Website Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo
Jl. Mayjend Sutoyo No. 17 A Purworejo Jawa Tengah, email : dinkes@purworejokab.go.id

Media Informasi Kesehatan

1. Tanggal : 13-03-2026 Jam : 23::22

Dinkesda Purworejo Hadiri Rapat Pra Musrenbang Tematik Stunting, Pemkab Purworejo Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor

PURWOREJO — Pemerintah Kabupaten Purworejo menggelar Pra Musrenbang Tematik Stunting di Ruang Arahiwang Setda Kabupaten Purworejo pada KAMIS (12/03/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat strategi percepatan penanganan stunting guna mendukung pencapaian target nasional sebesar 14 persen. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi, Sekretaris Daerah Kabupaten Purworejo Suranto, Kepala Bapperida Kabupaten Purworejo Hery Raharjo, Kepala Dinsosdaldukkb Andang Nugerahatara Sutrisno, para kepala perangkat daerah terkait, seluruh camat, serta kepala puskesmas se-Kabupaten Purworejo.
Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo juga turut hadir dalam kegiatan tersebut melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan koordinasi lintas sektor dalam percepatan penurunan stunting di daerah. Dalam arahannya, Wakil Bupati Dion Agasi Setiabudi menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menangani stunting. Salah satu langkah yang didorong adalah optimalisasi program MBG untuk memberikan pelayanan kepada kelompok 3B, yaitu ibu hamil (Bumil), ibu menyusui (Busui), dan balita. Menurutnya, pencegahan stunting melalui program tersebut perlu segera diimplementasikan secara nyata dengan melibatkan seluruh pihak terkait. Upaya ini dinilai dapat menjadi solusi efektif apabila pelaksanaannya dilakukan secara terkoordinasi dan berkelanjutan.
Selain itu, ia juga menyoroti bahwa persoalan stunting tidak berdiri sendiri, tetapi berkaitan dengan berbagai faktor lain seperti pernikahan dini dan anak putus sekolah. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang komprehensif melalui edukasi kepada masyarakat serta kerja sama lintas sektor hingga tingkat pemerintah pusat. Lebih lanjut, ia meminta seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan untuk terus memperkuat koordinasi, khususnya dengan sektor kesehatan, serta melakukan sinkronisasi data pelayanan bagi kelompok 3B secara berkala agar program penanganan stunting dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran. Melalui kegiatan Pra Musrenbang Tematik Stunting ini, diharapkan sinergi antar perangkat daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, dan seluruh pemangku kepentingan semakin kuat dalam menekan angka stunting serta mewujudkan generasi yang lebih sehat dan berkualitas di Kabupaten Purworejo.(MI)

Selengkapnya
2. Tanggal : 13-03-2026 Jam : 23::04

Dampingi Wabup Sidak SPPG, Dinkesda Purworejo Perkuat Pengawasan Keamanan Makanan

PURWOREJO – Wakil Bupati Purworejo, Dion Agasi Setiabudi, SIKom., MSi., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Purworejo, yaitu SPPG Tepus Kulon di Kecamatan Kutoarjo dan SPPG Kaliwungu di Kecamatan Bruno pada RABU (11/3/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan masyarakat terkait dugaan keracunan makanan serta pengelolaan lingkungan pada dapur penyedia makanan program pemenuhan gizi. Dalam sidak tersebut, Wakil Bupati didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo bersama jajaran Dinas Lingkungan Hidup serta Komisi IV DPRD Kabupaten Purworejo. Kehadiran Dinas Kesehatan bertujuan memastikan aspek keamanan pangan, kualitas gizi, serta standar sanitasi dan higienitas dalam penyelenggaraan pelayanan makanan bergizi dapat terpenuhi.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati menyampaikan bahwa pemerintah daerah perlu memastikan seluruh proses penyediaan makanan berjalan sesuai standar yang ditetapkan, baik dari sisi keamanan pangan, kandungan gizi, hingga pengelolaan lingkungan dapur. Terkait laporan dugaan keamanan pangan di SPPG Tepus Kulon, saat ini sampel makanan telah diambil untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium guna memastikan penyebab kejadian tersebut. Hasil uji laboratorium nantinya akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menentukan langkah lanjutan. Selain itu, dari hasil pemantauan di lapangan juga ditemukan beberapa hal yang perlu diperbaiki, terutama terkait kelengkapan perizinan lingkungan dan mekanisme pengolahan limbah dapur. Pemerintah daerah meminta seluruh pengelola dapur SPPG di Kabupaten Purworejo untuk berkoordinasi dengan instansi terkait agar pengelolaan limbah memenuhi standar yang berlaku.
Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo juga berperan dalam memberikan pendampingan teknis, khususnya dalam penyusunan menu yang memenuhi standar gizi serta pengawasan keamanan makanan, terutama bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Pemerintah Kabupaten Purworejo berkomitmen untuk terus melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan program pemenuhan gizi agar berjalan aman, transparan, dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat. Ke depan, pemerintah daerah juga berencana mengundang seluruh yayasan pengelola SPPG untuk melakukan koordinasi bersama guna memperkuat standar pelayanan, meningkatkan kualitas pengelolaan dapur, serta memastikan program pemenuhan gizi dapat berjalan secara berkelanjutan di Kabupaten Purworejo.(MI)

Selengkapnya
3. Tanggal : 13-03-2026 Jam : 22::42

UPAK Dinkesda Purworejo Laksanakan Pemeliharaan Alat Kesehatan Sesuai Standar PMK 15 Tahun 2023

Purworejo – Dalam rangka melaksanakan amanat Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 15 Tahun 2023 tentang Standar Pemeliharaan Alat Kesehatan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo melalui Unit Pemeliharaan Alat Kesehatan (UPAK) di bawah Bidang Pelayanan Kesehatan melaksanakan kegiatan pemeliharaan alat kesehatan. Kegiatan dilaksanakan pada RABU, 11 MARET 2026 dengan lokasi workshop di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Purworejo. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menjaga kinerja, keamanan, serta keandalan alat kesehatan yang digunakan dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Pemeliharaan yang dilakukan meliputi dua jenis kegiatan, yaitu pemeliharaan preventif dan pemeliharaan korektif. Pemeliharaan preventif dilakukan secara berkala untuk memastikan alat kesehatan tetap berfungsi optimal serta mencegah terjadinya kerusakan. Sementara itu, pemeliharaan korektif dilakukan terhadap alat kesehatan yang mengalami gangguan atau kerusakan agar dapat segera digunakan kembali dalam pelayanan. Melalui kegiatan ini, UPAK Dinkesda Purworejo berupaya memastikan bahwa seluruh alat kesehatan yang digunakan di fasilitas pelayanan kesehatan tetap dalam kondisi baik, aman, dan sesuai standar. Upaya ini juga mendukung peningkatan mutu layanan kesehatan serta keselamatan pasien di Kabupaten Purworejo. Kegiatan pemeliharaan alat kesehatan secara rutin menjadi salah satu bentuk komitmen Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo dalam menjaga kualitas sarana penunjang pelayanan kesehatan agar tetap siap digunakan dalam mendukung pelayanan kesehatan yang optimal kepada masyarakat. (MI)

Selengkapnya
4. Tanggal : 13-03-2026 Jam : 22::03

Dinkesda Purworejo Perkuat Pencegahan Malaria Jelang Lebaran melalui Pemasangan Banner Survei Migrasi

Purworejo — Menjelang libur Lebaran, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo memperkuat upaya kewaspadaan terhadap potensi masuknya kasus malaria dari luar daerah. Salah satu langkah yang dilakukan adalah pemasangan banner survei migrasi di sejumlah titik strategis yang mudah dibaca masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan pada RABU, 11 MARET 2026 oleh Juru Malaria Desa (JMD) di wilayah kerja puskesmas, salah satunya di Kecamatan Kaligesing. Banner dipasang di lokasi yang sering dilalui masyarakat untuk menyampaikan informasi kewaspadaan terhadap malaria, khususnya bagi warga yang melakukan perjalanan dari luar Pulau Jawa atau dari daerah endemis malaria.
Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo berperan dalam melakukan koordinasi, pembinaan, serta penguatan program surveilans malaria melalui kegiatan survei migrasi. Melalui upaya ini, petugas kesehatan dapat melakukan pemantauan terhadap masyarakat yang baru kembali dari wilayah berisiko penularan malaria. Selain itu, Dinkesda juga mendorong keterlibatan Juru Malaria Desa dalam memberikan edukasi kepada masyarakat agar melaporkan riwayat perjalanan dari daerah endemis malaria serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti demam. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo dalam menjaga kewaspadaan dini serta mempertahankan status eliminasi malaria di wilayah Kabupaten Purworejo.(MI)

Selengkapnya
5. Tanggal : 13-03-2026 Jam : 11::41

Dinkesda Purworejo Hadiri Penutupan Program TMMD Sengkuyung Tahap I Tahun 2026 di Desa Grabag

Purworejo – Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo (Dinkesda) menghadiri kegiatan penutupan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan di Desa Grabag, RABU (11/3/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pembangunan desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Program TMMD yang mengusung tema TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri Dari Desa tersebut secara resmi ditutup melalui upacara yang diikuti sekitar 300 peserta dari unsur TNI, Polri, Pemerintah Daerah, serta masyarakat. Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Danrem 072/Pamungkas, Bupati Purworejo Yuli Hastuti, jajaran Forkopimda, pimpinan OPD Kabupaten Purworejo, serta unsur Forkopimcam Grabag.
Dalam amanat yang dibacakan oleh Inspektur Upacara, Komandan Kodim 0708/Purworejo Ketut Hendra Budiharja menyampaikan bahwa TMMD merupakan program terpadu antara TNI, pemerintah daerah, kementerian/lembaga, serta masyarakat untuk mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan. Puncak kegiatan ditandai dengan penandatanganan naskah serah terima hasil program TMMD dari Komandan Satgas kepada Bupati Purworejo, dilanjutkan dengan penyerahan alat kerja secara simbolis serta pernyataan resmi penutupan kegiatan.
Selama kurang lebih satu bulan pelaksanaan, program TMMD di Desa Grabag berhasil menyelesaikan sejumlah sasaran fisik dan nonfisik. Selain itu juga dilakukan rehabilitasi Masjid Jami Nurul Qomar sebagai bagian dari sasaran fisik tambahan. Selain pembangunan infrastruktur, kegiatan TMMD juga diisi dengan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat. Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo turut berperan dalam kegiatan nonfisik melalui penyuluhan pencegahan stunting serta pelayanan Posbindu PTM (Pos Binaan Terpadu Penyakit Tidak Menular) bagi masyarakat. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan penyakit tidak menular sekaligus mendorong perilaku hidup sehat.
Berbagai kegiatan sosial juga dilaksanakan dalam rangkaian TMMD, antara lain pemberian bantuan kepada kaum duafa, bantuan air bersih, bantuan Al-Quran, serta bantuan bahan bangunan dari sejumlah pihak. Program TMMD Sengkuyung Tahap I Tahun 2026 ini didukung anggaran yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp170 juta, APBD Kabupaten Purworejo sebesar Rp185 juta, serta swadaya masyarakat desa sebesar Rp15 juta, dengan keterlibatan 98 personel yang terdiri dari unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat. Bupati Purworejo Yuli Hastuti menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan program tersebut. Ia berharap hasil pembangunan yang telah dilaksanakan dapat dimanfaatkan dan dipelihara dengan baik oleh masyarakat. Setelah penutupan kegiatan, para tamu undangan melanjutkan agenda dengan meninjau langsung hasil pembangunan yang telah dilaksanakan selama program TMMD berlangsung. Melalui kegiatan ini diharapkan sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat terus terjalin dalam mendukung pemerataan pembangunan serta peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan Kabupaten Purworejo.(MI)

Selengkapnya
6. Tanggal : 12-03-2026 Jam : 15::20

Dinkesda Purworejo Publikasikan Capaian Layanan PPPS 2025 dan Gelar Bimtek Ahli Gizi

PURWOREJO — Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo menyelenggarakan Pertemuan Publikasi Capaian Layanan Intervensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (PPPS) Tahun 2025 sekaligus Bimbingan Teknis bagi tenaga ahli gizi pada RABU, 11 MARET 2026 di Aula 2 Dinkesda. Kegiatan ini diikuti oleh 93 peserta yang terdiri dari 27 Ahli Gizi Puskesmas dan 66 Ahli Gizi SPPG se-Kabupaten Purworejo. Pertemuan ini bertujuan untuk mempublikasikan capaian layanan intervensi stunting tahun 2025 serta memperkuat koordinasi dan peran tenaga gizi dalam pelaksanaan intervensi gizi di tingkat pelayanan kesehatan.
Dalam pertemuan tersebut disampaikan berbagai upaya intervensi yang telah dilakukan dalam rangka pencegahan dan percepatan penurunan stunting. Kegiatan ini juga menekankan pentingnya kolaborasi antara Puskesmas dan SPPG agar pelaksanaan intervensi gizi dapat berjalan lebih terarah dan menjangkau sasaran prioritas secara tepat. Selain memaparkan capaian program, kegiatan ini juga menjadi sarana penguatan kapasitas bagi tenaga ahli gizi terkait pendampingan dan pemantauan pelaksanaan program gizi di lapangan. Ahli gizi Puskesmas diharapkan berperan aktif dalam mendampingi dan memantau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta memastikan intervensi gizi diberikan kepada kelompok sasaran yang membutuhkan.
Sebagai tindak lanjut pertemuan, Puskesmas dan SPPG diharapkan dapat berkoordinasi dalam pemetaan sasaran MBG, khususnya pada kelompok 3B, dengan memprioritaskan ibu hamil dengan kekurangan energi kronis (KEK) atau berisiko KEK serta balita dengan masalah gizi. Puskesmas juga didorong untuk segera mengusulkan Rencana Pelaksanaan Dana (RPD) Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dari sisa anggaran tahun 2025, serta melaksanakan pembekalan PMT dan intervensi bagi balita bermasalah gizi dan ibu hamil.
Selain itu, pencatatan dan pelaporan melalui aplikasi SIGIZI-KESGA diharapkan dapat dilakukan secara tepat waktu sehingga memudahkan proses pemantauan dan evaluasi program. Dinas Kesehatan juga akan memberikan umpan balik terhadap laporan yang disampaikan oleh Puskesmas sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pelaksanaan program gizi di daerah. Melalui kegiatan ini diharapkan koordinasi antara Puskesmas dan SPPG semakin kuat sehingga pelaksanaan intervensi gizi dapat berjalan lebih efektif dalam mendukung percepatan penurunan stunting di Kabupaten Purworejo.(MI)

Selengkapnya
7. Tanggal : 12-03-2026 Jam : 15::06

Dinkesda Kab Purworejo Hadiri Rapat Koordinasi Melalui Daring Bahas Penentuan Lokasi Pembangunan BPOM di Purworejo

Purworejo- Kepala Dinas Kesehatan Daerah menghadiri Rapat koordinasi penentuan lokasi pembangunan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Kabupaten Purworejo yang dilaksanakan pada SELASA, 10 MARET 2026 di Command Center. Pertemuan ini dihadiri oleh perwakilan pemerintah daerah dan pihak terkait untuk membahas kesiapan serta kepastian lahan yang akan digunakan sebagai lokasi pembangunan BPOM. Dalam pembahasan tersebut disampaikan bahwa lahan yang direncanakan untuk pembangunan BPOM saat ini telah lama dimanfaatkan masyarakat sebagai lahan mata pencaharian. Masyarakat pada prinsipnya bersedia melepas penggunaan lahan tersebut apabila pemerintah daerah akan memanfaatkannya untuk pembangunan BPOM. Namun demikian, diperlukan waktu untuk melakukan sosialisasi karena lahan tersebut telah digunakan cukup lama oleh masyarakat. Masa akad pemanfaatan lahan diketahui masih berlangsung hingga APRIL 2026. Oleh karena itu, pemerintah daerah perlu menyiapkan langkah komunikasi dan mediasi dengan para pengguna lahan agar proses penataan dapat berjalan dengan baik dan tetap memperhatikan kondisi sosial masyarakat. Selain itu, dalam rapat juga dibahas pentingnya memastikan status lahan dalam kondisi clear and clean sebelum proses pembangunan dilakukan. Lahan yang diusulkan saat ini sedang dalam proses pengajuan administrasi ke Kementerian ATR/BPN. 
Dalam rapat juga dibahas kemungkinan penggunaan lahan milik Pemerintah Provinsi yang berada di wilayah Cangkrep Lor. Lahan tersebut sebelumnya pernah digunakan sebagai UPT Dinas Pertanian. Namun opsi tersebut masih perlu kajian lebih lanjut, mengingat apabila hanya menggunakan skema pinjam pakai bangunan maka terdapat keterbatasan, termasuk dalam hal renovasi maupun pengembangan bangunan. Melalui rapat koordinasi ini diharapkan dapat diperoleh kepastian lokasi yang memenuhi aspek legalitas, kesiapan lahan, serta mempertimbangkan kondisi sosial masyarakat sehingga rencana pembangunan BPOM di Kabupaten Purworejo dapat segera ditindaklanjuti.(MI) 

Selengkapnya
8. Tanggal : 11-03-2026 Jam : 15::23

Dinkesda Purworejo Gelar Rapat Koordinasi Pemeriksaan Kesehatan Pengemudi Jelang Idul Fitri

SELASA, 10 MARET 2026, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo menyelenggarakan Rapat Koordinasi Pemeriksaan Kesehatan Pengemudi dalam rangka persiapan pelayanan kesehatan menjelang arus mudik Idul Fitri. Kegiatan berlangsung di Aula 2A Dinkesda. Rapat ini melibatkan lintas sektor yang memiliki peran dalam penyelenggaraan keselamatan transportasi, yaitu Satlantas Purworejo, Terminal Tipe A Purworejo, Dinas Perhubungan, Puskesmas Banyuurip, dan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda). Pertemuan ini bertujuan untuk menyamakan pemahaman, menyusun rencana pelaksanaan, serta membagi peran masing-masing instansi dalam kegiatan pemeriksaan kesehatan bagi pengemudi angkutan umum. Pemeriksaan ini menjadi bagian dari upaya pencegahan risiko kecelakaan lalu lintas serta memastikan pengemudi berada dalam kondisi kesehatan yang layak saat melayani penumpang selama periode mudik dan arus balik Idul Fitri.
Adapun pemeriksaan kesehatan yang direncanakan bagi para pengemudi meliputi pemeriksaan antropometri, tekanan darah, gula darah, kolesterol, serta pemeriksaan Napza. Pemeriksaan ini akan melibatkan tenaga kesehatan dari Puskesmas Banyuurip dan dukungan pemeriksaan laboratorium dari Labkesda. Melalui koordinasi lintas sektor ini diharapkan pelaksanaan pemeriksaan kesehatan pengemudi dapat berjalan efektif, sehingga mendukung keselamatan perjalanan masyarakat selama momentum Idul Fitri di Kabupaten Purworejo.(MI)

Selengkapnya
9. Tanggal : 11-03-2026 Jam : 15::02

Dinkesda Purworejo Gelar Bimtek Pelayanan dan Penggunaan Buku KIA

SENIN, 9 MARET 2026 — Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo menyelenggarakan pertemuan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pelayanan dan Penggunaan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) di Aula 2A Dinkesda. Kegiatan ini diikuti oleh bidan dan programmer KIA dari puskesmas se-Kabupaten Purworejo. Pertemuan ini bertujuan memperkuat pemahaman tenaga kesehatan dalam pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak, khususnya terkait pemanfaatan Buku KIA terbaru sebagai alat pencatatan, pemantauan, dan edukasi bagi ibu hamil serta keluarga. Pelayanan KIA terus berkembang sejak diluncurkannya program Antenatal Care (ANC) Terpadu. Program ini melibatkan berbagai tenaga kesehatan, mulai dari programmer KIA, bidan, hingga tenaga kesehatan lainnya di fasilitas pelayanan kesehatan. Melalui ANC terpadu, pemeriksaan kehamilan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan kondisi kesehatan ibu dan janin tetap optimal.
Pelaksanaan ANC terpadu juga menjadi upaya penting dalam menurunkan angka Kematian Ibu (AKI) dan Kematian Bayi (AKB). Selain itu, pelayanan ini membantu mempersiapkan proses persalinan yang aman, masa nifas yang sehat, serta mendukung keberhasilan pemberian ASI eksklusif bagi bayi. Dalam kegiatan tersebut, Bidan dari Puskesmas Pituruh memaparkan hasil pembelajaran terkait penggunaan Buku KIA terbaru kepada perwakilan bidang dan petugas dari puskesmas se-Kabupaten Purworejo. Paparan ini menjadi bagian dari proses berbagi pengalaman dan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan agar penggunaan Buku KIA dapat berjalan lebih optimal dalam pelayanan di lapangan. Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh tenaga kesehatan di puskesmas dapat menerapkan pelayanan KIA secara lebih terintegrasi serta memanfaatkan Buku KIA secara maksimal sebagai sarana edukasi dan pemantauan kesehatan ibu dan anak.(MI)

Selengkapnya
10. Tanggal : 11-03-2026 Jam : 10::45

Dinkesda Purworejo Hadiri Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Pelayanan Kesehatan Idul Fitri 2026

SENIN, 9 MARET 2026- Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo menghadiri Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Pelayanan Kesehatan dalam rangka menghadapi arus mudik dan libur Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula RSUD RAA Tjokronegoro. Rapat koordinasi ini dihadiri oleh Plt. Sekretaris Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo bersama Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan (Yankes SDK). Kegiatan ini juga diikuti oleh unsur fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Purworejo sebagai upaya memperkuat koordinasi dalam menghadapi periode mudik dan libur Lebaran.
Pertemuan tersebut membahas kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan agar tetap mampu memberikan pelayanan secara optimal kepada masyarakat selama masa libur Hari Raya Idul Fitri. Beberapa hal yang menjadi pembahasan antara lain kesiapan tenaga kesehatan, pengaturan jadwal piket, serta kesiapan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan. Sebagai bagian dari upaya kesiapsiagaan, akan disiapkan sejumlah posko pelayanan kesehatan pada titik-titik strategis di wilayah Kabupaten Purworejo. Posko tersebut direncanakan berada di beberapa lokasi, antara lain Posko Terpadu Perempatan BRI Kutoarjo, Posko Pasar Krendetan, Posko Ketawangrejo, Posko Pantai Jetis, serta Posko Pantai Dewaruci.
Posko kesehatan pada jalur mudik yaitu Posko Terpadu Perempatan BRI Kutoarjo, Posko Krendetan, dan Posko Ketawangrejo direncanakan beroperasi pada tanggal 14–27 MARET 2026. Sementara itu, posko kesehatan di kawasan wisata Pantai Jetis dan Pantai Dewaruci akan beroperasi pada tanggal 22–29 MARET 2026. Selain penyiapan posko kesehatan, seluruh rumah sakit dan puskesmas di Kabupaten Purworejo baik rawat inap maupun non rawat inap juga disiagakan untuk memberikan pelayanan kesehatan selama 24 jam selama periode libur Lebaran. Melalui rapat koordinasi ini diharapkan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Purworejo dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan koordinasi lintas sektor sehingga pelayanan kesehatan bagi masyarakat maupun pemudik dapat tetap berjalan dengan baik selama masa libur Hari Raya Idul Fitri.(MI)

Selengkapnya
11. Tanggal : 09-03-2026 Jam : 14::49

LABORATORIUM KESEHATAN DAERAH PURWOREJO RAIH AKREDITASI PARIPURNA

Senin, 9 Maret 2026 Laboratorium Kesehatan Daerah milik Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo resmi memperoleh Akreditasi Paripurna dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Sertifikat akreditasi dengan nomor YM.02.01/B/227/2026 tersebut diterbitkan pada 10 Februari 2026 sebagai bentuk pengakuan bahwa Laboratorium Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo telah memenuhi standar akreditasi fasilitas pelayanan kesehatan. Berdasarkan sertifikat tersebut, Laboratorium Kesehatan Daerah yang beralamat di Jalan Brigjen Katamso No. 70, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah dinyatakan lulus akreditasi dengan status PARIPURNA. Status ini merupakan tingkat tertinggi dalam penilaian akreditasi laboratorium kesehatan.
Akreditasi Paripurna menunjukkan bahwa penyelenggaraan pelayanan laboratorium telah memenuhi standar mutu, keselamatan pasien, serta tata kelola pelayanan yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Penilaian akreditasi meliputi berbagai aspek, antara lain manajemen mutu, pelayanan pemeriksaan laboratorium, kompetensi sumber daya manusia, serta sistem keselamatan dan keamanan dalam pelayanan. Sertifikat akreditasi tersebut berlaku selama lima tahun, terhitung mulai 23 Desember 2025 sampai dengan 23 Desember 2030. Pencapaian ini menjadi bukti komitmen Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Ke depan, Laboratorium Kesehatan Daerah diharapkan terus menjaga dan meningkatkan kualitas pelayanan laboratorium sehingga dapat memberikan hasil pemeriksaan yang akurat, terpercaya, serta mendukung upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Purworejo. (MI)

Selengkapnya
12. Tanggal : 09-03-2026 Jam : 13::34

Pengawasan Post Market IRTP, Dinkesda Purworejo Lakukan Pemeriksaan Sarana Produksi Pangan Rumah Tangga

SENIN, 9 MARET 2026, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo melalui tim pengawas pangan melaksanakan kegiatan pemeriksaan sarana Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP) sebagai bagian dari upaya pembinaan dan pengawasan keamanan pangan di Kabupaten Purworejo. Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong peningkatan mutu dan keamanan produk pangan yang dihasilkan oleh pelaku usaha industri rumah tangga pangan. Selain itu, pemeriksaan juga dilakukan untuk memastikan bahwa sarana produksi yang telah memiliki Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) tetap menerapkan prinsip keamanan pangan dalam proses produksinya.
Dalam kegiatan tersebut, tim melakukan pemeriksaan terhadap salah satu sarana produksi IRTP dengan produk olahan pangan rumah tangga. Pemeriksaan dilakukan dengan meninjau aspek administrasi serta penerapan praktik produksi pangan yang baik pada sarana tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan, masih terdapat beberapa hal yang perlu ditingkatkan oleh pelaku usaha, di antaranya terkait pencatatan proses produksi serta peningkatan pemahaman mengenai penerapan keamanan pangan. Tim pengawas kemudian memberikan pembinaan dan rekomendasi perbaikan kepada pelaku usaha agar dapat meningkatkan pengelolaan produksi pangan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo menegaskan bahwa kegiatan pengawasan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan kepada pelaku usaha IRTP agar dapat terus meningkatkan kualitas dan keamanan produk pangan yang dihasilkan. Melalui pendampingan dan pengawasan secara berkala, diharapkan pelaku usaha dapat memenuhi standar keamanan pangan serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk pangan industri rumah tangga. Ke depan, Dinkesda Purworejo akan terus melakukan pembinaan dan pengawasan secara berkelanjutan terhadap sarana IRTP guna mendukung terwujudnya pangan yang aman, bermutu, dan layak konsumsi bagi masyarakat. (MI)

Selengkapnya
13. Tanggal : 08-03-2026 Jam : 23::08

Dinkesda Purworejo Ikuti Sosialisasi Pengusulan Bankeu dan Usulan Sektoral ke Provinsi Jawa Tengah

PURWOREJO — Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo menghadiri rapat Sosialisasi Pengusulan Bantuan Keuangan (Bankeu) dan Usulan Sektoral kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang dilaksanakan pada JUMAT, 6 MARET 2026 di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Purworejo. Kegiatan ini bertujuan memberikan arahan teknis terkait mekanisme pengusulan program dan kegiatan yang akan diajukan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui skema Bantuan Keuangan Tahun 2027. Dalam forum tersebut disampaikan bahwa usulan Bankeu harus selaras dengan prioritas pembangunan provinsi serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan wilayah.
Pada sektor kesehatan, usulan yang masuk dalam daftar kamus Bankeu untuk Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo berada pada bidang sosial budaya dengan fokus pada penguatan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan. Melalui dukungan bantuan tersebut diharapkan kapasitas fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama dapat semakin optimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam penanganan kegawatdaruratan ibu dan bayi melalui layanan PONED. Proses pengusulan Bantuan Keuangan dilakukan secara daring melalui aplikasi e-Rembugan. Setiap perangkat daerah diminta segera melakukan penginputan usulan sesuai ketentuan dan batas waktu yang telah ditetapkan. Bantuan Keuangan dari Pemerintah Provinsi diarahkan pada kegiatan-kegiatan prioritas yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat serta mendukung pencapaian prioritas pembangunan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2027. Melalui sinergi perencanaan antara pemerintah daerah dan pemerintah provinsi, diharapkan pembangunan sektor kesehatan di Kabupaten Purworejo dapat terus meningkat dan mendukung pelayanan kesehatan yang lebih merata dan berkualitas bagi masyarakat.(MI)

Selengkapnya
14. Tanggal : 07-03-2026 Jam : 11::59

Rapat Internal Programer Dinkesda Evaluasi Pelaksanaan Program dan Pelaporan Data Puskesmas

Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo menggelar rapat internal bersama para programer pada KAMIS, 5 MARET 2026. Rapat tersebut dipimpin oleh Plt. Sekretaris Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo dan diikuti oleh para penanggung jawab program di lingkungan Dinkesda. Rapat ini dilaksanakan dalam rangka melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program kesehatan yang telah berjalan serta meninjau pelaporan data program dari puskesmas. Evaluasi ini penting untuk memastikan setiap program kesehatan dapat berjalan sesuai dengan rencana serta didukung oleh data yang lengkap, akurat, dan tepat waktu sebagai dasar pemantauan dan pengambilan kebijakan.
Dalam pertemuan tersebut masing-masing programer menyampaikan perkembangan pelaksanaan program, capaian kegiatan, serta berbagai kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan di lapangan. Selain itu, dibahas pula ketepatan waktu penyampaian laporan serta kelengkapan data yang dilaporkan oleh puskesmas sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pengelolaan data program kesehatan di tingkat kabupaten. Plt. Sekretaris Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo dalam arahannya menekankan pentingnya koordinasi antara pengelola program di Dinas Kesehatan dengan puskesmas agar pelaksanaan kegiatan serta pelaporan data dapat berjalan lebih tertib dan konsisten. Data yang akurat dan tepat waktu sangat diperlukan dalam proses evaluasi serta perencanaan program kesehatan ke depan.
Selain evaluasi program, dalam kesempatan tersebut juga disampaikan sosialisasi terkait pencegahan korupsi dan pengendalian gratifikasi menjelang Hari Raya Idulfitri sesuai dengan surat edaran yang berlaku. Sosialisasi ini bertujuan untuk mengingatkan seluruh pegawai agar tetap menjaga integritas serta tidak menerima maupun memberikan gratifikasi yang berkaitan dengan jabatan, khususnya pada momentum hari raya. Melalui rapat internal ini diharapkan pelaksanaan program kesehatan di Kabupaten Purworejo dapat berjalan lebih optimal, pelaporan data dari puskesmas semakin tertib, serta seluruh pegawai di lingkungan Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo terus menjunjung tinggi nilai integritas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. (MI)

Selengkapnya
15. Tanggal : 07-03-2026 Jam : 11::40

Dinkesda Purworejo Lakukan Penyuluhan Keamanan Pangan IRTP di Desa Sukowuwuh

Kamis, 5 Maret 2026- Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo melalui Tim Farmasi, Makanan, dan Minuman (Farmamin) melaksanakan kegiatan penyuluhan keamanan pangan bagi pelaku Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP) di Desa Sukowuwuh, Kecamatan Bener. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, yaitu RABU–KAMIS, 4–5 MARET 2026. Penyuluhan ini merupakan tindak lanjut atas ditemukannya produk IRTP asal Desa Sukowuwuh yang beredar di pasar wilayah Kabupaten Wonosobo. Kegiatan tersebut diikuti oleh 30 pelaku usaha IRTP dari Desa Sukowuwuh dan sekitarnya.
Dalam kegiatan ini, Tim Farmamin memberikan pembinaan terkait penerapan higiene dan sanitasi dalam proses produksi pangan, penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik untuk Industri Rumah Tangga (CPPB-IRT), serta penguatan pemahaman mengenai pengemasan dan pelabelan produk pangan. Materi tersebut disampaikan untuk meningkatkan pemahaman pelaku usaha agar proses produksi pangan olahan rumah tangga memenuhi standar keamanan pangan yang berlaku. Melalui kegiatan penyuluhan ini diharapkan pelaku IRTP dapat meningkatkan kepatuhan terhadap prinsip keamanan pangan serta menjaga mutu produk yang dihasilkan sebelum dipasarkan kepada masyarakat. Pembinaan ini juga menjadi bagian dari upaya pengawasan dan peningkatan kualitas produk pangan olahan rumah tangga agar tetap aman dikonsumsi dan memenuhi ketentuan yang berlaku.(MI) 

Selengkapnya
16. Tanggal : 06-03-2026 Jam : 13::07

Dinkesda Purworejo Bersama Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tutup Pelatihan SDM Upaya Berhenti Merokok bagi Tenaga Kesehatan

KAMIS, 5 MARET 2026 bertempat di Aula Kampus Ungaran, Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi Jawa Tengah melaksanakan kegiatan penutupan Pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM) bagi Tenaga Kesehatan dalam Upaya Berhenti Merokok di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer Angkatan II. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama dengan Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo dalam rangka meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan di layanan kesehatan tingkat pertama. Penutupan pelatihan dilakukan oleh Kepala Bapelkes Provinsi Jawa Tengah yang diwakili oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Untung Saefurachmawan, S.Kep., M.Kes. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo, dr. Sudarmi, M.M., yang mengikuti acara secara daring.
Pelatihan dilaksanakan selama empat hari efektif, mulai tanggal 2 hingga 5 MARET 2026 dengan metode klasikal (luring). Sebanyak 25 peserta mengikuti kegiatan ini yang berasal dari tenaga kesehatan puskesmas, terdiri dari pengelola program Penyakit Tidak Menular (PTM), dokter umum, serta perawat dan tenaga kesehatan masyarakat. Melalui pelatihan ini, peserta mendapatkan penguatan pengetahuan dan keterampilan dalam memberikan edukasi serta konseling kepada masyarakat terkait upaya berhenti merokok. Penguatan kapasitas tenaga kesehatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan promotif dan preventif di fasilitas pelayanan kesehatan primer, khususnya dalam pengendalian faktor risiko penyakit tidak menular. Pada akhir kegiatan dilakukan pelepasan tanda peserta sebagai simbol selesainya pelatihan serta penyerahan piagam penghargaan kepada peserta dengan predikat Terbaik I dan II. Rangkaian kegiatan penutupan diakhiri dengan sesi foto bersama seluruh peserta dan penyelenggara sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi aktif selama pelatihan berlangsung.(MI)

Selengkapnya
17. Tanggal : 06-03-2026 Jam : 12::28

Dinkesda Purworejo Hadiri Rapat Persiapan Penyusunan Profil Perkembangan Kependudukan Tahun 2025

Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo menghadiri rapat persiapan penyusunan Profil Perkembangan Kependudukan Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Purworejo pada KAMIS, 5 MARET 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di ruang rapat Disdukcapil Kabupaten Purworejo. Rapat ini bertujuan untuk mempersiapkan penyusunan dokumen Profil Perkembangan Kependudukan Kabupaten Purworejo Tahun 2025 yang memuat berbagai indikator kependudukan sebagai dasar perencanaan pembangunan daerah. Penyusunan profil ini melibatkan berbagai perangkat daerah dan instansi terkait yang memiliki data sektoral kependudukan.
Dalam kegiatan tersebut, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo diwakili oleh pengelola data Manajemen Informasi Kesehatan yang turut memberikan dukungan data dan informasi di bidang kesehatan. Data kesehatan menjadi salah satu komponen penting dalam penyusunan profil kependudukan, khususnya yang berkaitan dengan kondisi kesehatan masyarakat, angka kelahiran, kematian, serta indikator kesehatan lainnya. Rapat koordinasi ini juga menjadi forum sinkronisasi data antarinstansi agar data yang digunakan dalam penyusunan profil kependudukan dapat lebih akurat, terintegrasi, dan dapat dipertanggungjawabkan. Selain Dinkesda, kegiatan ini juga diikuti oleh perwakilan dari beberapa instansi lain seperti Badan Pusat Statistik, Dinas Sosial PPKB, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta instansi vertikal terkait. Melalui koordinasi lintas sektor ini diharapkan proses penyusunan Profil Perkembangan Kependudukan Kabupaten Purworejo Tahun 2025 dapat berjalan lebih optimal serta menghasilkan data yang komprehensif sebagai dasar perumusan kebijakan pembangunan daerah.(MI)

Selengkapnya
18. Tanggal : 06-03-2026 Jam : 11::56

Tim Kesmas Dinkesda Purworejo Lakukan Verifikasi Lapangan Usulan Hibah Posbindu Kit di Desa Jrakah

Tim Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo melaksanakan verifikasi lapangan terkait usulan hibah alat kesehatan berupa Posbindu Kit pada KAMIS, 5 MARET 2026 di Desa Jrakah, Kecamatan Bayan. Kegiatan ini dilakukan untuk meninjau langsung kesesuaian antara proposal yang diajukan dengan kondisi di lapangan. Tim Kesmas melakukan pemeriksaan terhadap kelengkapan berkas administrasi serta kesiapan teknis penyelenggaraan kegiatan posyandu sebagai dasar penilaian kelayakan usulan hibah.
Dalam proses verifikasi, tim menemukan beberapa dokumen proposal dan kelengkapan administrasi yang masih perlu diperbaiki. Tim juga memberikan arahan kepada pengelola posyandu agar melakukan penyempurnaan dokumen sesuai dengan ketentuan pengajuan hibah alat kesehatan. Setiap posyandu dalam pengajuan tersebut mengusulkan satu paket Posbindu Kit. Peralatan ini direncanakan untuk mendukung kegiatan pemantauan kesehatan masyarakat yang dilaksanakan melalui posyandu. Melalui usulan hibah ini diharapkan ketersediaan sarana penunjang pelayanan dapat semakin mendukung pelaksanaan posyandu siklus hidup di Kabupaten Purworejo. Dukungan alat kesehatan tersebut juga diharapkan dapat memperkuat pelayanan promotif dan preventif bagi masyarakat di tingkat desa.(MI) 

Selengkapnya
19. Tanggal : 05-03-2026 Jam : 13::34

Penguatan Perencanaan Anggaran, Dinkesda Purworejo Gelar Desk RBA BLUD 2026 Hari Kedua bagi 13 Puskesmas

PURWOREJO – Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo kembali melaksanakan desk dokumen Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA) Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Tahun 2026 bagi puskesmas pada RABU, 4 MARET 2026. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari pelaksanaan desk sebelumnya yang bertujuan untuk memastikan dokumen perencanaan anggaran puskesmas tersusun secara tepat dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sebanyak 13 puskesmas mengikuti desk pada hari kedua tersebut dengan memaparkan dokumen RBA yang telah disusun. Pemaparan dilakukan di hadapan tim verifikasi yang selanjutnya memberikan evaluasi, masukan, serta klarifikasi terhadap berbagai komponen perencanaan anggaran yang diajukan oleh masing-masing puskesmas.
Dalam proses pembahasan, tim verifikasi menelaah berbagai aspek penting dalam dokumen RBA, mulai dari proyeksi pendapatan layanan, perhitungan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA), hingga rencana belanja yang meliputi belanja pegawai, belanja barang dan jasa, serta belanja modal. Selain itu, analisis kebutuhan layanan juga menjadi perhatian utama agar perencanaan yang disusun tetap mengacu pada standar pelayanan minimal bidang kesehatan. Melalui kegiatan desk ini, diharapkan puskesmas dapat menyempurnakan dokumen RBA sehingga selaras dengan dokumen perencanaan lainnya seperti Rencana Strategis Bisnis (RSB), Rencana Usulan Kegiatan (RUK), dan Rencana Pelaksanaan Kegiatan (RPK). Penyusunan dokumen yang terintegrasi dan berbasis kebutuhan layanan diharapkan mampu mendorong optimalisasi pemanfaatan anggaran, dengan perencanaan belanja yang rasional dan realistis. Dengan demikian, pengelolaan keuangan BLUD di puskesmas dapat berjalan lebih efektif, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Kabupaten Purworejo.(MI)

Selengkapnya
20. Tanggal : 05-03-2026 Jam : 12::24

Dinkesda Purworejo Laksanakan Desk RBA BLUD Tahun 2026 untuk 14 Puskesmas

PURWOREJO – Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo melaksanakan kegiatan desk Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA) BLUD Tahun 2026 bagi 14 puskesmas pada SELASA, 3 MARET 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses evaluasi dan penyelarasan dokumen perencanaan keuangan puskesmas agar sesuai dengan ketentuan pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Dalam kegiatan tersebut, masing-masing puskesmas memaparkan dokumen RBA yang telah disusun. Tim verifikasi dari Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo kemudian melakukan telaah dan memberikan masukan terhadap dokumen yang dipresentasikan, sehingga rencana anggaran yang disusun dapat lebih akurat, rasional, serta sesuai dengan kebutuhan pelayanan.
Beberapa aspek utama yang menjadi fokus dalam evaluasi meliputi proyeksi pendapatan puskesmas, perhitungan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA), serta rencana belanja yang mencakup belanja pegawai, belanja barang dan jasa, dan belanja modal. Selain itu, tim verifikasi juga menelaah kesesuaian perencanaan anggaran dengan analisis kebutuhan layanan kesehatan berdasarkan standar pelayanan minimal (SPM). Melalui pelaksanaan desk ini, diharapkan setiap puskesmas dapat menyusun dokumen RBA secara lebih komprehensif dan sesuai regulasi. Penyusunan RBA juga diarahkan agar selaras dengan dokumen perencanaan lainnya, seperti Rencana Strategis Bisnis (RSB), Rencana Usulan Kegiatan (RUK), dan Rencana Pelaksanaan Kegiatan (RPK). Dengan perencanaan anggaran yang terstruktur dan realistis, puskesmas diharapkan mampu mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya yang tersedia serta mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat di Kabupaten Purworejo.(MI)

Selengkapnya
21. Tanggal : 05-03-2026 Jam : 08::06

Dinkesda Purworejo Gelar Evaluasi Jamkesda Bahas Strategi Keberlanjutan UHC dan Sosialisasi SIBIJAK untuk Perkuat UHC

PURWOREJO – Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo menggelar pertemuan evaluasi Program Jamkesda dan penguatan strategi Universal Health Coverage (UHC) pada Selasa, 3 Maret 2026 di Aula Dinkesda. Kegiatan ini diikuti oleh jajaran struktural, pengelola program, perwakilan kepala desa serta perwakilan puskesmas. Pertemuan membahas pelaksanaan Program Jamkesda Tahun 2018–2025, termasuk mekanisme pelayanan dan pola klaim di puskesmas. Jamkesda berfungsi sebagai dukungan pembiayaan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang belum memiliki jaminan kesehatan, khususnya pada pelayanan rawat jalan dan Instalasi Gawat Darurat sesuai ketentuan daerah.
Dalam forum tersebut ditegaskan bahwa koordinasi pelayanan Jamkesda mengacu pada Peraturan Bupati Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Program Jamkesda di Puskesmas. Regulasi ini menjadi dasar dalam pengaturan alur pelayanan, proses verifikasi, serta pengajuan dan pertanggungjawaban klaim sehingga pelaksanaan program berjalan tertib dan akuntabel.
Selain evaluasi program, Dinkesda juga menyampaikan sosialisasi Aplikasi Sistem Informasi Pembiayaan Jaminan Kesehatan (SIBIJAK). Aplikasi ini dikembangkan untuk mendukung pencatatan, monitoring, dan pelaporan pembiayaan Jamkesda secara terintegrasi. Melalui SIBIJAK, proses administrasi klaim diharapkan menjadi lebih tertata, terdokumentasi, dan mudah ditelusuri. Pertemuan ini juga menekankan pentingnya pembaruan dan validasi data kepesertaan secara berkala, penguatan perencanaan anggaran, serta optimalisasi peran puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan pembiayaan dan mempertahankan capaian UHC Kabupaten Purworejo. Dinkesda berkomitmen terus memperkuat tata kelola Program Jamkesda melalui regulasi yang jelas dan dukungan sistem informasi yang terintegrasi agar akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat tetap terjamin.(MI)

Selengkapnya
22. Tanggal : 04-03-2026 Jam : 14::40

Dinkesda Purworejo Ikuti Pembukaan Pelatihan Tata Laksana Malaria di Bapelkes Gombong

Senin, 2 Maret 2026- Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo (Dinkesda) mengikuti kegiatan Pembukaan Pelatihan Tata Laksana Malaria yang diselenggarakan melalui kerja sama dengan Bapelkes Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan berlangsung pada Senin–Sabtu, 2–7 Maret 2026, bertempat di Bapelkes Kampus 1 Gombong. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi penguatan kapasitas tenaga kesehatan dalam penanganan malaria, khususnya dalam aspek penemuan kasus, konfirmasi diagnosis berbasis pemeriksaan laboratorium, pemberian terapi sesuai pedoman nasional, serta pencatatan dan pelaporan kasus secara tepat. Acara pembukaan diawali dengan sambutan Kepala Dinkesda Kabupaten Purworejo yang diwakili oleh Plt. Sekretaris Dinas. Dalam sambutannya disampaikan bahwa peningkatan kompetensi sumber daya manusia merupakan kunci dalam menjaga mutu layanan dan mendukung upaya pengendalian malaria di Kabupaten Purworejo. 
Selanjutnya, Kepala Bapelkes Provinsi Jawa Tengah memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Prosesi pembukaan ditandai dengan penyematan tanda peserta dan dilanjutkan dengan pembacaan doa. Memasuki sesi pembelajaran, peserta menerima materi pengenalan pelatihan dari Pengendali Pelatihan/Master of Training (MoT) yang memaparkan tujuan, metode, serta target capaian pelatihan. Kepala Dinkesda Kabupaten Purworejo juga menyampaikan materi terkait kebijakan program malaria di Indonesia serta situasi malaria di Kabupaten Purworejo, termasuk tantangan dan langkah penguatan surveilans di daerah. Kegiatan hari pertama turut diisi dengan sesi Building Learning Commitment (BLC) untuk membangun komitmen, kedisiplinan, dan kerja sama antar peserta selama pelatihan. Selain itu, disampaikan pula paparan materi anti korupsi oleh KOMPAK API Jawa Tengah sebagai penguatan integritas dalam pelaksanaan program kesehatan. Melalui pelatihan ini, Dinkesda Kabupaten Purworejo berkomitmen meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan agar mampu melaksanakan tata laksana malaria secara efektif, sesuai standar, dan mendukung target pengendalian serta eliminasi malaria di wilayah Kabupaten Purworejo.(MI) 

Selengkapnya
23. Tanggal : 03-03-2026 Jam : 11::22

APEL PAGI AWAL PEKAN DINKESDA PURWOREJO PERKUAT CEK KESEHATAN GRATIS, TEGAKKAN KAWASAN TANPA ASAP ROKOK, DAN SIAGA MUSIM HUJAN

Purworejo- Senin, 2 Maret 2026, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo melaksanakan apel pagi rutin yang dipimpin oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) dan diikuti seluruh karyawan. Apel menjadi momentum konsolidasi awal pekan untuk memastikan pelaksanaan program prioritas berjalan optimal. Dalam amanatnya, pimpinan apel menegaskan penguatan pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai bagian dari upaya deteksi dini dan peningkatan pelayanan promotif preventif. Seluruh jajaran diminta memastikan pelayanan sesuai standar, menjaga ketepatan pencatatan dan pelaporan, serta meningkatkan edukasi agar masyarakat memanfaatkan layanan secara maksimal.
Selain itu, komitmen penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) kembali ditegaskan. Seluruh pegawai diminta menjadi teladan dalam kepatuhan terhadap aturan KTR, menjaga lingkungan kantor tetap bebas asap rokok, serta melakukan pengawasan secara konsisten. Menghadapi curah hujan yang masih tinggi, kewaspadaan terhadap potensi peningkatan penyakit berbasis lingkungan juga menjadi perhatian. Jajaran diminta meningkatkan pemantauan wilayah rawan genangan, mengintensifkan edukasi 3M Plus, serta memastikan pelaporan dan respons kasus dilakukan secara cepat dan terkoordinasi. Melalui apel pagi ini, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo memperkuat komitmen bersama untuk menjaga disiplin, meningkatkan kualitas pelayanan, dan memastikan kesiapsiagaan menghadapi dinamika situasi kesehatan masyarakat di Kabupaten Purworejo.(MI)

Selengkapnya
24. Tanggal : 01-03-2026 Jam : 22::53

Pengajian Jumat Pagi Bulan Ramadhan dan Penyaluran Santunan Warga Sekitar Dinkesda Purworejo

Dalam rangka mengisi kegiatan di bulan suci Ramadhan, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo menyelenggarakan Pengajian Jumat Pagi pada Jumat, 27 Februari 2026 pukul 07.30–08.30 WIB bertempat di Aula 2 Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo. Kegiatan ini diikuti oleh karyawan dari seluruh bidang sebagai sarana pembinaan rohani sekaligus meningkatkan keimanan dan ketakwaan selama bulan Ramadhan. Pengajian disampaikan oleh Ustadz Rosyid dengan materi tausiyah yang mengajak peserta untuk memanfaatkan bulan Ramadhan sebagai momentum meningkatkan ibadah, memperbaiki akhlak, serta memperkuat kepedulian terhadap sesama.
Selain sebagai kegiatan pembinaan mental spiritual, pengajian Jumat pagi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarpegawai di lingkungan Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo. Setelah kegiatan pengajian, acara dilanjutkan dengan penyaluran santunan tali silaturahmi kepada warga yang tinggal di sekitar lingkungan kantor. Penyaluran santunan ini merupakan bentuk kepedulian sosial Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo kepada masyarakat sekitar, khususnya dalam menyambut dan menjalankan ibadah di bulan Ramadhan. Melalui kegiatan pengajian Ramadhan dan penyaluran santunan ini diharapkan dapat meningkatkan nilai kebersamaan, kepedulian sosial, serta mempererat hubungan antara Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo dengan masyarakat sekitar.(MI)

Selengkapnya
25. Tanggal : 27-02-2026 Jam : 14::20

Kunjungan Pra Assessment Eliminasi Malaria 2026 Kabupaten Purworejo, Verifikasi Kesiapan Labkesda dan Instalasi Farmasi

Purworejo- Rabu, 25 Februari 2026 Tim Pra Assessment Eliminasi Malaria dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah bersama Balkesmas melaksanakan kunjungan lapangan ke beberapa fasilitas kesehatan di Kabupaten Purworejo. Kegiatan ini merupakan tahapan lanjutan setelah pelaksanaan Desk Data Pra Assessment Eliminasi Malaria sebagai bagian dari persiapan penilaian eliminasi malaria tahun 2026. Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah Labkesda Kabupaten Purworejo. Kunjungan dilaksanakan untuk melakukan verifikasi langsung terhadap kesiapan pelayanan pemeriksaan laboratorium malaria. Tim melakukan pengecekan dokumen pencatatan pemeriksaan malaria, register laboratorium, serta ketersediaan bahan medis habis pakai (BMHP) dan sarana prasarana pemeriksaan malaria. Selain itu dilakukan peninjauan alur pemeriksaan spesimen malaria dan mekanisme pelaporan hasil pemeriksaan sebagai bagian dari sistem surveilans malaria.
Tim juga melakukan kunjungan ke Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo untuk memastikan kesiapan pengelolaan logistik program malaria. Verifikasi dilakukan terhadap ketersediaan obat antimalaria, pencatatan stok, sistem distribusi obat ke fasilitas pelayanan kesehatan, serta kondisi penyimpanan obat sesuai standar. Pemeriksaan ini penting untuk memastikan ketersediaan obat malaria tetap terjamin sebagai bagian dari upaya mempertahankan eliminasi malaria.
Dalam kunjungan tersebut, Tim Pra Assessment menekankan bahwa seluruh dokumen dan data dukung yang telah disiapkan pada tahap desk data harus sesuai dengan kondisi di lapangan dan dapat ditunjukkan sebagai bukti pelaksanaan program. Kesesuaian antara dokumen, pencatatan, dan kondisi nyata menjadi komponen penting dalam penilaian eliminasi malaria. Kegiatan pra assessment ini menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan sistem surveilans malaria, pelayanan laboratorium, dan dukungan logistik program malaria di Kabupaten Purworejo sebelum pelaksanaan assessment eliminasi malaria tahun 2026.(MI)

Selengkapnya
26. Tanggal : 26-02-2026 Jam : 10::36

Dinkesda Ikuti Sholat Tarawih Bersama di Musholla At Taqwa Kompleks Pendopo Kabupaten Purworejo

PURWOREJO – Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo mengikuti kegiatan Sholat Tarawih bersama yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Purworejo dalam rangka mengisi kegiatan Bulan Ramadhan 1447 H/2026 M. Kegiatan dilaksanakan pada Senin, 23 Februari 2026 pukul 19.00 WIB di Musholla At Taqwa Kompleks Pendopo Kabupaten Purworejo. Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo diwakili oleh pegawai dari setiap bidang sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Kehadiran perwakilan dari masing-masing bidang merupakan bentuk partisipasi dalam kegiatan keagamaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purworejo.
Sholat Tarawih dipimpin oleh imam Muhammad Farchan Sulistyanto dari KUA Bayan. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan khidmat serta diikuti oleh pegawai perangkat daerah dan masyarakat sekitar Pendopo Kabupaten Purworejo. Dalam kultum yang disampaikan setelah Sholat Tarawih, disampaikan tentang besarnya pahala ibadah puasa bagi umat Islam yang menjalankannya dengan penuh keikhlasan dan ketaatan. Selain itu juga dijelaskan beberapa hal yang dapat mengurangi pahala puasa, seperti berkata tidak baik, berbohong, menggunjing, serta perbuatan yang tidak bermanfaat. Jamaah diharapkan dapat menjaga sikap dan perilaku selama Bulan Ramadhan agar ibadah puasa yang dijalankan memperoleh pahala yang maksimal. Melalui kegiatan Sholat Tarawih bersama ini diharapkan dapat memperkuat keimanan sekaligus mempererat kebersamaan antarpegawai perangkat daerah di Kabupaten Purworejo selama Bulan Ramadhan.(MI)

Selengkapnya
27. Tanggal : 26-02-2026 Jam : 09::54

Dinas Kesehatan Gelar Desk Data Pra Assessment Eliminasi Malaria, Validasi Data Dukung Menuju Penilaian Eliminasi Malaria 2026

Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo menyelenggarakan kegiatan Desk Data Pra Assessment Eliminasi Malaria Tahun 2026 pada tanggal 24–25 Februari 2026 di Aula 2A Dinkesda Kabupaten Purworejo. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari persiapan Pra Assessment Eliminasi Malaria oleh Tim Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah bersama Balkesmas. Pertemuan diikuti oleh penanggung jawab program malaria dari Puskesmas dan rumah sakit se-Kabupaten Purworejo. Peserta diminta membawa laptop, formulir Penyelidikan Epidemiologi (PE) malaria pada wilayah yang terdapat kasus, serta register laboratorium sebagai bahan verifikasi data. 
Kegiatan desk data difokuskan pada proses validasi dan pemutakhiran dokumen serta data dukung eliminasi malaria sesuai komponen instrumen penilaian. Tim dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dan Balkesmas melakukan pendampingan teknis melalui kegiatan crosscheck kelengkapan dokumen, kesesuaian pencatatan program malaria, serta konsistensi antara laporan dengan bukti fisik yang tersedia di fasilitas pelayanan kesehatan. Dokumen yang diverifikasi meliputi antara lain data kasus malaria, formulir penyelidikan epidemiologi, pencatatan pemeriksaan laboratorium malaria, serta dokumen kegiatan surveilans malaria di fasilitas pelayanan kesehatan. Validasi ini dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh data dukung telah tersusun sesuai dengan standar penilaian eliminasi malaria.
Dalam kegiatan tersebut disampaikan bahwa seluruh data dukung yang dilampirkan dalam instrumen penilaian harus dapat dibuktikan secara langsung pada saat pelaksanaan assessment eliminasi malaria di lokasi, baik di Puskesmas maupun rumah sakit. Ketersediaan dokumen yang lengkap dan sesuai menjadi salah satu indikator penting dalam proses penilaian eliminasi malaria. Melalui kegiatan desk data pra assessment ini diharapkan seluruh Puskesmas dan rumah sakit dapat meningkatkan kesiapan dokumen dan kualitas pencatatan program malaria, sehingga pelaksanaan assessment eliminasi malaria Kabupaten Purworejo Tahun 2026 dapat berjalan optimal.(MI)

Selengkapnya
28. Tanggal : 25-02-2026 Jam : 15::31

Dinkesda Purworejo Gelar Rapat Evaluasi Posyandu Siklus Hidup dan Persiapan Lomba Posyandu Berprestasi Tahun 2026

Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo melaksanakan Rapat Evaluasi Posyandu Siklus Hidup dan Persiapan Lomba Kader Berprestasi serta Posyandu Berprestasi Tahun 2026 pada Senin, 23 Februari 2026 di Aula 2A Dinkesda. Pertemuan ini dihadiri oleh Kepala Dinkesda Kabupaten Purworejo dr. Sudarmi, MM, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat dr. Nur Salim, serta pengelola program terkait.
Kepala Dinkesda Kabupaten Purworejo dalam arahannya menyampaikan pentingnya peran Posyandu dalam mendukung Program Strategis Nasional di bidang kesehatan. Posyandu diharapkan berperan aktif dalam mendukung dan menyukseskan pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dengan target capaian sebesar 55 persen. Selain itu, kader dan petugas kesehatan diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kejadian keracunan makanan serta potensi penyebaran penyakit menular, termasuk kewaspadaan terhadap Virus Nipah serta dukungan terhadap upaya eliminasi malaria di Kabupaten Purworejo.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat menekankan pentingnya dukungan terhadap pelaksanaan intervensi serentak di tingkat Posyandu. Posyandu juga diharapkan berperan dalam upaya pencegahan Angka Kematian Ibu melalui deteksi dini dan pemantauan kesehatan ibu hamil di wilayah kerja masing-masing. Dalam sesi materi, Rochmadi, S.Si.T menyampaikan paparan mengenai kewaspadaan dan respon terhadap penyakit yang berpotensi menimbulkan wabah atau Kejadian Luar Biasa (KLB). Upaya pengendalian penyakit dilakukan melalui tahapan reduksi, eliminasi hingga eradikasi. Dalam rangka mendukung eliminasi malaria diperlukan kesiapan dokumen promosi kesehatan serta media Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE). Selain itu, komunikasi risiko perlu dilakukan secara tepat agar masyarakat memahami langkah kewaspadaan terhadap potensi KLB.
Beberapa penyakit yang perlu diwaspadai antara lain malaria, demam berdarah dengue (DBD), leptospirosis, demam tifoid atau tipus dan diare, serta kejadian keracunan makanan. Selain pembahasan program, kegiatan promosi kesehatan juga mencakup persiapan dokumen pengajuan lomba Posyandu dan kader Posyandu berprestasi, pengusulan sekolah Kawasan Tanpa Rokok (KTR), serta evaluasi pemanfaatan microsite Posyandu. Kegiatan juga dilengkapi dengan penyerahan penghargaan Lomba Kader Posyandu Berprestasi Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025 kepada Agustina Wiwik, kader Posyandu wilayah kerja Puskesmas Bragolan, yang berhasil meraih Juara Harapan II. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas peran aktif kader Posyandu dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat di Kabupaten Purworejo. Melalui pertemuan ini diharapkan pengelola program dan kader Posyandu dapat memperkuat pelaksanaan Posyandu siklus hidup serta meningkatkan kesiapan dalam mengikuti lomba kader dan Posyandu berprestasi Tahun 2026 sekaligus mendukung pencapaian program kesehatan di Kabupaten Purworejo.(MI)

Selengkapnya
29. Tanggal : 20-02-2026 Jam : 11::27

Dinkesda Kabupaten Purworejo Sosialisasikan Pelaksanaan CKG 2026 di Klinik

PURWOREJO, Kamis, 19 Februari 2026 – Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo menyelenggarakan Pertemuan Sosialisasi Pelaksanaan CKG Tahun 2026 di Aula 2A Dinkes. Kegiatan ini dihadiri tenaga kesehatan dan tenaga administrasi dari 18 klinik di Kabupaten Purworejo sebagai bagian dari penguatan implementasi CKG di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama. Pertemuan ini bertujuan menyamakan persepsi serta memastikan kesiapan klinik dalam melaksanakan CKG sesuai petunjuk teknis terbaru tahun 2026. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat menyampaikan pembaruan juknis yang mencakup penambahan jenis skrining dan metode pemeriksaan, penyesuaian alur pelayanan, kesiapan sumber daya manusia dan sarana pendukung, hingga mekanisme pencatatan dan pelaporan hasil skrining.
Pelaksanaan CKG di klinik difokuskan pada kelompok usia dewasa dan lanjut usia. Materi teknis disampaikan oleh Pengelola Program Usia Produktif dan Pengelola Program Lansia dengan penekanan pada deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular yang banyak terjadi pada kelompok usia tersebut. Pada kelompok usia dewasa, skrining mencakup pemeriksaan kardiovaskular, paru, kanker, fungsi indera, kesehatan jiwa, fungsi hati, skrining calon pengantin, kesehatan kulit, serta pemeriksaan geriatri bagi masyarakat berusia di atas 60 tahun. Sementara itu, pada kelompok usia lanjut di atas 60 tahun, skrining dilakukan menggunakan pendekatan ADL dan SKILAS yang meliputi penilaian fungsi kognitif, kemampuan mobilisasi, status nutrisi, fungsi penglihatan dan pendengaran, serta deteksi gejala depresi. Melalui sosialisasi ini, Dinkesda menegaskan bahwa pelaksanaan CKG tidak hanya berfokus pada kegiatan skrining, tetapi juga pada ketepatan pencatatan, pelaporan, serta tindak lanjut hasil pemeriksaan. Klinik diharapkan mampu melaksanakan layanan secara terstandar dan berkesinambungan sehingga upaya deteksi dini dapat berjalan optimal dan berkontribusi pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Purworejo.(MI)

Selengkapnya
30. Tanggal : 19-02-2026 Jam : 11::35

Dinkesda Kabupaten Purworejo Sosialisasikan Pelaksanaan CKG 2026 di Klinik

PURWOREJO. Kamis, 19 Februari 2026 – Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo menyelenggarakan Pertemuan Sosialisasi Pelaksanaan CKG Tahun 2026 di Aula 2A Dinkes. Kegiatan ini dihadiri tenaga kesehatan dan tenaga administrasi dari 18 klinik di Kabupaten Purworejo sebagai bagian dari penguatan implementasi CKG di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama. Pertemuan ini bertujuan menyamakan persepsi serta memastikan kesiapan klinik dalam melaksanakan CKG sesuai petunjuk teknis terbaru tahun 2026. 
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat menyampaikan pembaruan juknis yang mencakup penambahan jenis skrining dan metode pemeriksaan, penyesuaian alur pelayanan, kesiapan sumber daya manusia dan sarana pendukung, hingga mekanisme pencatatan dan pelaporan hasil skrining. Pelaksanaan CKG di klinik difokuskan pada kelompok usia dewasa dan lanjut usia. Materi teknis disampaikan oleh Pengelola Program Usia Produktif dan Pengelola Program Lansia dengan penekanan pada deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular yang banyak terjadi pada kelompok usia tersebut. Pada kelompok usia dewasa, skrining mencakup pemeriksaan kardiovaskular, paru, kanker, fungsi indera, kesehatan jiwa, fungsi hati, skrining calon pengantin, kesehatan kulit, serta pemeriksaan geriatri bagi masyarakat berusia di atas 60 tahun. 
Sementara itu, pada kelompok usia lanjut di atas 60 tahun, skrining dilakukan menggunakan pendekatan ADL dan SKILAS yang meliputi penilaian fungsi kognitif, kemampuan mobilisasi, status nutrisi, fungsi penglihatan dan pendengaran, serta deteksi gejala depresi. Melalui sosialisasi ini, Dinkesda menegaskan bahwa pelaksanaan CKG tidak hanya berfokus pada kegiatan skrining, tetapi juga pada ketepatan pencatatan, pelaporan, serta tindak lanjut hasil pemeriksaan. Klinik diharapkan mampu melaksanakan layanan secara terstandar dan berkesinambungan sehingga upaya deteksi dini dapat berjalan optimal dan berkontribusi pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Purworejo.(MI)

Selengkapnya
31. Tanggal : 19-02-2026 Jam : 11::04

Dinkesda Purworejo Ikuti Pertemuan Daring Peningkatan Literasi Digital Nakes dalam Implementasi LOINC Terintegrasi SATUSEHAT

Kamis, 19 Februari 2026, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo mengikuti pertemuan daring peningkatan literasi digital tenaga kesehatan dalam penerapan standar Logical Observation Identifiers Names and Codes (LOINC) pada Rekam Medis Elektronik (RME). Kegiatan ini membahas peran LOINC sebagai standar terminologi laboratorium dan radiologi untuk mendukung interoperabilitas data kesehatan. LOINC menjadi bagian dari standar nasional yang digunakan dalam integrasi data ke platform SATUSEHAT yang dikembangkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Dalam pemaparan materi dijelaskan bahwa interoperabilitas menuntut keseragaman standar, meliputi standar terminologi, standar pertukaran data, standar identitas, serta standar privasi dan keamanan data. Pada aspek terminologi, LOINC digunakan untuk menyamakan kode pemeriksaan laboratorium dan radiologi agar tidak terjadi perbedaan istilah maupun kode antar fasilitas kesehatan. Peserta memperoleh penjelasan mengenai struktur kode LOINC yang terdiri dari enam komponen utama, yaitu component, property, timing, system, scale, dan method. Narasumber juga menekankan prinsip pemetaan kode, yaitu memilih kode yang paling spesifik sesuai informasi yang tersedia dan tidak mengasumsikan data yang tidak tercantum.
Materi turut mengulas kondisi di Indonesia yang masih menghadapi variasi kode pemeriksaan antar laboratorium dan unit radiologi. Perbedaan ini menyebabkan data sulit dipertukarkan. Implementasi LOINC menjadi solusi melalui penggunaan kamus standar terminologi nasional. Tahapan implementasi meliputi pengumpulan parameter pemeriksaan, proses pembersihan data, mapping ke kode LOINC, validasi hasil pemetaan, hingga publikasi ke portal SATUSEHAT. Jika kode LOINC belum tersedia, digunakan Kode Pemeriksaan Penunjang Nasional sebagai kode sementara. Kegiatan ini juga menyoroti tantangan implementasi, seperti kompleksitas struktur kode dan kebutuhan SDM terlatih. Oleh karena itu, peningkatan literasi digital tenaga kesehatan menjadi langkah strategis untuk memastikan akurasi pemetaan dan kesiapan integrasi RME. Melalui partisipasi aktif dalam kegiatan ini, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo memperkuat komitmen mendukung transformasi digital kesehatan, meningkatkan interoperabilitas data, serta memastikan pelaporan kesehatan daerah selaras dengan standar nasional.(MI)

Selengkapnya
32. Tanggal : 19-02-2026 Jam : 10::46

Rakor Pra Asesmen Eliminasi Malaria, Purworejo Perkuat Kesiapan Menuju Sertifikasi

PURWOREJO – Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo mengikuti pertemuan virtual persiapan eliminasi malaria pada Kamis, 18 Februari 2026. Kegiatan ini menghadirkan Ketua Tim Penilai Eliminasi Malaria Nasional, Dr. Ferdinand J. Laihad, yang memaparkan pentahapan dan mekanisme penilaian eliminasi malaria kabupaten/kota di Indonesia. Dalam pemaparan dijelaskan bahwa target eliminasi nasional mengarah pada Indonesia bebas malaria tahun 2030. Untuk tingkat kabupaten/kota, terdapat kriteria mutlak yang harus dipenuhi, yaitu Annual Parasite Incidence (API) kurang dari 1 per 1.000 penduduk selama tiga tahun terakhir, Slide Positivity Rate (SPR) kurang dari 5 persen dalam tiga tahun terakhir, serta tidak ditemukan kasus indigenous selama 36 bulan berturut-turut sebelum penilaian dilakukan.
Rapat koordinasi ini menekankan pentingnya kesiapan menyeluruh pada seluruh komponen penilaian. Aspek yang menjadi perhatian meliputi penguatan Sistem Informasi Malaria (SISMAL), kelengkapan dan ketepatan pelaporan Regmal 1 dan Regmal 2, serta validitas data API dan SPR. Selain itu, kesiapan tenaga terlatih, ketersediaan logistik tanpa stok kosong, serta jaminan mutu laboratorium melalui cross check dan quality assurance menjadi bagian penting dalam proses verifikasi. Pada aspek surveilans, implementasi respons 1-2-5 ditekankan sebagai kunci. Setiap kasus harus segera diinvestigasi, diklasifikasikan, dan ditindaklanjuti, termasuk pemetaan serta penanggulangan fokus. Surveilans migrasi juga menjadi perhatian, mengingat risiko kasus impor dari daerah endemis dapat memicu penularan kembali di wilayah reseptif.
Selain aspek teknis, dukungan regulasi daerah, pembiayaan, perencanaan program, monitoring dan evaluasi rutin, serta kelengkapan dokumentasi menjadi bagian dari instrumen penilaian. Kabupaten/kota juga wajib memiliki rencana aksi pencegahan timbulnya kembali penularan malaria setelah sertifikasi diperoleh. Melalui rakor pra asesmen ini, Kabupaten Purworejo melakukan evaluasi kesiapan secara komprehensif sebelum memasuki tahapan penilaian resmi. Komitmen lintas program dan lintas sektor terus diperkuat guna memastikan tidak terjadi penularan setempat serta menjaga kualitas surveilans dan respons cepat terhadap setiap kasus. Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo optimis dapat memenuhi seluruh indikator eliminasi malaria dan melangkah menuju sertifikasi bebas malaria sesuai mekanisme yang ditetapkan.(MI)

Selengkapnya
33. Tanggal : 19-02-2026 Jam : 09::21

Sinergi Dinkesda, BPJS Kesehatan, dan ASKLIN dalam Kredensialing Klinik di Purworejo

Pada Rabu, 18 Februari 2026, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo bersama BPJS Kesehatan dan Asosiasi Klinik Indonesia Kabupaten Purworejo melaksanakan kegiatan kredensialing di Klinik Pratama Delima Medika. Kegiatan kredensialing ini dilaksanakan dalam rangka menilai kesiapan Klinik Pratama Delima Medika untuk dapat bekerja sama sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dengan BPJS Kesehatan dalam penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Tim kredensialing melakukan penilaian secara komprehensif terhadap berbagai aspek penting, meliputi kesiapan sumber daya manusia (SDM), ketersediaan dan kelayakan sarana prasarana, kelengkapan alat kesehatan, komitmen terhadap mutu dan standar pelayanan, serta pemenuhan persyaratan administratif sesuai ketentuan yang berlaku. Proses kredensialing ini merupakan tahapan krusial untuk memastikan bahwa fasilitas pelayanan kesehatan yang akan bekerja sama dengan BPJS Kesehatan telah memenuhi standar mutu, keselamatan pasien, serta regulasi yang ditetapkan. Dengan demikian, masyarakat peserta JKN dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang aman, berkualitas, dan berkesinambungan. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, BPJS Kesehatan, asosiasi fasilitas kesehatan, dan penyedia layanan, guna meningkatkan akses serta mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Purworejo.(MI)

Selengkapnya
34. Tanggal : 18-02-2026 Jam : 15::24

Dinas Kesehatan Daerah melalui Labkesda Purworejo Laksanakan Sampling Makanan di SPPG Klepu Butuh

Rabu, 18 Februari 2026, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo melalui Labkesda melaksanakan kegiatan sampling makanan di SPPG Klepu, Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo. Kegiatan ini bertujuan memastikan makanan yang diproduksi dan didistribusikan kepada penerima manfaat memenuhi standar keamanan dan layak konsumsi.Tim melakukan pengambilan sampel makanan secara representatif dari menu yang telah disiapkan. Sampel dikemas menggunakan wadah steril, diberi label identitas, kemudian dibawa ke laboratorium untuk dilakukan pengujian.
Pemeriksaan meliputi:
  • Uji mikrobiologi untuk mendeteksi potensi cemaran bakteri,
  • Pemeriksaan kualitas fisik Air
  • Evaluasi penerapan higiene dan sanitasi pengolahan
  • Pemeriksaan kualitas air sumur bor
  • Pemeriksaan air dari sumber PDAM yang digunakan dalam proses pengolahan makanan.
Pemeriksaan air dilakukan untuk memastikan sumber air yang digunakan memenuhi persyaratan kualitas air bersih dan tidak menimbulkan risiko kesehatan. Selain pengambilan sampel, tim juga melakukan pemantauan proses pengolahan, penyimpanan bahan pangan, serta kebersihan peralatan dan lingkungan dapur. Hasil pemeriksaan langsung disampaikan kepada pengelola SPPG sebagai bahan evaluasi. Apabila ditemukan hal yang perlu diperbaiki, tim memberikan rekomendasi untuk segera ditindaklanjuti guna memastikan standar keamanan pangan tetap terpenuhi. Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo memperkuat pengawasan keamanan pangan dan kualitas air sebagai upaya perlindungan kesehatan masyarakat.(MI)

Selengkapnya
35. Tanggal : 17-02-2026 Jam : 17::24

DINKESDA HIMPUN 390 KG BERAS DALAM APEL GUYUB RUKUN ASN PEDULI HARI JADI KE-195 KABUPATEN PURWOREJO

Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo mengikuti Apel Beras Guyub Rukun ASN Peduli dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Purworejo ke-195 pada Minggu, 15 Februari 2026 pukul 08.30 WIB di Halaman Sekretariat Daerah Kabupaten Purworejo. Kegiatan ini dilaksanakan setelah rangkaian Senam Sehat Bersama di Alun-Alun Purworejo dan diikuti seluruh perangkat daerah. Apel dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Purworejo H. Suranto, ST., S.Sos., MPA..
Dalam kegiatan tersebut, Dinkesda berhasil menghimpun 156 bungkus beras dengan berat masing-masing 2,5 kilogram, sehingga total beras yang terkumpul mencapai 390 kilogram. Pengumpulan dilakukan secara sukarela oleh ASN sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat. Beras yang telah dihimpun selanjutnya didistribusikan kepada warga yang membutuhkan. Sebanyak 56 bungkus disalurkan kepada masyarakat RW 10 Kelurahan Ngupasan. Sisanya dibagikan kepada masyarakat di lingkungan sekitar kantor Dinkesda. Partisipasi Dinkesda dalam gerakan Guyub Rukun ASN Peduli menjadi wujud komitmen untuk mendukung kegiatan sosial kemasyarakatan. Momentum Hari Jadi ke-195 Kabupaten Purworejo dimanfaatkan untuk memperkuat solidaritas ASN sekaligus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat (MI)

Selengkapnya
36. Tanggal : 15-02-2026 Jam : 21::33

Dinkesda Purworejo Gelar Desk Reviu Persediaan dan Aset untuk Sinkronisasi LKPD 2025

Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo menyelenggarakan kegiatan Desk Reviu Persediaan dan Aset dalam rangka penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2025. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 12 Februari 2026 untuk reviu persediaan dan Kamis, 13 Februari 2026 untuk reviu aset. Pada desk reviu persediaan, Dinkesda menghadirkan pengelola persediaan puskesmas bersama tim keuangan dan pengelola barang tingkat dinas. Tim melakukan pencocokan angka awal dan angka akhir persediaan, verifikasi mutasi barang masuk dan keluar selama tahun berjalan, serta penelusuran kesesuaian antara kartu stok, laporan gudang, dan laporan keuangan. Setiap selisih yang ditemukan langsung diklarifikasi berdasarkan dokumen pendukung agar angka yang tercatat valid dan konsisten.
Selanjutnya, pada desk reviu aset, pengurus barang dan pengelola aset puskesmas melakukan sinkronisasi data Kartu Inventaris Barang (KIB), nilai perolehan, akumulasi penyusutan, serta mutasi aset tahun berjalan. Tim menelusuri dokumen sumber seperti berita acara serah terima dan bukti perolehan untuk memastikan pencatatan sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
Kegiatan ini bertujuan menyinkronkan angka antara Dinkesda dan puskesmas sebelum proses konsolidasi LKPD. Sinkronisasi dilakukan untuk mencegah selisih data, memperkuat tertib administrasi, serta meningkatkan akurasi dan keandalan laporan keuangan. Melalui desk reviu ini, Dinkesda menegaskan komitmen dalam menjaga akuntabilitas pengelolaan persediaan dan aset daerah. Langkah ini menjadi bagian penting dalam memastikan penyusunan LKPD Tahun 2025 berjalan tepat waktu, sesuai ketentuan, dan siap menghadapi proses pemeriksaan selanjutnya. (MI)

Selengkapnya
37. Tanggal : 13-02-2026 Jam : 23::47

Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo Gelar Pelatihan Keamanan Pangan di SPPG Kaliwatubumi, Kecamatan Butuh

Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo menyelenggarakan pelatihan di SPPG Kaliwatubumi, Kecamatan Butuh, pada Jumat, 13 Februari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 36 peserta yang terdiri dari SPPI dan ahli gizi. Pelatihan ini bertujuan memperkuat kapasitas petugas dalam penyelenggaraan pelayanan gizi sekaligus memastikan penerapan prinsip keamanan pangan di setiap tahapan pengelolaan makanan. Peserta mendapatkan materi teknis yang dapat langsung diterapkan dalam operasional SPPG.
Narasumber dari Laboratorium Kesehatan Daerah menyampaikan materi terkait keamanan pangan, meliputi pemilihan dan penerimaan bahan baku, proses pengolahan yang higienis, pengendalian suhu penyimpanan, distribusi makanan, hingga pencegahan kontaminasi silang. Penekanan juga diberikan pada penerapan higiene dan sanitasi bagi penjamah makanan serta pentingnya pengawasan mutu secara rutin. Selain paparan materi, kegiatan dilengkapi dengan sesi diskusi untuk membahas kendala yang dihadapi di lapangan. Peserta menyampaikan pengalaman praktik serta langkah pengendalian yang telah dilakukan, sehingga terjadi pertukaran solusi yang aplikatif. Melalui pelatihan ini, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo menegaskan komitmennya dalam menjaga mutu dan keamanan pangan pada layanan SPPG. Peningkatan kompetensi petugas diharapkan mampu mendukung terselenggaranya pelayanan gizi yang aman, terstandar, dan berkelanjutan bagi masyarakat.(MI)

Selengkapnya
38. Tanggal : 13-02-2026 Jam : 23::26

Partisipasi Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo dalam Lomba Menyanyi Hari Jadi Kabupaten Purworejo Ke 195

Purworejo, 13 Februari 2026- Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Purworejo, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo berpartisipasi aktif dalam Lomba Menyanyi Lagu Ambyar yang digelar pada ajang Purworejo Expo 2026. Kegiatan ini diikuti oleh ASN/OPD se-Kabupaten Purworejo dan menjadi salah satu agenda hiburan yang menyedot perhatian pengunjung. Perwakilan Dinas Kesehatan tampil membawakan lagu Jawa dengan penuh semangat di panggung utama expo. Penampilan tersebut tidak hanya menjadi bentuk dukungan terhadap peringatan hari jadi daerah, tetapi juga menunjukkan semangat kebersamaan dan kreativitas ASN dalam mendukung kegiatan positif di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purworejo.
Lomba ini menjadi ruang silaturahmi antar-OPD sekaligus sarana memperkuat kekompakan. Antusiasme peserta dan penonton terlihat tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Dinas Kesehatan memanfaatkan momentum ini untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat, tidak hanya melalui pelayanan kesehatan, tetapi juga melalui partisipasi aktif dalam kegiatan seni dan budaya. Melalui keikutsertaan dalam lomba menyanyi, Dinas Kesehatan menegaskan komitmennya untuk mendukung kegiatan daerah secara menyeluruh, baik dalam pelayanan publik maupun dalam membangun semangat kebersamaan di Hari Jadi Kabupaten Purworejo.(MI)

Selengkapnya
39. Tanggal : 13-02-2026 Jam : 22::59

Dinkesda Meriahkan Expo Hari Jadi Purworejo ke-195 dengan Edukasi Kesehatan dan Pemeriksaan Gratis

Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Purworejo ke-195, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo membuka stand pelayanan kesehatan pada Expo Purworejo yang berlangsung pada 11–15 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi sektor kesehatan dalam memeriahkan peringatan hari jadi daerah. Pada kegiatan tersebut, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo bekerja sama dengan YAKUM untuk menghadirkan layanan langsung kepada masyarakat. Sinergi ini difokuskan pada penguatan upaya promotif dan preventif agar masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.
Pelayanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan gratis, seperti pengecekan tekanan darah, gula darah, serta konsultasi dengan tenaga kesehatan. Selain itu, tersedia edukasi kesehatan jiwa yang memberikan pemahaman tentang pengelolaan stres, deteksi dini gangguan mental, serta akses layanan rujukan bila diperlukan. Selama lima hari pelaksanaan, stand Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo mendapat respons positif dari pengunjung. Masyarakat memanfaatkan kesempatan ini untuk memeriksa kondisi kesehatannya sekaligus memperoleh informasi yang tepat dan mudah dipahami. Melalui keikutsertaan dalam Expo Purworejo pada peringatan Hari Jadi Kabupaten Purworejo ke-195, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo menegaskan komitmennya dalam memperluas akses layanan, meningkatkan literasi kesehatan, dan mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatan fisik maupun mental.(MI)

Selengkapnya

Menuju Purworejo Bebas Malaria 2026