Website Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo
Jl. Mayjend Sutoyo No. 17 A Purworejo Jawa Tengah, email : dinkes@purworejokab.go.id

Media Informasi Kesehatan

1. Tanggal : 07-03-2026 Jam : 11::59

Rapat Internal Programer Dinkesda Evaluasi Pelaksanaan Program dan Pelaporan Data Puskesmas

Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo menggelar rapat internal bersama para programer pada KAMIS, 5 MARET 2026. Rapat tersebut dipimpin oleh Plt. Sekretaris Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo dan diikuti oleh para penanggung jawab program di lingkungan Dinkesda. Rapat ini dilaksanakan dalam rangka melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program kesehatan yang telah berjalan serta meninjau pelaporan data program dari puskesmas. Evaluasi ini penting untuk memastikan setiap program kesehatan dapat berjalan sesuai dengan rencana serta didukung oleh data yang lengkap, akurat, dan tepat waktu sebagai dasar pemantauan dan pengambilan kebijakan.
Dalam pertemuan tersebut masing-masing programer menyampaikan perkembangan pelaksanaan program, capaian kegiatan, serta berbagai kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan di lapangan. Selain itu, dibahas pula ketepatan waktu penyampaian laporan serta kelengkapan data yang dilaporkan oleh puskesmas sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pengelolaan data program kesehatan di tingkat kabupaten. Plt. Sekretaris Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo dalam arahannya menekankan pentingnya koordinasi antara pengelola program di Dinas Kesehatan dengan puskesmas agar pelaksanaan kegiatan serta pelaporan data dapat berjalan lebih tertib dan konsisten. Data yang akurat dan tepat waktu sangat diperlukan dalam proses evaluasi serta perencanaan program kesehatan ke depan.
Selain evaluasi program, dalam kesempatan tersebut juga disampaikan sosialisasi terkait pencegahan korupsi dan pengendalian gratifikasi menjelang Hari Raya Idulfitri sesuai dengan surat edaran yang berlaku. Sosialisasi ini bertujuan untuk mengingatkan seluruh pegawai agar tetap menjaga integritas serta tidak menerima maupun memberikan gratifikasi yang berkaitan dengan jabatan, khususnya pada momentum hari raya. Melalui rapat internal ini diharapkan pelaksanaan program kesehatan di Kabupaten Purworejo dapat berjalan lebih optimal, pelaporan data dari puskesmas semakin tertib, serta seluruh pegawai di lingkungan Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo terus menjunjung tinggi nilai integritas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. (MI)

Selengkapnya
2. Tanggal : 07-03-2026 Jam : 11::40

Dinkesda Purworejo Lakukan Penyuluhan Keamanan Pangan IRTP di Desa Sukowuwuh

Kamis, 5 Maret 2026- Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo melalui Tim Farmasi, Makanan, dan Minuman (Farmamin) melaksanakan kegiatan penyuluhan keamanan pangan bagi pelaku Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP) di Desa Sukowuwuh, Kecamatan Bener. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, yaitu RABU–KAMIS, 4–5 MARET 2026. Penyuluhan ini merupakan tindak lanjut atas ditemukannya produk IRTP asal Desa Sukowuwuh yang beredar di pasar wilayah Kabupaten Wonosobo. Kegiatan tersebut diikuti oleh 30 pelaku usaha IRTP dari Desa Sukowuwuh dan sekitarnya.
Dalam kegiatan ini, Tim Farmamin memberikan pembinaan terkait penerapan higiene dan sanitasi dalam proses produksi pangan, penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik untuk Industri Rumah Tangga (CPPB-IRT), serta penguatan pemahaman mengenai pengemasan dan pelabelan produk pangan. Materi tersebut disampaikan untuk meningkatkan pemahaman pelaku usaha agar proses produksi pangan olahan rumah tangga memenuhi standar keamanan pangan yang berlaku. Melalui kegiatan penyuluhan ini diharapkan pelaku IRTP dapat meningkatkan kepatuhan terhadap prinsip keamanan pangan serta menjaga mutu produk yang dihasilkan sebelum dipasarkan kepada masyarakat. Pembinaan ini juga menjadi bagian dari upaya pengawasan dan peningkatan kualitas produk pangan olahan rumah tangga agar tetap aman dikonsumsi dan memenuhi ketentuan yang berlaku.(MI) 

Selengkapnya
3. Tanggal : 06-03-2026 Jam : 13::07

Dinkesda Purworejo Bersama Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tutup Pelatihan SDM Upaya Berhenti Merokok bagi Tenaga Kesehatan

KAMIS, 5 MARET 2026 bertempat di Aula Kampus Ungaran, Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi Jawa Tengah melaksanakan kegiatan penutupan Pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM) bagi Tenaga Kesehatan dalam Upaya Berhenti Merokok di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer Angkatan II. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama dengan Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo dalam rangka meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan di layanan kesehatan tingkat pertama. Penutupan pelatihan dilakukan oleh Kepala Bapelkes Provinsi Jawa Tengah yang diwakili oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Untung Saefurachmawan, S.Kep., M.Kes. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo, dr. Sudarmi, M.M., yang mengikuti acara secara daring.
Pelatihan dilaksanakan selama empat hari efektif, mulai tanggal 2 hingga 5 MARET 2026 dengan metode klasikal (luring). Sebanyak 25 peserta mengikuti kegiatan ini yang berasal dari tenaga kesehatan puskesmas, terdiri dari pengelola program Penyakit Tidak Menular (PTM), dokter umum, serta perawat dan tenaga kesehatan masyarakat. Melalui pelatihan ini, peserta mendapatkan penguatan pengetahuan dan keterampilan dalam memberikan edukasi serta konseling kepada masyarakat terkait upaya berhenti merokok. Penguatan kapasitas tenaga kesehatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan promotif dan preventif di fasilitas pelayanan kesehatan primer, khususnya dalam pengendalian faktor risiko penyakit tidak menular. Pada akhir kegiatan dilakukan pelepasan tanda peserta sebagai simbol selesainya pelatihan serta penyerahan piagam penghargaan kepada peserta dengan predikat Terbaik I dan II. Rangkaian kegiatan penutupan diakhiri dengan sesi foto bersama seluruh peserta dan penyelenggara sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi aktif selama pelatihan berlangsung.(MI)

Selengkapnya
4. Tanggal : 06-03-2026 Jam : 12::28

Dinkesda Purworejo Hadiri Rapat Persiapan Penyusunan Profil Perkembangan Kependudukan Tahun 2025

Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo menghadiri rapat persiapan penyusunan Profil Perkembangan Kependudukan Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Purworejo pada KAMIS, 5 MARET 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di ruang rapat Disdukcapil Kabupaten Purworejo. Rapat ini bertujuan untuk mempersiapkan penyusunan dokumen Profil Perkembangan Kependudukan Kabupaten Purworejo Tahun 2025 yang memuat berbagai indikator kependudukan sebagai dasar perencanaan pembangunan daerah. Penyusunan profil ini melibatkan berbagai perangkat daerah dan instansi terkait yang memiliki data sektoral kependudukan.
Dalam kegiatan tersebut, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo diwakili oleh pengelola data Manajemen Informasi Kesehatan yang turut memberikan dukungan data dan informasi di bidang kesehatan. Data kesehatan menjadi salah satu komponen penting dalam penyusunan profil kependudukan, khususnya yang berkaitan dengan kondisi kesehatan masyarakat, angka kelahiran, kematian, serta indikator kesehatan lainnya. Rapat koordinasi ini juga menjadi forum sinkronisasi data antarinstansi agar data yang digunakan dalam penyusunan profil kependudukan dapat lebih akurat, terintegrasi, dan dapat dipertanggungjawabkan. Selain Dinkesda, kegiatan ini juga diikuti oleh perwakilan dari beberapa instansi lain seperti Badan Pusat Statistik, Dinas Sosial PPKB, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta instansi vertikal terkait. Melalui koordinasi lintas sektor ini diharapkan proses penyusunan Profil Perkembangan Kependudukan Kabupaten Purworejo Tahun 2025 dapat berjalan lebih optimal serta menghasilkan data yang komprehensif sebagai dasar perumusan kebijakan pembangunan daerah.(MI)

Selengkapnya
5. Tanggal : 06-03-2026 Jam : 11::56

Tim Kesmas Dinkesda Purworejo Lakukan Verifikasi Lapangan Usulan Hibah Posbindu Kit di Desa Jrakah

Tim Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo melaksanakan verifikasi lapangan terkait usulan hibah alat kesehatan berupa Posbindu Kit pada KAMIS, 5 MARET 2026 di Desa Jrakah, Kecamatan Bayan. Kegiatan ini dilakukan untuk meninjau langsung kesesuaian antara proposal yang diajukan dengan kondisi di lapangan. Tim Kesmas melakukan pemeriksaan terhadap kelengkapan berkas administrasi serta kesiapan teknis penyelenggaraan kegiatan posyandu sebagai dasar penilaian kelayakan usulan hibah.
Dalam proses verifikasi, tim menemukan beberapa dokumen proposal dan kelengkapan administrasi yang masih perlu diperbaiki. Tim juga memberikan arahan kepada pengelola posyandu agar melakukan penyempurnaan dokumen sesuai dengan ketentuan pengajuan hibah alat kesehatan. Setiap posyandu dalam pengajuan tersebut mengusulkan satu paket Posbindu Kit. Peralatan ini direncanakan untuk mendukung kegiatan pemantauan kesehatan masyarakat yang dilaksanakan melalui posyandu. Melalui usulan hibah ini diharapkan ketersediaan sarana penunjang pelayanan dapat semakin mendukung pelaksanaan posyandu siklus hidup di Kabupaten Purworejo. Dukungan alat kesehatan tersebut juga diharapkan dapat memperkuat pelayanan promotif dan preventif bagi masyarakat di tingkat desa.(MI) 

Selengkapnya
6. Tanggal : 05-03-2026 Jam : 13::34

Penguatan Perencanaan Anggaran, Dinkesda Purworejo Gelar Desk RBA BLUD 2026 Hari Kedua bagi 13 Puskesmas

PURWOREJO – Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo kembali melaksanakan desk dokumen Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA) Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Tahun 2026 bagi puskesmas pada RABU, 4 MARET 2026. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari pelaksanaan desk sebelumnya yang bertujuan untuk memastikan dokumen perencanaan anggaran puskesmas tersusun secara tepat dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sebanyak 13 puskesmas mengikuti desk pada hari kedua tersebut dengan memaparkan dokumen RBA yang telah disusun. Pemaparan dilakukan di hadapan tim verifikasi yang selanjutnya memberikan evaluasi, masukan, serta klarifikasi terhadap berbagai komponen perencanaan anggaran yang diajukan oleh masing-masing puskesmas.
Dalam proses pembahasan, tim verifikasi menelaah berbagai aspek penting dalam dokumen RBA, mulai dari proyeksi pendapatan layanan, perhitungan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA), hingga rencana belanja yang meliputi belanja pegawai, belanja barang dan jasa, serta belanja modal. Selain itu, analisis kebutuhan layanan juga menjadi perhatian utama agar perencanaan yang disusun tetap mengacu pada standar pelayanan minimal bidang kesehatan. Melalui kegiatan desk ini, diharapkan puskesmas dapat menyempurnakan dokumen RBA sehingga selaras dengan dokumen perencanaan lainnya seperti Rencana Strategis Bisnis (RSB), Rencana Usulan Kegiatan (RUK), dan Rencana Pelaksanaan Kegiatan (RPK). Penyusunan dokumen yang terintegrasi dan berbasis kebutuhan layanan diharapkan mampu mendorong optimalisasi pemanfaatan anggaran, dengan perencanaan belanja yang rasional dan realistis. Dengan demikian, pengelolaan keuangan BLUD di puskesmas dapat berjalan lebih efektif, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Kabupaten Purworejo.(MI)

Selengkapnya
7. Tanggal : 05-03-2026 Jam : 12::24

Dinkesda Purworejo Laksanakan Desk RBA BLUD Tahun 2026 untuk 14 Puskesmas

PURWOREJO – Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo melaksanakan kegiatan desk Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA) BLUD Tahun 2026 bagi 14 puskesmas pada SELASA, 3 MARET 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses evaluasi dan penyelarasan dokumen perencanaan keuangan puskesmas agar sesuai dengan ketentuan pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Dalam kegiatan tersebut, masing-masing puskesmas memaparkan dokumen RBA yang telah disusun. Tim verifikasi dari Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo kemudian melakukan telaah dan memberikan masukan terhadap dokumen yang dipresentasikan, sehingga rencana anggaran yang disusun dapat lebih akurat, rasional, serta sesuai dengan kebutuhan pelayanan.
Beberapa aspek utama yang menjadi fokus dalam evaluasi meliputi proyeksi pendapatan puskesmas, perhitungan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA), serta rencana belanja yang mencakup belanja pegawai, belanja barang dan jasa, dan belanja modal. Selain itu, tim verifikasi juga menelaah kesesuaian perencanaan anggaran dengan analisis kebutuhan layanan kesehatan berdasarkan standar pelayanan minimal (SPM). Melalui pelaksanaan desk ini, diharapkan setiap puskesmas dapat menyusun dokumen RBA secara lebih komprehensif dan sesuai regulasi. Penyusunan RBA juga diarahkan agar selaras dengan dokumen perencanaan lainnya, seperti Rencana Strategis Bisnis (RSB), Rencana Usulan Kegiatan (RUK), dan Rencana Pelaksanaan Kegiatan (RPK). Dengan perencanaan anggaran yang terstruktur dan realistis, puskesmas diharapkan mampu mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya yang tersedia serta mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat di Kabupaten Purworejo.(MI)

Selengkapnya
8. Tanggal : 05-03-2026 Jam : 08::06

Dinkesda Purworejo Gelar Evaluasi Jamkesda Bahas Strategi Keberlanjutan UHC dan Sosialisasi SIBIJAK untuk Perkuat UHC

PURWOREJO – Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo menggelar pertemuan evaluasi Program Jamkesda dan penguatan strategi Universal Health Coverage (UHC) pada Selasa, 3 Maret 2026 di Aula Dinkesda. Kegiatan ini diikuti oleh jajaran struktural, pengelola program, perwakilan kepala desa serta perwakilan puskesmas. Pertemuan membahas pelaksanaan Program Jamkesda Tahun 2018–2025, termasuk mekanisme pelayanan dan pola klaim di puskesmas. Jamkesda berfungsi sebagai dukungan pembiayaan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang belum memiliki jaminan kesehatan, khususnya pada pelayanan rawat jalan dan Instalasi Gawat Darurat sesuai ketentuan daerah.
Dalam forum tersebut ditegaskan bahwa koordinasi pelayanan Jamkesda mengacu pada Peraturan Bupati Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Program Jamkesda di Puskesmas. Regulasi ini menjadi dasar dalam pengaturan alur pelayanan, proses verifikasi, serta pengajuan dan pertanggungjawaban klaim sehingga pelaksanaan program berjalan tertib dan akuntabel.
Selain evaluasi program, Dinkesda juga menyampaikan sosialisasi Aplikasi Sistem Informasi Pembiayaan Jaminan Kesehatan (SIBIJAK). Aplikasi ini dikembangkan untuk mendukung pencatatan, monitoring, dan pelaporan pembiayaan Jamkesda secara terintegrasi. Melalui SIBIJAK, proses administrasi klaim diharapkan menjadi lebih tertata, terdokumentasi, dan mudah ditelusuri. Pertemuan ini juga menekankan pentingnya pembaruan dan validasi data kepesertaan secara berkala, penguatan perencanaan anggaran, serta optimalisasi peran puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan pembiayaan dan mempertahankan capaian UHC Kabupaten Purworejo. Dinkesda berkomitmen terus memperkuat tata kelola Program Jamkesda melalui regulasi yang jelas dan dukungan sistem informasi yang terintegrasi agar akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat tetap terjamin.(MI)

Selengkapnya
9. Tanggal : 04-03-2026 Jam : 14::40

Dinkesda Purworejo Ikuti Pembukaan Pelatihan Tata Laksana Malaria di Bapelkes Gombong

Senin, 2 Maret 2026- Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo (Dinkesda) mengikuti kegiatan Pembukaan Pelatihan Tata Laksana Malaria yang diselenggarakan melalui kerja sama dengan Bapelkes Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan berlangsung pada Senin–Sabtu, 2–7 Maret 2026, bertempat di Bapelkes Kampus 1 Gombong. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi penguatan kapasitas tenaga kesehatan dalam penanganan malaria, khususnya dalam aspek penemuan kasus, konfirmasi diagnosis berbasis pemeriksaan laboratorium, pemberian terapi sesuai pedoman nasional, serta pencatatan dan pelaporan kasus secara tepat. Acara pembukaan diawali dengan sambutan Kepala Dinkesda Kabupaten Purworejo yang diwakili oleh Plt. Sekretaris Dinas. Dalam sambutannya disampaikan bahwa peningkatan kompetensi sumber daya manusia merupakan kunci dalam menjaga mutu layanan dan mendukung upaya pengendalian malaria di Kabupaten Purworejo. 
Selanjutnya, Kepala Bapelkes Provinsi Jawa Tengah memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Prosesi pembukaan ditandai dengan penyematan tanda peserta dan dilanjutkan dengan pembacaan doa. Memasuki sesi pembelajaran, peserta menerima materi pengenalan pelatihan dari Pengendali Pelatihan/Master of Training (MoT) yang memaparkan tujuan, metode, serta target capaian pelatihan. Kepala Dinkesda Kabupaten Purworejo juga menyampaikan materi terkait kebijakan program malaria di Indonesia serta situasi malaria di Kabupaten Purworejo, termasuk tantangan dan langkah penguatan surveilans di daerah. Kegiatan hari pertama turut diisi dengan sesi Building Learning Commitment (BLC) untuk membangun komitmen, kedisiplinan, dan kerja sama antar peserta selama pelatihan. Selain itu, disampaikan pula paparan materi anti korupsi oleh KOMPAK API Jawa Tengah sebagai penguatan integritas dalam pelaksanaan program kesehatan. Melalui pelatihan ini, Dinkesda Kabupaten Purworejo berkomitmen meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan agar mampu melaksanakan tata laksana malaria secara efektif, sesuai standar, dan mendukung target pengendalian serta eliminasi malaria di wilayah Kabupaten Purworejo.(MI) 

Selengkapnya
10. Tanggal : 03-03-2026 Jam : 11::22

APEL PAGI AWAL PEKAN DINKESDA PURWOREJO PERKUAT CEK KESEHATAN GRATIS, TEGAKKAN KAWASAN TANPA ASAP ROKOK, DAN SIAGA MUSIM HUJAN

Purworejo- Senin, 2 Maret 2026, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo melaksanakan apel pagi rutin yang dipimpin oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) dan diikuti seluruh karyawan. Apel menjadi momentum konsolidasi awal pekan untuk memastikan pelaksanaan program prioritas berjalan optimal. Dalam amanatnya, pimpinan apel menegaskan penguatan pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai bagian dari upaya deteksi dini dan peningkatan pelayanan promotif preventif. Seluruh jajaran diminta memastikan pelayanan sesuai standar, menjaga ketepatan pencatatan dan pelaporan, serta meningkatkan edukasi agar masyarakat memanfaatkan layanan secara maksimal.
Selain itu, komitmen penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) kembali ditegaskan. Seluruh pegawai diminta menjadi teladan dalam kepatuhan terhadap aturan KTR, menjaga lingkungan kantor tetap bebas asap rokok, serta melakukan pengawasan secara konsisten. Menghadapi curah hujan yang masih tinggi, kewaspadaan terhadap potensi peningkatan penyakit berbasis lingkungan juga menjadi perhatian. Jajaran diminta meningkatkan pemantauan wilayah rawan genangan, mengintensifkan edukasi 3M Plus, serta memastikan pelaporan dan respons kasus dilakukan secara cepat dan terkoordinasi. Melalui apel pagi ini, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo memperkuat komitmen bersama untuk menjaga disiplin, meningkatkan kualitas pelayanan, dan memastikan kesiapsiagaan menghadapi dinamika situasi kesehatan masyarakat di Kabupaten Purworejo.(MI)

Selengkapnya
11. Tanggal : 01-03-2026 Jam : 22::53

Pengajian Jumat Pagi Bulan Ramadhan dan Penyaluran Santunan Warga Sekitar Dinkesda Purworejo

Dalam rangka mengisi kegiatan di bulan suci Ramadhan, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo menyelenggarakan Pengajian Jumat Pagi pada Jumat, 27 Februari 2026 pukul 07.30–08.30 WIB bertempat di Aula 2 Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo. Kegiatan ini diikuti oleh karyawan dari seluruh bidang sebagai sarana pembinaan rohani sekaligus meningkatkan keimanan dan ketakwaan selama bulan Ramadhan. Pengajian disampaikan oleh Ustadz Rosyid dengan materi tausiyah yang mengajak peserta untuk memanfaatkan bulan Ramadhan sebagai momentum meningkatkan ibadah, memperbaiki akhlak, serta memperkuat kepedulian terhadap sesama.
Selain sebagai kegiatan pembinaan mental spiritual, pengajian Jumat pagi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarpegawai di lingkungan Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo. Setelah kegiatan pengajian, acara dilanjutkan dengan penyaluran santunan tali silaturahmi kepada warga yang tinggal di sekitar lingkungan kantor. Penyaluran santunan ini merupakan bentuk kepedulian sosial Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo kepada masyarakat sekitar, khususnya dalam menyambut dan menjalankan ibadah di bulan Ramadhan. Melalui kegiatan pengajian Ramadhan dan penyaluran santunan ini diharapkan dapat meningkatkan nilai kebersamaan, kepedulian sosial, serta mempererat hubungan antara Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo dengan masyarakat sekitar.(MI)

Selengkapnya
12. Tanggal : 27-02-2026 Jam : 14::20

Kunjungan Pra Assessment Eliminasi Malaria 2026 Kabupaten Purworejo, Verifikasi Kesiapan Labkesda dan Instalasi Farmasi

Purworejo- Rabu, 25 Februari 2026 Tim Pra Assessment Eliminasi Malaria dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah bersama Balkesmas melaksanakan kunjungan lapangan ke beberapa fasilitas kesehatan di Kabupaten Purworejo. Kegiatan ini merupakan tahapan lanjutan setelah pelaksanaan Desk Data Pra Assessment Eliminasi Malaria sebagai bagian dari persiapan penilaian eliminasi malaria tahun 2026. Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah Labkesda Kabupaten Purworejo. Kunjungan dilaksanakan untuk melakukan verifikasi langsung terhadap kesiapan pelayanan pemeriksaan laboratorium malaria. Tim melakukan pengecekan dokumen pencatatan pemeriksaan malaria, register laboratorium, serta ketersediaan bahan medis habis pakai (BMHP) dan sarana prasarana pemeriksaan malaria. Selain itu dilakukan peninjauan alur pemeriksaan spesimen malaria dan mekanisme pelaporan hasil pemeriksaan sebagai bagian dari sistem surveilans malaria.
Tim juga melakukan kunjungan ke Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo untuk memastikan kesiapan pengelolaan logistik program malaria. Verifikasi dilakukan terhadap ketersediaan obat antimalaria, pencatatan stok, sistem distribusi obat ke fasilitas pelayanan kesehatan, serta kondisi penyimpanan obat sesuai standar. Pemeriksaan ini penting untuk memastikan ketersediaan obat malaria tetap terjamin sebagai bagian dari upaya mempertahankan eliminasi malaria.
Dalam kunjungan tersebut, Tim Pra Assessment menekankan bahwa seluruh dokumen dan data dukung yang telah disiapkan pada tahap desk data harus sesuai dengan kondisi di lapangan dan dapat ditunjukkan sebagai bukti pelaksanaan program. Kesesuaian antara dokumen, pencatatan, dan kondisi nyata menjadi komponen penting dalam penilaian eliminasi malaria. Kegiatan pra assessment ini menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan sistem surveilans malaria, pelayanan laboratorium, dan dukungan logistik program malaria di Kabupaten Purworejo sebelum pelaksanaan assessment eliminasi malaria tahun 2026.(MI)

Selengkapnya
13. Tanggal : 26-02-2026 Jam : 10::36

Dinkesda Ikuti Sholat Tarawih Bersama di Musholla At Taqwa Kompleks Pendopo Kabupaten Purworejo

PURWOREJO – Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo mengikuti kegiatan Sholat Tarawih bersama yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Purworejo dalam rangka mengisi kegiatan Bulan Ramadhan 1447 H/2026 M. Kegiatan dilaksanakan pada Senin, 23 Februari 2026 pukul 19.00 WIB di Musholla At Taqwa Kompleks Pendopo Kabupaten Purworejo. Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo diwakili oleh pegawai dari setiap bidang sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Kehadiran perwakilan dari masing-masing bidang merupakan bentuk partisipasi dalam kegiatan keagamaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purworejo.
Sholat Tarawih dipimpin oleh imam Muhammad Farchan Sulistyanto dari KUA Bayan. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan khidmat serta diikuti oleh pegawai perangkat daerah dan masyarakat sekitar Pendopo Kabupaten Purworejo. Dalam kultum yang disampaikan setelah Sholat Tarawih, disampaikan tentang besarnya pahala ibadah puasa bagi umat Islam yang menjalankannya dengan penuh keikhlasan dan ketaatan. Selain itu juga dijelaskan beberapa hal yang dapat mengurangi pahala puasa, seperti berkata tidak baik, berbohong, menggunjing, serta perbuatan yang tidak bermanfaat. Jamaah diharapkan dapat menjaga sikap dan perilaku selama Bulan Ramadhan agar ibadah puasa yang dijalankan memperoleh pahala yang maksimal. Melalui kegiatan Sholat Tarawih bersama ini diharapkan dapat memperkuat keimanan sekaligus mempererat kebersamaan antarpegawai perangkat daerah di Kabupaten Purworejo selama Bulan Ramadhan.(MI)

Selengkapnya
14. Tanggal : 26-02-2026 Jam : 09::54

Dinas Kesehatan Gelar Desk Data Pra Assessment Eliminasi Malaria, Validasi Data Dukung Menuju Penilaian Eliminasi Malaria 2026

Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo menyelenggarakan kegiatan Desk Data Pra Assessment Eliminasi Malaria Tahun 2026 pada tanggal 24–25 Februari 2026 di Aula 2A Dinkesda Kabupaten Purworejo. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari persiapan Pra Assessment Eliminasi Malaria oleh Tim Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah bersama Balkesmas. Pertemuan diikuti oleh penanggung jawab program malaria dari Puskesmas dan rumah sakit se-Kabupaten Purworejo. Peserta diminta membawa laptop, formulir Penyelidikan Epidemiologi (PE) malaria pada wilayah yang terdapat kasus, serta register laboratorium sebagai bahan verifikasi data. 
Kegiatan desk data difokuskan pada proses validasi dan pemutakhiran dokumen serta data dukung eliminasi malaria sesuai komponen instrumen penilaian. Tim dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dan Balkesmas melakukan pendampingan teknis melalui kegiatan crosscheck kelengkapan dokumen, kesesuaian pencatatan program malaria, serta konsistensi antara laporan dengan bukti fisik yang tersedia di fasilitas pelayanan kesehatan. Dokumen yang diverifikasi meliputi antara lain data kasus malaria, formulir penyelidikan epidemiologi, pencatatan pemeriksaan laboratorium malaria, serta dokumen kegiatan surveilans malaria di fasilitas pelayanan kesehatan. Validasi ini dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh data dukung telah tersusun sesuai dengan standar penilaian eliminasi malaria.
Dalam kegiatan tersebut disampaikan bahwa seluruh data dukung yang dilampirkan dalam instrumen penilaian harus dapat dibuktikan secara langsung pada saat pelaksanaan assessment eliminasi malaria di lokasi, baik di Puskesmas maupun rumah sakit. Ketersediaan dokumen yang lengkap dan sesuai menjadi salah satu indikator penting dalam proses penilaian eliminasi malaria. Melalui kegiatan desk data pra assessment ini diharapkan seluruh Puskesmas dan rumah sakit dapat meningkatkan kesiapan dokumen dan kualitas pencatatan program malaria, sehingga pelaksanaan assessment eliminasi malaria Kabupaten Purworejo Tahun 2026 dapat berjalan optimal.(MI)

Selengkapnya
15. Tanggal : 25-02-2026 Jam : 15::31

Dinkesda Purworejo Gelar Rapat Evaluasi Posyandu Siklus Hidup dan Persiapan Lomba Posyandu Berprestasi Tahun 2026

Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo melaksanakan Rapat Evaluasi Posyandu Siklus Hidup dan Persiapan Lomba Kader Berprestasi serta Posyandu Berprestasi Tahun 2026 pada Senin, 23 Februari 2026 di Aula 2A Dinkesda. Pertemuan ini dihadiri oleh Kepala Dinkesda Kabupaten Purworejo dr. Sudarmi, MM, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat dr. Nur Salim, serta pengelola program terkait.
Kepala Dinkesda Kabupaten Purworejo dalam arahannya menyampaikan pentingnya peran Posyandu dalam mendukung Program Strategis Nasional di bidang kesehatan. Posyandu diharapkan berperan aktif dalam mendukung dan menyukseskan pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dengan target capaian sebesar 55 persen. Selain itu, kader dan petugas kesehatan diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kejadian keracunan makanan serta potensi penyebaran penyakit menular, termasuk kewaspadaan terhadap Virus Nipah serta dukungan terhadap upaya eliminasi malaria di Kabupaten Purworejo.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat menekankan pentingnya dukungan terhadap pelaksanaan intervensi serentak di tingkat Posyandu. Posyandu juga diharapkan berperan dalam upaya pencegahan Angka Kematian Ibu melalui deteksi dini dan pemantauan kesehatan ibu hamil di wilayah kerja masing-masing. Dalam sesi materi, Rochmadi, S.Si.T menyampaikan paparan mengenai kewaspadaan dan respon terhadap penyakit yang berpotensi menimbulkan wabah atau Kejadian Luar Biasa (KLB). Upaya pengendalian penyakit dilakukan melalui tahapan reduksi, eliminasi hingga eradikasi. Dalam rangka mendukung eliminasi malaria diperlukan kesiapan dokumen promosi kesehatan serta media Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE). Selain itu, komunikasi risiko perlu dilakukan secara tepat agar masyarakat memahami langkah kewaspadaan terhadap potensi KLB.
Beberapa penyakit yang perlu diwaspadai antara lain malaria, demam berdarah dengue (DBD), leptospirosis, demam tifoid atau tipus dan diare, serta kejadian keracunan makanan. Selain pembahasan program, kegiatan promosi kesehatan juga mencakup persiapan dokumen pengajuan lomba Posyandu dan kader Posyandu berprestasi, pengusulan sekolah Kawasan Tanpa Rokok (KTR), serta evaluasi pemanfaatan microsite Posyandu. Kegiatan juga dilengkapi dengan penyerahan penghargaan Lomba Kader Posyandu Berprestasi Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025 kepada Agustina Wiwik, kader Posyandu wilayah kerja Puskesmas Bragolan, yang berhasil meraih Juara Harapan II. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas peran aktif kader Posyandu dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat di Kabupaten Purworejo. Melalui pertemuan ini diharapkan pengelola program dan kader Posyandu dapat memperkuat pelaksanaan Posyandu siklus hidup serta meningkatkan kesiapan dalam mengikuti lomba kader dan Posyandu berprestasi Tahun 2026 sekaligus mendukung pencapaian program kesehatan di Kabupaten Purworejo.(MI)

Selengkapnya
16. Tanggal : 20-02-2026 Jam : 11::27

Dinkesda Kabupaten Purworejo Sosialisasikan Pelaksanaan CKG 2026 di Klinik

PURWOREJO, Kamis, 19 Februari 2026 – Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo menyelenggarakan Pertemuan Sosialisasi Pelaksanaan CKG Tahun 2026 di Aula 2A Dinkes. Kegiatan ini dihadiri tenaga kesehatan dan tenaga administrasi dari 18 klinik di Kabupaten Purworejo sebagai bagian dari penguatan implementasi CKG di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama. Pertemuan ini bertujuan menyamakan persepsi serta memastikan kesiapan klinik dalam melaksanakan CKG sesuai petunjuk teknis terbaru tahun 2026. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat menyampaikan pembaruan juknis yang mencakup penambahan jenis skrining dan metode pemeriksaan, penyesuaian alur pelayanan, kesiapan sumber daya manusia dan sarana pendukung, hingga mekanisme pencatatan dan pelaporan hasil skrining.
Pelaksanaan CKG di klinik difokuskan pada kelompok usia dewasa dan lanjut usia. Materi teknis disampaikan oleh Pengelola Program Usia Produktif dan Pengelola Program Lansia dengan penekanan pada deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular yang banyak terjadi pada kelompok usia tersebut. Pada kelompok usia dewasa, skrining mencakup pemeriksaan kardiovaskular, paru, kanker, fungsi indera, kesehatan jiwa, fungsi hati, skrining calon pengantin, kesehatan kulit, serta pemeriksaan geriatri bagi masyarakat berusia di atas 60 tahun. Sementara itu, pada kelompok usia lanjut di atas 60 tahun, skrining dilakukan menggunakan pendekatan ADL dan SKILAS yang meliputi penilaian fungsi kognitif, kemampuan mobilisasi, status nutrisi, fungsi penglihatan dan pendengaran, serta deteksi gejala depresi. Melalui sosialisasi ini, Dinkesda menegaskan bahwa pelaksanaan CKG tidak hanya berfokus pada kegiatan skrining, tetapi juga pada ketepatan pencatatan, pelaporan, serta tindak lanjut hasil pemeriksaan. Klinik diharapkan mampu melaksanakan layanan secara terstandar dan berkesinambungan sehingga upaya deteksi dini dapat berjalan optimal dan berkontribusi pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Purworejo.(MI)

Selengkapnya
17. Tanggal : 19-02-2026 Jam : 11::35

Dinkesda Kabupaten Purworejo Sosialisasikan Pelaksanaan CKG 2026 di Klinik

PURWOREJO. Kamis, 19 Februari 2026 – Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo menyelenggarakan Pertemuan Sosialisasi Pelaksanaan CKG Tahun 2026 di Aula 2A Dinkes. Kegiatan ini dihadiri tenaga kesehatan dan tenaga administrasi dari 18 klinik di Kabupaten Purworejo sebagai bagian dari penguatan implementasi CKG di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama. Pertemuan ini bertujuan menyamakan persepsi serta memastikan kesiapan klinik dalam melaksanakan CKG sesuai petunjuk teknis terbaru tahun 2026. 
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat menyampaikan pembaruan juknis yang mencakup penambahan jenis skrining dan metode pemeriksaan, penyesuaian alur pelayanan, kesiapan sumber daya manusia dan sarana pendukung, hingga mekanisme pencatatan dan pelaporan hasil skrining. Pelaksanaan CKG di klinik difokuskan pada kelompok usia dewasa dan lanjut usia. Materi teknis disampaikan oleh Pengelola Program Usia Produktif dan Pengelola Program Lansia dengan penekanan pada deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular yang banyak terjadi pada kelompok usia tersebut. Pada kelompok usia dewasa, skrining mencakup pemeriksaan kardiovaskular, paru, kanker, fungsi indera, kesehatan jiwa, fungsi hati, skrining calon pengantin, kesehatan kulit, serta pemeriksaan geriatri bagi masyarakat berusia di atas 60 tahun. 
Sementara itu, pada kelompok usia lanjut di atas 60 tahun, skrining dilakukan menggunakan pendekatan ADL dan SKILAS yang meliputi penilaian fungsi kognitif, kemampuan mobilisasi, status nutrisi, fungsi penglihatan dan pendengaran, serta deteksi gejala depresi. Melalui sosialisasi ini, Dinkesda menegaskan bahwa pelaksanaan CKG tidak hanya berfokus pada kegiatan skrining, tetapi juga pada ketepatan pencatatan, pelaporan, serta tindak lanjut hasil pemeriksaan. Klinik diharapkan mampu melaksanakan layanan secara terstandar dan berkesinambungan sehingga upaya deteksi dini dapat berjalan optimal dan berkontribusi pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Purworejo.(MI)

Selengkapnya
18. Tanggal : 19-02-2026 Jam : 11::04

Dinkesda Purworejo Ikuti Pertemuan Daring Peningkatan Literasi Digital Nakes dalam Implementasi LOINC Terintegrasi SATUSEHAT

Kamis, 19 Februari 2026, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo mengikuti pertemuan daring peningkatan literasi digital tenaga kesehatan dalam penerapan standar Logical Observation Identifiers Names and Codes (LOINC) pada Rekam Medis Elektronik (RME). Kegiatan ini membahas peran LOINC sebagai standar terminologi laboratorium dan radiologi untuk mendukung interoperabilitas data kesehatan. LOINC menjadi bagian dari standar nasional yang digunakan dalam integrasi data ke platform SATUSEHAT yang dikembangkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Dalam pemaparan materi dijelaskan bahwa interoperabilitas menuntut keseragaman standar, meliputi standar terminologi, standar pertukaran data, standar identitas, serta standar privasi dan keamanan data. Pada aspek terminologi, LOINC digunakan untuk menyamakan kode pemeriksaan laboratorium dan radiologi agar tidak terjadi perbedaan istilah maupun kode antar fasilitas kesehatan. Peserta memperoleh penjelasan mengenai struktur kode LOINC yang terdiri dari enam komponen utama, yaitu component, property, timing, system, scale, dan method. Narasumber juga menekankan prinsip pemetaan kode, yaitu memilih kode yang paling spesifik sesuai informasi yang tersedia dan tidak mengasumsikan data yang tidak tercantum.
Materi turut mengulas kondisi di Indonesia yang masih menghadapi variasi kode pemeriksaan antar laboratorium dan unit radiologi. Perbedaan ini menyebabkan data sulit dipertukarkan. Implementasi LOINC menjadi solusi melalui penggunaan kamus standar terminologi nasional. Tahapan implementasi meliputi pengumpulan parameter pemeriksaan, proses pembersihan data, mapping ke kode LOINC, validasi hasil pemetaan, hingga publikasi ke portal SATUSEHAT. Jika kode LOINC belum tersedia, digunakan Kode Pemeriksaan Penunjang Nasional sebagai kode sementara. Kegiatan ini juga menyoroti tantangan implementasi, seperti kompleksitas struktur kode dan kebutuhan SDM terlatih. Oleh karena itu, peningkatan literasi digital tenaga kesehatan menjadi langkah strategis untuk memastikan akurasi pemetaan dan kesiapan integrasi RME. Melalui partisipasi aktif dalam kegiatan ini, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo memperkuat komitmen mendukung transformasi digital kesehatan, meningkatkan interoperabilitas data, serta memastikan pelaporan kesehatan daerah selaras dengan standar nasional.(MI)

Selengkapnya
19. Tanggal : 19-02-2026 Jam : 10::46

Rakor Pra Asesmen Eliminasi Malaria, Purworejo Perkuat Kesiapan Menuju Sertifikasi

PURWOREJO – Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo mengikuti pertemuan virtual persiapan eliminasi malaria pada Kamis, 18 Februari 2026. Kegiatan ini menghadirkan Ketua Tim Penilai Eliminasi Malaria Nasional, Dr. Ferdinand J. Laihad, yang memaparkan pentahapan dan mekanisme penilaian eliminasi malaria kabupaten/kota di Indonesia. Dalam pemaparan dijelaskan bahwa target eliminasi nasional mengarah pada Indonesia bebas malaria tahun 2030. Untuk tingkat kabupaten/kota, terdapat kriteria mutlak yang harus dipenuhi, yaitu Annual Parasite Incidence (API) kurang dari 1 per 1.000 penduduk selama tiga tahun terakhir, Slide Positivity Rate (SPR) kurang dari 5 persen dalam tiga tahun terakhir, serta tidak ditemukan kasus indigenous selama 36 bulan berturut-turut sebelum penilaian dilakukan.
Rapat koordinasi ini menekankan pentingnya kesiapan menyeluruh pada seluruh komponen penilaian. Aspek yang menjadi perhatian meliputi penguatan Sistem Informasi Malaria (SISMAL), kelengkapan dan ketepatan pelaporan Regmal 1 dan Regmal 2, serta validitas data API dan SPR. Selain itu, kesiapan tenaga terlatih, ketersediaan logistik tanpa stok kosong, serta jaminan mutu laboratorium melalui cross check dan quality assurance menjadi bagian penting dalam proses verifikasi. Pada aspek surveilans, implementasi respons 1-2-5 ditekankan sebagai kunci. Setiap kasus harus segera diinvestigasi, diklasifikasikan, dan ditindaklanjuti, termasuk pemetaan serta penanggulangan fokus. Surveilans migrasi juga menjadi perhatian, mengingat risiko kasus impor dari daerah endemis dapat memicu penularan kembali di wilayah reseptif.
Selain aspek teknis, dukungan regulasi daerah, pembiayaan, perencanaan program, monitoring dan evaluasi rutin, serta kelengkapan dokumentasi menjadi bagian dari instrumen penilaian. Kabupaten/kota juga wajib memiliki rencana aksi pencegahan timbulnya kembali penularan malaria setelah sertifikasi diperoleh. Melalui rakor pra asesmen ini, Kabupaten Purworejo melakukan evaluasi kesiapan secara komprehensif sebelum memasuki tahapan penilaian resmi. Komitmen lintas program dan lintas sektor terus diperkuat guna memastikan tidak terjadi penularan setempat serta menjaga kualitas surveilans dan respons cepat terhadap setiap kasus. Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo optimis dapat memenuhi seluruh indikator eliminasi malaria dan melangkah menuju sertifikasi bebas malaria sesuai mekanisme yang ditetapkan.(MI)

Selengkapnya
20. Tanggal : 19-02-2026 Jam : 09::21

Sinergi Dinkesda, BPJS Kesehatan, dan ASKLIN dalam Kredensialing Klinik di Purworejo

Pada Rabu, 18 Februari 2026, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo bersama BPJS Kesehatan dan Asosiasi Klinik Indonesia Kabupaten Purworejo melaksanakan kegiatan kredensialing di Klinik Pratama Delima Medika. Kegiatan kredensialing ini dilaksanakan dalam rangka menilai kesiapan Klinik Pratama Delima Medika untuk dapat bekerja sama sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dengan BPJS Kesehatan dalam penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Tim kredensialing melakukan penilaian secara komprehensif terhadap berbagai aspek penting, meliputi kesiapan sumber daya manusia (SDM), ketersediaan dan kelayakan sarana prasarana, kelengkapan alat kesehatan, komitmen terhadap mutu dan standar pelayanan, serta pemenuhan persyaratan administratif sesuai ketentuan yang berlaku. Proses kredensialing ini merupakan tahapan krusial untuk memastikan bahwa fasilitas pelayanan kesehatan yang akan bekerja sama dengan BPJS Kesehatan telah memenuhi standar mutu, keselamatan pasien, serta regulasi yang ditetapkan. Dengan demikian, masyarakat peserta JKN dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang aman, berkualitas, dan berkesinambungan. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, BPJS Kesehatan, asosiasi fasilitas kesehatan, dan penyedia layanan, guna meningkatkan akses serta mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Purworejo.(MI)

Selengkapnya
21. Tanggal : 18-02-2026 Jam : 15::24

Dinas Kesehatan Daerah melalui Labkesda Purworejo Laksanakan Sampling Makanan di SPPG Klepu Butuh

Rabu, 18 Februari 2026, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo melalui Labkesda melaksanakan kegiatan sampling makanan di SPPG Klepu, Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo. Kegiatan ini bertujuan memastikan makanan yang diproduksi dan didistribusikan kepada penerima manfaat memenuhi standar keamanan dan layak konsumsi.Tim melakukan pengambilan sampel makanan secara representatif dari menu yang telah disiapkan. Sampel dikemas menggunakan wadah steril, diberi label identitas, kemudian dibawa ke laboratorium untuk dilakukan pengujian.
Pemeriksaan meliputi:
  • Uji mikrobiologi untuk mendeteksi potensi cemaran bakteri,
  • Pemeriksaan kualitas fisik Air
  • Evaluasi penerapan higiene dan sanitasi pengolahan
  • Pemeriksaan kualitas air sumur bor
  • Pemeriksaan air dari sumber PDAM yang digunakan dalam proses pengolahan makanan.
Pemeriksaan air dilakukan untuk memastikan sumber air yang digunakan memenuhi persyaratan kualitas air bersih dan tidak menimbulkan risiko kesehatan. Selain pengambilan sampel, tim juga melakukan pemantauan proses pengolahan, penyimpanan bahan pangan, serta kebersihan peralatan dan lingkungan dapur. Hasil pemeriksaan langsung disampaikan kepada pengelola SPPG sebagai bahan evaluasi. Apabila ditemukan hal yang perlu diperbaiki, tim memberikan rekomendasi untuk segera ditindaklanjuti guna memastikan standar keamanan pangan tetap terpenuhi. Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo memperkuat pengawasan keamanan pangan dan kualitas air sebagai upaya perlindungan kesehatan masyarakat.(MI)

Selengkapnya
22. Tanggal : 17-02-2026 Jam : 17::24

DINKESDA HIMPUN 390 KG BERAS DALAM APEL GUYUB RUKUN ASN PEDULI HARI JADI KE-195 KABUPATEN PURWOREJO

Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo mengikuti Apel Beras Guyub Rukun ASN Peduli dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Purworejo ke-195 pada Minggu, 15 Februari 2026 pukul 08.30 WIB di Halaman Sekretariat Daerah Kabupaten Purworejo. Kegiatan ini dilaksanakan setelah rangkaian Senam Sehat Bersama di Alun-Alun Purworejo dan diikuti seluruh perangkat daerah. Apel dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Purworejo H. Suranto, ST., S.Sos., MPA..
Dalam kegiatan tersebut, Dinkesda berhasil menghimpun 156 bungkus beras dengan berat masing-masing 2,5 kilogram, sehingga total beras yang terkumpul mencapai 390 kilogram. Pengumpulan dilakukan secara sukarela oleh ASN sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat. Beras yang telah dihimpun selanjutnya didistribusikan kepada warga yang membutuhkan. Sebanyak 56 bungkus disalurkan kepada masyarakat RW 10 Kelurahan Ngupasan. Sisanya dibagikan kepada masyarakat di lingkungan sekitar kantor Dinkesda. Partisipasi Dinkesda dalam gerakan Guyub Rukun ASN Peduli menjadi wujud komitmen untuk mendukung kegiatan sosial kemasyarakatan. Momentum Hari Jadi ke-195 Kabupaten Purworejo dimanfaatkan untuk memperkuat solidaritas ASN sekaligus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat (MI)

Selengkapnya
23. Tanggal : 15-02-2026 Jam : 21::33

Dinkesda Purworejo Gelar Desk Reviu Persediaan dan Aset untuk Sinkronisasi LKPD 2025

Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo menyelenggarakan kegiatan Desk Reviu Persediaan dan Aset dalam rangka penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2025. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 12 Februari 2026 untuk reviu persediaan dan Kamis, 13 Februari 2026 untuk reviu aset. Pada desk reviu persediaan, Dinkesda menghadirkan pengelola persediaan puskesmas bersama tim keuangan dan pengelola barang tingkat dinas. Tim melakukan pencocokan angka awal dan angka akhir persediaan, verifikasi mutasi barang masuk dan keluar selama tahun berjalan, serta penelusuran kesesuaian antara kartu stok, laporan gudang, dan laporan keuangan. Setiap selisih yang ditemukan langsung diklarifikasi berdasarkan dokumen pendukung agar angka yang tercatat valid dan konsisten.
Selanjutnya, pada desk reviu aset, pengurus barang dan pengelola aset puskesmas melakukan sinkronisasi data Kartu Inventaris Barang (KIB), nilai perolehan, akumulasi penyusutan, serta mutasi aset tahun berjalan. Tim menelusuri dokumen sumber seperti berita acara serah terima dan bukti perolehan untuk memastikan pencatatan sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
Kegiatan ini bertujuan menyinkronkan angka antara Dinkesda dan puskesmas sebelum proses konsolidasi LKPD. Sinkronisasi dilakukan untuk mencegah selisih data, memperkuat tertib administrasi, serta meningkatkan akurasi dan keandalan laporan keuangan. Melalui desk reviu ini, Dinkesda menegaskan komitmen dalam menjaga akuntabilitas pengelolaan persediaan dan aset daerah. Langkah ini menjadi bagian penting dalam memastikan penyusunan LKPD Tahun 2025 berjalan tepat waktu, sesuai ketentuan, dan siap menghadapi proses pemeriksaan selanjutnya. (MI)

Selengkapnya
24. Tanggal : 13-02-2026 Jam : 23::47

Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo Gelar Pelatihan Keamanan Pangan di SPPG Kaliwatubumi, Kecamatan Butuh

Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo menyelenggarakan pelatihan di SPPG Kaliwatubumi, Kecamatan Butuh, pada Jumat, 13 Februari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 36 peserta yang terdiri dari SPPI dan ahli gizi. Pelatihan ini bertujuan memperkuat kapasitas petugas dalam penyelenggaraan pelayanan gizi sekaligus memastikan penerapan prinsip keamanan pangan di setiap tahapan pengelolaan makanan. Peserta mendapatkan materi teknis yang dapat langsung diterapkan dalam operasional SPPG.
Narasumber dari Laboratorium Kesehatan Daerah menyampaikan materi terkait keamanan pangan, meliputi pemilihan dan penerimaan bahan baku, proses pengolahan yang higienis, pengendalian suhu penyimpanan, distribusi makanan, hingga pencegahan kontaminasi silang. Penekanan juga diberikan pada penerapan higiene dan sanitasi bagi penjamah makanan serta pentingnya pengawasan mutu secara rutin. Selain paparan materi, kegiatan dilengkapi dengan sesi diskusi untuk membahas kendala yang dihadapi di lapangan. Peserta menyampaikan pengalaman praktik serta langkah pengendalian yang telah dilakukan, sehingga terjadi pertukaran solusi yang aplikatif. Melalui pelatihan ini, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo menegaskan komitmennya dalam menjaga mutu dan keamanan pangan pada layanan SPPG. Peningkatan kompetensi petugas diharapkan mampu mendukung terselenggaranya pelayanan gizi yang aman, terstandar, dan berkelanjutan bagi masyarakat.(MI)

Selengkapnya
25. Tanggal : 13-02-2026 Jam : 23::26

Partisipasi Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo dalam Lomba Menyanyi Hari Jadi Kabupaten Purworejo Ke 195

Purworejo, 13 Februari 2026- Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Purworejo, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo berpartisipasi aktif dalam Lomba Menyanyi Lagu Ambyar yang digelar pada ajang Purworejo Expo 2026. Kegiatan ini diikuti oleh ASN/OPD se-Kabupaten Purworejo dan menjadi salah satu agenda hiburan yang menyedot perhatian pengunjung. Perwakilan Dinas Kesehatan tampil membawakan lagu Jawa dengan penuh semangat di panggung utama expo. Penampilan tersebut tidak hanya menjadi bentuk dukungan terhadap peringatan hari jadi daerah, tetapi juga menunjukkan semangat kebersamaan dan kreativitas ASN dalam mendukung kegiatan positif di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purworejo.
Lomba ini menjadi ruang silaturahmi antar-OPD sekaligus sarana memperkuat kekompakan. Antusiasme peserta dan penonton terlihat tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Dinas Kesehatan memanfaatkan momentum ini untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat, tidak hanya melalui pelayanan kesehatan, tetapi juga melalui partisipasi aktif dalam kegiatan seni dan budaya. Melalui keikutsertaan dalam lomba menyanyi, Dinas Kesehatan menegaskan komitmennya untuk mendukung kegiatan daerah secara menyeluruh, baik dalam pelayanan publik maupun dalam membangun semangat kebersamaan di Hari Jadi Kabupaten Purworejo.(MI)

Selengkapnya
26. Tanggal : 13-02-2026 Jam : 22::59

Dinkesda Meriahkan Expo Hari Jadi Purworejo ke-195 dengan Edukasi Kesehatan dan Pemeriksaan Gratis

Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Purworejo ke-195, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo membuka stand pelayanan kesehatan pada Expo Purworejo yang berlangsung pada 11–15 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi sektor kesehatan dalam memeriahkan peringatan hari jadi daerah. Pada kegiatan tersebut, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo bekerja sama dengan YAKUM untuk menghadirkan layanan langsung kepada masyarakat. Sinergi ini difokuskan pada penguatan upaya promotif dan preventif agar masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.
Pelayanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan gratis, seperti pengecekan tekanan darah, gula darah, serta konsultasi dengan tenaga kesehatan. Selain itu, tersedia edukasi kesehatan jiwa yang memberikan pemahaman tentang pengelolaan stres, deteksi dini gangguan mental, serta akses layanan rujukan bila diperlukan. Selama lima hari pelaksanaan, stand Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo mendapat respons positif dari pengunjung. Masyarakat memanfaatkan kesempatan ini untuk memeriksa kondisi kesehatannya sekaligus memperoleh informasi yang tepat dan mudah dipahami. Melalui keikutsertaan dalam Expo Purworejo pada peringatan Hari Jadi Kabupaten Purworejo ke-195, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo menegaskan komitmennya dalam memperluas akses layanan, meningkatkan literasi kesehatan, dan mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatan fisik maupun mental.(MI)

Selengkapnya
27. Tanggal : 13-02-2026 Jam : 22::49

Rapat Rekonsiliasi Pengelolaan Obat dan Optimalisasi Aplikasi SIMO di Gudang Farmasi Dinkesda Purworejo

Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo melaksanakan Rapat Rekonsiliasi pada Rabu, 11 Februari 2026 di Gudang Farmasi Dinkesda sesuai agenda undangan resmi. Kegiatan ini diikuti oleh apoteker puskesmas se-Kabupaten Purworejo dan dipandu oleh Tim Gudang Farmasi (GF) serta Tim Aplikasi SIMO. Rapat tidak hanya membahas obat program pemerintah, tetapi mencakup seluruh pengelolaan obat di puskesmas. Pembahasan meliputi kesesuaian data stok fisik dan stok aplikasi, penerimaan dan distribusi dari gudang farmasi, pelaporan LPLPO, ketepatan input transaksi, serta pemantauan obat mendekati kedaluwarsa (ED).
Tim GF memandu proses pencocokan data antara puskesmas dan gudang farmasi untuk memastikan tidak ada selisih pencatatan. Sementara itu, Tim Aplikasi SIMO memberikan penguatan teknis terkait tata cara input, koreksi data, serta pemanfaatan fitur monitoring untuk mendukung pengambilan keputusan. Forum ini juga menjadi ruang diskusi untuk mengidentifikasi kendala di lapangan, termasuk keterlambatan pelaporan, kesalahan input, dan mekanisme retur obat. Peserta menyepakati langkah perbaikan yang harus segera ditindaklanjuti di masing-masing puskesmas. Melalui rekonsiliasi ini, Dinkesda menekankan pentingnya integrasi data dan kedisiplinan pencatatan sebagai dasar perencanaan kebutuhan, pengendalian distribusi, dan pencegahan kekosongan maupun penumpukan obat. Hasil pertemuan menjadi acuan perbaikan sistem pengelolaan farmasi yang lebih tertib, terukur, dan terintegrasi melalui SIMO.(MI)

Selengkapnya
28. Tanggal : 13-02-2026 Jam : 21::25

Forum Perangkat Daerah Dinkesda Dalam Rangka Penyusunan Renja Perangkat Daerah dan Penyempurnaan Ranwal RKPD 2027 Sekaligus Forum Konsultasi Publik

Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo menyelenggarakan Forum Perangkat Daerah pada Rabu, 11 Februari 2026 dalam rangka pembahasan Rancangan Awal Rencana Kerja (Renja) Tahun 2027. Kegiatan ini merupakan tahapan perencanaan pembangunan daerah yang melibatkan perangkat daerah dan pemangku kepentingan sebagaimana tercantum dalam undangan resmi. Forum dihadiri oleh pimpinan dan anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Purworejo, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Purworejo, perwakilan perangkat daerah terkait, serta jajaran struktural RSUD dr. Tjitrowardojo dan RSUD Tjokronegoro. Turut hadir Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo beserta pejabat struktural dan fungsional di lingkungan Dinkesda.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo menyampaikan bahwa penyusunan Renja Tahun 2027 harus mengacu pada evaluasi capaian kinerja tahun sebelumnya, indikator SPM, serta target RPJMD. Ia menekankan pentingnya keselarasan program dengan prioritas pembangunan daerah, penguatan layanan rujukan, peningkatan mutu pelayanan, serta pengelolaan anggaran yang efektif dan akuntabel. Paparan materi diawali oleh Dinkesda mengenai kerangka kebijakan, pagu indikatif, serta arah program prioritas tahun 2027. Selanjutnya, RSUD dr. Tjitrowardojo memaparkan capaian kinerja layanan, realisasi anggaran, serta kebutuhan pengembangan sarana, prasarana, dan alat kesehatan untuk mendukung standar pelayanan ke depan. RSUD Tjokronegoro menyampaikan rencana program dan kegiatan tahun 2027, termasuk peningkatan mutu layanan, penguatan SDM, serta optimalisasi tata kelola BLUD.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang dipandu oleh Plt. Sekretaris Dinkesda. Dalam sesi ini, perwakilan DPRD, unsur Setda, dan perangkat daerah memberikan masukan terkait prioritas program, efisiensi anggaran, integrasi layanan rujukan, serta kesiapan pemenuhan standar pelayanan kesehatan. Masukan tersebut menjadi bahan penyempurnaan Rancangan Awal Renja Tahun 2027. Sebagai penutup, dilakukan penandatanganan berita acara Forum Perangkat Daerah oleh perwakilan unsur yang hadir sebagai bentuk persetujuan hasil pembahasan dan komitmen bersama dalam mendukung pembangunan sektor kesehatan Kabupaten Purworejo Tahun 2027.(MI)

Selengkapnya
29. Tanggal : 12-02-2026 Jam : 17::36

Dinkesda Gelar Sinergi Program PTM melalui SIMO Program Perkuat Pengendalian Obat dan Pelaporan

Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo terus memperkuat sinergi Program Penyakit Tidak Menular (PTM) melalui optimalisasi SIMO Program sebagai sistem pengelolaan obat program pemerintah yang di selenggarakan pada tanggal 12 Februari 2026 di Aula 2A Dinkesda. Integrasi ini difokuskan untuk mendukung ketersediaan dan pengendalian obat PTM secara lebih tertib, terukur, dan berbasis data. Dalam Evaluasi Pelaporan SIMO Tahun 2025 yang dilaksanakan pada Selasa, 23 Desember 2025, dilakukan penegasan kembali kewajiban pelaporan stok opname (SO) setiap bulan sebelum tanggal 5, termasuk evaluasi SO bulan September, Oktober, dan November 2025. Selain itu, keaktifan input resep oleh puskesmas juga menjadi perhatian karena menjadi indikator kedisiplinan pencatatan dan validitas data pemakaian obat program. Melalui integrasi dengan Program PTM, SIMO tidak hanya berfungsi sebagai aplikasi pencatatan logistik, tetapi juga sebagai instrumen pengendalian program. Data resep yang diinput fasilitas pelayanan kesehatan menjadi dasar pemantauan penggunaan obat hipertensi, diabetes, dan penyakit kronis lainnya. Dengan sistem ini, Dinkesda dapat mendeteksi potensi kekosongan obat lebih awal, memantau pola konsumsi, serta menyusun perencanaan distribusi yang lebih tepat. Penguatan sinergi ini juga ditindaklanjuti melalui koordinasi integrasi PTM dan SIMO pada Februari 2026. Langkah ini bertujuan menyelaraskan pelaporan pelayanan dan pelaporan logistik agar berjalan dalam satu sistem yang saling mendukung. Melalui sinergi tersebut, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo menegaskan komitmennya untuk memastikan pelayanan PTM berjalan berkesinambungan dengan dukungan ketersediaan obat yang terpantau secara real time dan akuntabel. Integrasi SIMO menjadi bagian penting dalam memperkuat tata kelola program serta meningkatkan kualitas pengendalian Penyakit Tidak Menular di Kabupaten Purworejo.(MI)

Selengkapnya
30. Tanggal : 11-02-2026 Jam : 16::13

Dinkesda Purworejo Hadiri Pertemuan Percepatan Adopsi RME TPMD/G Terintegrasi SATUSEHAT di Jawa Tengah

Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo (Dinkesda) menghadiri Pertemuan Percepatan Adopsi Rekam Medis Elektronik (RME) melalui Pendampingan ASRI (Aplikasi Sistem Rekam Medis Elektronik Indonesia) bagi Tempat Praktik Mandiri Dokter dan Dokter Gigi (TPMD/G) yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah pada Selasa, 10 Februari 2026, di Aula Wijaya Kusuma Lantai 8 Dinkes Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan ini merupakan bagian dari fasilitasi implementasi integrasi ke Sistem Informasi Kesehatan Nasional (SIKN) dan Jaringan Nasional Nasional (JNN), dalam rangka mendorong percepatan transformasi digital sektor kesehatan. Pertemuan ini menekankan kewajiban penerapan RME sebagaimana diatur dalam Permenkes Nomor 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis, sekaligus mendukung integrasi data pelayanan kesehatan ke dalam platform SATUSEHAT.
Acara diawali dengan sambutan dan arahan dari Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, dilanjutkan pemaparan strategi percepatan adopsi RME terintegrasi SATUSEHAT oleh Pusdatin Kementerian Kesehatan RI. Peserta kemudian mengikuti bimbingan teknis implementasi aplikasi ASRI oleh Tim Pengembang ASRI, yang dirancang khusus untuk mendukung kebutuhan pencatatan medis di TPMD/G secara standar, aman, dan interoperabel. Sebagai peserta, Dinkesda berperan aktif dalam memahami kebijakan, alur implementasi, serta strategi pendampingan kepada TPMD/G di wilayah Kabupaten Purworejo. Melalui kegiatan ini, Dinkesda memperkuat komitmen untuk mendorong praktik mandiri dokter dan dokter gigi beralih dari rekam medis manual ke Rekam Medis Elektronik, sekaligus meningkatkan integrasi data pelayanan kesehatan daerah ke dalam sistem informasi kesehatan nasional. Partisipasi ini diharapkan mempercepat peningkatan jumlah fasilitas pelayanan kesehatan yang terintegrasi dengan SATUSEHAT, memperkuat tata kelola data kesehatan, serta mendukung pelayanan kesehatan yang lebih tertib, terdokumentasi, dan berkesinambungan di Kabupaten Purworejo. (MI)

Selengkapnya
31. Tanggal : 08-02-2026 Jam : 21::36

Rapat Koordinasi Program Makan Bergizi (MBG) dan Kewaspadaan Dini KLB Keracunan Pangan MBG

Purworejo- 06 Februari 2026. Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo menyelenggarakan Rapat Koordinasi Program Makan Bergizi (MBG) dan Kewaspadaan Dini Kejadian Luar Biasa (KLB) Keracunan Pangan MBG sebagai upaya memperkuat koordinasi lintas sektor dalam pelaksanaan program gizi serta pengendalian risiko kesehatan masyarakat. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyamakan pemahaman dan langkah bersama agar Program MBG berjalan aman, tepat sasaran, dan berkelanjutan. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo, dr. Sudarmi, MM. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa keberhasilan Program MBG tidak hanya ditentukan oleh pemenuhan kebutuhan gizi sasaran, tetapi juga oleh pengawasan pangan yang ketat dan sistem kewaspadaan dini yang responsif terhadap potensi KLB keracunan pangan. Sinergi antar perangkat daerah dan pemangku kepentingan dinilai menjadi kunci dalam menjaga mutu dan keamanan pelaksanaan program.
Rapat dilanjutkan dengan penyampaian materi Program MBG 3B yang menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, dr. Nur Salim. Materi ini menekankan pentingnya intervensi gizi terarah bagi kelompok rentan serta peran fasilitas pelayanan kesehatan dalam memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai standar. Selanjutnya, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, dr. Budi Susanti, M.Sc., menyampaikan materi kewaspadaan dini KLB keracunan pangan MBG di Kabupaten Purworejo, yang menyoroti mekanisme deteksi dini, pelaporan cepat, dan langkah penanganan awal apabila terjadi dugaan kasus keracunan pangan. Materi berikutnya disampaikan oleh perwakilan Kodim, Bapak Ahmad Widodo, yang membahas kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional bagi relawan SPPG sebagai bentuk perlindungan kesehatan bagi pendukung pelaksanaan Program MBG.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab, yang dimanfaatkan peserta untuk menyampaikan masukan, tantangan di lapangan, serta upaya penguatan koordinasi lintas sektor. Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan terbangun komitmen bersama dalam mendukung Program MBG serta meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi KLB keracunan pangan demi perlindungan kesehatan masyarakat Kabupaten Purworejo.(MI)

Selengkapnya
32. Tanggal : 07-02-2026 Jam : 01::12

Dinkesda Purworejo Gelar Sosialisasi Pelaporan SPT Tahunan Bagi Orang Pribadi

Purworejo- Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo menyelenggarakan Sosialisasi Pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan bagi Wajib Pajak Orang Pribadi pada Kamis, 5 Februari 2026, bertempat di Aula Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini diikuti oleh pengelola gaji serta perwakilan dari masing-masing bidang di lingkungan Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo. Sosialisasi bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kepatuhan pegawai terhadap kewajiban perpajakan, khususnya pelaporan SPT Tahunan.
Dalam kegiatan tersebut Kasubag Perencanaan dan Keuangan menyampaiakan bahwa pelaporan SPT Tahunan wajib dilakukan oleh setiap Wajib Pajak yang telah memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), terlepas dari ada atau tidaknya penghasilan pada tahun pajak berjalan. Hal ini menjadi penekanan penting untuk mencegah kelalaian administrasi perpajakan. Mulai Tahun Pajak 2026, pelaporan SPT Tahunan dilakukan melalui sistem Coretax. Tahapan awal yang harus dilakukan oleh Wajib Pajak adalah aktivasi akun Coretax menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Setelah akun aktif, Wajib Pajak dapat melanjutkan proses pelaporan secara mandiri melalui sistem tersebut.
Dokumen utama yang perlu disiapkan sebelum melakukan pelaporan adalah Bukti Potong Pajak Penghasilan yang telah diterbitkan oleh instansi masing-masing. Kelengkapan dokumen ini menjadi kunci kelancaran proses pelaporan SPT Tahunan. Sebagai pengingat, batas akhir pelaporan SPT Tahunan Orang Pribadi adalah paling lambat tanggal 31 MARET 2026. Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan seluruh pegawai Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo dapat melaksanakan kewajiban perpajakan secara tepat waktu, tertib, dan sesuai ketentuan yang berlaku.(MI)

Selengkapnya
33. Tanggal : 07-02-2026 Jam : 01::10

Penguatan Rencana Tindak Lanjut Lintas Sektor melalui Rapat Koordinasi Kewaspadaan Dini Malaria Tahun 2026

Purworejo- Pemerintah Kabupaten Purworejo melalui inas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo menyelenggarakan Rapat Koordinasi Kewaspadaan Dini Malaria pada Libur Idul Fitri 1447 H/2026 M dan Persiapan Eliminasi Malaria Purworejo Tahun 2026 pada Rabu, 4 Februari 2026, bertempat di Arihiwang Setda Kabupaten Purworejo. Acara di buka oleh Asisten 3 Bidang Kesra dengan penyampaian tujuan pelaksanaan kegiatan ini yaitu bertujuan memperkuat kewaspadaan dini serta menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) lintas sektor dalam menjaga keberlanjutan eliminasi malaria.
Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo dalam sambutannya menegaskan bahwa capaian eliminasi malaria harus dijaga secara konsisten, terutama pada periode libur Idul Fitri yang ditandai dengan meningkatnya mobilitas penduduk. Eliminasi malaria tidak berhenti pada penilaian. Kewaspadaan dini, penguatan surveilans migrasi, dan kolaborasi lintas sektor hingga tingkat desa harus terus diperkuat agar tidak terjadi penularan kembali, tegas Kepala Dinkesda. Sebagai tindak lanjut, Camat berkomitmen mendukung penuh persiapan dan proses penilaian eliminasi malaria, melakukan sosialisasi kewaspadaan dini malaria kepada masyarakat, serta mengoordinasikan dan memantau implementasi surveilans migrasi malaria yang tertuang dalam Peraturan Desa (PERDES) Malaria.
Di tingkat desa, Kepala Desa menyatakan kesiapan mendukung persiapan dan penilaian eliminasi malaria melalui sosialisasi kewaspadaan dini malaria kepada masyarakat, implementasi surveilans migrasi malaria sesuai PERDES Malaria, serta pengalokasian anggaran desa untuk kegiatan promosi dan penanggulangan malaria. Dukungan lintas sektor juga diperkuat oleh BPBD, DPPPAPMD, dan Bagian Kesra yang berkomitmen mendukung proses penilaian eliminasi malaria serta meningkatkan sosialisasi kewaspadaan dini kepada masyarakat dan instansi terkait. Malaria diposisikan sebagai potensi bencana non-alam yang memerlukan kesiapsiagaan bersama. Melalui pelaksanaan RTL yang terkoordinasi dan berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Purworejo optimistis dapat menjaga status eliminasi malaria serta melindungi masyarakat dari risiko penularan malaria.(MI)

Selengkapnya
34. Tanggal : 07-02-2026 Jam : 01::05

Dinkesda Purworejo Perkuat Peran Laboratorium Daerah Menuju Laboratorium Rujukan Intermediate Tahun 2027

Purworejo- Dalam rangka persiapan penetapan Laboratorium Rujukan Intermediate (LRI) Tahun 2027, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo (Dinkesda) melalui Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) mengikuti kegiatan Assessment Awal dan Bimbingan Teknis Pemeriksaan Mikroskopis BTA yang diselenggarakan oleh Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat dan Pengujian Alat Kesehatan (Balabkesmas dan PAK) Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, pada tanggal 3–4 Februari 2026, sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia serta penjaminan mutu layanan laboratorium, khususnya pemeriksaan mikroskopis Basil Tahan Asam (BTA) dalam mendukung program pengendalian Tuberkulosis.
Pada hari pertama, kegiatan diisi dengan pemaparan materi yang dilaksanakan secara virtual melalui Zoom Meeting. Materi difokuskan pada standar pemeriksaan mikroskopis BTA, sistem mutu laboratorium, serta tahapan pemenuhan persyaratan menuju Laboratorium Rujukan Intermediate. Selanjutnya pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan praktik secara langsung, meliputi pembuatan sediaan, pewarnaan, serta pemeriksaan mikroskopis BTA sesuai standar yang ditetapkan. Bimbingan teknis ini bertujuan untuk memastikan kompetensi petugas laboratorium dalam menghasilkan pemeriksaan yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Narasumber dalam kegiatan ini adalah Tri Sugiyatmini, SKM dan Marwiyah, S.Tr.Kes dari Balabkesmas dan PAK Provinsi Jawa Tengah, yang berpengalaman dalam pembinaan dan penjaminan mutu laboratorium kesehatan. Sebagai tindak lanjut dari kegiatan bimbingan teknis ini, Laboratorium Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo akan melaksanakan pembacaan sediaan Panel Tes BTA sebanyak tiga periode pengiriman pada Triwulan II, III, dan IV Tahun 2026 yang dikirimkan oleh Balabkesmas dan PAK Provinsi Jawa Tengah. Pada akhir Triwulan IV, Labkesda Purworejo ditargetkan telah mampu melaksanakan pembuatan dan pembacaan sediaan BTA secara mandiri. Melalui tahapan pembinaan dan pemenuhan persyaratan tersebut, Dinkesda Kabupaten Purworejo berharap pada tahun 2027 Laboratorium Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo dapat ditetapkan sebagai Laboratorium Rujukan Intermediate, serta berkontribusi aktif dalam penjaminan mutu pemeriksaan mikroskopis BTA di wilayah Kabupaten Purworejo.(MI)

Selengkapnya
35. Tanggal : 07-02-2026 Jam : 01::03

Dinkesda Ikuti Bimtek Tim Tanggap Insiden Siber Kabupaten Purworejo

Purworejo- Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo mengikuti Bimbingan Teknis Tim Tanggap Insiden Siber (Purworejokab-TTIS) yang diselenggarakan oleh Dinas Kominfostasandi pada Rabu–Kamis, 04–05 Februari 2026, bertempat di Ruang Laboratorium Dinas kominfostasandi Setda Kabupaten Purworejo. Keikutsertaan Dinkesda dalam kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan perangkat daerah sektor kesehatan dalam menghadapi potensi insiden siber, khususnya yang berkaitan dengan pengelolaan data dan sistem informasi kesehatan.
Bimtek menghadirkan narasumber dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan diikuti oleh Tim Tanggap Insiden Siber dari berbagai perangkat daerah, rumah sakit daerah, serta kecamatan. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan ancaman siber, mekanisme penanganan insiden, serta koordinasi lintas sektor dalam menjaga keamanan informasi pemerintah daerah. Melalui partisipasi aktif dalam Bimtek Purworejokab-TTIS, Dinkesda diharapkan mampu meningkatkan pemahaman dan kapasitas sumber daya manusia dalam menjaga keamanan data kesehatan, sekaligus mendukung penyelenggaraan layanan kesehatan yang aman dan terpercaya di era digital.(MI)

Selengkapnya
36. Tanggal : 07-02-2026 Jam : 01::02

Dinkesda Purworejo Perkuat Koordinasi Pemeriksaan Kebugaran Calon Jamaah Haji Tahun 2026

Purworejo- Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo melaksanakan Evaluasi dan Koordinasi Pelaksanaan Pemeriksaan Kebugaran Calon Jamaah Haji Tahun 2026 pada Rabu, 4 Februari 2026 di Aula 2A Dinkesda. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan pemeriksaan kebugaran calon jamaah haji (calhaj) berjalan terstandar, aman, dan berorientasi pada pemenuhan istithaah fisik dan mental.
Kepala Dinkesda Kabupaten Purworejo melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat dr. Nur Salim, menegaskan bahwa pemeriksaan kebugaran bukan sekadar proses administrasi, melainkan instrumen seleksi kesehatan yang menentukan keselamatan jamaah selama ibadah haji. Evaluasi pelaksanaan tahun 2025 menunjukkan masih adanya jamaah yang dipulangkan karena ketidakmampuan aktivitas harian (ADL < 60), gangguan kognitif (demensia), serta tercatat dua jamaah meninggal dunia. Kondisi tersebut menjadi dasar perlunya tindak lanjut aktif oleh puskesmas setelah pemeriksaan kebugaran, agar calhaj mampu mempertahankan kondisi kesehatan dan meningkatkan kebugaran hingga keberangkatan. Lebih lanjut disampaikan bahwa kebugaran calhaj harus dibangun melalui edukasi kesehatan yang berkelanjutan, dukungan institusi kesehatan, serta komitmen jama’ah dalam menjaga kesiapan fisik dan mental sebagai bagian dari pemenuhan syarat istithaah.
Pada aspek teknis, Wiwit Sugiharto, SKM menjelaskan bahwa pemeriksaan kebugaran tahun 2026 tetap mengacu pada skrining PAR-Q sebagai tahap awal penentuan kategori peserta. Jumlah pendaftar yang meningkat menuntut kesiapan petugas dan peralatan, termasuk kewajiban membawa tensimeter. Pelaksanaan tes jalan enam menit dibagi menjadi empat lintasan dengan tiga petugas, sementara jamaah usia di atas 60 tahun cukup menempuh jarak 500 meter, dan jamaah di bawah 60 tahun mengikuti tes Rockport. Nomor dada peserta diberikan setelah skrining, dan evaluasi pascates dilakukan melalui pengukuran nadi. Beliau juga menegaskan bahwa tanggung jawab pemeriksaan berada pada petugas kesehatan olahraga, sementara pengelola haji berperan sebagai pendamping. Evaluasi tahun sebelumnya mencatat 17 jama’ah dinyatakan tidak memenuhi syarat kebugaran, sehingga penguatan standar pelaksanaan menjadi hal yang krusial. Sebanyak 774 calon jamaah haji Kabupaten Purworejo dijadwalkan mengikuti pemeriksaan kebugaran pada 10–12 Februari 2026. Melalui kegiatan evaluasi dan koordinasi ini, Dinkesda Kabupaten Purworejo menargetkan pelaksanaan pemeriksaan kebugaran yang lebih akurat, konsisten, dan berdampak langsung pada kesiapan serta keselamatan jamaah haji.(MI)

Selengkapnya
37. Tanggal : 05-02-2026 Jam : 16::04

Rapat Internal Dinkesda Fokus Kendali Kinerja, TPP, dan Kesiapan Kerja Bulan Ramadhan

Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo melaksanakan rapat internal karyawan di Aula 2A Dinkesda pada Selasa, 3 Februari 2026. Rapat dipimpin oleh Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo bersama Kepala Subbagian Perencanaan dan diikuti oleh karyawan lintas bidang. Rapat difokuskan pada pengendalian pelaksanaan kinerja program, terutama kesesuaian antara rencana kerja, realisasi kegiatan, dan capaian indikator. Pimpinan menegaskan bahwa kinerja tidak hanya dinilai dari pelaksanaan kegiatan, tetapi dari output yang terukur dan dilaporkan sesuai indikator kinerja yang telah ditetapkan. Pembahasan utama lainnya adalah Surat Edaran (SE) terkait Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). Dalam forum ini dijelaskan kembali bahwa TPP berbasis kinerja individu, sehingga pemenuhan indikator kinerja, kedisiplinan, serta ketepatan pelaporan menjadi tanggung jawab masing-masing pegawai. Setiap unit kerja diminta memastikan indikator kinerja individu dipahami dan diterapkan secara konsisten.
Rapat juga membahas pengaturan agenda rutin selama bulan Ramadhan, meliputi penyesuaian jam kerja dan pola pelaksanaan kegiatan internal. Penyesuaian tersebut diarahkan untuk menjaga efektivitas kerja sekaligus memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan tanpa penurunan mutu. Melalui rapat ini, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo menegaskan penguatan manajemen kinerja internal, keterkaitan langsung antara kinerja dan TPP, serta kesiapan organisasi dalam menghadapi bulan Ramadhan dengan tetap menjaga disiplin dan kualitas pelayanan.(MI)

Selengkapnya
38. Tanggal : 03-02-2026 Jam : 22::16

DINKESDA PURWOREJO LAKSANAKAN MONITORING DAN EVALUASI PELAYANAN SERTA ASESMEN KESIAPAN RS MAMPU PONEK DI RS PALANG BIRU

Purworejo, 03 Februari 2026- Dalam rangka memperkuat pelayanan kesehatan ibu dan anak, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi Pelayanan serta Asesmen Kesiapan Rumah Sakit Mampu Pelayanan Obstetri Neonatal Komprehensif (PONEK) di RS Palang Biru Kabupaten Purworejo. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis Pemerintah Kabupaten Purworejo dalam menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) melalui penguatan layanan kegawatdaruratan maternal dan neonatal yang terintegrasi, berstandar, dan berkesinambungan. Pelayanan PONEK memiliki peran krusial dalam sistem rujukan kesehatan, khususnya dalam penanganan komplikasi kehamilan, persalinan, nifas, serta kegawatdaruratan bayi baru lahir yang membutuhkan pelayanan cepat, tepat, dan komprehensif selama 24 jam. Oleh karena itu, kesiapan rumah sakit dalam menyelenggarakan layanan PONEK perlu dilakukan penilaian secara berkala.
Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, tim dari Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo melakukan asesmen menyeluruh terhadap berbagai aspek pendukung layanan PONEK di RS Palang Biru. Asesmen meliputi kesiapan sumber daya manusia, ketersediaan tenaga kesehatan terlatih PONEK, kelengkapan sarana dan prasarana, kesiapan peralatan medis, implementasi standar operasional prosedur (SOP), serta sistem manajemen pelayanan dan koordinasi rujukan maternal dan neonatal. Selain itu, evaluasi juga difokuskan pada kesiapsiagaan layanan kegawatdaruratan obstetri dan neonatal selama 24 jam, termasuk alur pelayanan pasien, respon waktu penanganan kasus, serta integrasi pelayanan dengan fasilitas kesehatan tingkat pertama dan jejaring rujukan di Kabupaten Purworejo.
Hasil monitoring dan evaluasi ini diharapkan menjadi dasar perumusan rekomendasi perbaikan dan penguatan layanan, sehingga RS Palang Biru dapat menjalankan fungsi sebagai rumah sakit mampu PONEK secara optimal dan sesuai dengan standar pelayanan yang ditetapkan. Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan Komisi IV DPRD Kabupaten Purworejo, sebagai bentuk dukungan, pengawasan, dan komitmen bersama dalam peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya pelayanan kesehatan ibu dan anak. Kehadiran DPRD menunjukkan sinergi lintas sektor dalam mendukung kebijakan pembangunan kesehatan daerah yang berorientasi pada keselamatan ibu dan bayi.
Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pembinaan, monitoring, dan evaluasi terhadap fasilitas pelayanan kesehatan, khususnya rumah sakit penyelenggara PONEK, guna memastikan layanan kesehatan yang aman, bermutu, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Melalui penguatan layanan PONEK ini, diharapkan sistem rujukan maternal dan neonatal di Kabupaten Purworejo semakin solid, sehingga mampu berkontribusi nyata dalam penurunan AKI dan AKB serta peningkatan derajat kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.(MI)

Selengkapnya
39. Tanggal : 03-02-2026 Jam : 09::33

Apel Pagi ASN Dinkesda Purworejo Tekankan Pemahaman Perbup Jamkesda dan Kebijakan Retribusi Puskesmas

Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo melaksanakan apel pagi karyawan dan karyawati pada Senin, 3 Februari 2026, bertempat di halaman kantor Dinkesda Kabupaten Purworejo. Apel dipimpin oleh Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan (Yankes SDK) dan diikuti oleh seluruh ASN di lingkungan Dinkesda.
Dalam amanatnya, pimpinan apel menyampaikan penegasan terkait Peraturan Bupati tentang Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda), khususnya pada pasal penambahan yang telah disosialisasikan. Seluruh ASN diminta memahami substansi perubahan regulasi tersebut sebagai landasan dalam memberikan pelayanan dan informasi kepada masyarakat. Selain itu, disampaikan bahwa retribusi Puskesmas resmi diberlakukan mulai 1 Februari 2026. Dijelaskan bahwa pelayanan yang termasuk dalam komponen retribusi diberikan secara gratis, namun apabila terdapat tindakan medis tertentu di luar ketentuan retribusi, maka dikenakan pembayaran secara mandiri sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Kebijakan ini ditegaskan sebagai bentuk dukungan terhadap visi dan misi Bupati Purworejo, khususnya dalam pelaksanaan program pelayanan kesehatan gratis serta upaya pencapaian Universal Health Coverage (UHC) dengan target keaktifan minimal 80 persen. Lebih lanjut disampaikan bahwa apabila masyarakat membutuhkan tindakan pelayanan kesehatan dengan biaya besar, maka dapat diarahkan untuk pengajuan kepesertaan JKN Penerima Bantuan Iuran (PBI) sesuai mekanisme yang telah ditetapkan. Melalui apel pagi ini, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo menegaskan komitmen seluruh ASN untuk menyelaraskan kebijakan, meningkatkan kualitas pelayanan, serta memastikan masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan yang adil dan berkesinambungan.(MI)

Selengkapnya

Menuju Purworejo Bebas Malaria 2026