PURWOREJO – Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo melanjutkan kegiatan Pembinaan dan Pemetaan Sarana, Prasarana, dan Alat Kesehatan (ASPAK) pada Puskesmas, Pustu, dan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) pada hari kedua, SELASA (9/6/2026), di Restoran Pringsewu Purworejo. Kegiatan ini diikuti oleh pengelola ASPAK dari seluruh Puskesmas dan Labkesmas di Kabupaten Purworejo sebagai upaya meningkatkan kualitas data serta pemenuhan standar sarana, prasarana, dan alat kesehatan dalam mendukung transformasi layanan kesehatan primer.
Kegiatan hari kedua menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah yang menyampaikan materi Strategi Peningkatan Sarana, Prasarana, dan Alat Kesehatan pada Puskesmas, Pustu, dan Labkesmas dalam Menunjang Integrasi Layanan Primer (ILP).
Dalam paparannya, narasumber menegaskan bahwa pemenuhan standar sarana, prasarana, dan alat kesehatan (SPA) merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan primer, memperkuat sistem rujukan, serta mendukung implementasi program prioritas kesehatan nasional, termasuk Integrasi Layanan Primer (ILP) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Selain pemaparan materi, peserta juga mendapatkan pendampingan dalam proses updating data ASPAK guna memastikan data yang tercatat sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Data ASPAK yang lengkap dan akurat menjadi dasar penting dalam proses perencanaan kebutuhan, penganggaran, pembinaan, hingga penilaian akreditasi fasilitas pelayanan kesehatan.
Pada sesi evaluasi, Tim Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo memaparkan capaian penginputan ASPAK tahun 2026. Berdasarkan hasil evaluasi, sebanyak 21 dari 27 Puskesmas atau 77,78 persen telah melakukan pembaruan data ASPAK secara lengkap. Sementara itu, seluruh Laboratorium Kesehatan Masyarakat di Kabupaten Purworejo telah mencapai 100 persen pembaruan data ASPAK. Capaian tersebut menunjukkan komitmen fasilitas pelayanan kesehatan dalam mendukung penyediaan data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar pengambilan kebijakan.
Kegiatan dilanjutkan dengan penyusunan rencana tindak lanjut yang melibatkan Dinas Kesehatan Daerah, Puskesmas, dan Labkesmas. Beberapa langkah yang disepakati meliputi pelaksanaan inventarisasi sarana, prasarana, dan alat kesehatan secara berkala, pemutakhiran data ASPAK sesuai ketentuan, pemetaan kebutuhan berdasarkan standar yang berlaku, serta penguatan koordinasi dalam pemenuhan kebutuhan melalui berbagai sumber pendanaan, termasuk optimalisasi anggaran BLUD.
Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo berharap seluruh Puskesmas, Pustu, dan Labkesmas dapat terus meningkatkan kualitas pengelolaan sarana, prasarana, dan alat kesehatan sehingga mampu mendukung penyelenggaraan pelayanan kesehatan primer yang berkualitas, terstandar, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Data ASPAK yang akurat diharapkan menjadi landasan perencanaan pembangunan kesehatan yang lebih tepat sasaran serta mendukung terwujudnya pelayanan kesehatan yang semakin baik bagi masyarakat Kabupaten Purworejo.(MI)