sejak pagi hari dengan hadirnya peserta dari berbagai kelompok usia.
Tim Dinkesda Kabupaten Purworejo menyampaikan bahwa kegiatan SPELING menjadi salah satu langkah nyata dalam memperluas jangkauan pelayanan kesehatan spesialis sekaligus meningkatkan deteksi dini berbagai penyakit di masyarakat.Melalui sinergi antara Dinkesda Kabupaten Purworejo, RSIA Permata, dan Puskesmas Bener, diharapkan masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih dekat, cepat, dan berkualitas tanpa harus datang jauh ke fasilitas kesehatan rujukan. Kegiatan berlangsung lancar dengan dukungan Pemerintah Desa Legetan, tenaga kesehatan, serta seluruh pihak yang terlibat dalam pelayanan.(MI)

Selengkapnya
35. Tanggal : 13-05-2026 Jam : 15::58

DINKESDA PURWOREJO TINGKATKAN KOMPETENSI SDM LABKESDA MELALUI MAGANG DI BBLKM YOGYAKARTA

Dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan laboratorium kesehatan kepada masyarakat, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo menghadirkan Tim Laboratorium Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo untuk mengikuti kegiatan Peningkatan Kapasitas (Magang) Tenaga Laboratorium tentang Pemeriksaan Biologi di Laboratorium Lingkungan pada SELASA, 12 MEI 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Instalasi Laboratorium Kesehatan Lingkungan, Vektor dan Binatang Pembawa Penyakit Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Yogyakarta sebagai bagian dari penguatan kompetensi SDM laboratorium kesehatan daerah.
Melalui kegiatan magang ini, peserta mendapatkan pembelajaran teori dan praktik secara langsung terkait pemeriksaan biologi lingkungan, khususnya parameter air dan makanan. Selain itu, peserta juga memperoleh pendampingan teknis dalam penggunaan peralatan laboratorium modern serta penerapan prosedur pemeriksaan sesuai standar nasional.
Adapun tujuan kegiatan ini meliputi Menyamakan persepsi dan prosedur operasional standar (SOP) dalam pemeriksaan biologi lingkungan, terutama parameter air dan makanan. Meningkatkan keterampilan praktis tenaga laboratorium dalam mengoperasikan peralatan laboratorium canggih yang tersedia di BBLKM Yogyakarta. Dan memastikan tenaga laboratorium mampu melakukan identifikasi mikroorganisme atau spesimen biologi dengan tingkat akurasi dan presisi tinggi sesuai standar nasional maupun internasional.
Kegiatan ini juga menjadi bentuk komitmen Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo dalam meningkatkan kualitas pelayanan laboratorium kesehatan yang profesional, akurat, dan terpercaya. Dengan peningkatan kapasitas SDM secara berkelanjutan, diharapkan pelayanan pemeriksaan laboratorium kesehatan lingkungan di Kabupaten Purworejo semakin optimal dalam mendukung perlindungan kesehatan masyarakat.(MI)

Selengkapnya
36. Tanggal : 12-05-2026 Jam : 19::04

TIM FARMAMIN DINKESDA PURWOREJO LAKUKAN INSPEKSI KESEHATAN LINGKUNGAN JASA BOGA DI KECAMATAN BRUNO

Bruno, Sebagai upaya menjaga keamanan pangan dan meningkatkan kualitas higiene sanitasi makanan, TIM Farmamin Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo melaksanakan inspeksi kesehatan lingkungan jasa boga pada Selasa, 12 Mei 2026 di salah satu warung katering wilayah Bruno Wetan, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo. Kegiatan inspeksi dilakukan dalam rangka pengawasan dan pembinaan terhadap penyelenggara jasa boga agar proses pengolahan makanan memenuhi persyaratan kesehatan lingkungan dan standar higiene sanitasi pangan. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh mulai dari kondisi lingkungan tempat usaha hingga proses pengolahan dan penyajian makanan.
Dalam kegiatan tersebut, tim melakukan pemeriksaan terhadap beberapa aspek penting, antara lain kebersihan lingkungan dan dapur, penyimpanan bahan pangan, kebersihan peralatan masak dan makan, ketersediaan air bersih, pengelolaan limbah dan sampah, serta higiene penjamah makanan. Selain melakukan inspeksi lapangan, TIM Farmamin juga memberikan edukasi dan pembinaan kepada pengelola jasa boga terkait penerapan higiene sanitasi pangan yang baik dan benar. Edukasi diberikan untuk meningkatkan kesadaran pelaku usaha mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan keamanan pangan guna mencegah risiko pencemaran makanan maupun kejadian keracunan pangan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo dalam meningkatkan pengawasan kesehatan lingkungan dan mendukung tersedianya pangan yang aman, sehat, higienis, serta layak konsumsi bagi masyarakat Kabupaten Purworejo. Melalui inspeksi dan pembinaan yang dilakukan secara rutin, diharapkan seluruh penyelenggara jasa boga dapat terus meningkatkan mutu pelayanan serta konsisten menerapkan standar sanitasi pangan dalam setiap proses pengolahan makanan.(MI)

Selengkapnya
37. Tanggal : 12-05-2026 Jam : 18::28

DINKESDA Purworejo melalui Labkesda Lakukan Sampling Makanan Jamaah Haji Kloter 16

Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo melalui UPT Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten Purworejo melaksanakan pengambilan sampel makanan (food sampling) bagi Jamaah Haji Kabupaten Purworejo Kloter 16 pada SENIN, 11 MEI 2026 di Pendopo Kabupaten Purworejo. Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk memastikan makanan yang disajikan kepada jamaah memenuhi standar keamanan pangan, higienis, serta layak konsumsi sebelum keberangkatan menuju embarkasi haji. Tim Labkesda Kabupaten Purworejo melakukan pengambilan dan pemeriksaan sampel makanan guna meminimalkan risiko gangguan kesehatan akibat pangan yang tidak memenuhi syarat. Pemeriksaan ini menjadi bagian dari upaya pengawasan kesehatan lingkungan dan keamanan pangan bagi jamaah haji.
Kepala UPT Labkesda Kabupaten Purworejo menyampaikan bahwa kegiatan food sampling merupakan bentuk komitmen dalam menjaga kualitas makanan yang dikonsumsi jamaah selama proses keberangkatan. Keamanan pangan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kondisi kesehatan jamaah haji. Melalui sampling makanan ini, kami ingin memastikan makanan yang disajikan aman, higienis, dan layak dikonsumsi, ungkap Kepala Labkesda. Dinkesda Kabupaten Purworejo terus berupaya memberikan dukungan pelayanan kesehatan secara optimal kepada jamaah haji, termasuk melalui pengawasan keamanan pangan, sehingga jamaah dapat menjalankan ibadah dengan kondisi kesehatan yang baik dan nyaman.(MI)

Selengkapnya
38. Tanggal : 12-05-2026 Jam : 17::57

Pelatihan Pelayanan Terpadu PTM Angkatan II Tingkatkan Kompetensi Tenaga Kesehatan

WONOSOBO — Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo turut hadir dalam kegiatan Pelatihan Pelayanan Terpadu PTM Angkatan II yang dilaksanakan pada SENIN, 11 MEI 2026 di Bapelkes Jateng Wonosobo. Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari 15 puskesmas bersama programmer PTM Dinkesda Kabupaten Purworejo sebagai upaya meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dalam pelayanan Penyakit Tidak Menular (PTM) terpadu di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP). Materi pertama mengenai Penanggulangan PTM Terpadu di FKTP disampaikan oleh Tunggak Panuntun. Pada sesi ini peserta melakukan studi kasus pelayanan PANDU PTM serta role play alur pelayanan PANDU PTM guna memperkuat pemahaman implementasi pelayanan terpadu di FKTP.
Selanjutnya, materi Upaya Pencegahan dan Pengendalian PTM Terpadu di FKTP (Gangguan Indera) disampaikan oleh dr. Anies Safrina. Peserta mendapatkan praktik langsung pemeriksaan deteksi dini gangguan penglihatan dan gangguan pendengaran sebagai bagian dari skrining faktor risiko PTM. Pada sesi Surveilans Terpadu PTM, Sukma Mardiyah P menyampaikan pentingnya penguatan pencatatan, pelaporan, dan analisis data PTM. Kegiatan diisi dengan presentasi kelompok studi kasus serta games edukatif terkait surveilans PTM untuk meningkatkan pemahaman peserta secara interaktif. Materi terakhir mengenai Upaya Pencegahan dan Pengendalian PTM Terpadu di FKTP (Gangguan Fungsional) disampaikan oleh dr. Dian Ajeng. Peserta mengikuti praktik pemeriksaan kekuatan otot dan lingkup gerak sendi, serta role play exercise pada pasien stroke sebagai bagian dari pelayanan rehabilitatif dasar di FKTP. Melalui pelatihan ini, diharapkan tenaga kesehatan di puskesmas mampu memperkuat pelayanan PTM terpadu secara komprehensif, mulai dari deteksi dini, surveilans, edukasi, hingga penanganan gangguan fungsional di masyarakat.(MI)

Selengkapnya
39. Tanggal : 11-05-2026 Jam : 12::19

Kalibrasi Alat Kesehatan, Dinkesda Purworejo Pastikan Mutu dan Keamanan Pelayanan

SENIN, 11 MEI 2026, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo melaksanakan kegiatan kalibrasi alat kesehatan di beberapa puskesmas sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga mutu pelayanan kesehatan sekaligus memastikan alat kesehatan yang digunakan dalam pelayanan tetap laik, akurat, dan aman digunakan. Kalibrasi dilakukan pada berbagai alat kesehatan yang digunakan dalam pelayanan sehari-hari di puskesmas. Melalui kegiatan ini, Dinkesda memastikan hasil pengukuran dan pemeriksaan yang dilakukan tenaga kesehatan tetap tepat dan sesuai standar, sehingga mendukung pelayanan kesehatan yang optimal bagi masyarakat.
Selain sebagai bentuk pemenuhan standar mutu fasilitas pelayanan kesehatan, kegiatan kalibrasi juga bertujuan meminimalkan risiko kesalahan hasil pemeriksaan akibat ketidaktepatan alat. Alat kesehatan yang terkalibrasi dengan baik akan membantu tenaga kesehatan dalam menegakkan diagnosis, pemantauan kondisi pasien, hingga penentuan tindakan medis yang tepat. Dinkesda Kabupaten Purworejo terus berkomitmen meningkatkan kualitas sarana dan prasarana kesehatan di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan. Melalui kegiatan kalibrasi rutin, diharapkan pelayanan kesehatan di puskesmas semakin berkualitas, aman, dan terpercaya bagi masyarakat.(MI)

Selengkapnya

Menuju Purworejo Bebas Malaria 2026