Website Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo
Jl. Mayjend Sutoyo No. 17 A Purworejo Jawa Tengah, email : dinkes@purworejokab.go.id

Media Informasi Kesehatan

1. Tanggal : 09-07-2026 Jam : 15::27

Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo Raih Nilai IKM 90,07 dengan Predikat Sangat Baik pada Semester 1 Tahun 2026

Purworejo – Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan publik yang berkualitas. Berdasarkan hasil Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) Semester 1 Tahun 2026, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo memperoleh Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebesar 90,07 dengan kategori mutu pelayanan Sangat Baik.
Penilaian tersebut diperoleh dari 568 responden yang telah memberikan penilaian terhadap berbagai aspek pelayanan yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo. Hasil ini menjadi indikator bahwa pelayanan yang diberikan telah memenuhi harapan masyarakat sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan secara berkelanjutan.
Adapun hasil penilaian pada masing-masing unsur pelayanan meliputi:
1. Persyaratan Pelayanan : 3,48
2. Prosedur Pelayanan : 3,50
3. Waktu Pelayanan : 3,52
4. Biaya/Tarif Pelayanan : 3,92
5. Produk Spesifikasi Jenis Pelayanan : 3,49
6. Kompetensi Pelaksana : 3,52
7. Perilaku Pelaksana : 3,54
8. Sarana dan Prasarana : 3,96
9. Penanganan Pengaduan, Saran, dan Masukan : 3,48
Capaian ini merupakan wujud nyata komitmen Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo dalam menghadirkan pelayanan publik yang profesional, mudah diakses, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Berbagai masukan yang diberikan oleh masyarakat melalui Survei Kepuasan Masyarakat menjadi bahan evaluasi penting untuk penyempurnaan pelayanan pada masa mendatang.
Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi dalam Survei Kepuasan Masyarakat. Partisipasi tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik di bidang kesehatan.
Masyarakat yang belum berpartisipasi masih dapat memberikan penilaian dan masukan melalui Survei Kepuasan Masyarakat pada tautan berikut:
🔗 https://bit.ly/surveykepuasanmasyarakat24
Melalui kolaborasi antara penyelenggara pelayanan dan masyarakat, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo optimis dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sehingga mampu memberikan pelayanan yang semakin prima, responsif, dan memenuhi harapan masyarakat.(MI)

Selengkapnya
2. Tanggal : 09-07-2026 Jam : 10::23

GERMAS di Desa Durensari Tingkatkan Peran Masyarakat dalam Mempertahankan Eliminasi Malaria dan Mencegah Penyakit Prioritas

PURWOREJO – Rabu, 8 Juli 2026, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo menyelenggarakan kegiatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) di Desa Durensari dengan agenda sosialisasi pencegahan malaria, Tuberkulosis (TB), penyakit tidak menular (PTM), serta pemantauan migrasi penduduk. Kegiatan ini dilaksanakan oleh petugas Promosi Kesehatan (Promkes) bersama Bidan Desa dan dihadiri Ketua RT serta tokoh masyarakat sebagai mitra dalam pemberdayaan kesehatan di tingkat desa. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pencegahan penyakit melalui penerapan perilaku hidup sehat, deteksi dini, serta partisipasi aktif dalam menjaga kesehatan lingkungan dan melaporkan kondisi kesehatan di wilayahnya.
Pada materi pencegahan malaria, masyarakat diberikan pemahaman bahwa Kabupaten Purworejo telah berhasil meraih Sertifikat Eliminasi Malaria. Namun, status tersebut harus terus dipertahankan melalui kewaspadaan terhadap kasus impor malaria. Oleh karena itu, pemantauan migrasi menjadi salah satu komponen penting dalam sistem surveilans, terutama bagi warga yang datang atau kembali dari daerah endemis malaria. Masyarakat diimbau segera melaporkan kepada Bidan Desa atau fasilitas pelayanan kesehatan apabila terdapat pendatang yang mengalami demam atau memiliki riwayat perjalanan dari wilayah endemis sehingga dapat dilakukan pemeriksaan dan penanganan sedini mungkin. Selain malaria, sosialisasi juga membahas upaya percepatan eliminasi Tuberkulosis (TB) melalui penemuan kasus secara aktif, pemeriksaan bagi kontak serumah, kepatuhan menjalani pengobatan hingga tuntas, serta menghilangkan stigma terhadap penderita TB agar tidak menghambat proses pengobatan dan pelacakan kontak.
Pada sesi penyakit tidak menular (PTM), peserta memperoleh edukasi mengenai faktor risiko utama seperti merokok, kurang aktivitas fisik, pola makan tidak seimbang, dan kurangnya pemeriksaan kesehatan berkala. Masyarakat didorong untuk menerapkan perilaku CERDIK, melakukan pemeriksaan tekanan darah dan gula darah secara rutin, serta memanfaatkan layanan skrining kesehatan di puskesmas maupun Posbindu PTM.
Melalui kegiatan GERMAS ini, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo berharap sinergi antara tenaga kesehatan, pemerintah desa, Ketua RT, tokoh masyarakat, dan seluruh warga semakin kuat dalam membangun masyarakat yang sehat. Peran aktif masyarakat menjadi kunci keberhasilan mempertahankan status eliminasi malaria, mendukung eliminasi TB, serta menekan peningkatan kasus penyakit tidak menular melalui upaya promotif dan preventif yang berkesinambungan.(MI) 

Selengkapnya
3. Tanggal : 09-07-2026 Jam : 09::03

Dinkesda Purworejo Gelar Koordinasi Penyusunan Laporan Persediaan Obat dan BMHP Semester I Tahun 2026

PURWOREJO – RABU, 8 JULI 2026, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo menyelenggarakan Koordinasi Penyusunan Laporan Persediaan Obat dan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) Semester I Tahun 2026 di Aula 2A Dinkesda Kabupaten Purworejo. Kegiatan ini diikuti oleh Penanggung Jawab Kefarmasian dari seluruh Puskesmas se-Kabupaten Purworejo sebagai bagian dari persiapan penyampaian laporan persediaan semester pertama tahun 2026.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan (Yankes dan SDK) yang menyampaikan pentingnya ketepatan, kelengkapan, dan keseragaman data dalam pelaporan persediaan obat dan BMHP. Laporan semesteran merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban pengelolaan persediaan sekaligus menjadi dasar evaluasi dan perencanaan kebutuhan pada periode selanjutnya.
Sesi teknis dipandu oleh Apoteker Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo bersama Tim IT Dinkesda. Pada kesempatan tersebut dilakukan koordinasi mengenai mekanisme penyusunan laporan semesteran, rekonsiliasi data persediaan, penyamaan persepsi terhadap format dan komponen pelaporan, serta pembahasan berbagai kendala yang ditemui Puskesmas dalam proses penginputan dan penyampaian laporan. Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh Puskesmas dapat menyampaikan Laporan Persediaan Obat dan BMHP Semester I Tahun 2026 secara tepat waktu, lengkap, akurat, dan sesuai ketentuan sehingga data yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi dan pengambilan kebijakan di bidang kefarmasian Kabupaten Purworejo.(MI)

Selengkapnya
4. Tanggal : 08-07-2026 Jam : 16::17

Dinkesda Purworejo Ikuti Verifikasi Rancangan Perubahan Renja Perangkat Daerah Tahun 2026

PURWOREJO – RABU, 8 JULI 2026, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo menghadiri kegiatan Verifikasi Penyusunan Rancangan Perubahan Rencana Kerja (Renja) Perangkat Daerah Tahun 2026 yang diselenggarakan di Badan Perencanaan, Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Purworejo. Kegiatan verifikasi ini merupakan bagian dari tahapan penyusunan dokumen perencanaan daerah untuk memastikan seluruh usulan perubahan program dan anggaran telah sesuai dengan arah kebijakan pembangunan daerah, kemampuan keuangan daerah, serta ketentuan peraturan perundang-undangan.
Dalam kegiatan tersebut dibahas berbagai usulan perubahan anggaran Tahun 2026, meliputi belanja hibah, bantuan sosial (bansos), bantuan keuangan (bankeu), serta penyesuaian target indikator pada program, kegiatan, dan subkegiatan yang mengalami perubahan. Selain itu, perangkat daerah juga diminta memastikan seluruh usulan perubahan telah selesai diinput ke dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD-RI) sebelum proses penetapan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).
Bagi Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo, perubahan anggaran dilakukan sebagai langkah penyesuaian terhadap dinamika pelaksanaan pembangunan yang berkembang sepanjang tahun berjalan. Penyesuaian tersebut mencakup implementasi kebijakan baru, perubahan proyeksi pendapatan daerah, penyesuaian pagu belanja berdasarkan kemampuan keuangan daerah dan sisa lebih perhitungan anggaran tahun sebelumnya (SiLPA), maupun kebutuhan yang muncul akibat kondisi tertentu. Melalui proses verifikasi ini diharapkan seluruh usulan perubahan dapat disusun secara tepat, akuntabel, dan selaras dengan prioritas pembangunan daerah. Dengan demikian, pelaksanaan program kesehatan dapat berjalan lebih optimal, pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga, serta penggunaan anggaran daerah semakin efektif, efisien, dan tepat sasaran.(MI)

Selengkapnya
5. Tanggal : 08-07-2026 Jam : 16::07

Sekretaris Dinkesda Pimpin Apel Pagi, Tekankan Disiplin Kinerja dan Kesiapan Pelaksanaan Program

PURWOREJO, SENIN (6/7/2026) – Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo mengawali pekan kerja dengan melaksanakan apel pagi yang diikuti oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai di lingkungan Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo. Apel berlangsung di halaman kantor Dinkesda dan dipimpin oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo.
Dalam amanatnya, Sekretaris Dinkesda menyampaikan pentingnya kedisiplinan dan tanggung jawab seluruh pegawai dalam melaksanakan tugas sebagai aparatur pemerintah. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah pelaksanaan ketentuan pemberian Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). Beliau mengingatkan agar seluruh ASN memahami aturan yang berlaku, menjaga disiplin kehadiran, memenuhi target kinerja, serta melaksanakan tugas sesuai ketentuan sebagai dasar dalam pemberian TPP.
Selain menyampaikan informasi terkait TPP, Sekretaris Dinkesda juga mengoordinasikan sejumlah agenda yang akan dilaksanakan selama minggu berjalan. Di antaranya adalah kegiatan Speling (Dokter Spesialis Keliling) yang akan memberikan pelayanan kesehatan spesialistik kepada masyarakat di wilayah sasaran, serta pelaksanaan Active Case Finding (ACF) sebagai upaya mempercepat penemuan kasus penyakit melalui skrining aktif di masyarakat.
Lebih lanjut, seluruh bidang diminta memastikan kesiapan pelaksanaan berbagai kegiatan yang telah dijadwalkan pada minggu ini, baik dari sisi administrasi, koordinasi lintas program, maupun kesiapan teknis di lapangan. Sinergi dan komunikasi antarbidang diharapkan terus diperkuat agar seluruh program dapat berjalan sesuai target. Melalui apel pagi rutin ini, diharapkan seluruh pegawai semakin meningkatkan komitmen, disiplin, dan semangat kerja dalam memberikan pelayanan kesehatan yang profesional, berkualitas, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat Kabupaten Purworejo.(MI)

Selengkapnya
6. Tanggal : 08-07-2026 Jam : 16::02

Dinkesda Purworejo Hadiri Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Implementasi SAKIP Kabupaten Purworejo

PURWOREJO – Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo menghadiri Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Kabupaten Purworejo yang diselenggarakan pada SELASA, 7 JULI 2026 di Ruang Otonom Sekretariat Daerah Kabupaten Purworejo. Rapat koordinasi dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Purworejo serta diikuti oleh perwakilan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purworejo. 
Dalam arahannya, Beliau menyampaikan bahwa implementasi SAKIP harus dilaksanakan secara menyeluruh pada setiap tahapan, mulai dari perencanaan kinerja, pengukuran kinerja, pelaporan kinerja, hingga evaluasi akuntabilitas kinerja internal. Seluruh tahapan tersebut harus saling terintegrasi sehingga mampu menghasilkan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, efisien, transparan, dan berorientasi pada hasil.
Beliau juga menekankan pentingnya penguatan sistem pengukuran dan evaluasi kinerja melalui pembangunan budaya dialog kinerja secara berkala di setiap perangkat daerah. Selain itu, diperlukan pengembangan analisis kinerja yang lebih mendalam, memastikan setiap hasil evaluasi ditindaklanjuti sebagai dasar perbaikan berkelanjutan, serta memperkuat peran pimpinan dalam mengawal pengelolaan kinerja organisasi.
Rapat koordinasi ini bertujuan untuk menyamakan persepsi seluruh perangkat daerah mengenai implementasi SAKIP, memantapkan pemahaman terhadap setiap tahapan penyelenggaraan SAKIP, serta memperkuat koordinasi tim pendamping agar proses perencanaan, pengukuran, dan pelaporan kinerja di setiap perangkat daerah selaras dengan target pembangunan daerah. Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas akuntabilitas kinerja organisasi sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.(MI)

Selengkapnya
7. Tanggal : 08-07-2026 Jam : 15::11

Dinkesda Purworejo Intensifkan Penemuan Kasus TB Melalui Active Case Finding Terintegrasi Cek Kesehatan Gratis di Puskesmas Loano

PURWOREJO – Dalam upaya mempercepat eliminasi Tuberkulosis (TB), Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo melaksanakan Active Case Finding (ACF) Tuberkulosis Terintegrasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Puskesmas Loano pada SELASA (7/7/2026). Kegiatan ini merupakan strategi penemuan kasus TB secara aktif menggunakan X-Ray Portabel yang dilanjutkan dengan pemeriksaan Tes Cepat Molekuler (TCM) bagi peserta dengan hasil skrining yang mengarah pada dugaan TB. Kegiatan ACF menyasar kelompok masyarakat yang memiliki risiko tinggi terinfeksi Tuberkulosis, meliputi kontak serumah pasien TB, lanjut usia (lansia), penyandang Diabetes Mellitus (DM), serta kelompok masyarakat berisiko lainnya. Dari target 106 peserta, seluruh sasaran berhasil hadir dan mengikuti pemeriksaan sehingga capaian kegiatan mencapai 100 persen.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan registrasi peserta, pemberian edukasi mengenai Tuberkulosis, skrining gejala, pemeriksaan foto toraks menggunakan X-Ray Portabel, pembacaan hasil oleh dokter, hingga pemeriksaan lanjutan menggunakan Tes Cepat Molekuler (TCM) bagi peserta dengan hasil foto toraks sugestif TB. Melalui rangkaian pemeriksaan tersebut diharapkan kasus TB dapat ditemukan lebih dini sehingga pengobatan dapat segera dimulai dan risiko penularan di masyarakat dapat ditekan. Hasil kegiatan menunjukkan sebanyak 106 peserta menjalani pemeriksaan foto toraks. Dari jumlah tersebut, 77 peserta memperoleh hasil normal, sedangkan 29 peserta menunjukkan gambaran radiologi yang mengarah pada TB atau kelainan paru lainnya. Seluruh peserta dengan hasil tersebut langsung menjalani pemeriksaan TCM sebagai tindak lanjut untuk menegakkan diagnosis.
Secara umum kegiatan berlangsung dengan lancar. Beberapa evaluasi yang menjadi perhatian antara lain perlunya penyederhanaan alur pelayanan agar waktu tunggu peserta lebih singkat, pengaturan jadwal kedatangan peserta untuk menghindari penumpukan antrean, serta penguatan koordinasi dengan pemerintah desa, kader kesehatan, dan Puskesmas agar sasaran prioritas dapat dijangkau secara lebih optimal. Selain itu, seluruh peserta dengan hasil skrining abnormal akan terus dipantau hingga memperoleh kepastian diagnosis dan mendapatkan penanganan sesuai standar program penanggulangan Tuberkulosis. Melalui kegiatan Active Case Finding (ACF) Terintegrasi Cek Kesehatan Gratis, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo berkomitmen memperkuat deteksi dini Tuberkulosis sebagai langkah strategis dalam memutus rantai penularan, meningkatkan keberhasilan pengobatan, dan mendukung terwujudnya target eliminasi TB di Kabupaten Purworejo.(MI)

Selengkapnya
8. Tanggal : 08-07-2026 Jam : 14::30

SPESIALIS Dokter Keliling (SPELING) Dekatkan Layanan Kesehatan bagi Masyarakat Desa Benowo Kecamatan Bener

PURWOREJO – Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo kembali menghadirkan program SPESIALIS Dokter Keliling (SPELING) sebagai upaya mendekatkan pelayanan kesehatan spesialistik kepada masyarakat. Kegiatan dilaksanakan pada SELASA, 7 JULI 2026 di lingkungan SD Benowo, Desa Benowo, Kecamatan Bener. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo bekerja sama dengan RS Panti Waluyo Purworejo dan Puskesmas Bener. 
Acara dibuka secara resmi oleh Plt. Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo. Dalam sambutannya, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo menyampaikan bahwa program SPELING merupakan komitmen Pemerintah Kabupaten Purworejo dalam menghadirkan layanan kesehatan spesialistik yang lebih dekat, mudah dijangkau, dan merata hingga ke wilayah dengan kondisi geografis yang menantang.
Desa Benowo dipilih sebagai lokasi kegiatan karena merupakan desa yang berada di wilayah tertinggi di Kecamatan Bener. Akses menuju desa ini memiliki medan yang terjal dengan ruas jalan yang sempit sehingga kendaraan roda empat hanya dapat melintas secara bergantian dan tidak memungkinkan untuk berpapasan. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi masyarakat dalam mengakses pelayanan kesehatan, sehingga kehadiran SPELING menjadi solusi untuk menghadirkan layanan kesehatan spesialistik langsung di tengah masyarakat. Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan oleh dokter spesialis penyakit dalam, dokter spesialis anak, dokter spesialis kesehatan jiwa, dan dokter spesialis obstetri dan ginekologi (Obsgyn). Selain itu, masyarakat juga mendapatkan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG), pemeriksaan IVA sebagai deteksi dini kanker leher rahim, serta pemeriksaan tes dahak untuk mendukung penemuan kasus tuberkulosis secara dini.
Kegiatan ini mendapat sambutan yang sangat baik dari masyarakat. Sebanyak 150 orang berhasil memperoleh pelayanan kesehatan sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Selain pemeriksaan dan konsultasi, masyarakat juga menerima edukasi mengenai pentingnya deteksi dini penyakit, penerapan pola hidup sehat, serta pemanfaatan layanan kesehatan secara rutin. Melalui program SPELING, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo terus berkomitmen meningkatkan pemerataan akses pelayanan kesehatan spesialistik hingga menjangkau masyarakat di daerah dengan akses yang sulit. Kolaborasi antara Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo, RS Panti Waluyo Purworejo, dan Puskesmas Bener diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus mewujudkan masyarakat Kabupaten Purworejo yang semakin sehat.(MI) 

Selengkapnya
9. Tanggal : 08-07-2026 Jam : 09::43

Pemkab Purworejo Perkuat Sinergi Penggunaan Dana Desa untuk Penanggulangan AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria

PURWOREJO – Pemerintah Kabupaten Purworejo melalui Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam upaya penanggulangan penyakit menular melalui Pertemuan Rapat Koordinasi Penggunaan Anggaran Desa untuk Penanggulangan AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM) Tahun 2026 yang digelar pada Senin (6/7/2026) di Ruang Arahiwang Setda Kabupaten Purworejo. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran perangkat daerah, camat, kepala puskesmas, pendamping desa, serta berbagai pemangku kepentingan sebagai langkah menyelaraskan pemanfaatan Dana Desa dalam mendukung program kesehatan
Rapat dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Purworejo, Ahmad Jainuddin, S.IP., M.M. Dalam arahannya disampaikan bahwa penanggulangan AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria membutuhkan komitmen bersama seluruh sektor, termasuk pemerintah desa. Dana Desa diharapkan mampu menjadi instrumen pendukung dalam memperkuat upaya promotif, preventif, hingga pemberdayaan masyarakat melalui pembentukan Desa Siaga Tuberkulosis (TB).
Selanjutnya, Kepala DPPPAPMD Kabupaten Purworejo memaparkan kebijakan penggunaan Dana Desa untuk mendukung program ATM. Materi yang disampaikan meliputi dasar penganggaran, rekomposisi anggaran desa, serta rencana penyusunan Surat Edaran Bupati mengenai penganggaran kegiatan penanggulangan AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria dalam RKPDes. Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian sekaligus mendorong seluruh desa mengalokasikan anggaran bagi program kesehatan masyarakat.
Pada sesi materi, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo, dr. Sudarmi, M.M., menyampaikan situasi terkini penyakit AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria di Kabupaten Purworejo. Disampaikan bahwa pengendalian Tuberkulosis masih menjadi tantangan sehingga diperlukan peningkatan penemuan kasus, keberhasilan pengobatan, serta penguatan peran masyarakat melalui Desa Siaga TB. Selain itu, upaya penanggulangan HIV terus difokuskan pada peningkatan skrining, pengobatan, dan pengurangan stigma terhadap Orang dengan HIV (ODHIV). Sementara untuk malaria, Kabupaten Purworejo telah berhasil mencapai eliminasi malaria dan kini memasuki fase pemeliharaan eliminasi dengan meningkatkan kewaspadaan terhadap kasus impor dari luar daerah.
Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai masukan terkait pengelolaan anggaran desa, dukungan kader kesehatan, sinkronisasi program lintas sektor, serta strategi agar tidak terjadi tumpang tindih pembiayaan kegiatan kesehatan di tingkat desa. Kesepahaman ini menjadi landasan penting dalam menyusun kebijakan yang lebih efektif dan tepat sasaran.
Pada akhir kegiatan, Sekretaris Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo, dr. Budi Susanti, M.Sc., menyampaikan rencana tindak lanjut yang meliputi pembentukan tim koordinasi lintas sektor, penyamaan persepsi dalam pelaksanaan program, penguatan integrasi kegiatan kesehatan di desa, serta mendorong seluruh desa mengalokasikan anggaran untuk mendukung penanggulangan AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria sesuai kebutuhan wilayah. Melalui rapat koordinasi ini diharapkan terbangun komitmen bersama antara pemerintah daerah, pemerintah desa, fasilitas pelayanan kesehatan, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mengoptimalkan penggunaan Dana Desa sebagai salah satu instrumen strategis untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Sinergi yang kuat menjadi kunci percepatan penanggulangan AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria di Kabupaten Purworejo.(MI) 

Selengkapnya
10. Tanggal : 06-07-2026 Jam : 09::13

Dinkesda Gelar Evaluasi Capaian Indikator Promkes dan Pemberdayaan Semester I Tahun 2026

PURWOREJO, JUMAT (3/7/2026) – Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo menyelenggarakan Pertemuan Evaluasi Capaian Indikator Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Semester I Tahun 2026 pada Jumat, 3 Juli 2026, bertempat di Aula Dinkesda Kabupaten Purworejo. Acara di mulai pada pukul 9.30 sampai dengan pukul 11.30 WIB. 
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas), dr. Nur Salim, serta diikuti oleh para pengelola Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan dari seluruh Puskesmas di Kabupaten Purworejo. Pertemuan dilaksanakan sebagai upaya evaluasi terhadap capaian indikator promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat selama Semester I Tahun 2026, sekaligus untuk meningkatkan kualitas pengelolaan data dan pelaporan di tingkat Puskesmas.
Dalam kesempatan tersebut, dilakukan pembahasan terkait kelengkapan data Promkes yang perlu dipenuhi oleh Puskesmas, meliputi data kondisi PKD, Pustu, UPKDK, dan Posyandu, data Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) rumah tangga, data penilaian Desa Siaga, laporan beserta dokumentasi kegiatan penyuluhan, serta pelaksanaan verifikasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di sekolah. Melalui kegiatan evaluasi ini diharapkan seluruh Puskesmas dapat meningkatkan ketepatan, kelengkapan, dan kualitas pelaporan program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan, sehingga mampu mendukung perencanaan program kesehatan yang lebih efektif dan berbasis data dalam mewujudkan masyarakat Kabupaten Purworejo yang lebih sehat dan mandiri.(MI)

Selengkapnya
11. Tanggal : 26-06-2026 Jam : 14::09

SPELING Hadir di Desa Purbowono, 185 Warga Manfaatkan Layanan Kesehatan Spesialis

PURWOREJO – Program Spesialis Keliling (SPELING) kembali memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat Kabupaten Purworejo. Pada Kamis, 25 Juni 2026, kegiatan dilaksanakan di Desa Purbowono, Kecamatan Kaligesing, dengan menghadirkan pelayanan kesehatan spesialis bagi masyarakat yang membutuhkan.
Dalam kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Purworejo melalui Dinas Kesehatan Daerah bekerja sama dengan RS Budi Sehat dan Puskesmas Kaligesing menghadirkan layanan pemeriksaan oleh dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi (Obgyn), Kesehatan Anak, Penyakit Dalam, Kesehatan Jiwa, serta Mata.
Sebanyak 185 pasien mendapatkan pelayanan kesehatan, mulai dari pemeriksaan, konsultasi, penegakan diagnosis, hingga pemberian terapi dan tindak lanjut sesuai indikasi medis. Kehadiran layanan spesialis di tingkat desa diharapkan mampu mendekatkan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat, terutama bagi warga yang memiliki keterbatasan dalam menjangkau fasilitas kesehatan rujukan.
Program SPELING merupakan salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Purworejo untuk meningkatkan pemerataan akses pelayanan kesehatan spesialis sekaligus memperkuat deteksi dini penyakit sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat. Melalui kolaborasi antara rumah sakit, puskesmas, dan pemerintah daerah, diharapkan masyarakat semakin mudah memperoleh pelayanan kesehatan yang berkualitas tanpa harus melakukan perjalanan jauh ke rumah sakit.(MI)

Selengkapnya
12. Tanggal : 26-06-2026 Jam : 11::11

Pemkab Purworejo Resmikan Rumah Singgah di DIY, Permudah Akses Pengobatan Pasien Rujukan

PURWOREJO – Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo mendukung penuh hadirnya Rumah Singgah Pasien dan Pendamping di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebagai salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Purworejo dalam meningkatkan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang menjalani pengobatan di rumah sakit rujukan di Yogyakarta.
Rumah Singgah yang berlokasi di Gang Gambir Nomor 94C, Jongkang, Sariharjo, Kabupaten Sleman ini diresmikan oleh Bupati Purworejo, Kamis (25/6/2026), didampingi Wakil Bupati Purworejo. Fasilitas tersebut diperuntukkan bagi pasien asal Kabupaten Purworejo beserta keluarga pendamping selama menjalani proses pengobatan. Seluruh biaya tempat tinggal dan konsumsi disediakan secara gratis melalui dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Purworejo.
Dalam sambutannya, Bupati Purworejo menyampaikan bahwa keberadaan Rumah Singgah merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin mudah dijangkau serta memberikan dukungan kepada masyarakat selama menjalani pengobatan rujukan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo, dr. Sudarmi, menjelaskan bahwa penyediaan Rumah Singgah merupakan implementasi visi dan misi Pemerintah Kabupaten Purworejo melalui Program Pitulungan, khususnya pada pilar Sehat Penduduke. Menurutnya, keberadaan Rumah Singgah diharapkan mampu mendekatkan pasien dengan fasilitas pelayanan kesehatan rujukan, mengurangi beban keluarga selama proses pengobatan, serta meningkatkan kepatuhan pasien dalam menjalani terapi hingga selesai.
Rumah Singgah dilengkapi dengan berbagai fasilitas untuk menunjang kenyamanan pasien, meliputi 11 tempat tidur yang terdiri atas empat tempat tidur pasien anak, empat tempat tidur pasien perempuan, dan tiga tempat tidur pasien laki-laki. Pengelolaan Rumah Singgah dilaksanakan melalui kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Purworejo dengan Yayasan Embun Surga Purworejo.
Selain penyediaan Rumah Singgah, Pemerintah Kabupaten Purworejo juga terus memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat melalui dukungan Program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda). Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang mudah diakses, berkualitas, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Purworejo.
Keberadaan Rumah Singgah telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pasien dan keluarga pendamping dapat memperoleh tempat tinggal sementara yang layak tanpa harus terbebani biaya akomodasi selama menjalani pengobatan di Yogyakarta. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan, memperlancar proses terapi, serta memberikan dukungan psikologis bagi pasien dan keluarganya.
Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo mengajak masyarakat yang membutuhkan layanan Rumah Singgah untuk memanfaatkan fasilitas tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kehadiran Rumah Singgah diharapkan menjadi salah satu bentuk pelayanan kesehatan yang semakin mendekatkan pemerintah kepada masyarakat serta mendukung terwujudnya masyarakat Purworejo yang lebih sehat.(MI)

Selengkapnya
13. Tanggal : 25-06-2026 Jam : 10::22

Pertemuan Koordinasi Petugas UKS dan Kesehatan Remaja Perkuat Pelaksanaan Program Tahun 2026

Purworejo – Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo menyelenggarakan Pertemuan Koordinasi Petugas Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan Kesehatan Remaja pada Selasa, 23 Juni 2026. Kegiatan ini diikuti oleh programmer UKS dan Kesehatan Remaja dari seluruh puskesmas se-Kabupaten Purworejo sebagai upaya memperkuat koordinasi dan meningkatkan kualitas pelaksanaan program kesehatan bagi anak usia sekolah dan remaja.
Pertemuan dibuka oleh dr. Nur Salim, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa keberhasilan program kesehatan sekolah dan remaja memerlukan sinergi yang kuat antara Dinas Kesehatan, puskesmas, dan satuan pendidikan. Selain itu, pelaporan yang akurat dan tepat waktu menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung perencanaan serta evaluasi program.
Materi disampaikan oleh Hendras Bintari, S.Gz.. Pada kesempatan tersebut dilakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program sekaligus penyampaian informasi terbaru kepada seluruh peserta. Pembahasan utama dalam pertemuan meliputi evaluasi capaian pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah yang telah dilaksanakan di masing-masing wilayah kerja puskesmas. Evaluasi ini bertujuan untuk mengidentifikasi capaian, kendala, serta langkah perbaikan guna meningkatkan cakupan dan kualitas pelaksanaan CKG Sekolah.
Selain itu, peserta mendapatkan penguatan mengenai pelaksanaan entri data pada aplikasi SIGIZIKESGA. Pengisian data yang lengkap, akurat, dan tepat waktu diharapkan dapat menghasilkan informasi yang berkualitas sebagai dasar penyusunan kebijakan dan evaluasi program kesehatan sekolah dan remaja. Pertemuan juga membahas alokasi Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) sebagai salah satu dukungan penting dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan di sekolah. Dengan perencanaan kebutuhan yang tepat, diharapkan pelaksanaan kegiatan UKS dan kesehatan remaja dapat berjalan secara optimal. Melalui kegiatan koordinasi ini, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo berharap seluruh programmer UKS dan Kesehatan Remaja dapat memperkuat koordinasi, meningkatkan kualitas pelaksanaan program, serta mengoptimalkan pelayanan kesehatan bagi anak usia sekolah dan remaja sehingga target program kesehatan di Kabupaten Purworejo dapat tercapai secara maksimal.(MI)

Selengkapnya
14. Tanggal : 23-06-2026 Jam : 09::58

Dinkesda Purworejo Gelar Fasilitasi Penguatan Pelayanan Balita dan Anak Pra Sekolah

PURWOREJO – Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo menyelenggarakan Pertemuan Fasilitasi Penguatan Pelayanan Balita dan Anak Pra Sekolah pada SENIN, 22 JUNI 2026, bertempat di Aula 2A Dinkesda Kabupaten Purworejo. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari 10 puskesmas, 2 rumah sakit, dan 2 klinik di Kabupaten Purworejo sebagai upaya memperkuat kualitas pelayanan kesehatan bagi balita dan anak usia pra sekolah, khususnya dalam pelaksanaan Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ibu Eny Listuyarini, S.Kep., Ns., M.Kes dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah yang memberikan dukungan dan fasilitasi terhadap penguatan program kesehatan anak di Kabupaten Purworejo. Narasumber kegiatan menghadirkan dr. Cahyani Chrisharyati, Sp.A dari Cabang Jawa Tengah dan dr. Nurul Futuhah dari Puskesmas Kutoarjo. Keduanya menyampaikan materi terkait implementasi SDIDTK serta strategi pelayanan yang efektif dan efisien baik di dalam gedung maupun di luar gedung pelayanan kesehatan.
Pada kesempatan tersebut, Noviyani, S.KM menyampaikan hasil evaluasi pelayanan kesehatan balita dan anak usia pra sekolah di Kabupaten Purworejo. Evaluasi ini menjadi dasar dalam mengidentifikasi capaian program, tantangan yang dihadapi, serta langkah-langkah perbaikan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan anak. Melalui kegiatan fasilitasi ini, diharapkan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan dapat semakin optimal dalam melaksanakan SDIDTK sehingga gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak dapat dideteksi lebih dini serta ditindaklanjuti secara tepat. Penguatan pelayanan balita dan anak pra sekolah menjadi salah satu langkah penting dalam mewujudkan generasi Purworejo yang sehat, tumbuh optimal, dan berkualitas.(MI)

Selengkapnya
15. Tanggal : 20-06-2026 Jam : 11::57

Dinkesda Purworejo Ikuti Webinar Pariwara Antikorupsi 2026

PURWOREJO – Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Purworejo terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan budaya integritas dan pencegahan korupsi di lingkungan pemerintahan. Hal tersebut diwujudkan melalui keikutsertaan Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan (Yankes SDK) dalam Webinar Pariwara Antikorupsi 2026 yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (18/6/2026), secara daring dari Ruang Zoom Command Center Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Purworejo.
Webinar ini merupakan bagian dari rangkaian Program Pariwara Antikorupsi 2026, yaitu kampanye serentak yang melibatkan pemerintah daerah untuk menyebarluaskan pesan-pesan antikorupsi melalui berbagai media komunikasi. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus mendorong penguatan integritas dalam penyelenggaraan pelayanan publik.
Pada kesempatan tersebut, peserta memperoleh pemaparan dari Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK, Amir Arief, mengenai arah dan strategi pelaksanaan Program Pariwara Antikorupsi 2026. KPK mendorong pemerintah daerah untuk menyusun kampanye yang masif, kreatif, dan terintegrasi guna membangun budaya antikorupsi di tengah masyarakat.
Selain itu, webinar juga menghadirkan narasumber Alia Namira yang menyampaikan materi tentang strategi komunikasi kampanye antikorupsi yang efektif. Dalam paparannya dijelaskan pentingnya menentukan sudut pandang atau angle yang tepat agar pesan antikorupsi lebih menarik, mudah dipahami, dan mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat.
Keikutsertaan Dinkesda Purworejo dalam kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat upaya internalisasi nilai-nilai integritas di lingkungan kerja serta menjadi bekal dalam menyusun berbagai bentuk edukasi publik yang mendukung terciptanya pelayanan kesehatan yang transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik korupsi. Melalui kegiatan ini, Dinkesda Purworejo menegaskan komitmennya untuk terus mendukung tata kelola pemerintahan yang bersih serta memberikan pelayanan kesehatan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat dengan menjunjung tinggi nilai-nilai profesionalisme dan integritas.(MI)

Selengkapnya
16. Tanggal : 20-06-2026 Jam : 11::42

Dinkesda Purworejo Tingkatkan Keamanan Pangan Kantin Sekolah Melalui Penyuluhan bagi Penjamah Pangan

Purworejo – Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Purworejo menyelenggarakan kegiatan Penyuluhan Keamanan Pangan Siap Saji bagi Penanggung Jawab dan Penjamah Pangan Kantin Sekolah pada Kamis (18/6/2026) di Aula 2-A Dinkesda Kabupaten Purworejo. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan penjamah pangan dan pengelola kantin dari 25 sekolah di Kabupaten Purworejo.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan (Yankes dan SDK) Dinkesda Kabupaten Purworejo. Dalam sambutannya disampaikan bahwa keamanan pangan di lingkungan sekolah memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan peserta didik. Kantin sekolah tidak hanya menyediakan makanan bagi siswa, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan mendukung proses belajar mengajar.
Penyuluhan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan penjamah pangan dalam menerapkan prinsip higiene sanitasi serta keamanan pangan siap saji. Dengan meningkatnya pemahaman para pengelola kantin, diharapkan risiko penyakit akibat pangan dapat diminimalkan sehingga kesehatan siswa lebih terjamin.
Sebelum materi dimulai, seluruh peserta mengikuti pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal terkait keamanan pangan. Selanjutnya, materi disampaikan oleh Ibu Nila dari Puskesmas Mranti yang membahas berbagai aspek penting dalam pengelolaan pangan yang aman, mulai dari prinsip higiene sanitasi, penerapan 5 Kunci Keamanan Pangan, kebersihan personal penjamah makanan, hingga pencegahan kontaminasi pangan di lingkungan kantin sekolah.
Selain pemaparan materi, kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung aktif. Para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi mengenai berbagai kendala yang dihadapi dalam pengelolaan kantin sekolah sehari-hari. Sebagai bentuk evaluasi, peserta kembali mengikuti post-test pada akhir kegiatan untuk mengukur peningkatan pemahaman setelah mendapatkan materi penyuluhan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai praktik keamanan pangan dan higiene sanitasi. 
Melalui kegiatan ini, Dinkesda Kabupaten Purworejo berharap seluruh penjamah pangan dan pengelola kantin sekolah dapat menerapkan prinsip keamanan pangan secara konsisten, sehingga makanan yang disajikan kepada siswa aman, sehat, dan layak konsumsi. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen Dinkesda dalam mendukung terwujudnya sekolah sehat dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat, khususnya anak usia sekolah di Kabupaten Purworejo.(MI)

Selengkapnya
17. Tanggal : 19-06-2026 Jam : 13::03

Dinkesda Purworejo Laksanakan SPELING di Desa Trirejo, Hadirkan Layanan Dokter Spesialis Lebih Dekat untuk Masyarakat

LOANO, 17 JUNI 2026 – Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Purworejo bekerja sama dengan RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo dan Puskesmas Loano melaksanakan kegiatan Spesialis Keliling (SPELING) di Desa Trirejo, Kecamatan Loano, Rabu (17/6/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program prioritas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang diinisiasi oleh Gubernur Jawa Tengah untuk memperluas akses pelayanan kesehatan spesialistik bagi masyarakat.
Sebanyak 115 peserta yang terdiri dari lanjut usia dan anak-anak mengikuti pemeriksaan kesehatan dan konsultasi medis secara gratis. Kegiatan dipusatkan di rumah Kepala Desa Trirejo dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat yang memanfaatkan kesempatan untuk memperoleh layanan kesehatan spesialis lebih dekat dengan tempat tinggal mereka.
Pelaksanaan SPELING ditinjau langsung oleh Bupati Purworejo, Yuli Hastuti, SH, sebagai bentuk dukungan terhadap upaya peningkatan kualitas dan pemerataan pelayanan kesehatan di Kabupaten Purworejo. Dalam kesempatan tersebut, Bupati mengapresiasi pelaksanaan program SPELING yang terus berkembang dan menjangkau lebih banyak desa setiap tahunnya.
Menurut Bupati, program SPELING menjadi salah satu solusi untuk mendekatkan layanan kesehatan spesialis kepada masyarakat, terutama di wilayah yang memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas kesehatan rujukan. Semoga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat layanan kesehatan spesialis yang lebih dekat dan mudah dijangkau. Mari membiasakan diri memeriksa kesehatan sejak dini melalui berbagai layanan kesehatan yang telah disediakan pemerintah, ujar Bupati.
Bupati juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan program kesehatan yang tersedia, termasuk Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan SPELING, sebagai upaya deteksi dini faktor risiko maupun penyakit sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat. Selain itu, Bupati meminta kader PKK untuk berperan aktif menyebarluaskan informasi terkait program-program kesehatan hingga tingkat dasawisma agar seluruh masyarakat dapat mengetahui dan memanfaatkan layanan kesehatan yang telah disediakan pemerintah.
Dalam kegiatan ini, tim medis dari RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo menghadirkan dokter spesialis dari berbagai bidang, antara lain spesialis penyakit dalam, spesialis anak, serta tenaga kesehatan pendukung lainnya. Layanan juga didukung oleh tim farmasi dan radiografer dengan fasilitas rontgen portabel, sehingga masyarakat dapat memperoleh pemeriksaan penunjang secara langsung di lokasi kegiatan. Melalui kolaborasi antara Dinkesda Kabupaten Purworejo, RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo, dan Puskesmas Loano, program SPELING diharapkan dapat terus meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan spesialistik yang berkualitas, sekaligus mendukung upaya deteksi dini dan pencegahan penyakit guna mewujudkan masyarakat Purworejo yang lebih sehat.(MI)

Selengkapnya
18. Tanggal : 19-06-2026 Jam : 10::07

Dinkesda Purworejo Gelar Pertemuan Perencanaan Kebutuhan Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) Tahun 2026

PURWOREJO – Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo menyelenggarakan Pertemuan Perencanaan Kebutuhan Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) pada Rabu, 17 Juni 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan koordinasi dalam penyusunan kebutuhan SDMK di fasilitas pelayanan kesehatan.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan (Yankes SDK) Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo. Dalam sambutannya disampaikan bahwa perencanaan SDMK yang tepat menjadi salah satu faktor penting dalam menjamin ketersediaan tenaga kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.
Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut, Kepala Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Purworejo, Dwita, serta perwakilan dari BKPSDM Kabupaten Purworejo, Andika. Dalam pemaparannya disampaikan bahwa pengisian aplikasi Rencana Kebutuhan SDMK (Renbut SDMK) harus diselesaikan paling lambat pada tanggal 23 Juni 2026 sebagai dasar penyusunan kebutuhan tenaga kesehatan di daerah.
Selain membahas teknis pengisian aplikasi Renbut SDMK, narasumber juga menyampaikan bahwa saat ini terdapat 13 jenis tenaga kesehatan yang menjadi dasar perencanaan kebutuhan SDMK di fasilitas pelayanan kesehatan. Selain itu, terdapat penambahan dua jenis tenaga kesehatan baru, yaitu Dokter Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer serta Psikolog Klinis.
Penambahan jenis tenaga kesehatan tersebut diharapkan dapat memperkuat layanan kesehatan primer sekaligus mendukung peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan jiwa bagi masyarakat. Melalui perencanaan SDMK yang baik, diharapkan kebutuhan tenaga kesehatan di Kabupaten Purworejo dapat terpenuhi secara lebih efektif dan sesuai dengan perkembangan kebutuhan pelayanan kesehatan.(MI)

Selengkapnya
19. Tanggal : 13-06-2026 Jam : 18::04

DINKESDA PURWOREJO HADIRKAN CEK KESEHATAN GRATIS PADA PERINGATAN HKG PKK KE-54 TAHUN 2026

PURWOREJO, SABTU (13/6/2026) – Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo turut berpartisipasi dalam rangkaian Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tingkat Kabupaten Purworejo Tahun 2026 yang diselenggarakan di Desa Kunirejo Kulon, Kecamatan Butuh. Pada kesempatan tersebut, Dinkesda menghadirkan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dilaksanakan oleh tim kesehatan dari Puskesmas Butuh.
Layanan Cek Kesehatan Gratis mendapat sambutan yang sangat baik dari masyarakat. Sejak pagi, warga yang hadir tampak antusias memanfaatkan kesempatan untuk memeriksakan kondisi kesehatannya. Antrean peserta terlihat di area pelayanan kesehatan sebagai bentuk meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini faktor risiko penyakit dan pemantauan kondisi kesehatan secara berkala.
Dalam kegiatan ini, tim kesehatan Puskesmas Butuh memberikan sejumlah layanan pemeriksaan kesehatan dasar, meliputi pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan Gula Darah Sewaktu (GDS), serta pemeriksaan antropometri yang meliputi pengukuran tinggi badan dan berat badan untuk mengetahui status gizi dan kondisi kesehatan peserta. Selain pemeriksaan, petugas juga memberikan edukasi dan konsultasi kesehatan sesuai hasil pemeriksaan yang diperoleh, sehingga masyarakat dapat memahami kondisi kesehatannya serta langkah-langkah pencegahan yang perlu dilakukan.
Peringatan HKG PKK ke-54 dihadiri langsung oleh Bupati Purworejo, Yuli Hastuti, SH, yang mengajak seluruh kader PKK untuk terus bergerak menjadi garda terdepan dalam membangun keluarga yang sehat, mandiri, dan sejahtera. Menurutnya, momentum HKG PKK harus dimanfaatkan untuk memperkuat peran keluarga sebagai fondasi utama dalam menciptakan generasi unggul dan berdaya saing di Kabupaten Purworejo.
Selain itu, Ketua TP PKK Kabupaten Purworejo, Raja Thifal Mazaya Izzati, S.I.Kom., mengajak seluruh kader PKK untuk terus memperkuat komitmen dalam melaksanakan 10 Program Pokok PKK serta mendukung kebijakan pembangunan pemerintah guna meningkatkan kesejahteraan dan ketahanan keluarga.
Rangkaian kegiatan HKG PKK ke-54 berlangsung meriah dengan berbagai agenda, mulai dari senam bersama, pameran UMKM, hingga layanan Cek Kesehatan Gratis yang disediakan oleh Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo. Kehadiran layanan kesehatan ini menjadi salah satu bentuk dukungan Dinkesda dalam meningkatkan akses pelayanan kesehatan promotif dan preventif bagi masyarakat. Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin sebagai langkah awal untuk menjaga kesehatan, mencegah penyakit, dan meningkatkan kualitas hidup keluarga menuju masyarakat Purworejo yang sehat dan sejahtera.(MI)

Selengkapnya
20. Tanggal : 13-06-2026 Jam : 17::41

Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia Tahun 2026, Dinkesda Purworejo Gelar Edukasi Kesehatan dan Skrining Perilaku Merokok

PURWOREJO – Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo (Dinkesda) bersama Promotor Kesehatan Puskesmas se Kabupaten Purworejo menyelenggarakan rangkaian kegiatan Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) Tahun 2026 pada JUMAT, 12 JUNI 2026 di Lobby Kantor Bupati Purworejo dan kawasan Alun-Alun Purworejo. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pengendalian konsumsi tembakau dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Peringatan HTTS tahun ini diisi dengan berbagai kegiatan promotif dan preventif yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya rokok serta pentingnya menjaga kesehatan. Selain itu, masyarakat juga mendapatkan edukasi mengenai kewaspadaan terhadap Leptospirosis dan Demam Berdarah yang berpotensi meningkat pada musim kemarau.
Tim promotor kesehatan dari Dinkesda dan puskesmas melaksanakan kampanye dan edukasi kesehatan dengan berkeliling kawasan Alun Alun Purworejo. Petugas memberikan informasi secara langsung kepada masyarakat yang sedang berolahraga maupun beraktivitas mengenai pencegahan penyakit dan penerapan perilaku hidup sehat.
Di Lobby Kantor Bupati Purworejo, masyarakat dapat mengikuti skrining perilaku merokok dan pemeriksaan Carbon Monoxide (CO) Analyzer. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengukur kadar karbon monoksida dalam paru-paru sebagai dampak dari paparan asap rokok. Sebanyak 90 peserta mengikuti pemeriksaan CO Analyzer dan mendapatkan penjelasan terkait hasil pemeriksaan yang diperoleh.
Sebagai tindak lanjut, beberapa peserta yang memerlukan pendampingan mendapatkan layanan Konseling Upaya Berhenti Merokok (UBM). Melalui layanan ini, peserta memperoleh edukasi dan motivasi untuk memulai langkah berhenti merokok demi meningkatkan kualitas kesehatan diri dan keluarga. Melalui kegiatan ini, Dinkesda Kabupaten Purworejo berharap kesadaran masyarakat terhadap bahaya rokok semakin meningkat serta mendorong terciptanya lingkungan yang sehat, produktif, dan bebas asap rokok. Momentum Hari Tanpa Tembakau Sedunia juga menjadi pengingat bahwa upaya menjaga kesehatan merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan dukungan seluruh elemen masyarakat.(MI)

Selengkapnya
21. Tanggal : 13-06-2026 Jam : 16::55

Deteksi Dini dan Psikoedukasi Kesehatan Jiwa dan NAPZA bagi Pelajar di SMK N 1 Purworejo

PURWOREJO – Upaya meningkatkan kesehatan jiwa remaja serta mencegah penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA) terus dilakukan melalui kegiatan promotif dan preventif di lingkungan sekolah. Salah satunya melalui kegiatan Deteksi Dini dan Psikoedukasi Kesehatan Jiwa dan NAPZA yang diselenggarakan pada KAMIS, 11 JUNI 2026 di SMK N 1 Purworejo.
Kegiatan yang diprakarsai oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah ini menyasar 100 siswa kelas X sebagai kelompok usia yang berada pada fase penting perkembangan remaja. Melalui kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan jiwa, membangun ketahanan mental, serta meningkatkan kemampuan dalam menghadapi berbagai tantangan dan pengaruh negatif yang berpotensi mengarah pada penyalahgunaan NAPZA.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo, dr. Budi Susanti, M.Sc, dan Kepala SMK N 1 Purworejo, Purwanti, S.Pd., M.Par, yang memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program sebagai bagian dari upaya bersama dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan mendukung tumbuh kembang peserta didik.
Materi pertama disampaikan oleh Sapto Yuniarto, SKM dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah yang mengangkat tema Afirmasi Positif. Dalam sesi tersebut, peserta diajak untuk mengenali potensi diri, membangun pola pikir positif, serta meningkatkan rasa percaya diri sebagai bekal dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan remaja.
Selanjutnya, Agasta Irena Effendi, S.Pd dari BNN Provinsi Jawa Tengah menyampaikan materi mengenai Ketahanan Mental dan Keterampilan Sosial untuk Mencegah Penyalahgunaan NAPZA bagi Pelajar. Materi ini menekankan pentingnya kemampuan remaja dalam mengambil keputusan yang tepat, membangun hubungan sosial yang sehat, serta memiliki keberanian untuk menolak ajakan yang dapat membahayakan masa depan mereka.
Sementara itu, dr. Puspita Jauharil F, MM dari BNN Provinsi Jawa Tengah memberikan edukasi terkait penggunaan instrumen ASSIST (Alcohol, Smoking, and Substances Involvement Screening Test) sebagai salah satu metode skrining untuk mengidentifikasi risiko keterlibatan seseorang terhadap penggunaan rokok, alkohol, maupun zat adiktif lainnya.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan skrining mandiri kesehatan jiwa menggunakan instrumen MMYs serta skrining ASSIST yang dilaksanakan oleh tim Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo bersama Puskesmas Banyuurip, Puskesmas Mranti, dan Puskesmas Purworejo. Pada kesempatan yang sama, peserta juga memperoleh pelayanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) berupa pemeriksaan tekanan darah dan kadar gula darah sebagai bagian dari upaya deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular.
Berdasarkan hasil skrining yang dilakukan, ditemukan beberapa peserta yang menunjukkan indikasi permasalahan kesehatan jiwa serta risiko adiksi terhadap penggunaan produk tembakau yang memerlukan tindak lanjut lebih lanjut. Temuan tersebut menjadi perhatian bersama mengingat remaja merupakan generasi penerus bangsa yang diharapkan dapat menjalani masa produktif yang panjang dengan kondisi kesehatan fisik dan mental yang optimal.
Melalui kegiatan ini diharapkan para pelajar semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan jiwa, mampu membangun ketahanan mental yang kuat, serta terhindar dari penyalahgunaan NAPZA dan perilaku berisiko lainnya. Sinergi antara sektor kesehatan, pendidikan, dan pemangku kepentingan terkait diharapkan dapat terus diperkuat guna mewujudkan generasi muda Purworejo yang sehat, tangguh, dan berdaya saing.(MI)

Selengkapnya
22. Tanggal : 12-06-2026 Jam : 12::19

Dinkesda dan PMI Kabupaten Purworejo Gelar Donor Darah Sukarela, Pegawai Turut Berpartisipasi

PURWOREJO, 11 JUNI 2026 – Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo (Dinkesda) bekerja sama dengan PMI Kabupaten Purworejo menyelenggarakan kegiatan Donor Darah Sukarela pada KAMIS (11/06/2026) di UPT Labkesda Kabupaten Purworejo. Kegiatan yang terbuka untuk masyarakat umum ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga ketersediaan stok darah sekaligus meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Sejak pagi, peserta donor darah yang terdiri dari pegawai Dinkesda, instansi terkait, serta masyarakat umum mulai berdatangan untuk mengikuti proses donor. Sebelum melakukan donor darah, peserta menjalani pemeriksaan kesehatan awal oleh petugas guna memastikan kondisi tubuh memenuhi syarat sebagai pendonor.
Karyawan Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan donor darah sukarela. Partisipasi tersebut menunjukkan komitmen insan kesehatan dalam mendukung pelayanan kesehatan dan membantu sesama yang membutuhkan transfusi darah. Donor darah tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima, tetapi juga menjadi salah satu bentuk kepedulian kemanusiaan yang dapat dilakukan secara sederhana. Setiap kantong darah yang terkumpul berpotensi membantu pasien yang membutuhkan transfusi akibat kecelakaan, tindakan operasi, maupun pengobatan berbagai penyakit.
Melalui kegiatan ini, Dinkesda bersama PMI Kabupaten Purworejo berharap kesadaran masyarakat untuk melakukan donor darah secara rutin semakin meningkat sehingga kebutuhan darah di Kabupaten Purworejo dapat terpenuhi dengan baik. Semangat kebersamaan dan kepedulian yang ditunjukkan para pendonor menjadi bukti bahwa setetes darah yang disumbangkan dapat memberikan harapan dan menyelamatkan kehidupan sesama.(MI)

Selengkapnya
23. Tanggal : 12-06-2026 Jam : 11::07

Pelatihan Keamanan Pangan SPPG Bantengan Pituruh Tingkatkan Mutu dan Keamanan Penyajian Makanan

PITURUH, 10 JUNI 2026 – Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo melalui tim kesehatan lingkungan dan gizi bersama Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten Purworejo melaksanakan kegiatan Pelatihan Keamanan Pangan bagi pengelola dan penjamah makanan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bantengan, Kecamatan Pituruh, pada RABU (10/6/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan penjamah makanan dalam menerapkan prinsip keamanan pangan pada seluruh tahapan pengolahan makanan, mulai dari penerimaan bahan baku, penyimpanan, pengolahan, hingga penyajian makanan kepada sasaran penerima manfaat. Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai pentingnya higiene dan sanitasi pangan, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat bagi penjamah makanan, pengendalian risiko kontaminasi pangan, pengelolaan sarana dan peralatan pengolahan makanan, serta prosedur penyimpanan bahan pangan yang sesuai standar kesehatan.
Tim Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo juga memberikan edukasi terkait upaya pencegahan kejadian keracunan pangan melalui penerapan praktik pengolahan makanan yang baik dan aman. Sementara itu, tim Labkesda menyampaikan pentingnya pengawasan kualitas pangan serta peran pemeriksaan laboratorium dalam mendukung keamanan pangan yang dikonsumsi masyarakat. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh pengelola dan penjamah makanan di SPPG Bantengan mampu menerapkan standar keamanan pangan secara konsisten sehingga makanan yang diproduksi memiliki kualitas yang baik, aman dikonsumsi, dan mendukung keberhasilan program pemenuhan gizi bagi masyarakat. Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo berkomitmen untuk terus melakukan pembinaan dan pendampingan terhadap penyelenggara pangan guna mewujudkan pelayanan pangan yang aman, sehat, dan berkualitas di Kabupaten Purworejo. (MI)

Selengkapnya
24. Tanggal : 12-06-2026 Jam : 10::56

Dinkesda Purworejo Musnahkan 10 Ton Obat dan Perbekalan Farmasi Kedaluwarsa Melalui Pengelolaan Limbah B3 Berizin

SUKOHARJO, 11 JUNI 2026 – Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo bersama Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Purworejo melaksanakan rangkaian kegiatan pemusnahan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) berupa obat-obatan dan perbekalan farmasi rusak maupun kedaluwarsa periode tahun 2022–2024. Rangkaian kegiatan diawali pada RABU, 10 JUNI 2026, dengan proses pengambilan, verifikasi, penimbangan, dan pemuatan (loading) limbah B3 di Instalasi Farmasi Kabupaten Purworejo. Kegiatan tersebut dimonitor langsung oleh Apoteker Instalasi Farmasi, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan (Yankes SDK), serta Pengelola Barang Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo untuk memastikan kesesuaian jenis, jumlah, dan administrasi limbah yang akan dimusnahkan.
Sebanyak 10 ton limbah B3 berupa obat-obatan dan perbekalan farmasi yang telah rusak maupun kedaluwarsa kemudian dimuat ke dalam kendaraan pengangkut milik PT Arah Environmental Indonesia. Setelah proses loading selesai, kendaraan ditutup dan digembok guna menjamin keamanan selama perjalanan menuju lokasi pengolahan limbah B3. Tim Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo bersama BPKAD Kabupaten Purworejo melakukan kunjungan lapangan ke fasilitas pengolahan limbah B3 PT Arah Environmental Indonesia di Sukoharjo. Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan serah terima limbah obat kedaluwarsa sekaligus melihat secara langsung proses pemusnahan limbah yang dilakukan oleh pihak pengelola berizin.
Kegiatan diawali dengan briefing dan safety induction oleh Tim Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) PT Arah Environmental Indonesia. Peserta memperoleh penjelasan mengenai prosedur keselamatan kerja, penggunaan alat pelindung diri (APD) wajib berupa masker, sarung tangan, helm keselamatan, dan sepatu keselamatan. Tim juga diberikan informasi mengenai area-area yang termasuk zona terbatas, seperti fasilitas penyimpanan limbah B3 dan area insinerator. Setelah itu, peserta mengikuti tur fasilitas untuk melihat secara langsung tahapan pengelolaan limbah B3, mulai dari area penerimaan dan penimbangan limbah, tempat penyimpanan sementara, proses pemusnahan menggunakan insinerator, hingga sistem pengolahan gas buang dan pengelolaan abu residu hasil pembakaran.
Dalam kesempatan tersebut, tim dapat menyaksikan secara langsung proses pemusnahan limbah obat dan perbekalan farmasi yang dilakukan menggunakan teknologi insinerator hingga menjadi abu residu yang kemudian dikelola sesuai ketentuan lingkungan hidup yang berlaku. Sebagai bukti pelaksanaan, pihak pengelola limbah menerbitkan Berita Acara Pemusnahan yang menjadi dokumen pertanggungjawaban kegiatan. Kegiatan ini dihadiri oleh Kabid Pelayanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan (Yankes SDK), Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2), apoteker Dinas Kesehatan, Tenaga Teknis Kefarmasian (TTK) Pengurus Barang, petugas Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo, serta perwakilan BPKAD Kabupaten Purworejo.
Kunjungan lapangan diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab mengenai tata kelola limbah B3, teknologi pemusnahan, pengendalian dampak lingkungan, serta pemenuhan regulasi pengelolaan limbah kesehatan. Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo terus memperkuat komitmen dalam mewujudkan pengelolaan sediaan farmasi yang tertib, akuntabel, aman, dan ramah lingkungan guna mendukung pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat. (MI)

Selengkapnya
25. Tanggal : 12-06-2026 Jam : 10::52

Dinkesda Purworejo Laksanakan Loading 10 Ton Limbah B3 Obat dan Perbekalan Farmasi untuk Pemusnahan

PURWOREJO, 10 JUNI 2026 – Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo melaksanakan kegiatan pengambilan dan pemuatan (loading) limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) berupa obat-obatan dan perbekalan farmasi rusak maupun kedaluwarsa di Instalasi Farmasi Kabupaten Purworejo, RABU (10/6). Kegiatan ini merupakan tahapan awal sebelum pelaksanaan pemusnahan limbah farmasi yang telah mendapatkan persetujuan dari Bupati Purworejo. Limbah yang akan dimusnahkan berasal dari akumulasi obat dan perbekalan farmasi rusak maupun kedaluwarsa periode tahun 2022 hingga 2024 yang tersimpan di Instalasi Farmasi Kabupaten Purworejo.
Truk pengangkut dari PT. Arah Environmental Indonesia tiba di lokasi untuk melakukan proses loading limbah B3. Sebelum dimuat ke dalam kendaraan, petugas melakukan pengecekan dokumen, verifikasi jenis limbah, serta memastikan kesesuaian jumlah limbah yang akan diangkut menuju fasilitas pemusnahan. Proses loading dilakukan secara bertahap dengan pengawasan ketat guna memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai prosedur pengelolaan limbah B3. Kegiatan ini dimonitor langsung oleh Apoteker Instalasi Farmasi Kabupaten Purworejo, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan (Yankes SDK), serta Pengelola Barang Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo.
Kepala Bidang Yankes SDK menyampaikan bahwa pengawasan dilakukan untuk memastikan keamanan, ketertelusuran, dan akuntabilitas pengelolaan obat serta perbekalan farmasi yang sudah tidak layak digunakan. Selain itu, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo dalam menjaga kualitas pengelolaan logistik farmasi dan mencegah potensi penyalahgunaan obat kedaluwarsa. Setelah proses loading selesai, limbah B3 siap diangkut menuju fasilitas pengolahan dan pemusnahan limbah milik PT. Arah Environmental Indonesia untuk dimusnahkan sesuai ketentuan yang berlaku. (MI)

Selengkapnya
26. Tanggal : 11-06-2026 Jam : 16::14

Dinkesda Purworejo Laksanakan Pengawasan Keamanan Pangan pada Usaha Catering di Desa Secang

PURWOREJO – Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo melalui Tim Farmasi dan Makanan Minuman (FARMAMIN) melaksanakan kegiatan pengawasan keamanan pangan pada salah satu usaha catering di Desa Secang, Kecamatan Ngombol, pada SELASA, 9 JUNI 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Dinkesda Kabupaten Purworejo dalam menjamin keamanan pangan siap saji yang diproduksi oleh pelaku usaha jasa boga. Pengawasan dilakukan secara menyeluruh pada seluruh tahapan pengolahan makanan untuk memastikan pangan yang dihasilkan aman, sehat, dan layak dikonsumsi masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Tim FARMAMIN melakukan pemeriksaan mulai dari kualitas dan kondisi bahan baku makanan, baik bahan pangan segar maupun bahan pangan olahan yang digunakan dalam proses produksi. Selain itu, tim juga meninjau tempat dan tata cara penyimpanan bahan makanan guna memastikan suhu, kebersihan, serta sistem penyimpanan telah sesuai dengan prinsip keamanan pangan. Pengawasan juga dilakukan pada proses pengolahan dan pemasakan makanan, termasuk penggunaan peralatan, kebersihan area produksi, serta penerapan higiene oleh para penjamah makanan. Tim memastikan setiap tahapan pengolahan dilakukan dengan baik untuk mencegah terjadinya kontaminasi yang dapat memengaruhi kualitas dan keamanan pangan. Tidak hanya itu, aspek sanitasi lingkungan usaha turut menjadi fokus pengawasan, meliputi kebersihan ruang produksi, ketersediaan sarana cuci tangan, pengelolaan limbah, sumber air bersih, serta kondisi fasilitas sanitasi lainnya yang mendukung proses produksi makanan yang aman. 
Melalui kegiatan ini, Tim FARMAMIN juga memberikan pembinaan dan edukasi kepada pengelola usaha catering mengenai pentingnya penerapan higiene sanitasi pangan secara konsisten sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit yang ditularkan melalui makanan (foodborne disease). Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap sarana pengelolaan pangan di wilayah Kabupaten Purworejo guna meningkatkan perlindungan kesehatan masyarakat serta mewujudkan pangan yang aman, bermutu, dan sehat untuk dikonsumsi.(MI)

Selengkapnya
27. Tanggal : 11-06-2026 Jam : 11::31

SPELING Jangkau Warga Desa Durensari Kecamatan Bagelen, 59 Masyarakat Manfaatkan Layanan Dokter Spesialis

BAGELEN, Selasa 9 Juni 2026 – Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo kembali menghadirkan Program SPELING (Spesialis Keliling) bagi masyarakat. Kali ini, layanan kesehatan spesialis dilaksanakan di Desa Durensari, Kecamatan Bagelen, sebagai upaya mendekatkan akses pelayanan kesehatan rujukan kepada masyarakat. Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Kabupaten Purworejo yang hadir mewakili Bupati Purworejo. Hadir pula Sekretaris Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo dr. Budi Susanti, M.Sc, jajaran Forkopimcam Bagelen, Kepala Puskesmas Dadirejo beserta tim, Pemerintah Desa Durensari, serta tim dokter spesialis dari RSU Aisyiyah Purworejo. 
Program SPELING merupakan inovasi pelayanan kesehatan yang menghadirkan dokter spesialis langsung ke desa sehingga masyarakat dapat memperoleh layanan pemeriksaan dan konsultasi kesehatan tanpa harus datang ke rumah sakit. Kehadiran layanan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat yang memanfaatkan kesempatan untuk memeriksakan kondisi kesehatannya secara langsung kepada dokter spesialis. Pada pelaksanaan di Desa Durensari, tercatat sebanyak 59 warga mendapatkan pelayanan kesehatan spesialis. Adapun rincian pelayanan yang diberikan meliputi 40 pasien Spesialis Penyakit Dalam, 13 pasien Spesialis Anak, dan 6 pasien Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Obsgyn).
Tingginya jumlah kunjungan pada layanan Penyakit Dalam menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara dini, khususnya terkait penyakit tidak menular yang banyak ditemukan pada kelompok usia produktif maupun lanjut usia. Sementara itu, layanan Spesialis Anak dan Obsgyn memberikan kemudahan bagi ibu dan anak untuk memperoleh konsultasi kesehatan yang lebih optimal tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke fasilitas kesehatan rujukan.
Melalui Program SPELING, Pemerintah Kabupaten Purworejo terus berupaya memperluas akses pelayanan kesehatan spesialis yang berkualitas dan merata hingga tingkat desa. Diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan deteksi dini faktor risiko penyakit, mempercepat penanganan kasus kesehatan, serta mendukung terwujudnya masyarakat Purworejo yang lebih sehat dan sejahtera. Kolaborasi antara pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan SPELING dalam menghadirkan layanan kesehatan yang dekat, mudah diakses, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.(MI)

Selengkapnya
28. Tanggal : 11-06-2026 Jam : 11::23

Perkuat Penemuan Kasus TBC, Dinkesda Purworejo Gandeng Polres Purworejo dan Bhabinkamtibmas Lakukan Tracing Kontak

PURWOREJO – Selasa 9 Juni 2026. Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo melalui Tim Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2) menggelar Pertemuan Koordinasi Kegiatan Tracing Kontak Pasien Tuberkulosis (TBC) oleh Bhabinkamtibmas bersama Polres Purworejo. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat penemuan kasus TBC, meningkatkan cakupan investigasi kontak, serta menekan angka pasien yang mangkir pengobatan. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkesda Kabupaten Purworejo, dr. Siti Atika Widiastuti.
Dalam paparannya mengenai kebijakan Program Tuberkulosis, dr. Siti Atika menyampaikan bahwa TBC masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat yang memerlukan keterlibatan berbagai pihak. Selain penguatan pelayanan kesehatan, keberhasilan pengendalian TBC sangat ditentukan oleh kemampuan menemukan kasus secara aktif melalui investigasi kontak dan pelacakan pasien yang belum menjalani pengobatan secara tuntas. Materi selanjutnya disampaikan oleh Kasat Binmas Polres Purworejo, IPTU Damara Wibowo, S.Tr., S.I.K., M.H., yang menjelaskan peran Bhabinkamtibmas dalam mendukung kegiatan tracing TBC di masyarakat. Melalui kedekatan dengan warga di wilayah binaan, Bhabinkamtibmas diharapkan dapat membantu petugas kesehatan melakukan pendekatan persuasif kepada kontak serumah maupun kontak erat pasien TBC sehingga proses skrining dan pemeriksaan dapat berjalan lebih optimal.
Sementara itu, PJ Program TBC Dinkesda Kabupaten Purworejo, Widiastuti, S.Kep., M.Sc., memaparkan teknis pelaksanaan tracing TBC, mulai dari identifikasi kasus indeks, investigasi kontak, skrining gejala, hingga mekanisme rujukan pemeriksaan Tes Cepat Molekuler (TCM). Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai alur koordinasi antara puskesmas, Klinik Polres, kader kesehatan, dan Bhabinkamtibmas dalam pelaksanaan tracing di lapangan.
Diskusi yang berlangsung aktif menghasilkan sejumlah kesepakatan tindak lanjut, di antaranya pelacakan pasien TBC Sensitif Obat (SO) maupun TBC Resistan Obat (RO) yang mangkir pengobatan, penyelarasan data tracing antara Dinkesda dan Polres, penguatan pelaporan melalui Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB), pelaksanaan skrining di pondok pesantren, serta optimalisasi peran Bhabinkamtibmas dalam kegiatan investigasi kontak. Melalui sinergi antara Dinkesda Kabupaten Purworejo, Polres Purworejo, puskesmas, Klinik Polres, dan kader kesehatan, diharapkan penemuan kasus TBC dapat semakin meningkat sehingga rantai penularan dapat diputus lebih cepat. Kolaborasi ini menjadi bagian penting dalam mendukung target eliminasi TBC dan mewujudkan masyarakat Purworejo yang lebih sehat.(MI) 

Selengkapnya
29. Tanggal : 10-06-2026 Jam : 11::35

Dinkesda Purworejo Perkuat Pemenuhan Standar Sarana, Prasarana, dan Alat Kesehatan untuk Mendukung Integrasi Layanan Primer

PURWOREJO – Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo melanjutkan kegiatan Pembinaan dan Pemetaan Sarana, Prasarana, dan Alat Kesehatan (ASPAK) pada Puskesmas, Pustu, dan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) pada hari kedua, SELASA (9/6/2026), di Restoran Pringsewu Purworejo. Kegiatan ini diikuti oleh pengelola ASPAK dari seluruh Puskesmas dan Labkesmas di Kabupaten Purworejo sebagai upaya meningkatkan kualitas data serta pemenuhan standar sarana, prasarana, dan alat kesehatan dalam mendukung transformasi layanan kesehatan primer.
Kegiatan hari kedua menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah yang menyampaikan materi Strategi Peningkatan Sarana, Prasarana, dan Alat Kesehatan pada Puskesmas, Pustu, dan Labkesmas dalam Menunjang Integrasi Layanan Primer (ILP). 
Dalam paparannya, narasumber menegaskan bahwa pemenuhan standar sarana, prasarana, dan alat kesehatan (SPA) merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan primer, memperkuat sistem rujukan, serta mendukung implementasi program prioritas kesehatan nasional, termasuk Integrasi Layanan Primer (ILP) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Selain pemaparan materi, peserta juga mendapatkan pendampingan dalam proses updating data ASPAK guna memastikan data yang tercatat sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Data ASPAK yang lengkap dan akurat menjadi dasar penting dalam proses perencanaan kebutuhan, penganggaran, pembinaan, hingga penilaian akreditasi fasilitas pelayanan kesehatan.
Pada sesi evaluasi, Tim Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo memaparkan capaian penginputan ASPAK tahun 2026. Berdasarkan hasil evaluasi, sebanyak 21 dari 27 Puskesmas atau 77,78 persen telah melakukan pembaruan data ASPAK secara lengkap. Sementara itu, seluruh Laboratorium Kesehatan Masyarakat di Kabupaten Purworejo telah mencapai 100 persen pembaruan data ASPAK. Capaian tersebut menunjukkan komitmen fasilitas pelayanan kesehatan dalam mendukung penyediaan data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar pengambilan kebijakan.
Kegiatan dilanjutkan dengan penyusunan rencana tindak lanjut yang melibatkan Dinas Kesehatan Daerah, Puskesmas, dan Labkesmas. Beberapa langkah yang disepakati meliputi pelaksanaan inventarisasi sarana, prasarana, dan alat kesehatan secara berkala, pemutakhiran data ASPAK sesuai ketentuan, pemetaan kebutuhan berdasarkan standar yang berlaku, serta penguatan koordinasi dalam pemenuhan kebutuhan melalui berbagai sumber pendanaan, termasuk optimalisasi anggaran BLUD.
Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo berharap seluruh Puskesmas, Pustu, dan Labkesmas dapat terus meningkatkan kualitas pengelolaan sarana, prasarana, dan alat kesehatan sehingga mampu mendukung penyelenggaraan pelayanan kesehatan primer yang berkualitas, terstandar, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Data ASPAK yang akurat diharapkan menjadi landasan perencanaan pembangunan kesehatan yang lebih tepat sasaran serta mendukung terwujudnya pelayanan kesehatan yang semakin baik bagi masyarakat Kabupaten Purworejo.(MI)

Selengkapnya
30. Tanggal : 10-06-2026 Jam : 10::50

Dinkesda Purworejo Gelar Pembinaan dan Pendataan ASPAK untuk Tingkatkan Kualitas Data Fasilitas Kesehatan

PURWOREJO, 8 JUNI 2026 – Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo menyelenggarakan kegiatan Pembinaan dan Pendataan melalui Aplikasi Sarana, Prasarana, dan Alat Kesehatan (ASPAK) bagi Puskesmas, Puskesmas Pembantu (Pustu), dan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) se-Kabupaten Purworejo. Kegiatan yang berlangsung pada 8–9 Juni 2026 di Restoran Pringsewu Purworejo ini diikuti oleh pengelola ASPAK dari seluruh Puskesmas dan Labkesda.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan (Yankes SDK) Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo. Dalam sambutannya disampaikan bahwa data sarana, prasarana, dan alat kesehatan yang akurat merupakan fondasi penting dalam perencanaan pembangunan kesehatan, pemenuhan standar pelayanan, serta peningkatan mutu fasilitas kesehatan di Kabupaten Purworejo. 
Pembinaan hari pertama menghadirkan narasumber dari Direktorat Fasilitas dan Mutu Pelayanan Kesehatan Primer Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang menyampaikan materi terkait kebijakan implementasi ASPAK serta tata cara pembaruan data sarana, prasarana, dan alat kesehatan pada fasilitas pelayanan kesehatan. ASPAK merupakan aplikasi nasional yang digunakan untuk menghimpun data sarana, prasarana, dan alat kesehatan pada fasilitas pelayanan kesehatan. Data yang tersaji dalam ASPAK menjadi dasar dalam penyusunan perencanaan kebutuhan, pembinaan, pengawasan, akreditasi, perizinan, hingga pengembangan pelayanan kesehatan. 
Selain pemaparan kebijakan, peserta juga mendapatkan pendampingan teknis penginputan dan pembaruan data ASPAK yang meliputi data umum fasilitas kesehatan, sarana, prasarana, alat kesehatan, hingga proses validasi data. Melalui sesi praktik langsung, peserta diharapkan mampu melakukan pemutakhiran data secara lengkap, akurat, dan sesuai kondisi riil fasilitas kesehatan masing-masing. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Dinkesda Kabupaten Purworejo dalam mendukung transformasi layanan primer melalui penguatan tata kelola data fasilitas kesehatan. Dengan data ASPAK yang berkualitas, proses perencanaan dan pengambilan kebijakan dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran sehingga mendukung peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Purworejo.(MI)

Selengkapnya
31. Tanggal : 09-06-2026 Jam : 15::11

Apel Pagi Dinkesda Purworejo Bahas Pelaksanaan SPELING, Monitoring SPPG, dan Persiapan Pertemuan ASPAK

PURWOREJO, 8 JUNI 2026 – Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo melaksanakan apel pagi di halaman depan kantor Dinkesda Kabupaten Purworejo pada SENIN (8/6/2026). Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan (Yankes SDK) serta diikuti oleh seluruh pegawai Dinkesda. 
Dalam amanatnya, Kepala Bidang Yankes SDK menyampaikan beberapa informasi penting terkait pelaksanaan program dan kegiatan yang menjadi prioritas Dinkesda Kabupaten Purworejo pada bulan Juni 2026. Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah pelaksanaan Program Spesialis Keliling (SPELING). Program yang bertujuan mendekatkan pelayanan kesehatan spesialistik kepada masyarakat ini telah dijadwalkan pada 7 lokus desa di Kabupaten Purworejo selama bulan Juni 2026. Melalui SPELING, masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan spesialistik lebih dekat dengan tempat tinggalnya sehingga mendukung peningkatan akses dan pemerataan pelayanan kesehatan.
Selain itu, disampaikan pula perkembangan kegiatan Monitoring dan Evaluasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dilakukan secara berkala untuk memastikan penyelenggaraan Program Makan Bergizi berjalan sesuai ketentuan. Monitoring dan evaluasi mencakup aspek keamanan pangan, higiene sanitasi, pemenuhan standar operasional, serta kualitas pelayanan kepada penerima manfaat. Pada kesempatan tersebut, Kepala Bidang Yankes SDK juga menginformasikan bahwa pertemuan koordinasi dan pembinaan ASPAK (Aplikasi Sarana, Prasarana, dan Alat Kesehatan) akan dilaksanakan pada minggu ini. Seluruh pengelola sarana kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan diminta untuk melakukan pemutakhiran data sarana, prasarana, dan alat kesehatan secara lengkap dan akurat sebagai bahan evaluasi dan perencanaan pembangunan kesehatan. Data ASPAK yang valid dan mutakhir memiliki peran strategis dalam mendukung pemetaan kondisi fasilitas pelayanan kesehatan, perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana, serta penyusunan kebijakan pembangunan kesehatan yang tepat sasaran di Kabupaten Purworejo.
Melalui apel pagi ini, Dinkesda Kabupaten Purworejo menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi, meningkatkan disiplin kerja, dan mendorong kolaborasi seluruh pegawai dalam mendukung keberhasilan program kesehatan. Dengan sinergi yang baik, diharapkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, merata, dan berkelanjutan dapat terus diwujudkan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Purworejo.(MI) 

Selengkapnya
32. Tanggal : 05-06-2026 Jam : 13::56

Dinkesda Purworejo Laksanakan Monitoring dan Pengawasan Keamanan Pangan pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Di Kabupaten Purworejo

PURWOREJO, 4 JUNI 2026 – Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo bersama Puskesmas, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca), pemerintah desa, serta lintas sektor terkait melaksanakan Monitoring dan Pengawasan Keamanan Pangan pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Purworejo. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut Surat Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Nomor KL.02.02/C.VI/1226/2026 tentang Pengawasan Keamanan Pangan pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yang menginstruksikan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota untuk melakukan pengawasan keamanan pangan secara terpadu guna memastikan penyelenggaraan makanan pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memenuhi persyaratan keamanan pangan dan higiene sanitasi.
Pengawasan dilaksanakan sejak pukul 03.00 WIB untuk memastikan seluruh tahapan penyelenggaraan makanan berjalan sesuai standar. Tim melakukan pemantauan secara langsung mulai dari penerimaan bahan pangan, penyimpanan bahan baku, proses pengolahan makanan, higiene penjamah makanan, kebersihan sarana dan peralatan, hingga pendistribusian makanan kepada penerima manfaat. Pada hari pertama pelaksanaan, pengawasan dilakukan di empat lokasi SPPG, yaitu SPPG Purworejo Loano, SPPG Purworejo Purwodadi Jogoresan, SPPG Purworejo Cangkrep Lor, dan SPPG Purworejo Banyurip Kliwon. Kegiatan ini melibatkan tim Dinkesda Kabupaten Purworejo, petugas puskesmas setempat, unsur Forkopimca, pemerintah desa, serta pengelola SPPG di masing-masing wilayah. Selain melakukan pemeriksaan terhadap penerapan higiene dan sanitasi pangan, tim juga memberikan pembinaan dan edukasi kepada pengelola SPPG mengenai prinsip-prinsip keamanan pangan, sanitasi lingkungan, dan pengendalian risiko kontaminasi pangan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya preventif untuk menjaga kualitas makanan yang diproduksi dan didistribusikan kepada penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis.
Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo menyampaikan bahwa pengawasan keamanan pangan merupakan bagian penting dalam menjamin kualitas pelayanan pemenuhan gizi masyarakat. Pengawasan yang dilakukan sejak dini hari memungkinkan seluruh proses produksi makanan dapat dipantau secara menyeluruh, sehingga potensi risiko keamanan pangan dapat diidentifikasi dan dicegah sejak awal. Melalui kolaborasi antara Dinkesda Kabupaten Purworejo, Puskesmas, Forkopimca, pemerintah desa, dan pengelola SPPG, diharapkan seluruh SPPG di Kabupaten Purworejo mampu menerapkan standar keamanan pangan secara konsisten sehingga makanan yang disajikan kepada penerima manfaat aman, sehat, bergizi, dan berkualitas.(MI)

Selengkapnya
33. Tanggal : 05-06-2026 Jam : 11::03

Kemenkes RI Berikan Penguatan Perencanaan Kebutuhan Obat kepada Pengelola Farmasi Puskesmas se-Kabupaten Purworejo Melalui Evaluasi Pelaporan Obat dan Penguatan RKO

PURWOREJO, KAMIS, 4 JUNI 2026 – Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo melaksanakan kegiatan Penilaian Ketersediaan Obat melalui Evaluasi Pelaporan Obat di Puskesmas Tahun 2026 yang diikuti oleh tenaga kefarmasian dari seluruh puskesmas di Kabupaten Purworejo. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas perencanaan kebutuhan obat, vaksin, dan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) guna mendukung pelayanan kesehatan yang optimal bagi masyarakat.
Sebelum penyampaian materi, peserta mendapatkan arahan dari Sekretaris Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo. Dalam arahannya, Sekretaris Dinkesda menekankan pentingnya pengelolaan obat yang didukung oleh data yang valid, akurat, dan tepat waktu. Perencanaan kebutuhan obat yang baik tidak hanya berpengaruh pada ketersediaan obat di fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan, penganggaran, serta upaya menjaga mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Pada kesempatan ini materi disampaikan oleh apt. Fahriza Ardiansyah, S.Farm. dari Direktorat Pengelolaan dan Pelayanan Farmasi, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Narasumber menyampaikan materi mengenai Kebijakan dan Evaluasi Perencanaan Kebutuhan Obat, Vaksin, dan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) melalui e-Monev Obat serta Tata Cara Pelaporan Rencana Kebutuhan Obat (RKO) melalui aplikasi e-Monev Obat. Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa perencanaan kebutuhan obat merupakan bagian penting dari transformasi sistem kesehatan nasional untuk menjamin ketersediaan, pemerataan, dan keterjangkauan obat bagi masyarakat. Akurasi penyusunan RKO menjadi salah satu faktor utama dalam menjaga kesinambungan pasokan obat serta mendukung efektivitas pelayanan kesehatan di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan.
Selain penguatan kebijakan, peserta juga memperoleh pendalaman materi teknis terkait penyusunan dan pelaporan RKO melalui aplikasi e-Monev Obat. Materi mencakup pengolahan data penggunaan obat, analisis ABC-VEN, penyusunan kebutuhan obat berbasis konsumsi dan epidemiologi, hingga proses verifikasi dan pelaporan secara berjenjang. Melalui pemahaman tersebut, diharapkan pengelola farmasi mampu menyusun perencanaan kebutuhan obat yang lebih tepat, rasional, dan sesuai kebutuhan riil pelayanan kesehatan.
Kegiatan berlangsung aktif dan interaktif melalui sesi diskusi serta tanya jawab yang dimanfaatkan peserta untuk menyampaikan berbagai permasalahan dan tantangan dalam pengelolaan obat di lapangan. Forum ini menjadi sarana berbagi pengalaman sekaligus memperkuat koordinasi antara puskesmas, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo, dan Kementerian Kesehatan RI. Melalui kegiatan evaluasi dan pembinaan ini, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo berharap kualitas perencanaan dan pelaporan kebutuhan obat di seluruh puskesmas semakin meningkat sehingga ketersediaan obat, vaksin, dan BMHP dapat terjaga secara berkelanjutan. Dengan demikian, pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan akuntabel sesuai dengan prinsip transformasi sistem kesehatan nasional.(MI)

Selengkapnya
34. Tanggal : 05-06-2026 Jam : 10::21

Dinkesda dan Labkesda Purworejo Gelar Pelatihan Keamanan Pangan di SPPG TNI AD Ketawangrejo

PURWOREJO – Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo bersama Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten Purworejo menyelenggarakan Pelatihan Keamanan Pangan bagi pengelola dan penjamah makanan di SPPG TNI AD Ketawangrejo Grabag yang dikelola oleh Yayasan Manunggal Kartika Jaya pada RABU, 3 JUNI 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam penyelenggaraan makanan yang aman, sehat, dan berkualitas guna mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi. Pelatihan diikuti oleh para petugas pengelola dapur, penjamah makanan, serta pihak-pihak yang terlibat dalam proses penyediaan makanan di SPPG.
Dalam pelatihan tersebut, Tim Dinkesda dan Labkesda Kabupaten Purworejo memberikan materi mengenai prinsip dasar keamanan pangan, higiene dan sanitasi makanan, kesehatan penjamah pangan, pencegahan kontaminasi silang, pengelolaan bahan pangan yang baik, hingga penerapan standar kebersihan lingkungan dapur. Peserta juga mendapatkan edukasi terkait pentingnya menjaga mutu pangan sejak penerimaan bahan baku, proses pengolahan, penyimpanan, distribusi, hingga penyajian makanan.
Kepala Labkesda Kabupaten Purworejo menyampaikan bahwa keamanan pangan merupakan salah satu aspek penting dalam penyelenggaraan layanan pemenuhan gizi. Selain memastikan makanan memiliki kandungan gizi yang sesuai, keamanan pangan harus menjadi perhatian utama agar makanan yang disajikan aman untuk dikonsumsi dan tidak menimbulkan risiko gangguan kesehatan. Melalui pelatihan ini, diharapkan seluruh petugas pengelola SPPG dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam menerapkan praktik higiene sanitasi pangan yang baik serta membangun budaya keamanan pangan dalam setiap tahapan pengelolaan makanan.
Kegiatan berlangsung dengan antusias dan interaktif. Peserta aktif mengikuti sesi diskusi dan praktik yang diberikan oleh narasumber dari Dinkesda dan Labkesda Kabupaten Purworejo. Selain penyampaian materi, tim juga melakukan pendampingan terkait penerapan standar keamanan pangan di lingkungan dapur SPPG. Melalui sinergi antara Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo, Labkesda Kabupaten Purworejo, SPPG TNI AD Ketawangrejo Grabag, dan Yayasan Manunggal Kartika Jaya, diharapkan penyelenggaraan layanan pemenuhan gizi dapat berjalan sesuai standar kesehatan, sehingga mampu memberikan manfaat optimal bagi penerima program serta mendukung terwujudnya masyarakat Kabupaten Purworejo yang lebih sehat dan berkualitas.(MI)

Selengkapnya
35. Tanggal : 05-06-2026 Jam : 09::39

Program Spesialis Keliling Layani 127 Warga di Desa Plipiran, Wujud Kolaborasi Tingkatkan Akses Layanan Kesehatan

PURWOREJO – Upaya mendekatkan layanan kesehatan spesialistik kepada masyarakat terus dilakukan melalui Program Spesialis Keliling (Speling). Pada SELASA, 3 JUNI 2026, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo bersama Puskesmas Bruno dan RS Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto melaksanakan kegiatan Speling di Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Plipiran, Kecamatan Bruno. Kegiatan yang dihadiri dan dipantau oleh Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan (Yankes SDK) Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan akses pelayanan kesehatan spesialistik bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang memiliki keterbatasan akses terhadap rumah sakit rujukan.
Melalui Program Speling, masyarakat memperoleh berbagai layanan kesehatan, meliputi Cek Kesehatan Gratis (CKG), pemeriksaan dan konsultasi Spesialis Penyakit Dalam, Spesialis Anak, serta Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Obgyn). Kehadiran dokter spesialis secara langsung di tengah masyarakat memberikan kemudahan bagi warga untuk mendapatkan layanan kesehatan yang lebih dekat, cepat, dan terjangkau. Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya jumlah peserta yang mengikuti kegiatan. Tercatat sebanyak 127 warga mendapatkan pelayanan kesehatan dengan rincian 65 orang pada layanan Spesialis Penyakit Dalam, 25 orang pada layanan Spesialis Anak, dan 35 orang pada layanan Spesialis Obgyn. Selain itu, masyarakat juga memanfaatkan layanan Cek Kesehatan Gratis sebagai upaya deteksi dini faktor risiko penyakit dan pemantauan kondisi kesehatan. Program Spesialis Keliling tidak hanya memberikan pelayanan kuratif melalui pemeriksaan dan konsultasi dokter spesialis, tetapi juga memperkuat aspek promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan kepada masyarakat. Dengan deteksi dini yang dilakukan, diharapkan berbagai permasalahan kesehatan dapat diketahui lebih awal sehingga penanganan dapat dilakukan secara tepat dan berkelanjutan.
Keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada RS Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto yang telah menugaskan tim dokter spesialis dan tenaga kesehatan, Puskesmas Bruno sebagai penyelenggara di tingkat wilayah, Pemerintah Desa Plipiran, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Plipiran, serta seluruh tenaga kesehatan, kader kesehatan, dan masyarakat yang telah berpartisipasi aktif dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Melalui sinergi antara pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, dan masyarakat, Program Spesialis Keliling diharapkan dapat terus menjangkau lebih banyak warga di berbagai wilayah Kabupaten Purworejo. Kolaborasi ini menjadi langkah nyata dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang merata, berkualitas, dan mudah diakses oleh seluruh masyarakat, sekaligus mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Purworejo.(MI)

Selengkapnya
36. Tanggal : 04-06-2026 Jam : 12::56

Dinkesda Purworejo Tingkatkan Kepatuhan RKO dan Pengendalian Ketersediaan Obat Bersama Dinkes Provinsi Jawa Tengah

PURWOREJO – Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Pelaporan dan Evaluasi Kepatuhan Rencana Kebutuhan Obat (RKO) serta Penilaian Ketersediaan Obat bagi tenaga kefarmasian puskesmas se-Kabupaten Purworejo pada RABU (3/6/2026). Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Austina Ika Nareswari, S.Farm., Apt., Apoteker Madya Pokja Farmasi dan Alat Kesehatan.
Dalam paparannya, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah menekankan pentingnya penguatan pengendalian ketersediaan obat sebagai bagian dari upaya menjamin pelayanan kesehatan yang berkelanjutan. Hal tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan yang menyatakan bahwa pemerintah pusat dan pemerintah daerah bertanggung jawab terhadap ketersediaan, pemerataan, dan keterjangkauan perbekalan kesehatan bagi masyarakat.
Selain membahas kebijakan nasional, narasumber juga melakukan evaluasi pelaporan Rencana Kebutuhan Obat (RKO) Tahun 2027. Evaluasi ini bertujuan memastikan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan menyusun perencanaan kebutuhan obat secara tepat, sehingga dapat mendukung proses pengadaan yang efektif dan menghindari terjadinya kekosongan maupun kelebihan stok obat.
Pada sesi evaluasi ketersediaan obat, disampaikan bahwa seluruh puskesmas di Kabupaten Purworejo telah melaksanakan pelaporan ketersediaan obat dan vaksin selama periode Januari hingga April 2026. Meski demikian, masih terdapat beberapa fasilitas kesehatan yang menghadapi tantangan dalam memenuhi target ketersediaan obat esensial, terutama pada komoditas tertentu yang memerlukan pemantauan dan tindak lanjut bersama.
Kegiatan juga diisi dengan evaluasi implementasi aplikasi SMILE untuk berbagai program kesehatan, meliputi HIV, Tuberkulosis, Hepatitis, Imunisasi, Malaria, dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG). Evaluasi mencakup kepatuhan pelaksanaan stok opname, keaktifan pelaporan, pemantauan stok rendah, stok tinggi, serta pengelolaan obat dan bahan medis yang mendekati masa kedaluwarsa.
Melalui kegiatan ini, Dinkesda Kabupaten Purworejo berharap seluruh pengelola farmasi puskesmas dapat semakin meningkatkan kualitas perencanaan, pelaporan, dan pengelolaan logistik kesehatan. Sinergi yang kuat antara puskesmas, Dinkesda Kabupaten Purworejo, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, dan Kementerian Kesehatan diharapkan mampu menjaga ketersediaan obat secara optimal serta mendukung pelayanan kesehatan yang bermutu bagi masyarakat.(MI)

Selengkapnya
37. Tanggal : 03-06-2026 Jam : 13::55

Dinkesda Purworejo Bahas Penguatan Tim Monitoring dan Evaluasi SPPG untuk Mendukung Program MBG

PURWOREJO – SELASA, 02 JUNI 2026, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo menggelar rapat internal di Aula 2A Dinkesda Purworejo guna membahas pembentukan dan penguatan Tim Kerja Monitoring dan Evaluasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai bagian dari dukungan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Purworejo. Rapat dipimpin langsung oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo dan dihadiri oleh para kepala bidang, kepala subbagian, serta tim teknis terkait di lingkungan Dinkesda Purworejo. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam menyusun mekanisme monitoring dan evaluasi yang terintegrasi untuk memastikan penyelenggaraan makanan di SPPG berjalan sesuai standar yang ditetapkan. 
Dalam arahannya, Sekretaris Dinkesda menekankan pentingnya koordinasi lintas bidang dalam mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis. Menurutnya, aspek keamanan pangan, kualitas gizi, dan higiene sanitasi harus menjadi perhatian utama dalam setiap tahapan penyelenggaraan makanan di SPPG.
Rapat membahas tugas dan fungsi Tim Monitoring dan Evaluasi yang akan melaksanakan pembinaan, pendampingan, serta pengawasan terhadap operasional SPPG. Fokus monitoring meliputi penerimaan bahan pangan, penyimpanan bahan makanan, proses pengolahan, kesehatan penjamah makanan, kebersihan sarana dan prasarana, hingga distribusi makanan kepada penerima manfaat.
Selain itu, peserta rapat juga menyepakati sejumlah indikator pengawasan yang akan digunakan dalam pelaksanaan monitoring, antara lain penerapan higiene sanitasi pangan, penggunaan bahan pangan yang aman dan berkualitas, pemenuhan prinsip gizi seimbang, ketersediaan air bersih, pengelolaan limbah, serta penyimpanan sampel makanan sesuai ketentuan yang berlaku. Pembentukan Tim Monitoring dan Evaluasi SPPG diharapkan dapat memperkuat pengawasan dan pembinaan terhadap penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Purworejo. Dengan pengawasan yang sistematis dan berkelanjutan, kualitas makanan yang disajikan dapat terjaga sehingga aman, bergizi, dan memenuhi standar kesehatan. Melalui kegiatan ini, Dinkesda Purworejo menegaskan komitmennya untuk mendukung suksesnya Program Makan Bergizi Gratis melalui pengawasan yang efektif, kolaboratif, dan berorientasi pada perlindungan kesehatan masyarakat.(MI)

Selengkapnya
38. Tanggal : 02-06-2026 Jam : 09::51

DINKESDA PURWOREJO SIAGAKAN PETUGAS KESEHATAN DAN P3K PADA UPACARA HARI LAHIR PANCASILA TAHUN 2026

PURWOREJO – Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo (Dinkesda) menyiagakan petugas kesehatan dan layanan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) dalam Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang dilaksanakan di Alun-alun Purworejo, SENIN (1/6/2026). Kesiapsiagaan petugas kesehatan dilakukan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan upacara sekaligus memastikan seluruh peserta mendapatkan pelayanan kesehatan apabila mengalami gangguan kesehatan selama kegiatan berlangsung. Petugas kesehatan ditempatkan di lokasi strategis dengan membawa perlengkapan medis dan peralatan P3K untuk memberikan penanganan awal secara cepat dan tepat.
Upacara Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 dipimpin langsung oleh Bupati Purworejo, Yuli Hastuti, SH, dan diikuti oleh unsur Forkopimda, ASN, TNI, Polri, pelajar, serta berbagai elemen masyarakat. Pada kesempatan tersebut, Bupati membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Yudian Wahyudi. Mengusung tema Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia, peringatan tahun ini menegaskan pentingnya nilai-nilai Pancasila sebagai dasar kehidupan berbangsa sekaligus kontribusi Indonesia dalam menciptakan perdamaian dunia.
Dalam pidato yang dibacakan Bupati, disampaikan bahwa Pancasila telah terbukti menjadi perekat bangsa yang mampu menjaga persatuan Indonesia di tengah keberagaman suku, agama, budaya, dan berbagai tantangan global yang terus berkembang. Nilai-nilai luhur Pancasila juga menjadi pedoman dalam membangun kehidupan yang harmonis, adil, dan berkeadaban. Partisipasi Dinkesda Purworejo dalam kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen untuk mendukung penyelenggaraan kegiatan pemerintahan yang aman dan kondusif melalui pelayanan kesehatan yang optimal. Kehadiran petugas kesehatan di lapangan menjadi langkah antisipatif terhadap berbagai kondisi yang berpotensi memerlukan penanganan medis, terutama mengingat banyaknya peserta yang mengikuti upacara.
Selain memberikan pelayanan kesehatan, keberadaan petugas Dinkesda juga mencerminkan implementasi nilai kemanusiaan yang terkandung dalam Pancasila. Melalui pelayanan yang cepat, tanggap, dan profesional, Dinkesda terus berupaya menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dalam setiap kegiatan publik. Peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi momentum untuk memperkuat semangat persatuan, gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut juga menjadi landasan bagi Dinkesda Purworejo dalam menjalankan tugas dan fungsi pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Dengan dukungan seluruh pihak, rangkaian Upacara Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Kabupaten Purworejo berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar. Dinkesda Purworejo akan terus berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan terbaik sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.(MI)

Selengkapnya
39. Tanggal : 24-05-2026 Jam : 20::13

Dinkesda Purworejo Gelar Pelayanan Cek Kesehatan Gratis di PT. Unggulrejo Wasono Diikuti 277 Peserta

Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo bersama Puskesmas Banyuurip melaksanakan kegiatan Pelayanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di PT. Unggulrejo Wasono pada SABTU, 23 MEI 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala. Sebanyak 277 peserta mengikuti pelayanan kesehatan yang diberikan oleh petugas dari Dinkesda dan Puskesmas Banyuurip. Para peserta merupakan karyawan PT. Unggulrejo Wasono yang antusias mengikuti rangkaian pemeriksaan kesehatan sejak awal kegiatan berlangsung.
Dalam pelayanan CKG ini, peserta mendapatkan beberapa jenis pemeriksaan, meliputi skrining faktor risiko penyakit, pemeriksaan antropometri, pemeriksaan tekanan darah, serta pemeriksaan gula darah. Pemeriksaan dilakukan untuk mendeteksi secara dini kondisi kesehatan dan faktor risiko penyakit tidak menular yang dapat memengaruhi produktivitas maupun kualitas hidup masyarakat.
Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Selain menjadi sarana deteksi dini, kegiatan CKG juga menjadi langkah nyata dalam mendukung terciptanya lingkungan kerja yang sehat dan produktif. Kolaborasi antara Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo, Puskesmas Banyuurip, dan pihak perusahaan diharapkan dapat terus terjalin dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat, khususnya di lingkungan kerja.(MI)

Selengkapnya

Menuju Purworejo Bebas Malaria 2026