PURWOREJO, KAMIS, 4 JUNI 2026 – Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo melaksanakan kegiatan Penilaian Ketersediaan Obat melalui Evaluasi Pelaporan Obat di Puskesmas Tahun 2026 yang diikuti oleh tenaga kefarmasian dari seluruh puskesmas di Kabupaten Purworejo. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas perencanaan kebutuhan obat, vaksin, dan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) guna mendukung pelayanan kesehatan yang optimal bagi masyarakat.
Sebelum penyampaian materi, peserta mendapatkan arahan dari Sekretaris Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo. Dalam arahannya, Sekretaris Dinkesda menekankan pentingnya pengelolaan obat yang didukung oleh data yang valid, akurat, dan tepat waktu. Perencanaan kebutuhan obat yang baik tidak hanya berpengaruh pada ketersediaan obat di fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan, penganggaran, serta upaya menjaga mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Pada kesempatan ini materi disampaikan oleh apt. Fahriza Ardiansyah, S.Farm. dari Direktorat Pengelolaan dan Pelayanan Farmasi, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Narasumber menyampaikan materi mengenai Kebijakan dan Evaluasi Perencanaan Kebutuhan Obat, Vaksin, dan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) melalui e-Monev Obat serta Tata Cara Pelaporan Rencana Kebutuhan Obat (RKO) melalui aplikasi e-Monev Obat. Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa perencanaan kebutuhan obat merupakan bagian penting dari transformasi sistem kesehatan nasional untuk menjamin ketersediaan, pemerataan, dan keterjangkauan obat bagi masyarakat. Akurasi penyusunan RKO menjadi salah satu faktor utama dalam menjaga kesinambungan pasokan obat serta mendukung efektivitas pelayanan kesehatan di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan.
Selain penguatan kebijakan, peserta juga memperoleh pendalaman materi teknis terkait penyusunan dan pelaporan RKO melalui aplikasi e-Monev Obat. Materi mencakup pengolahan data penggunaan obat, analisis ABC-VEN, penyusunan kebutuhan obat berbasis konsumsi dan epidemiologi, hingga proses verifikasi dan pelaporan secara berjenjang. Melalui pemahaman tersebut, diharapkan pengelola farmasi mampu menyusun perencanaan kebutuhan obat yang lebih tepat, rasional, dan sesuai kebutuhan riil pelayanan kesehatan.
Kegiatan berlangsung aktif dan interaktif melalui sesi diskusi serta tanya jawab yang dimanfaatkan peserta untuk menyampaikan berbagai permasalahan dan tantangan dalam pengelolaan obat di lapangan. Forum ini menjadi sarana berbagi pengalaman sekaligus memperkuat koordinasi antara puskesmas, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo, dan Kementerian Kesehatan RI. Melalui kegiatan evaluasi dan pembinaan ini, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo berharap kualitas perencanaan dan pelaporan kebutuhan obat di seluruh puskesmas semakin meningkat sehingga ketersediaan obat, vaksin, dan BMHP dapat terjaga secara berkelanjutan. Dengan demikian, pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan akuntabel sesuai dengan prinsip transformasi sistem kesehatan nasional.(MI)