Website Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo
Jl. Mayjend Sutoyo No. 17 A Purworejo Jawa Tengah, email : dinkes@purworejokab.go.id

Media Informasi Kesehatan

1. Tanggal : 11-09-2026 Jam : 22::19

Dinkesda Purworejo Sosialisasikan Perubahan Perbup Jamkesda dan Perbarui Fitur Aplikasi SIBIJAK

PURWOREJO – Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo menggelar pertemuan bersama pengelola Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) dari Puskesmas, klinik, dan rumah sakit, RABU, 9 SEPTEMBER 2026, di Aula 2A Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat penyelenggaraan Program Jamkesda melalui sosialisasi perubahan Peraturan Bupati Purworejo tentang Penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Daerah sekaligus pembaruan dan updating fitur aplikasi SIBIJAK.
Sosialisasi dilakukan untuk menyamakan pemahaman para pengelola Jamkesda di fasilitas pelayanan kesehatan terhadap ketentuan terbaru. Materi yang disampaikan mengacu pada Perubahan Peraturan Bupati Purworejo Nomor 01 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Daerah. Perubahan ketentuan tersebut mencakup pengaturan mengenai penerima manfaat Program Jamkesda, antara lain PBI Daerah, masyarakat tertentu melalui Jamkesda klaim, penduduk daerah yang tidak memiliki jaminan kesehatan, serta penduduk daerah terdaftar aktif yang membutuhkan penanganan segera.
Selain sosialisasi regulasi, pertemuan juga membahas pembaruan fitur aplikasi SIBIJAK yang digunakan dalam mendukung pengelolaan Jamkesda. Updating aplikasi menjadi bagian penting dalam menyesuaikan proses administrasi dan pengelolaan pelayanan dengan ketentuan yang berlaku. Keterlibatan pengelola dari Puskesmas, klinik, dan rumah sakit juga menjadi ruang untuk membangun kesamaan pemahaman dalam pelaksanaan pelayanan dan administrasi Jamkesda. Dengan pemahaman regulasi yang sama serta dukungan sistem informasi yang terus diperbarui, proses pengelolaan Jamkesda diharapkan dapat berjalan lebih tertib dan sesuai prosedur.
Dalam perubahan ketentuan tersebut, Program Jamkesda mencakup sejumlah pelayanan kesehatan sesuai dengan kelompok penerima manfaat dan ketentuan yang berlaku, antara lain rawat jalan, rawat darurat, rawat inap, tindakan medis, serta pemeriksaan penunjang diagnostik dengan hasil abnormal. Melalui kegiatan ini, Dinkesda Purworejo terus mendorong penguatan tata kelola Jamkesda, baik dari sisi regulasi, sumber daya pengelola, maupun sistem informasi, sehingga pelaksanaan program dapat semakin efektif dan mendukung pelayanan kesehatan bagi masyarakat penerima manfaat.(MI)

Selengkapnya
2. Tanggal : 11-09-2026 Jam : 21::41

Dinkesda Purworejo Perkuat Upaya Promotif Preventif melalui CKG bagi Pengemudi dan Juru Parkir

Purworejo – Menjelang peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) ke-55 Tahun 2026, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo turut berperan dalam mendukung terciptanya transportasi yang aman dan sehat melalui pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi pengemudi angkutan dan juru parkir. Kegiatan berlangsung di Terminal Kongsi, Rabu (09/09/2026), dan diikuti sebanyak 110 peserta. Kegiatan ini merupakan hasil sinergi antara Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Purworejo dalam memberikan perhatian terhadap kondisi kesehatan para pelaku transportasi yang setiap hari beraktivitas dan berinteraksi langsung dengan masyarakat. 
Tim Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo memberikan layanan pemeriksaan kesehatan kepada peserta sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif. Melalui CKG, peserta dapat mengetahui kondisi kesehatannya sekaligus memperoleh informasi dan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan serta melakukan deteksi dini terhadap faktor risiko penyakit. Kondisi kesehatan menjadi salah satu aspek penting bagi pengemudi angkutan. Kebugaran fisik dan kemampuan menjaga konsentrasi berperan dalam mendukung keselamatan selama berkendara. Karena itu, pemeriksaan kesehatan bagi pengemudi tidak hanya memberikan manfaat bagi individu, tetapi juga berkaitan dengan keamanan penumpang dan pengguna jalan lainnya.
Selain pemeriksaan kesehatan, kegiatan juga diisi dengan edukasi pencegahan penyalahgunaan narkotika bersama Tim Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Edukasi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran para pengemudi dan juru parkir mengenai pentingnya menjaga kesehatan, menjauhi narkotika, serta menjalankan aktivitas kerja secara aman dan bertanggung jawab.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo, dr. Sudarmi, menyampaikan bahwa keterlibatan Dinkesda dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap upaya menjaga kesehatan masyarakat melalui pendekatan promotif dan preventif. Menurutnya, kelompok pekerja seperti pengemudi angkutan memiliki aktivitas dan tanggung jawab yang berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat. Karena itu, perhatian terhadap kondisi kesehatan perlu menjadi bagian dari keseharian, tidak hanya dilakukan ketika mengalami keluhan kesehatan
Pelaksanaan CKG di Terminal Kongsi sekaligus menjadi momentum untuk mendorong masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya. Pemeriksaan kesehatan secara berkala dan deteksi dini dapat membantu seseorang mengenali faktor risiko lebih awal sehingga langkah tindak lanjut dapat dilakukan sesuai kebutuhan.
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Purworejo Yuli Hastuti, SH, Sekretaris Daerah Kabupaten Purworejo Suranto, ST, S.Sos., MPA, Kepala Dinas Perhubungan Agus Widiyanto, SIP., M.Si., Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Puguh Trihatmoko, SH., MH., Kepala Satpol PP dan Damkar Siswantoro Dwi Nugroho, SSTP., MM., serta Plt. Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo dr. Sudarmi. Melalui sinergi lintas sektor ini, Dinkesda Purworejo terus mendorong penguatan budaya hidup sehat dan deteksi dini di berbagai kelompok masyarakat. Upaya tersebut diharapkan turut mendukung terwujudnya transportasi yang aman, nyaman, sehat, dan berkualitas bagi masyarakat Kabupaten Purworejo.(MI)

Selengkapnya
3. Tanggal : 11-09-2026 Jam : 16::07

Rapim Puskesmas Dinkesda Purworejo Dorong Penguatan Program dan Mutu Pelayanan Kesehatan

PURWOREJO – Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo menggelar Rapat Pimpinan (Rapim) Puskesmas pada RABU, 9 SEPTEMBER 2026. Kegiatan dibuka oleh Plt. Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo dan diikuti oleh para pimpinan Puskesmas se-Kabupaten Purworejo. 
Rapat pimpinan menjadi forum koordinasi untuk melihat perkembangan pelaksanaan program kesehatan, mengevaluasi capaian, serta membahas berbagai hal yang membutuhkan tindak lanjut di tingkat Puskesmas. Forum ini juga menjadi sarana untuk menyamakan langkah antara Dinkesda dan Puskesmas dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Salah satu pembahasan dalam Rapim adalah evaluasi Program Tuberkulosis (TBC) berdasarkan data Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) per 7 September 2026. Evaluasi meliputi capaian terduga TBC, kasus TBC, serta pemeriksaan HIV pada pasien TBC di seluruh Puskesmas.
Penguatan penemuan kasus juga dilakukan melalui kegiatan swakelola tracing TBC terintegrasi Cek Kesehatan Gratis (CKG). Dalam pelaksanaannya tercatat 21 kegiatan Grebeg TBC dan 20 kegiatan X-Ray. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas penemuan kasus dan memperkuat pelacakan kontak TBC. Selain penemuan kasus, capaian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) turut menjadi perhatian. Data menunjukkan masih terdapat kontak pasien TBC yang telah memenuhi syarat TPT tetapi belum mendapatkan terapi pencegahan. Kondisi tersebut perlu ditindaklanjuti oleh Puskesmas melalui penguatan pemantauan dan pemberian TPT sesuai ketentuan.
Dinkesda juga menyampaikan agenda peningkatan kompetensi tenaga kesehatan melalui pelatihan deteksi dini penyakit gigi dan mulut bagi pengelola program kesehatan gigi dan mulut. Pelatihan dijadwalkan pada 13–19 September 2026 di Bapelkes Provinsi Jawa Tengah Kampus Wonosobo bagi Puskesmas yang menjadi lokus penerima dental chair dan BMHP Kesgilut dari SOPHI dan/atau Kementerian Kesehatan. Dalam Rapim turut disampaikan materi mengenai Perubahan Peraturan Bupati Purworejo Nomor 01 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda). Materi membahas kelompok penerima manfaat serta jenis pelayanan kesehatan yang dijamin dalam Program Jamkesda.
Melalui Rapim Puskesmas, Dinkesda Kabupaten Purworejo mendorong pimpinan Puskesmas untuk menjadikan hasil evaluasi sebagai dasar perbaikan. Setiap capaian dan permasalahan perlu diikuti dengan tindak lanjut yang jelas, koordinasi yang lebih kuat, serta pengendalian program secara berkelanjutan. Rapat pimpinan ini menjadi bagian dari upaya Dinkesda Kabupaten Purworejo memperkuat pelayanan kesehatan primer agar semakin efektif, terarah, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.(MI)

Selengkapnya
4. Tanggal : 10-09-2026 Jam : 13::45

SPELING Hadir di Desa Tursino, Dekatkan Layanan Dokter Spesialis kepada Masyarakat

KUTOARJO, 8 SEPTEMBER 2026 – Masyarakat Desa Tursino, Kecamatan Kutoarjo, Kabupaten Purworejo, memperoleh akses layanan kesehatan melalui program SPELING (Spesialis Keliling) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan berlangsung di Balai Desa Tursino pada Selasa (8/9/2026), dengan dukungan RSUD RAA Tjokronegoro dan Puskesmas Wirun. Program SPELING merupakan upaya mendekatkan layanan kesehatan, termasuk pemeriksaan dokter spesialis, kepada masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat memanfaatkan Cek Kesehatan Gratis (CKG) serta layanan dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi (Obsgyn), Anak, Penyakit Dalam, dan Jiwa.
Pelayanan di tingkat desa memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memperoleh pemeriksaan kesehatan tanpa harus menempuh jarak lebih jauh menuju fasilitas kesehatan rujukan. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk mengenali kondisi kesehatan dan faktor risiko penyakit sejak dini. Keterlibatan Puskesmas Wirun turut memperkuat kesinambungan pelayanan kesehatan tingkat pertama. Masyarakat yang memerlukan pemeriksaan atau penanganan lanjutan dapat memperoleh tindak lanjut sesuai hasil pemeriksaan dan indikasi medis.
Pelaksanaan SPELING mencerminkan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten Purworejo, rumah sakit, dan puskesmas dalam memperkuat akses pelayanan kesehatan. Layanan yang hadir lebih dekat diharapkan mendorong masyarakat memanfaatkan fasilitas kesehatan dan melakukan pemeriksaan secara berkala. Melalui dukungan terhadap program SPELING, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo terus memperkuat sinergi lintas sektor agar masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang mudah dijangkau, bermutu, dan berkesinambungan.(MI)

Selengkapnya
5. Tanggal : 10-09-2026 Jam : 11::42

Pemkab Purworejo Kembali Perkuat Komitmen Penggunaan Dana Desa untuk Penanggulangan AIDS-HIV, TBC, dan Malaria

PURWOREJO – Pemerintah Kabupaten Purworejo terus memperkuat komitmen lintas sektor dalam penanggulangan AIDS-HIV, Tuberkulosis (TBC), dan Malaria (ATM) melalui Rapat Koordinasi Komitmen dan Dukungan Penggunaan Anggaran Dana Desa dalam Penanggulangan Penyakit AIDS-HIV, TBC, dan Malaria (ATM) Kabupaten Purworejo, yang dilaksanakan pada Selasa, 8 September 2026. 
Kegiatan ini menjadi bagian lanjutan dari rangkaian koordinasi pemerintah daerah untuk mendorong dukungan pemerintah desa dalam penanggulangan ATM. Selain membahas penggunaan anggaran Dana Desa, pertemuan juga menjadi forum untuk memperkuat komitmen, menyamakan persepsi, meningkatkan akuntabilitas, serta memastikan perencanaan kegiatan dan anggaran dapat dilaksanakan secara tepat sasaran.
Kegiatan diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan sambutan dan arahan Sekretaris Daerah Kabupaten Purworejo, Bapak Suranto, S.T., S.Sos., M.P.A. Arahan tersebut menekankan pentingnya komitmen dan sinergi lintas sektor dalam mendukung upaya penanggulangan penyakit AIDS-HIV, TBC, dan Malaria di Kabupaten Purworejo.
Selanjutnya, Kepala DPPPAPMD Kabupaten Purworejo, Bapak Laksana Sakti, A.P., M.Si., menyampaikan materi mengenai Penggunaan Anggaran Dana Desa untuk Penanggulangan AIDS-HIV, TBC, dan Malaria (ATM). Materi memberikan pemahaman mengenai dukungan anggaran desa agar dapat diarahkan untuk mendukung kegiatan penanggulangan penyakit dan peningkatan kesehatan masyarakat di tingkat desa.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo, dr. Sudarmi, M.M., kemudian menyampaikan materi mengenai situasi AIDS-HIV, TBC, dan Malaria di Kabupaten Purworejo, sekaligus sosialisasi Desa Siaga TBC. Dalam paparannya, penanggulangan TBC menjadi salah satu perhatian karena masih terdapat indikator program yang perlu diperkuat, terutama penemuan kasus dan keberhasilan pengobatan. Dinas Kesehatan mendorong berbagai upaya seperti skrining, penemuan kasus secara aktif, pendampingan pasien, penguatan peran kader, serta pembentukan Desa Siaga TBC. Pada program HIV, penguatan skrining pada populasi berisiko, penemuan kasus, kepatuhan pengobatan ARV, serta pengurangan stigma dan diskriminasi menjadi bagian penting dalam upaya pengendalian HIV di Kabupaten Purworejo. Sementara itu, Kabupaten Purworejo telah mencapai eliminasi malaria dan memasuki fase pemeliharaan eliminasi. Upaya kewaspadaan tetap diperlukan untuk mencegah munculnya kembali penularan, terutama melalui pemeriksaan terhadap pendatang dari wilayah luar Pulau Jawa yang berisiko membawa parasit malaria. 
Penguatan tata kelola anggaran turut menjadi bagian penting dalam pertemuan melalui materi yang disampaikan Inspektorat Kabupaten Purworejo, Drs. R. Achmad Kurniawan Kadir, M.P.A. Materi tersebut memberikan penguatan dari sisi pengawasan agar perencanaan dan penggunaan anggaran dapat berjalan sesuai ketentuan serta dapat dipertanggungjawabkan.
Selanjutnya, Sekretaris Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo, dr. Budi Susanti, M.Sc., menyampaikan materi mengenai perencanaan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Pembahasan ini diarahkan untuk membantu menerjemahkan kebutuhan program ATM menjadi kegiatan dan komponen pembiayaan yang lebih terencana di tingkat desa. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Sesi ini menjadi ruang untuk menyamakan persepsi, mengidentifikasi kendala, serta membahas langkah yang dapat dilakukan agar dukungan Dana Desa terhadap penanggulangan ATM dapat berjalan efektif dan tidak tumpang tindih dengan program lainnya.
Pada akhir kegiatan, dr. Budi Susanti, M.Sc., menyampaikan Rencana Tindak Lanjut (RTL) sebagai langkah untuk memastikan hasil koordinasi dapat diteruskan dalam proses perencanaan dan pelaksanaan program di lapangan. Melalui pertemuan ini, Pemerintah Kabupaten Purworejo menegaskan bahwa dukungan anggaran harus diikuti dengan perencanaan yang baik, pelaksanaan yang tepat, serta pengawasan yang akuntabel. Kolaborasi pemerintah daerah, pemerintah desa, fasilitas pelayanan kesehatan, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam memperkuat penanggulangan AIDS-HIV, TBC, dan Malaria menuju masyarakat Purworejo yang lebih sehat dan produktif.(MI)

Selengkapnya
6. Tanggal : 10-09-2026 Jam : 10::18

Dinkesda Purworejo Perkuat Pemenuhan Komitmen SPP-IRT melalui Penyuluhan Keamanan Pangan

PURWOREJO – Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Purworejo melalui tim Farmasi, Makanan, dan Minuman (Farmamin) melaksanakan Penyuluhan Keamanan Pangan bagi Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP) pada SELASA, 8 SEPTEMBER 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemenuhan komitmen setelah diterbitkannya Sertifikat Pemenuhan Komitmen Produksi Pangan Olahan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT).
Kegiatan dibuka oleh Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan (Yankes SDK) Dinkesda Kabupaten Purworejo dan dilaksanakan oleh tim Farmamin Dinkesda. Penyuluhan ditujukan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan pelaku IRTP dalam menerapkan prinsip keamanan dan mutu pangan pada proses produksi pangan olahan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai keamanan dan mutu pangan, Bahan Tambahan Pangan (BTP), serta Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik bagi Industri Rumah Tangga Pangan (CPPOB-IRT). Materi tersebut menjadi dasar bagi pelaku usaha dalam memastikan proses produksi berlangsung sesuai prinsip higiene dan sanitasi serta menghasilkan pangan yang aman dan bermutu bagi konsumen.
Materi keamanan pangan disampaikan oleh Dinar Nur Jayanti, S.Farm., Apt., Drug Food Inspector Kabupaten Purworejo. Pembahasan mencakup aspek yang perlu diperhatikan pelaku usaha dalam menjaga keamanan pangan, penggunaan BTP sesuai ketentuan, serta penerapan cara produksi pangan olahan yang baik pada kegiatan IRTP.
Selain aspek keamanan dan mutu pangan, penyuluhan juga memberikan pemahaman mengenai sertifikasi halal bagi produk UMKM. Materi disampaikan oleh Amelia G, S.Si., Pengawas Jaminan Produk Halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Provinsi Jawa Tengah. Peserta memperoleh informasi mengenai pentingnya pemenuhan persyaratan jaminan produk halal sebagai bagian dari kepatuhan pelaku usaha sekaligus memberikan kepastian kepada konsumen.
Aspek pengelolaan administrasi produksi turut menjadi bagian dari materi penyuluhan. Rusmiyatun, S.E., M.Ak., CTT., Dosen STIE Rajawali, memberikan materi mengenai dokumentasi dan pencatatan produksi pada Industri Rumah Tangga Pangan. Pencatatan yang dilakukan secara tertib dapat membantu pelaku usaha dalam mendokumentasikan proses produksi, melakukan pengendalian, serta menyediakan informasi yang diperlukan dalam pengelolaan usaha.
Penyuluhan ini menegaskan bahwa penerbitan SPP-IRT tidak berhenti pada pemenuhan persyaratan administratif. Pelaku IRTP perlu memastikan komitmen tersebut diterapkan dalam praktik produksi sehari-hari, mulai dari pemilihan dan penggunaan bahan, proses pengolahan, penggunaan BTP, pelabelan, hingga dokumentasi dan pencatatan produksi.
Melalui kegiatan ini, Dinkesda Kabupaten Purworejo mendorong pelaku IRTP untuk meningkatkan kepatuhan terhadap ketentuan keamanan dan mutu pangan serta membangun praktik produksi yang lebih tertib dan konsisten. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung tersedianya pangan olahan yang aman dan bermutu sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk pangan yang dihasilkan oleh pelaku usaha di Kabupaten Purworejo.(MI) 

Selengkapnya
7. Tanggal : 10-09-2026 Jam : 09::15

Dinkesda Kabupaten Purworejo Gelar Kampanye GERMAS Dorong Peningkatan Kualitas Lingkungan untuk Wujudkan Lingkungan Bersih dan Sehat

PURWOREJO – Upaya mewujudkan masyarakat yang sehat tidak hanya dilakukan melalui pelayanan kesehatan, tetapi juga dengan menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Hal tersebut menjadi fokus Kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) melalui peningkatan kualitas lingkungan yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Purworejo, Selasa, 8 September 2026, di Kedai Satu-satu.
Kegiatan ini mengangkat tema lingkungan bersih dan sehat sebagai bagian dari upaya menurunkan risiko penularan penyakit. Lingkungan yang tidak terkelola dengan baik dapat menjadi tempat berkembangnya berbagai sumber penyakit, termasuk melalui sampah, vektor penyakit, serta kondisi sanitasi yang tidak memenuhi prinsip kesehatan.
Dalam kegiatan tersebut, Dinkesda Kabupaten Purworejo menghadirkan Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan (DLHP) Kabupaten Purworejo untuk memperkuat pemahaman peserta mengenai pentingnya peningkatan kualitas kesehatan lingkungan. Peserta terdiri atas unsur PKK Kabupaten, PKK Kecamatan, serta PKK Desa/Kelurahan terpilih. 
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkesda Kabupaten Purworejo, dr. Nur Salim, menyampaikan materi mengenai tujuh pilar GERMAS. Ia menekankan bahwa GERMAS bukan sekadar kegiatan sesaat, tetapi perlu diwujudkan melalui perubahan kebiasaan yang dilakukan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
Materi selanjutnya disampaikan Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan dan Keanekaragaman Hayati DLHP Kabupaten Purworejo, Sigit Heru Waluyo, SKM, yang membahas peningkatan kualitas kesehatan lingkungan demi terwujudnya lingkungan bersih dan sehat. Pengelolaan sampah menjadi salah satu bagian penting karena persoalan sampah tidak hanya berkaitan dengan kebersihan, tetapi juga dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Purworejo, Raja Thifal Mazaya Izzati, S.I.Kom, menyoroti peran PKK dalam mendorong perubahan pola pikir dan pola perilaku hidup sehat di tengah keluarga dan masyarakat. Menurutnya, upaya menciptakan lingkungan bersih dan sehat membutuhkan keterlibatan setiap individu, dimulai dari lingkungan rumah tangga. Lingkungan bersih dan sehat merupakan tanggung jawab kita bersama, yang dimulai dari tanggung jawab masing-masing individu, menjadi salah satu pesan penting dalam kegiatan tersebut.
Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan dan pembahasan yang disampaikan oleh perwakilan PKK Kecamatan maupun PKK Desa/Kelurahan. Diskusi tidak hanya membahas persoalan lingkungan secara umum, tetapi juga mengarah pada langkah-langkah sederhana yang dapat diterapkan langsung di rumah dan lingkungan sekitar. Tiga langkah sederhana yang didorong untuk segera dilakukan di tingkat rumah tangga meliputi memilah sampah, melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), serta menghindari paparan asap rokok.
Melalui kampanye ini, Dinkesda Kabupaten Purworejo mendorong agar GERMAS tidak berhenti pada pemahaman, tetapi diterjemahkan menjadi tindakan nyata. Perubahan dapat dimulai dari rumah melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten, kemudian diperkuat melalui peran PKK dalam menggerakkan keluarga dan masyarakat. Lingkungan yang bersih dan sehat pada akhirnya bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan hasil dari kepedulian dan partisipasi seluruh masyarakat. Dengan membangun kebiasaan sehat dari rumah, diharapkan tercipta lingkungan yang semakin sehat dan mampu mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat Kabupaten Purworejo.(MI) 

Selengkapnya
8. Tanggal : 08-09-2026 Jam : 11::58

Penguatan Pelayanan Hipertensi di FKTP, Dinkesda Purworejo Dorong Deteksi Dini dan Pengendalian Berkelanjutan

PURWOREJO — Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Purworejo terus memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian hipertensi melalui peningkatan kualitas pelayanan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Upaya tersebut dibahas dalam pertemuan pengelola program hipertensi dan dokter Puskesmas yang berlangsung SENIN, 7 SEPTEMBER 2026, di Aula 2 Dinkesda Kabupaten Purworejo.
Pertemuan dibuka oleh Sekretaris Dinkesda Kabupaten Purworejo dan diikuti oleh pengelola program hipertensi serta dokter Puskesmas se-Kabupaten Purworejo. Kegiatan ini menjadi forum koordinasi dan evaluasi untuk memperkuat pelaksanaan program hipertensi di tingkat pelayanan primer.
Pembahasan mencakup pelayanan hipertensi secara komprehensif, mulai dari skrining, deteksi dini, penegakan diagnosis, tata laksana, pemantauan tekanan darah, hingga pencatatan, pelaporan, dan tindak lanjut pasien. Pendekatan tersebut diperlukan agar pelayanan tidak berhenti pada penemuan kasus, tetapi berlanjut sampai pasien mendapatkan tata laksana dan mencapai tekanan darah terkendali.
Analisis situasi program hipertensi yang dipaparkan Kepala Bidang P2 dalam pertemuan menunjukkan masih adanya kesenjangan antara target dan capaian. Pada 2026, sasaran penduduk usia ≥15 tahun di Kabupaten Purworejo mencapai 645.166 orang, dengan target skrining hipertensi sebanyak 452.384 orang atau 70 persen. Hingga Juli 2026, capaian skrining tercatat 220.875 orang atau 34,18 persen. Sementara itu, estimasi penderita hipertensi di Kabupaten Purworejo mencapai 239.186 orang. Data tersebut menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah penguatan program di masing-masing Puskesmas.
Dalam pembahasan juga ditekankan pentingnya pemantauan keberlanjutan pengobatan pasien. Pasien hipertensi perlu dikategorikan berdasarkan status perawatan, antara lain pasien baru, pasien dengan tekanan darah terkendali, pasien dengan tekanan darah tidak terkendali, missed visit, dan lost to follow up. Pengelompokan ini membantu Puskesmas menentukan tindak lanjut sesuai kondisi pasien. Pasien yang tidak melakukan kunjungan ulang menjadi salah satu perhatian dalam pengendalian hipertensi. Puskesmas perlu memperkuat komunikasi mengenai jadwal kontrol serta melakukan tindak lanjut terhadap pasien yang melewati jadwal kunjungan. Untuk kondisi tertentu, kunjungan rumah dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan maupun kader, termasuk bagi pasien yang sudah lama tidak berkunjung ke fasilitas kesehatan.
Penguatan pelayanan tersebut mengacu pada Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/303/2026 tentang Pedoman Nasional Pelayanan Klinis Tata Laksana Hipertensi Dewasa, yang menjadi pedoman bagi dokter dalam pengambilan keputusan klinis dan acuan dalam penyusunan standar prosedur operasional di fasilitas pelayanan kesehatan. Melalui pertemuan tersebut, Dinkesda Kabupaten Purworejo mendorong pengelola program dan dokter Puskesmas untuk memperkuat cakupan skrining, meningkatkan kualitas pencatatan dan pelaporan, serta memastikan pasien hipertensi memperoleh pelayanan secara berkesinambungan. Pengendalian hipertensi tidak hanya berfokus pada penemuan penderita, tetapi juga memastikan pasien mendapatkan tata laksana, melakukan kontrol secara rutin, dan mencapai tekanan darah terkendali. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat pencegahan komplikasi hipertensi dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat di Kabupaten Purworejo.(MI)

Selengkapnya
9. Tanggal : 07-09-2026 Jam : 11::41

Apel Pagi Dinkesda Purworejo Perkuat Kesiapsiagaan, Evaluasi Program dan Sampaikan Apresiasi kepada Karyawan

PURWOREJO – Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Purworejo melaksanakan apel pagi pada SENIN, 7 SEPTEMBER 2026. Apel dipimpin oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo dan diikuti oleh jajaran karyawan Dinkesda. Dalam arahannya, Sekretaris Dinkesda menyampaikan pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak kesehatan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau. Jajaran Dinkesda diminta mengikuti perkembangan situasi, meningkatkan kesiapsiagaan, serta memastikan koordinasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan tetap berjalan apabila terjadi dampak terhadap masyarakat.
Selain kesiapsiagaan, apel juga menjadi momentum untuk melakukan evaluasi pelaksanaan program kesehatan. Setiap bidang dan unit kerja diminta mencermati capaian program, mengidentifikasi kendala, serta memastikan tindak lanjut dilakukan secara terukur. Memasuki bulan September, sejumlah program dan agenda kegiatan juga menjadi perhatian. Seluruh jajaran diharapkan mempersiapkan pelaksanaan kegiatan dengan baik, memperkuat koordinasi lintas program, serta memastikan pelaksanaan dan pelaporan kegiatan berjalan tertib sesuai target.
Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Dinkesda juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh karyawan Dinkesda Kabupaten Purworejo atas partisipasi dan kebersamaan dalam berbagai kegiatan untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia. Partisipasi seluruh karyawan menjadi bentuk semangat kebersamaan dan kekompakan keluarga besar Dinkesda, sekaligus memperkuat semangat dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Melalui apel pagi ini, Dinkesda Kabupaten Purworejo terus memperkuat kesiapsiagaan, koordinasi, evaluasi, dan kerja sama dalam pelaksanaan program kesehatan. Memasuki bulan September, seluruh jajaran diharapkan tetap menjaga semangat kerja dan memastikan setiap program berjalan sesuai rencana serta memberikan manfaat bagi masyarakat.(MI)

Selengkapnya
10. Tanggal : 04-09-2026 Jam : 14::25

Rakor Hari Kedua Dorong Aksi Nyata Desa dalam Penanggulangan AIDS-HIV, TBC, dan Malaria

PURWOREJO, 2 SEPTEMBER 2026 — Penanggulangan HIV dan AIDS, Tuberkulosis (TBC), dan Malaria (ATM) di Kabupaten Purworejo terus diperkuat hingga tingkat desa. Upaya tersebut tidak hanya mengandalkan pelayanan kesehatan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan pemerintah desa dalam pencegahan, edukasi, penemuan kasus, pendampingan pasien, serta dukungan penganggaran. Penguatan itu menjadi fokus hari kedua Rapat Koordinasi Komitmen dan Dukungan Penggunaan Anggaran Dana Desa dalam Penanggulangan AIDS-HIV, TBC, dan Malaria (ATM) Kabupaten Purworejo yang berlangsung di Arahiwang, Rabu, 2 September 2026.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo (Dinkesda) melalui Sekdikesda menyampaikan bahwa penanggulangan ATM memerlukan dukungan lintas sektor, terutama pemerintah desa. Menurutnya, desa memiliki peran penting dalam memperluas edukasi, menemukan kasus lebih awal, mendampingi pasien, dan mencegah penularan di masyarakat. Penanggulangan ATM tidak dapat hanya dilakukan oleh sektor kesehatan. Dukungan pemerintah desa sangat penting, terutama dalam edukasi, penemuan kasus, pendampingan pasien, dan penguatan pembiayaan melalui Dana Desa, ujarnya.
Pertemuan tersebut merupakan bagian dari tiga rangkaian rapat koordinasi yang dilaksanakan berdasarkan pembagian jadwal kecamatan. Peserta mengikuti jadwal yang telah ditetapkan, meliputi Camat, Koordinator Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten, Pendamping Desa, Sekretaris Desa, dan Kepala Puskesmas.
Forum tidak hanya membahas situasi penyakit ATM, tetapi juga mengarahkan peserta pada langkah konkret setelah rapat koordinasi. Perencanaan pembangunan desa dan pemanfaatan Dana Desa menjadi instrumen penting untuk memperkuat intervensi kesehatan sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing wilayah.
Dalam pembahasan TBC, peningkatan penemuan kasus dan keberhasilan pengobatan masih menjadi tantangan. Data program menunjukkan treatment coverage penemuan kasus TBC sebesar 40,2 persen, sedangkan treatment success rate mencapai 74 persen. Keduanya masih berada di bawah target masing-masing sebesar 90 persen. Kepala Puskesmas dalam forum tersebut menekankan pentingnya keterlibatan kader dan pemerintah desa dalam menemukan warga yang memiliki gejala TBC serta memastikan pasien menyelesaikan pengobatan. Penemuan kasus harus dilakukan sedini mungkin. Selain itu, pasien perlu didampingi agar tidak berhenti berobat sehingga keberhasilan pengobatan dapat meningkat, katanya.
Salah satu langkah yang diperkuat adalah pembentukan Desa Siaga TBC. Program tersebut diarahkan untuk mendukung edukasi, penemuan kasus, pendampingan pasien, serta pencegahan penularan. Upaya itu melengkapi berbagai intervensi Dinkesda, antara lain skrining menggunakan X-ray portabel, kegiatan Grebeg TBC di desa, serta pendampingan pasien yang tidak melanjutkan pengobatan agar kembali menjalani pengobatan.
Pada penanggulangan HIV, penguatan skrining dan penemuan kasus menjadi bagian penting. Edukasi kepada masyarakat juga diperlukan untuk meningkatkan pemahaman mengenai HIV sekaligus mencegah stigma dan diskriminasi. Perwakilan Dinkesda menjelaskan bahwa pemerintah desa dapat memperluas sosialisasi melalui berbagai kegiatan kemasyarakatan dengan memanfaatkan dukungan Dana Desa. Edukasi harus dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat memahami HIV dengan benar dan tidak memberikan stigma kepada orang dengan HIV, ujarnya.
Sementara itu, Kabupaten Purworejo telah mencapai eliminasi malaria dan memasuki fase pemeliharaan. Capaian tersebut perlu dipertahankan agar tidak terjadi penularan kembali. Salah satu langkah yang ditekankan adalah pemeriksaan malaria bagi penduduk yang baru datang dari luar Pulau Jawa sebelum tinggal di Purworejo. Target pemeriksaan malaria ditetapkan sebanyak 9.862 orang per tahun hingga 2030.
Dukungan pembiayaan dari desa menjadi salah satu perhatian dalam rapat koordinasi. Pada 2026, tercatat 14 desa telah mengalokasikan Dana Desa untuk kegiatan ATM. Koordinator Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten menyampaikan bahwa dukungan tersebut masih perlu diperluas melalui pendampingan perencanaan dan penganggaran desa. Pendamping desa akan membantu pemerintah desa mengidentifikasi kebutuhan penanggulangan ATM agar dapat dimasukkan dalam perencanaan dan penganggaran sesuai ketentuan, katanya.
Salah satu kendala yang diidentifikasi adalah belum semua desa mengetahui adanya warga yang terjangkit TBC atau HIV. Di sisi lain, desa yang tidak berada di wilayah reseptif malaria masih dapat memandang malaria bukan sebagai prioritas. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya advokasi dan koordinasi agar kebutuhan penanggulangan ATM dapat masuk dalam perencanaan desa.
Rapat koordinasi menghasilkan pembagian peran yang lebih jelas antarunsur di tingkat kecamatan dan desa. Camat memberikan dukungan terhadap optimalisasi penanggulangan ATM di desa sekaligus melakukan pemantauan terhadap penggunaan Dana Desa untuk kegiatan tersebut. Koordinator TAPM Kabupaten dan Pendamping Desa mendampingi pemerintah desa dalam penyusunan perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes), termasuk penyesuaian atau rekomposisi anggaran untuk mendukung kegiatan penanggulangan ATM bersama tim Puskesmas. Di tingkat desa, Sekretaris Desa mendorong pengalokasian Dana Desa untuk kegiatan ATM sesuai kemampuan desa. Desa juga diarahkan untuk membentuk Surat Keputusan (SK) Desa Siaga TBC, melanjutkan survei migrasi malaria bagi pendatang, serta memasukkan edukasi mengenai ATM dalam kegiatan masyarakat, termasuk kegiatan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan kader desa.
Sementara itu, Dinkesda akan memantau perkembangan pembentukan Desa Siaga TBC di desa-desa, berkoordinasi dengan Pendamping Desa terkait perkembangan penganggaran kegiatan ATM, serta mendorong Kepala Puskesmas untuk terlibat dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) agar kebutuhan kesehatan menjadi bagian dari perencanaan dan penganggaran desa.
Tindak lanjut juga diarahkan melalui kolaborasi Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPPPAPMD) bersama Dinkesda untuk melakukan advokasi kepada desa yang memiliki kasus TBC maupun desa yang termasuk wilayah reseptif malaria. Selain itu, akan didorong penyusunan Surat Edaran Bupati Purworejo tentang penganggaran penanggulangan HIV dan AIDS, TBC, dan Malaria dalam Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDesa).
Dengan hasil tersebut, rapat koordinasi diharapkan tidak berhenti pada komitmen bersama, tetapi berlanjut pada tindakan di lapangan. Kecamatan memperkuat koordinasi dan pemantauan, pendamping membantu proses penganggaran, pemerintah desa menjalankan intervensi di masyarakat, Puskesmas memberikan dukungan teknis, dan Dinkesda melakukan pemantauan serta koordinasi tindak lanjut. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun penanggulangan ATM yang lebih terintegrasi sekaligus memastikan aspek kesehatan menjadi bagian dari pembangunan desa di Kabupaten Purworejo.(MI)

Selengkapnya
11. Tanggal : 02-09-2026 Jam : 21::30

SPELING Hadirkan Layanan Dokter Spesialis di Desa Kaligintung, 211 Warga Terlayani

PURWOREJO, 1 September 2026 – Upaya mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Purworejo melalui program SPELING (Spesialis Keliling). Layanan SPELING dilaksanakan di Balai Desa Kaligintung, Kecamatan Pituruh, dengan menghadirkan layanan kesehatan terpadu bagi masyarakat.
Kegiatan SPELING dibuka oleh Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan (Yankes SDK) pada Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo, yang hadir mewakili Dinkesda dalam pelaksanaan layanan kesehatan tersebut. Pelayanan dilaksanakan melalui kolaborasi RSUD dr. Tjitrowardojo Purworejo dan Puskesmas Pituruh. Sebanyak 211 warga mendapatkan pelayanan dalam kegiatan tersebut. Layanan yang tersedia meliputi Cek Kesehatan Gratis (CKG), pemeriksaan IVA, serta konsultasi dan pemeriksaan oleh dokter spesialis, yaitu Spesialis Penyakit Dalam, Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Obsgyn), Spesialis Paru, Spesialis Anak, dan Spesialis Jiwa.
Pelaksanaan SPELING di tingkat desa memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh akses pemeriksaan dan konsultasi dokter spesialis tanpa harus datang langsung ke rumah sakit. Kehadiran layanan ini juga mendukung deteksi dini dan penanganan masalah kesehatan sesuai kebutuhan masyarakat. Kolaborasi antara rumah sakit, puskesmas, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam memperkuat akses pelayanan kesehatan. Melalui SPELING, Dinkesda Kabupaten Purworejo terus mendorong agar pelayanan kesehatan semakin dekat, mudah dijangkau, dan merata hingga tingkat desa.(MI)

Selengkapnya
12. Tanggal : 02-09-2026 Jam : 20::17

Evaluasi Pendampingan Dokter Sp.OG di Puskesmas, Dinkesda Purworejo Perkuat Layanan Kesehatan Ibu

PURWOREJO, 1 SEPTEMBER 2026 — Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Purworejo menggelar pertemuan Evaluasi Pendampingan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Sp.OG) di Puskesmas sebagai bagian dari upaya memperkuat pelayanan kesehatan ibu dan meningkatkan deteksi dini risiko kehamilan. Kegiatan yang berlangsung di Aula Dinkesda Kabupaten Purworejo, Selasa (1/9), tersebut dihadiri dokter dan bidan koordinator (bikor) dari 27 Puskesmas di Kabupaten Purworejo. Pertemuan dibuka oleh Sekretaris Dinkesda Kabupaten Purworejo. Evaluasi dilakukan untuk melihat pelaksanaan pendampingan dokter Sp.OG di Puskesmas sekaligus mengidentifikasi berbagai hal yang perlu diperkuat dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan ibu. Program pendampingan tersebut dilaksanakan berdasarkan Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Nomor 400.7.2/01/2026.
Dalam skema pendampingan, dokter Sp.OG memiliki sejumlah tugas, antara lain menerima konsultasi dari dokter dan bidan Puskesmas terkait pelayanan kesehatan ibu dan anak, memberikan layanan obstetri dan kebidanan di Puskesmas dampingan secara periodik atau sesuai kebutuhan, serta meningkatkan kapasitas tenaga medis, tenaga kesehatan, dan kader dalam pelayanan kesehatan ibu.
Evaluasi juga menjadi penting melihat masih adanya tantangan dalam kesehatan ibu di Kabupaten Purworejo. Data yang dipaparkan menunjukkan jumlah ibu hamil risiko tinggi mencapai 45,70 persen dari 2.873 ibu hamil hingga Juni 2026. Pada periode yang sama tercatat dua kasus kematian ibu. Melalui pendampingan dokter Sp.OG, Puskesmas didorong tidak hanya mengandalkan pelayanan rujukan ketika komplikasi terjadi, tetapi juga memperkuat deteksi dan penanganan faktor risiko sejak masa kehamilan. Materi evaluasi mencakup skrining preeklamsia, skrining risiko menggunakan metode Puji Rochyati, skrining EPDS, hipertiroid, serta skrining peripartum cardiomyopathy (PPCM) sesuai indikasi.
Data layanan menunjukkan pelaksanaan pendampingan telah menjangkau sejumlah Puskesmas dengan jumlah ibu hamil yang diperiksa pada 2025 dan 2026. Namun, capaian antar-Puskesmas masih bervariasi. Kondisi tersebut menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat kesinambungan pelaksanaan pendampingan dan memastikan akses konsultasi maupun pelayanan spesialistik dapat dimanfaatkan secara optimal.
Pertemuan ini diharapkan menghasilkan langkah tindak lanjut yang lebih terarah, terutama dalam meningkatkan koordinasi antara dokter Sp.OG, dokter Puskesmas, dan bikor. Penguatan komunikasi serta pemanfaatan jejaring pendampingan juga menjadi bagian penting agar kasus berisiko dapat dikonsultasikan dan ditangani secara lebih cepat. Melalui evaluasi secara berkala, Dinkesda Kabupaten Purworejo terus mendorong penguatan pelayanan kesehatan ibu berbasis deteksi dini, kolaborasi antar tenaga kesehatan, dan pendampingan spesialistik di tingkat Puskesmas.(MI)

Selengkapnya
13. Tanggal : 02-09-2026 Jam : 19::33

Perkuat Sinergi Kecamatan dan Desa, Purworejo Dorong Dukungan Dana Desa untuk Penanggulangan AIDS, TBC, dan Malaria

PURWOREJO, 1 SEPTEMBER 2026 — Pemerintah Kabupaten Purworejo memperkuat sinergi lintas sektor dalam penanggulangan AIDS-HIV, Tuberkulosis (TBC), dan Malaria (ATM) dengan mendorong optimalisasi dukungan Dana Desa untuk kegiatan kesehatan di tingkat desa. Penguatan komitmen tersebut dilakukan melalui Rapat Koordinasi Komitmen dan Dukungan Penggunaan Anggaran Dana Desa dalam Penanggulangan AIDS-HIV, TBC, dan Malaria (ATM) Kabupaten Purworejo, yang dilaksanakan secara bertahap dalam tiga pertemuan berdasarkan pembagian jadwal kecamatan. Pertemuan pertama berlangsung pada Selasa, 1 September 2026, dengan melibatkan Camat, Koordinator TAPM Kabupaten, Pendamping Desa, Sekretaris Desa, dan Kepala Puskesmas. Forum ini menjadi bagian dari upaya memperkuat keterlibatan pemerintah kecamatan dan desa dalam penanggulangan ATM, terutama melalui perencanaan, penganggaran, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan koordinasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan. 
Rakor dibuka dengan sambutan dan arahan Asisten Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Purworejo, Ahmad Jainudin, S.I.P., M.M. Dalam arahannya, ditekankan pentingnya dukungan bersama antara pemerintah daerah, kecamatan, desa, pendamping desa, dan sektor kesehatan agar upaya penanggulangan ATM dapat berjalan hingga tingkat masyarakat. Selanjutnya, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPPPAPMD) Kabupaten Purworejo, Laksana Sakti, A.P., M.Si., memaparkan pemanfaatan Dana Desa untuk mendukung kegiatan eliminasi AIDS, TBC, dan Malaria. Dukungan tersebut mulai terlihat dalam penganggaran desa. 
Pada 2026, tercatat 14 desa telah mengalokasikan Dana Desa untuk kegiatan ATM. Namun keterlibatan desa masih perlu diperluas agar dukungan terhadap penanggulangan penyakit ATM dapat menjadi bagian dari perencanaan pembangunan desa. Dari sisi kesehatan, Sekretaris Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo, dr. Budi Susanti, M.Sc., menyampaikan situasi terkini penanggulangan AIDS-HIV, TBC, dan Malaria di Kabupaten Purworejo sekaligus menyosialisasikan Desa Siaga TBC.
TBC menjadi salah satu perhatian karena penemuan kasus dan keberhasilan pengobatan masih perlu ditingkatkan. Data yang dipaparkan menunjukkan treatment coverage TBC masih berada di bawah target, sementara treatment success rate juga belum mencapai sasaran yang ditetapkan. Karena itu, keterlibatan desa menjadi penting. Melalui Desa Siaga TBC, desa diharapkan dapat mengambil peran dalam mendukung penemuan kasus, pencegahan penularan, edukasi masyarakat, serta pendampingan pasien agar menjalani pengobatan sampai tuntas. Pembentukan Desa Siaga TBC juga menjadi salah satu upaya yang didorong dalam penguatan program TBC di Kabupaten Purworejo. Pada penanggulangan HIV, penguatan skrining, penemuan kasus, keberlanjutan pengobatan ARV, serta pengurangan stigma dan diskriminasi menjadi perhatian. Dinkesda juga mendorong pemanfaatan Dana Desa untuk mendukung sosialisasi HIV di masyarakat secara terintegrasi.
Sementara itu, Kabupaten Purworejo telah mencapai eliminasi malaria dan kini memasuki fase pemeliharaan. Capaian tersebut perlu dijaga melalui kewaspadaan dan keterlibatan berbagai pihak agar penularan malaria tidak kembali terjadi. Salah satu langkah yang ditekankan adalah pemeriksaan malaria bagi pendatang dari luar Pulau Jawa sebelum menginap di Purworejo. Pembahasan kemudian dilanjutkan melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Peserta membahas kondisi di wilayah masing-masing serta peluang penguatan dukungan desa melalui perencanaan dan penganggaran Dana Desa.
Pada akhir kegiatan, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkesda Kabupaten Purworejo, dr. Siti Atika Widiastuti, menyampaikan rencana tindak lanjut yang perlu dilakukan oleh masing-masing unsur. Camat didorong untuk mendukung optimalisasi penanggulangan ATM di desa dan memantau progres penggunaan Dana Desa. Pendamping Desa berperan mendampingi desa dalam penyusunan anggaran perubahan APBDes untuk kegiatan ATM. Sementara pemerintah desa didorong mengalokasikan Dana Desa sesuai kemampuan, membentuk SK Desa Siaga TBC, melaksanakan survei migrasi malaria, serta meningkatkan sosialisasi ATM melalui kegiatan masyarakat.
Kolaborasi DPPPAPMD dan Dinkesda selanjutnya diarahkan pada advokasi kepada desa yang memiliki kasus TBC maupun desa reseptif malaria. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat integrasi program kesehatan ke dalam perencanaan pembangunan desa dan memastikan dukungan anggaran berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.
Rakor pertama ini menjadi langkah awal dari tiga rangkaian pertemuan yang dilaksanakan berdasarkan pembagian wilayah kecamatan. Melalui forum tersebut, Pemerintah Kabupaten Purworejo tidak hanya mendorong komitmen, tetapi juga memastikan adanya tindak lanjut konkret di tingkat kecamatan dan desa. Penguatan peran desa menjadi bagian penting dalam mempercepat penanggulangan TBC dan HIV sekaligus mempertahankan capaian eliminasi malaria di Kabupaten Purworejo.(MI)

Selengkapnya
14. Tanggal : 28-08-2026 Jam : 10::58

Pengajian Jumat Pagi Dinkesda Purworejo, Memaknai Maulid Nabi dari Perspektif Kesehatan

PURWOREJO — Karyawan Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Purworejo mengikuti pengajian Jumat pagi yang berlangsung di Aula Dinkesda, Jumat (28/8/2026). Pengajian menghadirkan Ustaz Rosyid yang menyampaikan tausiyah dengan tema Memaknai Maulid Nabi dalam Kesehatan. Tema tersebut mengajak peserta melihat kembali keteladanan Nabi Muhammad SAW dan mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat.
Ustaz Rosyid menyampaikan bahwa ajaran dan keteladanan Rasulullah dapat diterapkan melalui sikap peduli, menjaga kebersihan, menghargai sesama, serta memberikan perhatian kepada orang lain. Nilai-nilai tersebut memiliki keterkaitan dengan bidang kesehatan yang menempatkan kepedulian dan kemanusiaan sebagai bagian penting dalam memberikan pelayanan. 
Bagi karyawan Dinkesda, pesan tersebut menjadi pengingat bahwa tugas di bidang kesehatan tidak hanya berkaitan dengan program dan pekerjaan administratif, tetapi juga menyangkut bagaimana pelayanan diberikan kepada masyarakat dengan sikap yang baik dan penuh kepedulian. Pengajian Jumat pagi berlangsung dalam suasana khidmat dan diikuti karyawan Dinkesda. Selain menjadi sarana memperdalam pemahaman keagamaan, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan dan mengambil hikmah dari keteladanan Rasulullah dalam kehidupan dan pelaksanaan tugas sehari-hari. Momentum Maulid Nabi menjadi pengingat untuk terus membawa nilai keteladanan Rasulullah dalam bekerja dan memberikan manfaat bagi sesama.(MI)

Selengkapnya
15. Tanggal : 27-08-2026 Jam : 16::16

SPELING Hadir di Desa Candi, Dekatkan Layanan Dokter Spesialis ke Masyarakat

PURWOREJO – Layanan Dokter Spesialis Keliling (SPELING) sebagai bagian dari program Gubernur Jawa Tengah kembali hadir di Kabupaten Purworejo. Kali ini, layanan menyasar masyarakat Desa Candi, Kecamatan Ngombol, Kamis (27/8/2026). Pelaksanaan SPELING di Kabupaten Purworejo dilakukan oleh Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Purworejo bersama fasilitas kesehatan pendukung, dengan melibatkan Puskesmas Ngombol dan RS Palang Biru Kutoarjo. Kegiatan dibuka oleh Staf Ahli Bupati Purworejo Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Rita Purnama, S.STP., M.M. Sementara sambutan Plt. Kepala Dinkesda Kabupaten Purworejo disampaikan oleh Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan (Yankes SDK).
Sejumlah layanan dokter spesialis dihadirkan langsung di Desa Candi, meliputi spesialis penyakit dalam, spesialis anak, spesialis obstetri dan ginekologi, serta spesialis jiwa. Masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dalam rangka mengetahui kondisi kesehatan dan mendukung deteksi dini. Pelaksanaan SPELING menjadi bentuk penguatan akses pelayanan kesehatan spesialistik di tingkat masyarakat. Melalui layanan yang dibawa lebih dekat ke desa, warga dapat memperoleh pemeriksaan dan konsultasi dokter spesialis tanpa harus datang ke rumah sakit untuk layanan awal.
Kolaborasi Dinkesda dengan puskesmas Ngombol dan rumah sakit Palang Biru Kutoarjo dalam pelaksanaan SPELING sekaligus memperkuat keterhubungan layanan kesehatan di daerah. Puskesmas berperan dalam pelayanan di tingkat pertama, sementara dukungan dokter spesialis dari rumah sakit melengkapi kebutuhan pemeriksaan masyarakat. Kehadiran SPELING di Desa Candi menegaskan komitmen bersama untuk mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat hingga tingkat desa, sekaligus memastikan akses terhadap layanan spesialistik dapat dirasakan lebih luas oleh warga Kabupaten Purworejo.(MI)

Selengkapnya
16. Tanggal : 27-08-2026 Jam : 10::25

Dinkesda Purworejo Perkuat Dukungan Riset BRIN tentang Gizi dan Hipertensi

PURWOREJO, RABU (26/8/2026) — Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo menerima koordinasi pelaksanaan penelitian dari Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Pertemuan berlangsung di Dinkesda Kabupaten Purworejo dan dipimpin Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, dr. Nur Salim.
Koordinasi diikuti Penanggung Jawab (PJ) program Gizi, Hipertensi (HT), Usia Produktif, Lansia, dan Surveilans. Pertemuan membahas kebutuhan informasi dan dukungan program dalam rangka pengumpulan data kualitatif serta observasi lapangan untuk mendukung penelitian BRIN di Kabupaten Purworejo. Penelitian tersebut mengangkat tema Pengembangan Model Spatial Heterogenity Determinan Gizi dan Lingkungan Fisik pada Kerentanan Hipertensi terhadap Dampak Variabilitas Iklim Berbasis Teknologi Geoinformatika. BRIN menjelaskan bahwa kegiatan penelitian mencakup pengambilan data kualitatif dan observasi lapangan sebagai bagian dari riset tahun anggaran 2026.
Pembahasan dalam pertemuan diarahkan pada keterkaitan antara gizi, hipertensi, kondisi lingkungan fisik, perubahan iklim, serta kelompok masyarakat yang rentan. Aspek tersebut menjadi bagian dari informasi yang perlu digali melalui wawancara dan pengumpulan data kualitatif dalam penelitian. Keterlibatan PJ program menjadi penting untuk memastikan informasi yang diberikan sesuai dengan kondisi dan pelaksanaan program di daerah. Data dan pengalaman program di lapangan dapat menjadi masukan dalam menggambarkan faktor yang berkaitan dengan kerentanan gizi dan hipertensi.
Dr. Nur Salim menekankan pentingnya koordinasi antarprogram dalam mendukung proses pengumpulan data. Dukungan tersebut diharapkan tidak hanya membantu kelancaran penelitian, tetapi juga memperkuat pemanfaatan data sebagai dasar dalam memahami persoalan kesehatan masyarakat di Kabupaten Purworejo. Melalui koordinasi ini, Dinkesda Kabupaten Purworejo menunjukkan komitmennya dalam mendukung penelitian berbasis data sekaligus membuka ruang kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga riset untuk menghasilkan informasi yang dapat mendukung pengembangan program kesehatan ke depan.(MI)

Selengkapnya
17. Tanggal : 24-08-2026 Jam : 10::35

Apel Pagi Perkuat Penemuan Kasus TBC, Dinkesda Purworejo Evaluasi Capaian Skrining

PURWOREJO, 24 AGUSTUS 2026 — Penguatan penemuan kasus Tuberkulosis (TBC) menjadi salah satu perhatian utama Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo dalam apel pagi karyawan yang dipimpin oleh Plt. Kepala Dinkesda, Senin (24/8/2026 di halaman Dinkesda. 
Dalam arahannya, Plt. Kepala Dinkesda menekankan perlunya evaluasi capaian skrining TBC secara berkala untuk memastikan sasaran berisiko mendapatkan pemeriksaan dan tindak lanjut secara tepat. Skrining menjadi langkah penting dalam menemukan kasus TBC sedini mungkin sehingga pengobatan dapat segera diberikan dan risiko penularan di masyarakat dapat ditekan.
Evaluasi capaian juga diarahkan pada pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Dinkesda mendorong agar hasil pemeriksaan tidak berhenti pada proses skrining, tetapi dilanjutkan dengan penanganan sesuai hasil pemeriksaan, terutama bagi masyarakat yang teridentifikasi memiliki faktor risiko atau membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
Pada kesempatan yang sama, penguatan monitoring dan evaluasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) turut menjadi perhatian sebagai bentuk dukungan sektor kesehatan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Monev dilakukan untuk memastikan aspek kesehatan, keamanan pangan, mutu, dan pelaksanaan layanan berjalan sesuai ketentuan.
Melalui apel pagi tersebut, Dinkesda Purworejo menegaskan pentingnya kerja berbasis data dan tindak lanjut. Capaian skrining TBC, CKG, maupun monev SPPG perlu terus dipantau agar setiap kegiatan memberikan hasil yang nyata bagi upaya pencegahan, deteksi dini, dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat.(MI)

Selengkapnya
18. Tanggal : 22-08-2026 Jam : 18::51

Dinkesda Purworejo Perkuat Jejaring Layanan KIA melalui Optimalisasi Sigizi Kesga

Purworejo – Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Purworejo menggelar Rapat Koordinasi Implementasi Jejaring Layanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) melalui Optimalisasi Pemanfaatan Aplikasi Sigizi Kesga Kabupaten Purworejo Tahun 2026, Jumat (21/08/2026) di Hotel Morazen Yogyakarta. Kegiatan dibuka oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkesda Kabupaten Purworejo dan dilanjutkan dengan arahan dari Sekretaris Dinkesda Kabupaten Purworejo. 
Kegiatan diikuti oleh peserta dari Puskesmas, rumah sakit, dan klinik di Kabupaten Purworejo.
Rapat koordinasi menghadirkan narasumber dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, yang memberikan penguatan terkait implementasi jejaring layanan KIA dan optimalisasi pemanfaatan Sigizi Kesga sebagai sistem pencatatan dan pemantauan pelayanan kesehatan ibu dan anak. Sigizi Kesga mendukung pencatatan pelayanan ibu hamil, pelayanan antenatal (ANC), persalinan, nifas, serta berbagai indikator kesehatan ibu dan anak. Kementerian Kesehatan juga menekankan pentingnya penguatan pencatatan hasil pelayanan melalui Sigizi Kesga sebagai bagian dari surveilans gizi dan kesehatan keluarga, sehingga permasalahan pada sasaran dapat lebih cepat teridentifikasi dan ditindaklanjuti.
Dalam pertemuan dilakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pencatatan pelayanan KIA di Kabupaten Purworejo. Evaluasi tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan pelayanan yang diberikan di berbagai fasilitas kesehatan tercatat secara lengkap, akurat, dan tepat waktu. Penguatan juga diarahkan pada sinergi antara Puskesmas, rumah sakit, dan klinik dalam pencatatan pelayanan ANC dan persalinan. Melalui jejaring tersebut, data pelayanan dari berbagai fasilitas kesehatan diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai kondisi dan pelayanan KIA di Kabupaten Purworejo.
Melalui kegiatan ini, Dinkesda Kabupaten Purworejo mendorong seluruh jejaring layanan untuk tidak hanya meningkatkan kepatuhan dalam melakukan pencatatan, tetapi juga memanfaatkan data sebagai dasar pemantauan, evaluasi, deteksi risiko, dan tindak lanjut pelayanan KIA. Optimalisasi Sigizi Kesga diharapkan semakin memperkuat integrasi jejaring layanan KIA dan mendukung tersedianya data yang berkualitas untuk peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Purworejo.(MI)

Selengkapnya
19. Tanggal : 21-08-2026 Jam : 11::44

Dinkesda Purworejo Gelar Workshop Service Excellence untuk Perkuat Budaya Pelayanan Prima

PURWOREJO – Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo menyelenggarakan Workshop Service Excellence (Pelayanan Prima) pada KAMIS, 20 AGUSTUS 2026. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan rumah sakit, puskesmas, Laboratorium Kesehatan (Labkes), dan Dinas Kesehatan Daerah, dengan sasaran petugas front office dan petugas pemberi layanan. Kegiatan dibuka oleh Plt. Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo. Workshop ini menjadi bagian dari upaya Dinkesda dalam memperkuat budaya pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat serta meningkatkan kualitas pengalaman pasien di setiap titik layanan.
Mengusung tema Membangun Budaya Service Excellence dalam Pelayanan Kesehatan, kegiatan membahas konsep pelayanan prima dalam pelayanan kesehatan, komunikasi efektif, serta etika pelayanan. Peserta juga diajak memahami pentingnya membangun kepercayaan dan kepuasan pasien melalui pelayanan yang konsisten di seluruh rangkaian perjalanan pasien. Pelayanan kesehatan melibatkan berbagai tenaga dan unit layanan yang saling terhubung. Karena itu, kualitas pelayanan tidak hanya ditentukan oleh satu petugas atau satu unit, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Komunikasi efektif antara petugas, pasien, dan keluarga menjadi bagian penting dalam mendukung keselamatan serta kepuasan pasien.
Workshop juga menekankan pentingnya standardisasi proses layanan. Aspek teknologi yang cepat, mudah, akurat, dan aman perlu berjalan bersama dengan lingkungan pelayanan yang bersih, rapi, nyaman, dan modern. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menciptakan hubungan yang baik dengan penerima layanan, sekaligus mendukung efisiensi dan kualitas pelayanan. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu meningkatkan wawasan mengenai pelayanan prima, mengembangkan keterampilan komunikasi efektif untuk meningkatkan kepuasan dan kepercayaan pasien, serta mendorong pelayanan yang lebih proaktif dan berorientasi pada kebutuhan serta harapan pasien. 
Dinkesda Kabupaten Purworejo mendorong agar Service Excellence menjadi budaya kerja, bukan sekadar standar dalam memberikan pelayanan. Setiap petugas dan setiap titik layanan memiliki peran dalam menciptakan pengalaman pelayanan yang baik bagi masyarakat. Dengan penguatan kapasitas petugas secara berkelanjutan, diharapkan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Purworejo semakin ramah, responsif, komunikatif, bermutu, dan berorientasi pada kepuasan serta keselamatan pasien.(MI)

Selengkapnya
20. Tanggal : 20-08-2026 Jam : 15::44

Dinkesda Purworejo Dorong Remaja Terapkan Perilaku Hidup Sehat melalui Gerakan Aksi Bergizi

Purworejo, 20 Agustus 2026 – Pembentukan perilaku hidup sehat perlu dimulai sejak usia sekolah. Remaja merupakan kelompok strategis dalam membangun kebiasaan sehat, termasuk aktivitas fisik, pemenuhan gizi seimbang, serta pencegahan anemia. Hal tersebut menjadi salah satu fokus Kampanye Germas melalui Gerakan Aksi Bergizi yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo di SMK Negeri 3 Purworejo. Kegiatan diikuti oleh 73 peserta didik SMK Negeri 3 Purworejo. Selain mendapatkan edukasi kesehatan, peserta diajak terlibat secara langsung dalam berbagai aktivitas yang mendukung penerapan perilaku hidup sehat.
Kepala SMK Negeri 3 Purworejo, Wahyono, S.Pd., M.Pd., menyampaikan materi 7 Kebiasaan Anak Indonesia Sehat. Materi tersebut mengajak peserta didik membangun kebiasaan positif yang dapat diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari. 
Selanjutnya, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkesda Kabupaten Purworejo, dr. Nur Salim, memberikan edukasi mengenai Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan Perilaku Sehat pada Remaja. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya aktivitas fisik dan penerapan pola hidup sehat untuk menjaga kebugaran serta mendukung produktivitas.
Edukasi juga diberikan oleh Dra. Ida Supriyatiningsih dari SMK Negeri 3 Purworejo melalui materi Generasi Emas Sehat Siap Kerja. Sementara itu, Nur Aini Aslining Suciani, A.Md.Gz. dari Puskesmas Mranti menyampaikan materi Gizi Seimbang untuk Remaja, dengan menekankan pentingnya pemenuhan kebutuhan gizi pada masa pertumbuhan. Rangkaian kegiatan tidak hanya berupa penyampaian materi. Para peserta mengikuti tes kebugaran Rockport, pelayanan Cek Kesehatan Gratis, edukasi kesehatan, makan dengan gizi seimbang, serta minum Tablet Tambah Darah (TTD) bersama.
Melalui kegiatan tersebut, peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga diajak mempraktikkan kebiasaan sehat secara langsung. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran remaja untuk menjaga kesehatan, meningkatkan kebugaran, memenuhi kebutuhan gizi, serta mencegah anemia. Dinkesda Kabupaten Purworejo terus mendorong penguatan perilaku hidup sehat di lingkungan sekolah melalui kegiatan promotif dan preventif. Gerakan Aksi Bergizi menjadi salah satu upaya untuk membangun kebiasaan sehat sejak remaja sebagai bekal menuju generasi yang sehat, produktif, dan siap menghadapi masa depan.(MI)

Selengkapnya
21. Tanggal : 20-08-2026 Jam : 09::57

Dinkesda Purworejo Bersama Puskesmas dan Lintas Sektor Perkuat Keamanan Pangan di SPPG Wilayah Kecamatan Banyuurip

Purworejo – Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Purworejo bersama Puskesmas dan lintas sektor terkait melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) keamanan pangan pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kecamatan Banyuurip, RABU (19/8/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pengawasan dan pembinaan untuk memastikan penyelenggaraan pemenuhan gizi didukung oleh penerapan keamanan pangan, higiene, dan sanitasi yang baik. Monev juga menjadi sarana untuk melihat kesesuaian penerapan standar dalam proses pengelolaan pangan di lingkungan SPPG.
Tim melakukan peninjauan terhadap sejumlah aspek yang berkaitan dengan keamanan pangan, meliputi kondisi sarana dan lingkungan, penyimpanan bahan pangan, proses pengolahan dan penyajian makanan, kebersihan peralatan, pengelolaan sampah dan limbah, pengendalian vektor, serta penerapan prosedur operasional standar (SOP). Hasil monitoring menjadi bahan evaluasi bersama untuk menentukan langkah perbaikan dan tindak lanjut. Tim memberikan arahan kepada pengelola SPPG agar aspek-aspek yang masih perlu diperkuat dapat segera ditindaklanjuti dan penerapan standar keamanan pangan dapat dilakukan secara konsisten.
Keterlibatan Puskesmas dan lintas sektor dalam kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memperkuat pembinaan dan pengawasan di tingkat wilayah. Sinergi lintas sektor diharapkan dapat mendukung penyelenggaraan pemenuhan gizi yang tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga memperhatikan aspek keamanan dan mutu pangan. Dinkesda Kabupaten Purworejo akan terus mendorong pembinaan dan pemantauan secara berkelanjutan sebagai bagian dari komitmen bersama dalam menjaga keamanan pangan dan mendukung pelaksanaan program pemenuhan gizi yang aman, sehat, dan berkualitas bagi masyarakat.(MI)

Selengkapnya
22. Tanggal : 19-08-2026 Jam : 10::40

Dinkesda Purworejo Siagakan Petugas P3K pada Upacara Hari Ulang Tahun Ke 81 Republik Indonesia

PURWOREJO – Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Purworejo turut mendukung pelaksanaan Upacara Hari Ulang Tahun Ke 81 Republik Indonesia dengan menugaskan petugas Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) di Alun-Alun Kabupaten Purworejo, Senin (17/08/2026). Petugas P3K Dinkesda disiagakan selama pelaksanaan upacara untuk memberikan dukungan pelayanan kesehatan kepada peserta dan masyarakat yang hadir. Petugas bertugas memberikan pertolongan pertama serta penanganan awal apabila terdapat peserta atau masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan selama kegiatan berlangsung.
Upacara Hari Ulang Tahun Ke 81 Republik Indonesia berlangsung khidmat dengan Bupati Purworejo, Yuli Hastuti, bertindak selaku inspektur upacara. Kegiatan dihadiri Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, kepala perangkat daerah, jajaran ASN, TNI, Polri, serta berbagai elemen masyarakat Kabupaten Purworejo. Kehadiran petugas kesehatan di lokasi memungkinkan pertolongan pertama diberikan secara cepat apabila dibutuhkan. Keterlibatan Dinkesda dalam kegiatan tersebut menjadi wujud komitmen untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang sigap, responsif, dan dekat dengan masyarakat. 
Peringatan Hari Ulang Tahun Ke 81 Republik Indonesia dengan tema Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur menjadi momentum untuk memperkuat semangat pengabdian dan kerja nyata. Bagi Dinkesda, semangat tersebut diwujudkan melalui komitmen untuk terus memberikan pelayanan kesehatan dan mendukung terciptanya kegiatan masyarakat yang aman dan tertib. Melalui petugas P3K, Dinkesda Kabupaten Purworejo turut mengambil bagian dalam menyukseskan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Ke 81 Republik Indonesia sekaligus memastikan dukungan kesehatan bagi peserta dan masyarakat yang hadir.(MI)

Selengkapnya
23. Tanggal : 19-08-2026 Jam : 10::37

Dinkesda Purworejo Perkuat Pembinaan Melalui Monev Sarana Pelayanan Kefarmasian

PURWOREJO, 18 AGUSTUS 2026 – Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Purworejo melalui Tim Farmasi, Makanan, dan Minuman (Farmamin) melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) di salah satu sarana pelayanan kefarmasian di wilayah Baledono, Kecamatan Purworejo. Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan rutin untuk memastikan penyelenggaraan pelayanan kefarmasian berjalan sesuai dengan standar yang berlaku.
Tim melakukan peninjauan terhadap berbagai aspek pengelolaan obat, mulai dari penyimpanan, pengendalian persediaan, pencatatan, hingga pemenuhan sarana pendukung pelayanan. Selain melakukan evaluasi, tim juga memberikan pembinaan dan pendampingan kepada pengelola sebagai upaya mendorong peningkatan mutu pelayanan secara berkelanjutan.
Hasil monitoring menjadi bahan rekomendasi perbaikan yang akan ditindaklanjuti oleh pengelola sesuai ketentuan yang berlaku. Pendekatan pembinaan ini diharapkan dapat memperkuat tata kelola pelayanan kefarmasian sehingga keamanan, mutu, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat semakin terjaga. Dinkesda Kabupaten Purworejo berkomitmen untuk terus melaksanakan monitoring dan evaluasi secara berkala sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di seluruh sarana pelayanan kefarmasian di Kabupaten Purworejo.(MI)

Selengkapnya
24. Tanggal : 14-08-2026 Jam : 22::48

Semangat, Tawa, dan Kekompakan Warnai Perayaan HUT Ke-81 RI di Dinkesda Purworejo

PURWOREJO – Semarak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia berlanjut di lingkungan Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Purworejo pada Jumat, 14 Agustus 2026. Setelah sebelumnya mengasah wawasan kebangsaan, seluruh karyawan Dinkesda mengikuti berbagai permainan yang mengedepankan kekompakan dan kerja sama. Suasana kegiatan berlangsung lebih santai dan penuh keakraban. Karyawan dari berbagai bidang dan bagian berbaur dalam kelompok untuk mengikuti permainan yang membutuhkan komunikasi, koordinasi, strategi, serta kemampuan bekerja sama. Tawa dan sorak peserta mewarnai jalannya kegiatan. Setiap kelompok berusaha menyelesaikan tantangan dengan caranya masing-masing. Ada yang mengandalkan strategi, ada yang mengandalkan komunikasi, dan ada pula yang harus membangun kepercayaan satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama.
Di balik keseruan tersebut, permainan menjadi ruang bagi karyawan untuk berinteraksi di luar rutinitas pekerjaan. Pertemuan lintas bidang dalam suasana yang lebih cair membuka kesempatan untuk saling mengenal, membangun komunikasi, dan mempererat hubungan kerja. Nilai-nilai tersebut juga memiliki kaitan erat dengan pelaksanaan tugas di lingkungan Dinkesda. Penyelenggaraan program dan pelayanan kesehatan tidak dapat berjalan sendiri-sendiri. Dibutuhkan koordinasi antarbidang, komunikasi yang baik, serta kolaborasi berbagai unsur untuk mencapai tujuan yang sama.
Karena itu, kegiatan dalam rangka HUT ke-81 RI ini menjadi lebih dari sekadar hiburan. Kebersamaan yang dibangun melalui permainan menjadi pengingat bahwa setiap pekerjaan akan lebih kuat ketika dilakukan dengan semangat gotong royong dan saling mendukung. Melalui kegiatan tersebut, Dinkesda Kabupaten Purworejo berharap semangat kebersamaan yang tumbuh selama perayaan kemerdekaan dapat terus terbawa dalam aktivitas sehari-hari, terutama dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.(MI)

Selengkapnya
25. Tanggal : 14-08-2026 Jam : 22::39

Uji Wawasan dan Semangat Kebangsaan, Karyawan Dinkesda Purworejo Semarakkan HUT Ke-81 RI

PURWOREJO – Semarak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Purworejo diawali dengan kegiatan Kuis Wawasan Kebangsaan, Kamis, 13 Agustus 2026. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh karyawan dan karyawati Dinkesda serta Labkesda. Kuis dikemas secara interaktif menggunakan aplikasi Quizizz, sehingga peserta dapat mengikuti perlombaan secara langsung melalui perangkat masing-masing. Sebanyak 100 soal diberikan dengan waktu pengerjaan 20 detik untuk setiap soal, sehingga peserta dituntut untuk berpikir cepat, cermat, dan tepat dalam menentukan jawaban.
Materi kuis mengangkat berbagai pengetahuan tentang wawasan kebangsaan, sejarah perjuangan Indonesia, Pancasila, kehidupan bernegara, serta nilai-nilai persatuan dan kebinekaan. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini menjadi ruang untuk kembali mengingat nilai-nilai yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Antusiasme peserta terlihat sepanjang perlombaan. Persaingan berlangsung secara sportif dengan setiap peserta berupaya memperoleh hasil terbaik. Format kuis yang interaktif juga membuat suasana peringatan kemerdekaan terasa lebih dinamis dan dekat dengan keseharian karyawan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun semangat kebangsaan di lingkungan kerja. Bagi aparatur yang menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan publik, pemahaman terhadap nilai kebangsaan menjadi salah satu landasan dalam menjalankan tanggung jawab secara profesional dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Melalui peringatan HUT ke-81 RI, Dinkesda Kabupaten Purworejo tidak hanya mengajak karyawan untuk mengenang perjuangan para pendahulu, tetapi juga menguatkan semangat untuk meneruskan nilai persatuan, tanggung jawab, dan pengabdian melalui tugas masing-masing.(MI) 

Selengkapnya
26. Tanggal : 14-08-2026 Jam : 21::34

Dinkesda Purworejo Laksanakan Pemusnahan Obat, BMHP dan Alat Kesehatan

PURWOREJO — Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Purworejo melaksanakan kegiatan pemusnahan obat, Bahan Medis Habis Pakai (BMHP), dan alat kesehatan pada Kamis, 13 Agustus 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari pengelolaan perbekalan kesehatan untuk memastikan obat dan barang kesehatan yang sudah tidak dapat digunakan, termasuk obat yang telah kedaluwarsa, ditangani melalui proses pemusnahan secara tertib dan terdokumentasi. Obat yang dimusnahkan merupakan obat yang telah kedaluwarsa pada periode Januari hingga Juni 2026. Selain obat kedaluwarsa, kegiatan juga mencakup pemusnahan BMHP dan alat kesehatan yang telah ditetapkan untuk dimusnahkan.
Pelaksanaan pemusnahan dilakukan bekerja sama dengan pihak ketiga, PT Arah Environmental Indonesia, dan disaksikan oleh unsur terkait, termasuk Dinas Lingkungan Hidup. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan SDK dan Kepala Subbagian Umum dan Kepegawaian Dinkesda, bersama Pengelola Obat Gudang Farmasi dan Pengelola Aset Dinkesda. Pelaksanaan kegiatan juga melibatkan Tim Teknis Pengadaan Obat dan BMHP, Tim Instalasi Farmasi Dinkesda, Pengurus Barang, serta Penanggung Jawab Program Dinkesda.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut mendukung proses pemusnahan agar berjalan secara tertib, terkoordinasi, dan dapat dipertanggungjawabkan. Penanganan terhadap barang yang sudah tidak layak digunakan juga menjadi bagian dari upaya mencegah pemanfaatan kembali obat dan perbekalan kesehatan yang telah kedaluwarsa atau tidak memenuhi persyaratan penggunaan. Melalui kegiatan ini, Dinkesda Kabupaten Purworejo terus memperkuat tata kelola obat, BMHP, dan alat kesehatan secara aman, tertib, dan akuntabel, sekaligus mendukung pengelolaan limbah yang memperhatikan aspek kesehatan dan lingkungan.(MI)

Selengkapnya
27. Tanggal : 14-08-2026 Jam : 21::07

Dinkesda Gelar Cek Kesehatan Gratis bagi Pegawai dan Dharma Wanita Dindikbud Purworejo

PURWOREJO — Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Purworejo melalui Tim Kesehatan Masyarakat bersama Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) melaksanakan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi pegawai dan Dharma Wanita Persatuan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Purworejo, RABU, 12 AGUSTUS 2026. Kegiatan yang diikuti sekitar 150 peserta tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan cakupan pelaksanaan CKG sekaligus memperkuat deteksi dini terhadap faktor risiko penyakit. Pelaksanaan pemeriksaan di lingkungan perangkat daerah juga menjadi langkah promotif dan preventif untuk mendorong masyarakat, termasuk aparatur pemerintah, lebih aktif mengetahui dan menjaga kondisi kesehatannya.
Pelayanan CKG mencakup skrining faktor risiko, pengukuran antropometri, pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan trigliserida. Hasil pemeriksaan dapat menjadi dasar untuk memberikan edukasi serta penatalaksanaan awal sesuai kondisi dan faktor risiko yang ditemukan. Pelaksanaan CKG tidak hanya berorientasi pada pemeriksaan, tetapi juga mendorong peningkatan kesadaran peserta terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala. Deteksi faktor risiko sejak dini diharapkan dapat membantu mencegah perkembangan penyakit dan mendukung penerapan perilaku hidup sehat. Kegiatan tersebut sekaligus mendukung pelaksanaan program prioritas nasional di bidang kesehatan, khususnya dalam penguatan upaya promotif dan preventif melalui pemeriksaan kesehatan dan deteksi dini.
Dalam pelaksanaannya, sektor pendidikan menjadi salah satu sasaran strategis dalam perluasan cakupan CKG. Dengan jumlah peserta didik yang besar, lingkungan sekolah memiliki peran penting dalam membangun budaya hidup sehat sejak usia dini. Melalui kegiatan ini, Dinkesda mendorong Dindikbud untuk terus mendukung pelaksanaan CKG Sekolah, sehingga pemeriksaan kesehatan dapat menjangkau lebih banyak siswa. Kolaborasi antara sektor kesehatan dan pendidikan diharapkan dapat memperkuat upaya deteksi dini serta membangun kesadaran kesehatan di lingkungan sekolah. CKG menjadi langkah awal untuk mengetahui kondisi kesehatan, mengenali faktor risiko, dan menentukan tindak lanjut yang diperlukan. Dengan semakin luasnya cakupan pemeriksaan, diharapkan upaya pencegahan penyakit dapat dilakukan lebih dini dan berkelanjutan di Kabupaten Purworejo.(MI)

Selengkapnya
28. Tanggal : 12-08-2026 Jam : 15::50

Dinkesda Purworejo Perkuat Kapasitas Karyawan melalui Pelatihan Pewara Profesional

PURWOREJO — Dalam rangka meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam mendukung penyelenggaraan kegiatan kedinasan, Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Purworejo menyelenggarakan Pelatihan Pewara Profesional sesuai Kaidah Bahasa, RABU, 12 AGUSTUS 2026.
Kegiatan tersebut diikuti oleh perwakilan karyawan dari masing-masing bidang di lingkungan Dinkesda. Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Dinkesda Kabupaten Purworejo dan menghadirkan Dr. Umi Faizah, S.Pd., M.Pd. sebagai narasumber. Pelatihan memberikan penguatan mengenai peran pewara dalam memandu suatu kegiatan agar berjalan teratur, rapi, dan sesuai dengan karakter acara. Pewara tidak hanya bertugas menyampaikan susunan acara, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun suasana kegiatan serta menjaga alur acara tetap berjalan dengan baik.
Dalam materi yang disampaikan, peserta mendapatkan pembekalan mengenai beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam menjadi pewara, meliputi penampilan, suara, kepribadian, kemampuan intelektual, dan kemampuan berbahasa. Peserta juga mempelajari teknik vokal, antara lain intonasi, aksentuasi, kecepatan berbicara, dan artikulasi.
Aspek performa juga menjadi bagian dari pelatihan. Peserta dibekali teknik penggunaan kontak mata, gerakan tubuh yang sesuai, serta smiling voice untuk mendukung penyampaian pesan secara lebih komunikatif. Materi juga menekankan pentingnya persiapan sebelum memandu acara. Pewara perlu mengenali suasana dan peserta, memahami materi kegiatan, serta menguasai informasi yang berkaitan dengan acara yang akan dipandu.
Dalam konteks Dinkesda, kemampuan tersebut diharapkan dapat mendukung pelaksanaan berbagai kegiatan seperti rapat, sosialisasi, pertemuan lintas program, pelatihan, maupun kegiatan komunikasi dan publikasi lainnya. Perwakilan dari setiap bidang diharapkan dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan di lingkungan kerja masing-masing. Pelatihan juga dilengkapi dengan praktik menyusun susunan acara dan membawakan acara sehingga peserta dapat langsung menerapkan materi yang telah disampaikan. Melalui kegiatan ini, Dinkesda Kabupaten Purworejo terus mendorong peningkatan kompetensi karyawan agar mampu mendukung penyelenggaraan kegiatan kedinasan secara profesional, komunikatif, dan sesuai kaidah bahasa. (MI)

Selengkapnya
29. Tanggal : 12-08-2026 Jam : 14::33

Dinkesda Kabupaten Purworejo Laksanakan Monev Rutin Pengelolaan Aset di Puskesmas Banyuasin

Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) rutin pengelolaan aset di Puskesmas Banyuasin pada Selasa, 11 Agustus 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memastikan pengelolaan dan penatausahaan Barang Milik Daerah (BMD) di lingkungan Dinkesda berjalan tertib dan sesuai ketentuan.
Kegiatan monev dilakukan oleh Kasubbag Umum dan Kepegawaian Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo bersama Pengelola Aset Dinkesda dan Pengelola Aset Puskesmas Banyuasin. Tim melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi, keberadaan, serta pemanfaatan aset yang berada di lingkungan Puskesmas Banyuasin.
Selain melakukan pengecekan fisik, monev juga menjadi kesempatan untuk memastikan kesesuaian antara kondisi aset di lapangan dengan administrasi dan data aset yang tercatat. Aset yang memerlukan tindak lanjut administrasi turut diidentifikasi untuk diproses sesuai mekanisme pengelolaan BMD.
Kegiatan ini menjadi bagian dari pengawasan dan pembinaan pengelolaan aset secara berkala. Dengan monitoring yang dilakukan secara rutin, Dinkesda berupaya menjaga tertib administrasi, meningkatkan akuntabilitas, serta memastikan aset daerah dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung penyelenggaraan pelayanan kesehatan. Melalui pengelolaan aset yang tertib dan bertanggung jawab, Dinkesda Kabupaten Purworejo terus memperkuat tata kelola pemerintahan yang akuntabel serta mendukung pelayanan kesehatan yang optimal bagi masyarakat.(MI)

Selengkapnya
30. Tanggal : 11-08-2026 Jam : 11::31

Pemeriksaan Sarana Produksi IRTP di Kecamatan Bener, Dinkesda Purworejo Perkuat Pembinaan Keamanan Pangan

BENER — Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo terus memperkuat pengawasan dan pembinaan keamanan pangan melalui pemeriksaan sarana produksi Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP). Kegiatan pemeriksaan dilaksanakan pada Senin, 10 Agustus 2026, di salah satu sarana produksi pangan di wilayah Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo. Pemeriksaan dilakukan pada sarana produksi milik Hanifa Zuhaira dengan produk Lanting Rasa Nabia Snack varian balado. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan proses produksi pangan rumah tangga memenuhi persyaratan keamanan dan mutu pangan serta mendorong pelaku usaha melakukan perbaikan secara berkelanjutan.
Dalam pemeriksaan, petugas melakukan penilaian terhadap berbagai aspek sarana dan proses produksi, termasuk penerapan Cara Produksi Pangan yang Baik untuk Industri Rumah Tangga (CPPB-IRT), kelengkapan dokumen pendukung, serta kesesuaian informasi pada label produk.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, masih terdapat beberapa aspek yang perlu ditindaklanjuti oleh pelaku usaha. Pada label produk ditemukan belum tercantumnya tanggal dan kode produksi. Selain itu, penerapan CPPB-IRT masih perlu ditingkatkan dan dokumen pendukung produksi perlu dilengkapi. Hasil pemeriksaan tersebut menjadi dasar bagi pelaku usaha untuk melakukan perbaikan sesuai ketentuan yang berlaku. Pembinaan tidak hanya diarahkan pada pemenuhan administrasi, tetapi juga pada peningkatan pemahaman pelaku usaha terhadap pentingnya higiene, sanitasi, proses produksi yang baik, serta penyediaan informasi produk yang sesuai pada label.
Melalui kegiatan pemeriksaan dan pembinaan secara berkala, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo mendorong pelaku usaha pangan rumah tangga untuk terus meningkatkan standar pengolahan dan pengawasan produknya. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam mendukung ketersediaan pangan olahan rumah tangga yang aman, bermutu, dan memenuhi ketentuan, sekaligus memberikan perlindungan kepada masyarakat sebagai konsumen.(MI) 

Selengkapnya
31. Tanggal : 11-08-2026 Jam : 10::11

Dinkesda Purworejo Luncurkan Podcast SEHATI, Bahas Penguatan Praktik Menyusui untuk Awal Kehidupan yang Berkelanjutan

PURWOREJO – Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo resmi meluncurkan Podcast SEHATI sebagai salah satu media komunikasi dan edukasi kesehatan bagi masyarakat. Podcast ini dikembangkan sebagai ruang berbagi informasi kesehatan melalui percakapan yang ringan, informatif, dan mudah dipahami, dengan menghadirkan narasumber yang memiliki kompetensi di bidang kesehatan.
Episode perdana Podcast SEHATI sekaligus menjadi bagian dari peringatan Pekan ASI Sedunia 2026. Pada episode ini, Dinkesda Kabupaten Purworejo mengangkat tema Menyusui untuk Awal Kehidupan yang Berkelanjutan, Perkuat Praktik Baik yang Telah Terbukti Efektif. Tema tersebut menjadi dasar pembahasan mengenai pentingnya memperkuat praktik menyusui yang telah terbukti memberikan manfaat bagi kesehatan dan tumbuh kembang anak.
Dalam perbincangan tersebut, narasumber menjelaskan bahwa menyusui merupakan proses pemberian Air Susu Ibu (ASI) kepada bayi, baik secara langsung maupun menggunakan ASI yang telah diperah. Praktik menyusui dianjurkan dimulai sejak bayi lahir melalui Inisiasi Menyusu Dini (IMD), dilanjutkan dengan pemberian ASI eksklusif sampai usia enam bulan, pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) setelah bayi berusia enam bulan, serta melanjutkan pemberian ASI sampai anak berusia 24 bulan atau lebih.
ASI memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan, perkembangan, dan perlindungan kesehatan anak. ASI mengandung antibodi alami yang membantu melindungi bayi dari penyakit dan infeksi. Manfaat menyusui juga dirasakan oleh ibu, antara lain melalui penguatan ikatan antara ibu dan bayi serta manfaat kesehatan bagi ibu. Dari sisi keluarga dan pembangunan sumber daya manusia, praktik menyusui juga memberikan manfaat ekonomi melalui penghematan pengeluaran rumah tangga dan pengurangan beban biaya pelayanan kesehatan.
Dalam episode tersebut, kondisi pemberian ASI eksklusif di Kabupaten Purworejo turut menjadi pembahasan. Sampai dengan triwulan II tahun 2026, capaian pemberian ASI eksklusif tercatat sebesar 64,4 persen dengan target 76 persen. Capaian tersebut masih perlu diperkuat agar praktik pemberian ASI di masyarakat dapat terus ditingkatkan.
Berbagai tantangan dalam praktik menyusui juga menjadi bagian dari pembahasan. Tantangan tersebut antara lain berkaitan dengan pengetahuan dan pengalaman ibu, masalah dalam proses menyusui seperti puting lecet akibat posisi dan pelekatan yang kurang tepat, dukungan keluarga, mitos yang berkembang di masyarakat, serta informasi dan promosi susu formula melalui media sosial.
Untuk memberikan pemahaman yang lebih dekat dengan kondisi sehari-hari, Podcast SEHATI juga membahas sejumlah mitos dan fakta mengenai ASI dan menyusui. Beberapa di antaranya adalah anggapan bahwa ASI pertama yang keluar harus dibuang karena dianggap sebagai susu basi, anggapan bahwa puting lecet disebabkan oleh lidah bayi yang kasar, serta anggapan bahwa ASI yang terlihat encer memiliki kualitas yang kurang baik. Melalui pembahasan tersebut, masyarakat diajak memahami informasi yang tepat mengenai ASI dan praktik menyusui.
Dinkesda Kabupaten Purworejo juga menekankan pentingnya dukungan bersama dalam keberhasilan menyusui. Dukungan tidak hanya menjadi tanggung jawab ibu, tetapi juga melibatkan suami, keluarga, tenaga kesehatan, pemberi kerja, komunitas, dan pemerintah. Di tingkat pelayanan kesehatan, dukungan bagi ibu menyusui dilakukan melalui penyediaan ruang laktasi, tenaga kesehatan yang telah mendapatkan pelatihan, pendampingan melalui kunjungan rumah, serta peran kader PMBA sebagai motivator ASI.
Pada bagian akhir podcast, narasumber menyampaikan empat hal yang menjadi kunci keberhasilan menyusui, yaitu posisi dan pelekatan yang benar, menyusui sesuai kebutuhan bayi atau secara on-demand, menjaga nutrisi dan kecukupan cairan ibu, serta mendapatkan dukungan dari suami dan keluarga.
Melalui peluncuran Podcast SEHATI, Dinkesda Kabupaten Purworejo berharap informasi kesehatan dapat disampaikan dengan pendekatan yang lebih komunikatif dan dekat dengan masyarakat. Podcast ini diharapkan menjadi salah satu media edukasi yang dapat memberikan informasi kesehatan secara mudah dipahami sekaligus mendorong masyarakat untuk menerapkan praktik kesehatan yang tepat dalam kehidupan sehari-hari.
Episode perdana Podcast SEHATI ditutup dengan pesan “ASI hari ini untuk generasi sehat dan masa depan cerah.” Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa dukungan terhadap praktik menyusui merupakan bagian dari upaya membangun generasi yang sehat sejak awal kehidupan. (MI)

Selengkapnya
32. Tanggal : 07-08-2026 Jam : 12::02

Awali Hari dengan Semangat Sehat, Karyawan Dinkesda Purworejo Ikuti Senam Pagi Bersama

PURWOREJO, JUMAT (7/8/2026) – Mengawali aktivitas kerja sebelum dimulainya jam pelayanan, Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Purworejo menggelar senam pagi bersama di halaman kantor Dinkesda pada Jumat (7/8/2026). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh karyawan sebagai bagian dari upaya membudayakan pola hidup sehat di lingkungan kerja. Senam pagi berlangsung dengan penuh semangat dan antusias. Seluruh peserta mengikuti setiap gerakan yang dipandu oleh instruktur, menciptakan suasana yang energik sekaligus mempererat kebersamaan antarpegawai sebelum menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Dinkesda Kabupaten Purworejo berkomitmen untuk membangun budaya kerja yang sehat dan produktif. Aktivitas fisik sebelum memulai pelayanan diharapkan dapat menjaga kebugaran, meningkatkan konsentrasi, serta membangun semangat kerja sehingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat diberikan secara optimal. Senam pagi bersama juga menjadi salah satu bentuk implementasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) di lingkungan instansi pemerintah. Dinkesda terus mendorong penerapan perilaku hidup sehat, dimulai dari lingkungan kerja sebagai teladan dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sehat.(MI)

Selengkapnya
33. Tanggal : 07-08-2026 Jam : 11::01

Dinkesda Purworejo Perkuat Mutu Pelayanan dan Perizinan Rumah Sakit

PURWOREJO – Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Purworejo menggelar Pertemuan Penguatan Mutu Pelayanan dan Perizinan Rumah Sakit pada Rabu, 5 Agustus 2026, di Aula Dinkesda Kabupaten Purworejo. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya memperkuat tata kelola pelayanan rumah sakit agar semakin bermutu, aman, dan sesuai dengan ketentuan perizinan yang berlaku.
Pertemuan dibuka oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa peningkatan mutu pelayanan merupakan komitmen yang harus terus dijaga oleh seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, seiring dengan tuntutan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang semakin berkualitas. Mutu pelayanan bukan hanya menjadi indikator keberhasilan rumah sakit, tetapi juga menjadi wujud komitmen dalam memberikan pelayanan yang aman, profesional, dan berorientasi pada keselamatan pasien. Oleh karena itu, pemenuhan standar mutu dan perizinan harus menjadi perhatian bersama, ungkapnya.
Kegiatan ini diikuti oleh Penanggung Jawab Mutu, Penanggung Jawab Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), serta Penanggung Jawab Pelayanan dari 13 rumah sakit di Kabupaten Purworejo. Para peserta mendapatkan penguatan terkait implementasi manajemen mutu pelayanan, peningkatan budaya keselamatan pasien, penguatan program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), serta pemenuhan persyaratan perizinan rumah sakit sesuai regulasi yang berlaku. Selain penyampaian materi, kegiatan juga menjadi forum diskusi dan berbagi pengalaman antarrumah sakit mengenai berbagai tantangan dalam penyelenggaraan pelayanan. Melalui diskusi tersebut diharapkan tercipta kesamaan persepsi serta solusi yang dapat diterapkan dalam meningkatkan mutu layanan di masing-masing rumah sakit.
Melalui pertemuan ini, Dinkesda Kabupaten Purworejo berharap seluruh rumah sakit dapat terus memperkuat budaya mutu, meningkatkan kepatuhan terhadap standar pelayanan dan regulasi, serta membangun kolaborasi yang berkelanjutan dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, aman, efektif, dan berpusat pada pasien. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen Dinkesda Kabupaten Purworejo dalam melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap penyelenggaraan pelayanan rumah sakit, sehingga kualitas layanan kesehatan di Kabupaten Purworejo terus meningkat dan mampu memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.(MI)

Selengkapnya
34. Tanggal : 06-08-2026 Jam : 11::54

Sosialisasi P4GN Terintegrasi Cek Kesehatan Gratis, Dinkesda Perkuat Upaya Pencegahan Narkoba dan Deteksi Dini Kesehatan Remaja

PURWOREJO, 5 Agustus 2026 – Tim Penggerak PKK Kabupaten Purworejo bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Purworejo menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) yang terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) Anak Sekolah di SMA Negeri 3 Purworejo, Rabu (5/8).
Kegiatan ini merupakan wujud sinergi lintas sektor dalam memperkuat upaya promotif dan preventif guna melindungi generasi muda dari bahaya penyalahgunaan narkoba sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini kondisi kesehatan remaja. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Purworejo dan Duta Genre Kabupaten Purworejo sebagai bentuk dukungan terhadap pembinaan remaja yang sehat, berkualitas, dan berkarakter.
Materi sosialisasi disampaikan oleh narasumber dari berbagai instansi, yaitu dr. Ika Endah L., Sp.KJ dari RSUD dr. Tjitrowardojo, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Polres Purworejo. Para narasumber memberikan edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba, dampaknya terhadap kesehatan fisik dan mental, aspek hukum, serta pentingnya membangun ketahanan diri agar remaja mampu menolak pengaruh negatif di lingkungan sekitarnya.
Pada kesempatan yang sama, Dinkesda Kabupaten Purworejo memberikan pelayanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) Anak Sekolah sebagai bagian dari upaya deteksi dini faktor risiko kesehatan pada remaja. Pelayanan meliputi pengukuran antropometri, pemeriksaan indera, pengukuran tekanan darah, serta pemeriksaan kadar gula darah.
Selain pemeriksaan kesehatan fisik, dilakukan pula skrining faktor risiko penyalahgunaan NAPZA melalui pengisian instrumen skrining yang mencakup penilaian risiko masalah kesehatan jiwa, riwayat konsumsi rokok, serta penggunaan obat-obatan. Sebagai tindak lanjut, dilaksanakan pemeriksaan urine untuk mendukung deteksi dini penyalahgunaan narkotika sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Integrasi edukasi P4GN dengan pelayanan Cek Kesehatan Gratis diharapkan mampu meningkatkan kesadaran peserta didik terhadap pentingnya menjaga kesehatan secara menyeluruh, baik kesehatan fisik maupun mental, serta membentuk perilaku hidup sehat sejak usia sekolah.
Melalui kolaborasi antara TP PKK Kabupaten Purworejo, Dinkesda Kabupaten Purworejo, RSUD dr. Tjitrowardojo, BNN, Polres Purworejo, dan SMA Negeri 3 Purworejo, diharapkan upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba serta deteksi dini berbagai faktor risiko kesehatan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Sinergi ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam mewujudkan generasi muda Purworejo yang sehat, produktif, berprestasi, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.(MI)

Selengkapnya
35. Tanggal : 06-08-2026 Jam : 10::54

DINKESDA PURWOREJO KEMBALI HADIRKAN LAYANAN SPELING DI DESA BEDONO PAGERON

PURWOREJO, SELASA (4/8/2026) – Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Purworejo kembali melaksanakan program Spesialis Keliling (SPELING) di Desa Bedono Pageron sebagai upaya mendekatkan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Purworejo dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau, cepat, dan menyeluruh.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Staf Ahli Bupati Purworejo Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Ir. Hadi Pranoto. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas sinergi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan SPELING. Melalui kolaborasi lintas sektor, diharapkan masyarakat semakin mudah memperoleh pelayanan kesehatan, khususnya layanan spesialistik, sehingga berbagai penyakit dapat dideteksi dan ditangani sejak dini.
Pelayanan kesehatan pada kegiatan ini dilaksanakan oleh RS Amanah Umat bersama Puskesmas Winong dengan sasaran sebanyak 150 masyarakat. Berbagai layanan yang diberikan meliputi Cek Kesehatan Gratis (CKG), Active Case Finding (ACF), serta pemeriksaan dan konsultasi oleh dokter spesialis, yaitu:
  1. Spesialis Obstetri dan Ginekologi: dr. Andi, Sp.OG
  2. Spesialis Penyakit Dalam: dr. Galih, Sp.PD
  3. Spesialis Paru: dr. Ari, Sp.Paru
  4. Spesialis Kedokteran Jiwa: dr. Kris, Sp.KJ
Melalui layanan terpadu tersebut, masyarakat memperoleh pemeriksaan kesehatan, konsultasi medis, skrining faktor risiko penyakit, serta tindak lanjut sesuai kondisi kesehatan masing-masing. Kehadiran dokter spesialis di tingkat desa diharapkan mampu mempercepat deteksi dini penyakit, meningkatkan akses pelayanan kesehatan, serta mempermudah masyarakat mendapatkan penanganan yang tepat tanpa harus menempuh perjalanan jauh.
Dinkesda Kabupaten Purworejo terus berkomitmen menghadirkan pelayanan kesehatan yang merata, berkualitas, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Program SPELING diharapkan menjadi salah satu langkah nyata dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekaligus mendukung terwujudnya Purworejo Berseri melalui pelayanan kesehatan yang semakin dekat, cepat, dan berkualitas.(MI)

Selengkapnya
36. Tanggal : 05-08-2026 Jam : 22::33

Dinkesda Bersama Puskesmas Sruwohrejo dan Lintas Sektor Laksanakan Monitoring Keamanan Pangan SPPG Purworejo Butuh Sumbersari

Purworejo, 4 Agustus 2026 – Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Purworejo bersama Tim Puskesmas Sruwohrejo dan lintas sektor terkait melaksanakan kegiatan monitoring keamanan pangan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Purworejo Butuh Sumbersari, Selasa (4/8). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pengawasan dan pembinaan untuk memastikan seluruh proses penyelenggaraan makanan pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaksanakan sesuai prinsip keamanan pangan.
Monitoring dilakukan secara komprehensif mulai dari penerimaan bahan baku, penyimpanan, persiapan, pengolahan, pemorsian, hingga pendistribusian makanan kepada penerima manfaat. Tim juga melakukan peninjauan terhadap penerapan higiene sanitasi, kepatuhan terhadap prosedur operasional standar (SOP), pengendalian mutu, serta aspek pendukung lainnya yang berkaitan dengan penyelenggaraan keamanan pangan.
Selain melakukan pemantauan, tim memberikan pembinaan dan masukan kepada pengelola SPPG sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu layanan secara berkelanjutan. Hasil monitoring selanjutnya menjadi bahan evaluasi bersama untuk memperkuat penerapan standar keamanan pangan pada setiap tahapan penyelenggaraan makanan.
Melalui kegiatan ini, Dinkesda Kabupaten Purworejo bersama Puskesmas Sruwohrejo dan lintas sektor terkait terus berkomitmen mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis melalui pengawasan yang berkesinambungan. Sinergi antarinstansi diharapkan mampu memastikan makanan yang diterima para penerima manfaat aman, bermutu, bergizi, dan memenuhi standar kesehatan.(MI)

Selengkapnya
37. Tanggal : 03-08-2026 Jam : 13::17

Apel Pagi Dinkesda Tekankan Penguatan Integritas, Evaluasi Kinerja, dan Kesiapan Pelaksanaan Program Bulan Agustus

PURWOREJO – Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Purworejo melaksanakan apel pagi pada Senin, 3 Agustus 2026, yang diikuti oleh seluruh ASN dan pegawai di lingkungan Dinkesda Kabupaten Purworejo. Apel dipimpin oleh Sekretaris Dinkesda sebagai bagian dari upaya memperkuat disiplin, integritas, serta koordinasi pelaksanaan program kerja.
Dalam amanatnya, Sekretaris Dinkesda menekankan pentingnya membangun budaya kerja yang berlandaskan nilai-nilai integritas melalui penerapan anti gratifikasi di lingkungan kerja. Seluruh pegawai diingatkan untuk senantiasa menjunjung tinggi profesionalisme, menghindari segala bentuk gratifikasi yang bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, serta memberikan pelayanan kepada masyarakat secara jujur, transparan, akuntabel, dan bebas dari konflik kepentingan. Komitmen tersebut menjadi salah satu wujud nyata dalam mendukung pembangunan Zona Integritas menuju birokrasi yang bersih dan melayani.
Selain penguatan integritas, apel pagi juga dimanfaatkan sebagai forum koordinasi dalam menghadapi berbagai agenda kegiatan yang akan dilaksanakan selama bulan Agustus 2026. Setiap bidang dan program diminta untuk memastikan kesiapan pelaksanaan kegiatan, memperkuat sinergi lintas program, serta melakukan perencanaan yang efektif agar seluruh target dan indikator kinerja dapat tercapai sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan pada masing-masing program. Evaluasi difokuskan pada capaian kinerja, progres pelaksanaan kegiatan, kendala yang dihadapi, serta langkah-langkah percepatan yang perlu dilakukan. Melalui evaluasi secara berkala, diharapkan setiap program dapat berjalan lebih optimal, tepat sasaran, serta memberikan dampak nyata terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Apel pagi ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh jajaran Dinkesda Kabupaten Purworejo dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta menjaga semangat kolaborasi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi.(MI)

Selengkapnya
38. Tanggal : 31-07-2026 Jam : 12::23

Dinkesda Purworejo Laksanakan Monitoring dan Evaluasi Implementasi Aplikasi SIBIJAK

Purworejo – Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Purworejo melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Implementasi Aplikasi SIBIJAK (Sistem Informasi Pembiayaan Jaminan Kesehatan) pada tanggal 28–29 Juli 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan implementasi aplikasi berjalan optimal dalam mendukung tata kelola pembiayaan jaminan kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes). Monitoring dan evaluasi dilaksanakan di empat fasilitas pelayanan kesehatan, yaitu Puskesmas Bragolan, Puskesmas Ngombol, Puskesmas Purworejo, dan RSI Purworejo, sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh Dinkesda Kabupaten Purworejo.
Selama pelaksanaan monev, tim Dinkesda melakukan peninjauan terhadap implementasi aplikasi SIBIJAK, mulai dari kelengkapan dan validitas data, kesesuaian proses pengelolaan pembiayaan jaminan kesehatan, hingga pemanfaatan fitur aplikasi oleh petugas di masing-masing fasilitas pelayanan kesehatan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana diskusi dan pendampingan untuk mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi di lapangan sekaligus merumuskan solusi perbaikannya.
Kegiatan monitoring dan evaluasi merupakan bagian dari upaya pembinaan berkelanjutan agar pemanfaatan aplikasi SIBIJAK semakin optimal. Melalui evaluasi secara berkala, diharapkan kualitas data dan pengelolaan pembiayaan jaminan kesehatan dapat terus ditingkatkan sehingga mampu mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat, akurat, dan akuntabel.
Dinkesda Kabupaten Purworejo berkomitmen untuk terus memperkuat transformasi digital di bidang kesehatan melalui optimalisasi sistem informasi yang terintegrasi. Dengan implementasi SIBIJAK yang semakin baik, diharapkan tata kelola pembiayaan jaminan kesehatan menjadi lebih efektif, transparan, dan mampu mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Purworejo.(MI)

Selengkapnya
39. Tanggal : 31-07-2026 Jam : 11::54

Dinkesda Purworejo Perkuat Sinergi Lintas Sektor melalui Sosialisasi Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) Tahun 2026

PURWOREJO – Rabu 29 Juli 2026. Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Purworejo menyelenggarakan Pertemuan Sosialisasi Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) Tahun 2026 sebagai upaya memperkuat koordinasi lintas sektor dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan imunisasi bagi anak usia sekolah. 
Kegiatan dibuka oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2) Dinkesda Kabupaten Purworejo, dr. Siti Atika Widiastuti, yang dalam sambutannya menekankan bahwa keberhasilan BIAS tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi juga memerlukan dukungan aktif dari sektor pendidikan, kementerian agama, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, orang tua, serta masyarakat. Kolaborasi yang kuat menjadi kunci untuk mencapai cakupan imunisasi yang optimal dan melindungi anak-anak dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.
Pertemuan dihadiri oleh perwakilan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purworejo, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo, Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsosdaldukkb) Kabupaten Purworejo, serta Koordinator Imunisasi dan Pemegang Program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) Puskesmas se-Kabupaten Purworejo.
Dalam sosialisasi disampaikan bahwa Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) merupakan program nasional yang dilaksanakan dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Agustus dan November, dengan sasaran anak sekolah dasar dan sederajat serta anak usia sekolah yang tidak bersekolah. BIAS bertujuan memberikan perlindungan terhadap berbagai penyakit yang dapat menyebabkan kecacatan bahkan kematian, seperti campak, rubella, difteri, tetanus, serta kanker leher rahim melalui pemberian imunisasi sesuai jadwal.
Sasaran BIAS meliputi anak kelas 1, kelas 2, dan kelas 5 SD/MI/sederajat, serta anak tidak sekolah berusia 7 tahun, 8 tahun, dan 11 tahun. Pelaksanaan imunisasi dilakukan di sekolah, madrasah, dan pesantren, sedangkan bagi anak usia sekolah yang tidak bersekolah dilaksanakan melalui Puskesmas, Posyandu, dan Pos Pelayanan Imunisasi.
Melalui kegiatan ini, seluruh peserta menyamakan persepsi mengenai strategi pelaksanaan BIAS Tahun 2026, mulai dari perencanaan, koordinasi, pelaksanaan, hingga monitoring dan evaluasi. Keberhasilan program ini membutuhkan komitmen bersama, sinergi lintas program dan lintas sektor, serta dukungan media dalam menyebarluaskan informasi kepada masyarakat.
Dinkesda Kabupaten Purworejo mengajak seluruh orang tua, tenaga pendidik, tenaga kesehatan, dan masyarakat untuk mendukung pelaksanaan BIAS pada bulan Agustus dan November 2026, sehingga setiap anak memperoleh haknya atas perlindungan melalui imunisasi. Dengan cakupan imunisasi yang tinggi, diharapkan terwujud generasi Purworejo yang sehat, kuat, cerdas, dan terlindungi dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.(MI)

Selengkapnya

Menuju Purworejo Bebas Malaria 2026