PURWOREJO – Pemerintah Kabupaten Purworejo terus memperkuat komitmen lintas sektor dalam penanggulangan AIDS-HIV, Tuberkulosis (TBC), dan Malaria (ATM) melalui Rapat Koordinasi Komitmen dan Dukungan Penggunaan Anggaran Dana Desa dalam Penanggulangan Penyakit AIDS-HIV, TBC, dan Malaria (ATM) Kabupaten Purworejo, yang dilaksanakan pada Selasa, 8 September 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian lanjutan dari rangkaian koordinasi pemerintah daerah untuk mendorong dukungan pemerintah desa dalam penanggulangan ATM. Selain membahas penggunaan anggaran Dana Desa, pertemuan juga menjadi forum untuk memperkuat komitmen, menyamakan persepsi, meningkatkan akuntabilitas, serta memastikan perencanaan kegiatan dan anggaran dapat dilaksanakan secara tepat sasaran.
Kegiatan diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan sambutan dan arahan Sekretaris Daerah Kabupaten Purworejo, Bapak Suranto, S.T., S.Sos., M.P.A. Arahan tersebut menekankan pentingnya komitmen dan sinergi lintas sektor dalam mendukung upaya penanggulangan penyakit AIDS-HIV, TBC, dan Malaria di Kabupaten Purworejo.
Selanjutnya, Kepala DPPPAPMD Kabupaten Purworejo, Bapak Laksana Sakti, A.P., M.Si., menyampaikan materi mengenai Penggunaan Anggaran Dana Desa untuk Penanggulangan AIDS-HIV, TBC, dan Malaria (ATM). Materi memberikan pemahaman mengenai dukungan anggaran desa agar dapat diarahkan untuk mendukung kegiatan penanggulangan penyakit dan peningkatan kesehatan masyarakat di tingkat desa.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo, dr. Sudarmi, M.M., kemudian menyampaikan materi mengenai situasi AIDS-HIV, TBC, dan Malaria di Kabupaten Purworejo, sekaligus sosialisasi Desa Siaga TBC. Dalam paparannya, penanggulangan TBC menjadi salah satu perhatian karena masih terdapat indikator program yang perlu diperkuat, terutama penemuan kasus dan keberhasilan pengobatan. Dinas Kesehatan mendorong berbagai upaya seperti skrining, penemuan kasus secara aktif, pendampingan pasien, penguatan peran kader, serta pembentukan Desa Siaga TBC. Pada program HIV, penguatan skrining pada populasi berisiko, penemuan kasus, kepatuhan pengobatan ARV, serta pengurangan stigma dan diskriminasi menjadi bagian penting dalam upaya pengendalian HIV di Kabupaten Purworejo. Sementara itu, Kabupaten Purworejo telah mencapai eliminasi malaria dan memasuki fase pemeliharaan eliminasi. Upaya kewaspadaan tetap diperlukan untuk mencegah munculnya kembali penularan, terutama melalui pemeriksaan terhadap pendatang dari wilayah luar Pulau Jawa yang berisiko membawa parasit malaria.
Penguatan tata kelola anggaran turut menjadi bagian penting dalam pertemuan melalui materi yang disampaikan Inspektorat Kabupaten Purworejo, Drs. R. Achmad Kurniawan Kadir, M.P.A. Materi tersebut memberikan penguatan dari sisi pengawasan agar perencanaan dan penggunaan anggaran dapat berjalan sesuai ketentuan serta dapat dipertanggungjawabkan.
Selanjutnya, Sekretaris Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo, dr. Budi Susanti, M.Sc., menyampaikan materi mengenai perencanaan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Pembahasan ini diarahkan untuk membantu menerjemahkan kebutuhan program ATM menjadi kegiatan dan komponen pembiayaan yang lebih terencana di tingkat desa. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Sesi ini menjadi ruang untuk menyamakan persepsi, mengidentifikasi kendala, serta membahas langkah yang dapat dilakukan agar dukungan Dana Desa terhadap penanggulangan ATM dapat berjalan efektif dan tidak tumpang tindih dengan program lainnya.
Pada akhir kegiatan, dr. Budi Susanti, M.Sc., menyampaikan Rencana Tindak Lanjut (RTL) sebagai langkah untuk memastikan hasil koordinasi dapat diteruskan dalam proses perencanaan dan pelaksanaan program di lapangan. Melalui pertemuan ini, Pemerintah Kabupaten Purworejo menegaskan bahwa dukungan anggaran harus diikuti dengan perencanaan yang baik, pelaksanaan yang tepat, serta pengawasan yang akuntabel. Kolaborasi pemerintah daerah, pemerintah desa, fasilitas pelayanan kesehatan, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam memperkuat penanggulangan AIDS-HIV, TBC, dan Malaria menuju masyarakat Purworejo yang lebih sehat dan produktif.(MI)