Tanggal : 23-01-2020


Dinas Kesehatan menyelenggarakan Rapat Koordinasi dengan Puskesmas dalam rangka Penyusunan Rencana Kebutuhan Obat Tahun 2020. Rapat koordinasi diikuti oleh :
1.    Kepala Bidang SDK. Promosi dan Kemitraan Kesehatan
2.    Kepala Seksi Farmamin dan Perbekalan Kesehatan.
3.    Pengelola obat Kabupaten
4.    Pengelola obat dari 27 Puskesmas

Kegiatan dibuka pada pukul 09.00 WIB oleh Kepala Bidang SDK, Promosi dan Kemitraan Kesehatan, drg. Ekowati Kadiyanti. Dalam pengarahannya, Kepala Bidang SDK, Promosi dan Kemitraan Kesehatan menekankan hal-hal antara lain :
•    Perencanaan kebutuhan obat dan bahan medis habis pakai yang tidak tepat dapat memengaruhi ketersediaan obat dan bahan medis habis pakai.
•    Dampak yang mungkin terjadi adalah timbulnya kejadian stagnant dan stockout obat di Puskesmas.
•    Stagnant dan stockout obat dapat memberikan dampak yang merugikan bagi Puskesmas, diantaranya yaitu peningkatan biaya akibat pemakaian obat yang tidak rasional.
•    Pelaksanaan pengelolaan obat di Puskesmas mencakup 4 fungsi dasar yaitu perumusan kebutuhan, pengadaan, distribusi, dan penggunaan obat.
•    Pengelolaan obat di Puskesmas diawali dengan kegiatan pengadaan obat yang didalamnya mencakup perencanaan kebutuhan obat untuk memenuhi kebutuhan dalam pelayanan kesehatan di Puskesmas selama satu tahun ke depan.
•    Perencanaan Kebutuhan oba dilaksanakan oleh Ruang Farmasi Puskesmas secara rutin.
•    Proses Seleksi dilakukan dengan mempertimbangkan diantaranya yaitu Pola Konsumsi periode sebelumnya, Pola Penyakit, data mutasi sediaan farmasi, dan rencana pengembangan.
•    Proses seleksi sediaan farmasi dan bahan medis habis pakai mengacu pada Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN), dan Formularium Nasiona
•    Pada Tahun 2020, anggaran penyediaan obat Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo adalah H
1)    Dana DAK    Rp.    2.506.331.000,-
2)    Dana DBHCHT    Rp.    4.220.168.000,-