Website Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo
Jl. Mayjend Sutoyo No. 17 A Purworejo Jawa Tengah, email : dinkes@purworejokab.go.id

Media Informasi Kesehatan

1. Tanggal : 16-04-2026 Jam : 22::40

Monitoring Keamanan Pangan, Dinkesda Purworejo Lakukan Pembinaan Tempat Produksi Telur Asin di Gebang

PURWOREJO — Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo melalui Tim Farmasi dan Makanan (Farmamin) melaksanakan kegiatan monitoring dan pembinaan terhadap tempat produksi pangan industri rumah tangga (PIRT) di wilayah Gebang pada RABU, 15 APRIL 2026. Kegiatan ini menyasar salah satu pelaku usaha produksi telur asin yang melayani penjualan dalam jumlah besar maupun eceran. Selain telur asin, pelaku usaha juga menyediakan telur mentah dan telur rebus, sehingga pengendalian mutu bahan baku menjadi bagian penting dalam proses pengawasan.
Dalam pelaksanaannya, tim melakukan penilaian terhadap aspek higiene dan sanitasi produksi, proses pengolahan, penyimpanan bahan baku, hingga pengemasan produk. Pemeriksaan ini bertujuan memastikan seluruh tahapan produksi memenuhi standar keamanan pangan. Pelaku usaha diketahui memiliki rantai usaha yang terintegrasi, mulai dari peternakan bebek, pengepul telur, hingga penyedia pakan ternak. Kondisi ini menjadi perhatian dalam monitoring karena pengawasan perlu mencakup seluruh alur produksi dari hulu hingga hilir untuk menjamin kualitas dan keamanan produk yang dihasilkan.
Tim Farmamin juga memberikan pembinaan terkait penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB), termasuk pentingnya menjaga kebersihan lingkungan produksi, penggunaan peralatan yang higienis, serta pencatatan proses produksi secara konsisten. Melalui kegiatan ini, Dinkesda Kabupaten Purworejo mendorong pelaku usaha untuk terus meningkatkan mutu dan keamanan pangan, sehingga produk yang dihasilkan aman, bermutu, dan layak konsumsi bagi masyarakat. Upaya pembinaan dan pengawasan akan terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari perlindungan kesehatan masyarakat.(MI)

Selengkapnya
2. Tanggal : 16-04-2026 Jam : 22::08

Penguatan Penilaian Eliminasi Malaria, Dinkesda Purworejo Paparkan Tools Assessment di Hadapan Tim Asesor Kemenkes RI dan Komisi Ahli Malaria Nasional

Purworejo – Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo melaksanakan paparan tools assessment sebagai bagian dari proses penilaian eliminasi malaria tahun 2026 pada RABU, 15 APRIL 2026 di Aula 2 Dinkesda. Kegiatan ini menjadi bagian dari tahapan penilaian yang dilakukan oleh Tim Asesor Eliminasi Malaria dari Kementerian Kesehatan RI bersama Komisi Ahli Malaria Nasional, dalam rangka verifikasi kesiapan Kabupaten Purworejo menuju eliminasi malaria.
Paparan disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo, dr. Sudarmi, MM, yang memaparkan capaian kinerja program malaria serta pemenuhan indikator eliminasi. Disampaikan bahwa Kabupaten Purworejo telah menunjukkan kinerja pengendalian malaria yang konsisten, ditandai dengan tidak ditemukannya kasus penularan setempat (indigenous) dalam periode tertentu, serta sistem surveilans yang berjalan aktif, cepat, dan responsif.
Kepala Dinkesda juga menegaskan peran strategis Juru Malaria Desa (JMD) dalam mendukung eliminasi malaria. JMD berperan dalam penemuan kasus secara dini, pelacakan kasus, edukasi masyarakat, serta pelaporan cepat kepada puskesmas, sehingga potensi penularan dapat segera ditangani. Selain itu, disampaikan pula inovasi yang dikembangkan di masing-masing puskesmas, khususnya pada wilayah reseptif malaria. Inovasi difokuskan pada penguatan surveilans aktif, peningkatan kewaspadaan terhadap kasus impor, serta pemberdayaan masyarakat dalam deteksi dini dan pencegahan penularan kembali. Kegiatan ini diikuti oleh Direktur Rumah Sakit dan Kepala Puskesmas se-Kabupaten Purworejo sebagai pelaksana utama program di lapangan.
Dalam proses penilaian ini, Tim Asesor melakukan pendalaman terhadap paparan yang disampaikan, termasuk kesesuaian data, kelengkapan dokumen, serta implementasi program di lapangan. Tim memberikan tanggapan, saran, dan masukan sebagai bagian dari proses verifikasi. Beberapa aspek yang menjadi perhatian meliputi konsistensi data surveilans, validitas laporan kasus, ketepatan penanganan kasus impor, serta kesiapan eviden pendukung pada setiap indikator penilaian. Tim asesor juga menekankan pentingnya menjaga kewaspadaan di wilayah reseptif guna mencegah terjadinya penularan kembali. Kegiatan berlangsung interaktif dan menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan Kabupaten Purworejo sebelum penetapan status eliminasi malaria. Melalui proses penilaian ini, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo bersama seluruh fasilitas pelayanan kesehatan menunjukkan komitmen kuat dalam mewujudkan eliminasi malaria serta menjaga keberlanjutan status tersebut secara konsisten.(MI)

Selengkapnya
3. Tanggal : 16-04-2026 Jam : 16::26

Kabupaten Purworejo Jalani Assessment Eliminasi Malaria Tahun 2026

PURWOREJO, 15 APRIL 2026 – Pemerintah Kabupaten Purworejo menerima kunjungan Tim Asesor Eliminasi Malaria dari Kementerian Kesehatan RI dan Komisi Ahli Malaria Nasional dalam rangka pelaksanaan Assessment Eliminasi Malaria Kabupaten Purworejo Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi tahapan penting dalam proses verifikasi untuk memperoleh sertifikat eliminasi malaria. Pertemuan ini dihadiri oleh unsur Kementerian Kesehatan RI, Komisi Ahli Malaria Nasional, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo beserta Tim Eliminasi Malaria, Camat, Direktur Rumah Sakit dan Kepala Puskesmas se Kabupaten Purworejo serta lintas sektor dan fasilitas pelayanan kesehatan yang berperan dalam program penanggulangan malaria di Kabupaten Purworejo.
Dalam paparan penerimaan assessment, disampaikan bahwa eliminasi malaria merupakan target nasional dengan sasaran Indonesia bebas malaria pada tahun 2030. Kabupaten Purworejo saat ini memasuki tahapan penilaian eliminasi, setelah penularan lokal terakhir tercatat pada tahun 2023. Proses assessment dilaksanakan pada tanggal 15–18 April 2026 sebagai bagian dari verifikasi pusat. Secara epidemiologis, tren kasus malaria di Kabupaten Purworejo menunjukkan penurunan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Upaya pengendalian yang konsisten berhasil menekan jumlah kasus hingga mencapai angka yang sangat rendah pada periode 2024–2026, yang menjadi indikator kuat keberhasilan pemutusan rantai penularan.
Berbagai intervensi telah dilaksanakan secara komprehensif, antara lain:
  1. Penyelidikan epidemiologi pada setiap kasus malaria
  2. Pengendalian vektor melalui Indoor Residual Spraying (IRS) dan larvasidasi
  3. Pembagian kelambu berinsektisida kepada masyarakat berisiko
  4. Pelaksanaan Mass Blood Survey (MBS)
  5. Penguatan surveilans migrasi malaria di tingkat desa
  6. Distribusi rapid test dan pemeriksaan mikroskopis di fasilitas pelayanan kesehatan
  7. Penguatan jejaring lintas sektor, termasuk fasilitas kesehatan, pemerintah desa, dan institusi pendidikan
Selain upaya teknis, Pemerintah Kabupaten Purworejo melalui Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo juga telah memperkuat dukungan regulasi hingga tingkat desa. Seluruh desa reseptif telah memiliki kebijakan terkait surveilans migrasi malaria sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kasus impor.
Dalam paparannya, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Kabupaten Purworejo, Ahmad Jainudin, S.IP., M.M., menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung eliminasi malaria secara berkelanjutan. Pemerintah Kabupaten Purworejo berkomitmen penuh dalam mewujudkan eliminasi malaria melalui penguatan surveilans, pengendalian faktor risiko, serta keterlibatan aktif lintas sektor hingga tingkat desa. Kami juga memastikan dukungan kebijakan dan anggaran secara berkelanjutan dalam fase eliminasi maupun pemeliharaannya, ujarnya. Ia juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Tim Asesor Nasional yang melakukan penilaian di Kabupaten Purworejo. Kami menyambut baik kehadiran Tim Asesor Eliminasi Malaria dari Kementerian Kesehatan RI dan Komisi Ahli Malaria Nasional sebagai bagian dari proses verifikasi yang objektif dan komprehensif. Pemerintah Kabupaten Purworejo siap menerima arahan dan masukan sebagai upaya penyempurnaan program menuju eliminasi malaria, tambahnya.
Untuk mencapai eliminasi malaria, terdapat indikator utama yang harus dipenuhi, yaitu:
  • Annual Parasite Incidence (API) < 1 per 1.000 penduduk
  • Positivity Rate < 5 persen
  • Tidak terdapat penularan lokal selama tiga tahun berturut-turut
  • Tersedianya sistem surveilans yang mampu mencegah penularan kembali
Selain pemenuhan indikator tersebut, aspek komitmen lintas sektor menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan program. Seluruh pemangku kepentingan, mulai dari OPD, kecamatan, puskesmas, rumah sakit hingga masyarakat, memiliki peran strategis dalam fase pemeliharaan eliminasi malaria. Kegiatan assessment ini tidak hanya menjadi proses evaluasi administratif, tetapi juga penilaian menyeluruh terhadap sistem program, kapasitas sumber daya, serta kesiapan daerah dalam menjaga status eliminasi secara berkelanjutan. Melalui sinergi lintas sektor dan komitmen yang kuat, Kabupaten Purworejo optimis dapat mencapai eliminasi malaria serta berkontribusi dalam pencapaian target nasional Indonesia bebas malaria pada tahun 2030. (MI)

Selengkapnya
4. Tanggal : 16-04-2026 Jam : 15::03

Koordinasi Pelepasan Pasung di Desa Binangun, Dinkesda Perkuat Sinergi Lintas Sektor

PURWOREJO – Penanganan kasus pasung terus menjadi perhatian serius, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo melalui Tim Kesehatan Masyarakat pada SELASA, 14 APRIL 2026 telah dilaksanakan koordinasi pelepasan pasung di Desa Binangun, Kecamatan Butuh, yang melibatkan Pemerintah Desa, Tim Tiga Pilar (Trantib Kecamatan, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas), serta Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo. Kegiatan ini dihadiri dan dikoordinasikan oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkesda, dr. Nur Salim. Dalam arahannya, disampaikan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memastikan proses pelepasan pasung berjalan aman, terencana, dan berkelanjutan.
Tim membahas kesiapan teknis pelepasan pasung, kondisi ODGJ, dukungan keluarga, serta rencana tindak lanjut berupa pengobatan dan pendampingan. Pendekatan persuasif kepada keluarga menjadi langkah utama agar proses berjalan lancar dan mendapat dukungan penuh. Keterlibatan unsur pemerintah desa dan keamanan menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas sosial selama proses berlangsung. Sementara itu, tenaga kesehatan memastikan pasien mendapatkan penanganan sesuai standar, termasuk rujukan jika diperlukan. Melalui kegiatan ini, Dinkesda menegaskan komitmennya dalam upaya eliminasi pasung di Kabupaten Purworejo. Tidak hanya fokus pada pelepasan, tetapi juga pada keberlanjutan perawatan, pemantauan kondisi pasien, serta penguatan dukungan lingkungan agar kasus serupa tidak terulang kembali.(MI)

Selengkapnya
5. Tanggal : 15-04-2026 Jam : 15::52

Dinkesda Purworejo Siagakan Tim Kesehatan pada POPDA 2026

Purworejo – Selasa, 14 April 2026. Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo (Dinkesda) turut berperan aktif dalam mendukung pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kabupaten Purworejo Tahun 2026 dengan menurunkan tim petugas kesehatan sebagai layanan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K). Selama kegiatan berlangsung pada 14 April hingga 24 Mei 2026, tim kesehatan Dinkesda disiagakan di sejumlah lokasi pertandingan untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi atlet, ofisial, maupun penonton. Kesiapan ini menjadi bagian penting dalam menjamin keamanan dan kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.
Layanan yang diberikan meliputi penanganan cedera ringan, pertolongan pertama pada kondisi kegawatdaruratan, pemantauan kondisi kesehatan atlet, serta rujukan ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila diperlukan. Langkah ini didasarkan pada kebutuhan nyata di lapangan. Kegiatan olahraga pelajar memiliki risiko cedera dan gangguan kesehatan, terutama pada pertandingan dengan intensitas tinggi. Karena itu, kehadiran petugas kesehatan menjadi elemen krusial, bukan sekadar pelengkap kegiatan. Selain pelayanan langsung, petugas juga memberikan edukasi kepada peserta terkait pencegahan cedera, pentingnya pemanasan, serta menjaga kondisi fisik selama bertanding.
Partisipasi Dinkesda dalam POPDA 2026 menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memastikan kegiatan olahraga pelajar berjalan aman, sehat, dan tertib. Dukungan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya membentuk generasi muda yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki kesadaran akan pentingnya kesehatan. Dengan dukungan layanan kesehatan yang optimal, diharapkan seluruh rangkaian POPDA Kabupaten Purworejo Tahun 2026 dapat berlangsung lancar dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi pembinaan olahraga pelajar di daerah.(MI)

Selengkapnya
6. Tanggal : 14-04-2026 Jam : 14::31

Dinkesda Purworejo Laksanakan Cek Kesehatan Gratis bagi Pegawai Dinporapar

Purworejo- SELASA, 14 APRIL 2026. Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo (Dinkesda) Bersama Puskesmas Mranti menyelenggarakan Pelayanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi karyawan dan karyawati Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Purworejo. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Dinporapar Purworejo. Pelayanan CKG dilaksanakan oleh tim kesehatan masyarakat (kesmas) Dinkesda sebagai bagian dari upaya deteksi dini faktor risiko penyakit, khususnya penyakit tidak menular, di lingkungan kerja. Kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran pegawai terhadap pentingnya menjaga kesehatan secara berkala.
Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan berbagai layanan pemeriksaan kesehatan, meliputi skrining faktor risiko penyakit, pengukuran antropometri, pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan kadar gula darah, serta pemeriksaan kesehatan dasar lainnya. Melalui layanan ini, peserta dapat mengetahui kondisi kesehatannya secara lebih dini. Hasil pemeriksaan diharapkan dapat menjadi dasar bagi peserta untuk menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Bagi peserta yang terdeteksi memiliki faktor risiko, diimbau untuk segera melakukan pengendalian melalui perbaikan pola makan, peningkatan aktivitas fisik, serta pengelolaan stres.
Sementara itu, bagi peserta yang memerlukan pemeriksaan lanjutan maupun pengobatan, disarankan untuk menindaklanjuti ke fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama, yaitu Puskesmas sesuai wilayah kerja. Kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan upaya promotif dan preventif yang terus didorong oleh Dinkesda Kabupaten Purworejo dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, termasuk di lingkungan perkantoran.(MI)

Selengkapnya
7. Tanggal : 13-04-2026 Jam : 11::29

Dinkesda Gelar Pelayanan Cek Kesehatan Gratis di DKPP Purworejo Dorong Deteksi Dini Penyakit

PURWOREJO – Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo (Dinkesda) bersama Puskesmas Mranti menyelenggarakan Pelayanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di lingkungan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Purworejo pada SENIN, 13 APRIL 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di halaman DKPP Purworejo dengan sasaran karyawan/karyawati serta pengunjung yang hadir. Pelayanan CKG ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat upaya promotif dan preventif, khususnya dalam deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular. Petugas kesehatan dari Dinkesda dan Puskesmas Mranti memberikan berbagai layanan pemeriksaan, meliputi skrining faktor risiko penyakit, pengukuran antropometri, pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan gula darah, serta pemeriksaan penunjang lainnya sesuai kebutuhan peserta.
Antusiasme peserta terlihat dari partisipasi aktif dalam mengikuti pemeriksaan. Selain mendapatkan hasil pemeriksaan secara langsung, peserta juga memperoleh edukasi singkat terkait pentingnya menjaga pola hidup sehat dan mengendalikan faktor risiko yang dapat diubah, seperti pola makan, aktivitas fisik, dan kebiasaan merokok. Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta dapat memanfaatkan hasil pemeriksaan sebagai dasar untuk melakukan perubahan perilaku ke arah yang lebih sehat. Bagi peserta yang teridentifikasi memiliki faktor risiko atau memerlukan penanganan lebih lanjut, disarankan untuk melanjutkan pemeriksaan dan pengobatan di fasilitas pelayanan kesehatan, khususnya di Puskesmas. Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Dinkesda Kabupaten Purworejo dalam meningkatkan akses layanan kesehatan dasar serta mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya melalui deteksi dini dan pengendalian faktor risiko secara berkelanjutan.(MI) 

Selengkapnya
8. Tanggal : 13-04-2026 Jam : 10::07

Apel Pagi Dinkesda Purworejo Tekankan Penguatan Pelaksanaan KTR, Evaluasi CKG, dan Deteksi Dini Ibu Hamil Risiko Tinggi Untuk Menekan AKI AKB

Purworejo- SENIN, 13 APRIL 2026. Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo melaksanakan apel pagi karyawan yang dipimpin oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat di halaman kantor Dinkesda. Apel diikuti oleh seluruh pegawai sebagai bagian dari penguatan koordinasi dan pengendalian pelaksanaan program kesehatan. Dalam arahannya, pimpinan apel menyampaikan beberapa agenda prioritas yang perlu mendapat perhatian seluruh jajaran. Salah satunya adalah pelaksanaan verifikasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) pada berbagai tatanan, khususnya di lingkungan tempat belajar mengajar. Proses verifikasi diharapkan tidak hanya memenuhi aspek administratif, tetapi juga memastikan implementasi di lapangan berjalan konsisten, ditunjukkan dengan kepatuhan terhadap aturan KTR, ketersediaan sarana pendukung, serta komitmen dari pengelola kawasan.
Selain itu, pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) juga menjadi fokus. Seluruh puskesmas dan unit pelayanan diminta mengoptimalkan cakupan pelayanan dengan memastikan alur pemeriksaan berjalan efektif, pencatatan dan pelaporan dilakukan secara tertib, serta hasil pemeriksaan dapat ditindaklanjuti sesuai indikasi medis. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan deteksi dini faktor risiko penyakit di masyarakat. Lebih lanjut, pimpinan apel menekankan pentingnya deteksi dini ibu hamil risiko tinggi (resti). Tenaga kesehatan diminta meningkatkan skrining aktif melalui pemantauan rutin dan pemanfaatan data yang tersedia. Identifikasi faktor risiko sejak awal menjadi kunci dalam mencegah komplikasi serta memastikan rujukan dan penanganan dilakukan secara tepat dan cepat.
Apel pagi ini juga menegaskan pentingnya sinergi lintas program dan lintas fasilitas pelayanan kesehatan agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan terintegrasi dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Purworejo. Melalui apel pagi ini, diharapkan seluruh pegawai semakin memperkuat komitmen, disiplin, serta profesionalisme dalam mendukung keberhasilan program kesehatan daerah.(MI)

Selengkapnya
9. Tanggal : 10-04-2026 Jam : 23::16

Rapat Programer DINKESDA Purworejo Bahas Persiapan Eliminasi Malaria dan Evaluasi Program Prioritas

Purworejo- RABU, 8 APRIL 2026. Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo menggelar rapat programer di Aula A1 yang dipimpin oleh Plt. Sekretaris Dinas. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pemegang program sebagai bagian dari penguatan koordinasi dan evaluasi pelaksanaan program kesehatan. Rapat membahas beberapa agenda utama, yaitu persiapan penilaian eliminasi malaria, evaluasi CKG, evaluasi kegiatan Spesialis Dokter Keliling (SPELING), serta pengembangan inovasi kesehatan di lingkungan Dinas Kesehatan.
Pada pembahasan eliminasi malaria, ditekankan pentingnya kelengkapan data dukung, validitas pelaporan, serta kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan dalam menghadapi proses penilaian. Seluruh programer diminta memastikan indikator yang dipersyaratkan telah terpenuhi sesuai standar. Evaluasi CKG difokuskan pada capaian indikator, kendala di lapangan, serta upaya perbaikan yang perlu segera dilakukan. Sementara itu, kegiatan SPELING turut dievaluasi dari aspek jangkauan pelayanan, kolaborasi lintas fasilitas kesehatan, serta dampaknya terhadap peningkatan akses layanan spesialistik bagi masyarakat.
Selain itu, rapat juga membahas penguatan inovasi kesehatan sebagai upaya peningkatan mutu layanan. Setiap program diharapkan mampu menghadirkan inovasi yang relevan, terukur, dan berkelanjutan sesuai kebutuhan masyarakat. Plt. Sekretaris Dinas dalam arahannya menekankan pentingnya sinergi antar program, ketepatan pelaporan, serta komitmen bersama dalam mencapai target kinerja yang telah ditetapkan. Melalui rapat ini, diharapkan seluruh program dapat berjalan lebih optimal, terarah, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Purworejo.(MI)

Selengkapnya
10. Tanggal : 10-04-2026 Jam : 23::13

Rapat Koordinasi Perizinan Berusaha Fasilitas Pelayanan Kesehatan

Purworejo- KAMIS, 9 APRIL 2026. Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo menyelenggarakan rapat koordinasi perizinan berusaha fasilitas pelayanan kesehatan. Kegiatan ini menghadirkan peserta dari rumah sakit, puskesmas, klinik, laboratorium medis, Unit Transfusi Darah (UTD), serta organisasi profesi seperti IAI, PAFI, dan ASKLIN. Rapat bertujuan menyamakan pemahaman dan memperkuat koordinasi dalam proses perizinan berusaha sektor kesehatan, agar sesuai dengan regulasi yang berlaku serta mendukung peningkatan mutu layanan kesehatan kepada masyarakat.
Narasumber berasal dari DPMPTSP dan Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP). Materi yang disampaikan meliputi tata cara perizinan berbasis risiko, pemenuhan persyaratan teknis dan lingkungan, serta alur pengajuan izin melalui sistem OSS-RBA. Peserta juga mendapatkan penjelasan terkait kendala yang sering muncul dalam proses perizinan serta langkah percepatannya. Melalui forum ini, peserta aktif berdiskusi dan menyampaikan berbagai permasalahan di lapangan, terutama terkait sinkronisasi persyaratan administrasi dan teknis antar sektor. Hal ini menjadi bahan evaluasi bersama untuk mendorong proses perizinan yang lebih efektif, transparan, dan akuntabel. Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pendampingan kepada fasilitas pelayanan kesehatan dalam pemenuhan perizinan. Dengan perizinan yang tertib dan sesuai ketentuan, diharapkan kualitas dan keamanan layanan kesehatan di Kabupaten Purworejo semakin meningkat. (MI)

Selengkapnya
11. Tanggal : 10-04-2026 Jam : 22::59

Aksi Kemanusiaan Dinkesda Purworejo Bersama PMI Kumpulkan 66 Kantong Darah

PURWOREJO — Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo menyelenggarakan kegiatan Mobile Unit Donor Darah Sukarela pada KAMIS, 9 APRIL 2026, bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah konkret untuk menjaga ketersediaan stok darah bagi pelayanan kesehatan di wilayah Kabupaten Purworejo. Pelaksanaan kegiatan melibatkan partisipasi aktif pegawai Dinas Kesehatan serta dukungan dari puskesmas. Kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut dari undangan resmi kepada fasilitas pelayanan kesehatan untuk menghadirkan pendonor secara terkoordinasi .
Dari pelaksanaan donor darah tersebut, berhasil terkumpul sebanyak 66 kantong darah. Hasil ini berkontribusi langsung dalam mendukung kebutuhan darah di fasilitas pelayanan kesehatan, khususnya untuk penanganan pasien yang membutuhkan transfusi. Kerja sama dengan PMI menjadi faktor kunci dalam menjamin pelaksanaan donor darah yang aman, sesuai standar, serta memastikan distribusi darah berjalan optimal.
Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo menyampaikan apresiasi kepada seluruh relawan donor darah sukarela atas partisipasi dan kepeduliannya. Kegiatan ini tidak hanya membantu menyelamatkan nyawa, tetapi juga memperkuat budaya gotong royong di bidang kesehatan. Ke depan, kegiatan donor darah sukarela akan terus didorong sebagai agenda rutin dan terintegrasi, guna memastikan ketersediaan darah tetap terjaga secara berkelanjutan. Terima kasih kepada seluruh relawan donor darah sukarela Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo. Semoga menjadi berkah dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.(MI)

Selengkapnya
12. Tanggal : 10-04-2026 Jam : 22::12

DINKESDA KABUPATEN PURWOREJO VERIFIKASI USULAN KAWASAN TANPA ROKOK (KTR) DI TATANAN TEMPAT BELAJAR MENGAJAR

Purworejo- RABU, 8 APRIL 2026. Tim Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo melaksanakan verifikasi usulan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) pada tatanan tempat belajar mengajar. Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam melindungi peserta didik dan lingkungan pendidikan dari paparan asap rokok. Verifikasi dilaksanakan di enam lokasi, yaitu Universitas Muhammadiyah Purworejo, BLK Dinperintransnaker Purworejo, SMK PGRI Bagelen, STIKES Pemkab Purworejo, SMK YPE Kutoarjo, dan SMK Negeri 4 Purworejo.
Tim melakukan penilaian secara administratif dan teknis terhadap usulan yang diajukan. Fokus verifikasi meliputi kelengkapan dokumen, komitmen pimpinan, kebijakan internal terkait KTR, ketersediaan sarana pendukung, serta penerapan kawasan bebas asap rokok di lingkungan institusi. Kegiatan ini merupakan tahapan penting sebelum penetapan resmi Kawasan Tanpa Rokok oleh Bupati Purworejo. Proses verifikasi memastikan setiap institusi telah memenuhi standar dan siap menjalankan KTR secara konsisten.
Mengacu pada Peraturan Bupati Purworejo Nomor 8 Tahun 2025, pada tahun 2026 ditargetkan optimalisasi pengusulan KTR pada dua tatanan utama, yaitu fasilitas kesehatan dan tempat belajar mengajar. Fokus ini dipilih untuk mempercepat terciptanya lingkungan sehat dan mendukung perubahan perilaku masyarakat. Melalui verifikasi ini, diharapkan institusi pendidikan mampu menjadi contoh penerapan Kawasan Tanpa Rokok serta berperan aktif dalam membangun budaya hidup sehat di Kabupaten Purworejo.(MI)

Selengkapnya
13. Tanggal : 09-04-2026 Jam : 22::19

Rapat Internal DINKESDA Purworejo Bahas Indikator Kinerja Puskesmas

Purworejo- SELASA, 7 APRIL 2026, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo melaksanakan rapat internal di Aula A1 yang dihadiri oleh Plt. Sekretaris Dinas bersama tim programmer DINKESDA. Rapat ini membahas indikator kinerja puskesmas sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan tingkat pertama. Pembahasan difokuskan pada penyelarasan indikator, penguatan kualitas data, serta dukungan sistem informasi kesehatan dalam proses pelaporan dan evaluasi kinerja.
Plt. Sekretaris Dinas menyampaikan bahwa indikator kinerja memiliki peran penting sebagai alat ukur capaian program dan dasar dalam pengambilan kebijakan. Oleh karena itu, diperlukan indikator yang tepat, terukur, dan didukung oleh data yang akurat. Selain itu, tim programmer turut berkontribusi dalam memastikan kesiapan sistem, termasuk optimalisasi aplikasi dan pengelolaan data, guna mendukung monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan. Melalui kegiatan ini diharapkan terjadi peningkatan kesamaan pemahaman serta penguatan koordinasi dalam pengelolaan indikator kinerja puskesmas, sehingga dapat mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Kabupaten Purworejo.(MI)

Selengkapnya
14. Tanggal : 09-04-2026 Jam : 21::54

Layanan SPELING Hadir di Kelurahan Bayem, 191 Warga Manfaatkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Purworejo. SELASA, 7 APRIL 2026 – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui program Spesialis Dokter Keliling (SPELING) kembali menghadirkan layanan kesehatan langsung ke masyarakat. Kali ini, kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Bayem, Kecamatan Kutoarjo, Kabupaten Purworejo. Kegiatan ini didukung oleh Puskesmas Semawung Daleman dan RSUD RAA Tjokronegoro sebagai fasilitas kesehatan rujukan. Sebanyak 191 warga mengikuti layanan ini dengan antusias. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua TP PKK Kabupaten Purworejo, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo, Camat Kutoarjo, Kepala Puskesmas Semawung Daleman, serta Direktur RSUD RAA Tjokronegoro.
Program SPELING bertujuan mendekatkan akses pelayanan kesehatan spesialistik kepada masyarakat, terutama di wilayah yang membutuhkan jangkauan layanan lebih luas. Dalam kegiatan ini, masyarakat memperoleh berbagai layanan kesehatan, antara lain:
  • Pemeriksaan kesehatan gratis
  • Konsultasi dokter spesialis penyakit dalam
  • Konsultasi dokter spesialis obstetri dan ginekologi (obgyn)
  • Konsultasi dokter spesialis kesehatan jiwa
  • Pemeriksaan IVA bagi wanita usia subur sebagai deteksi dini kanker serviks
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat menyampaikan bahwa kegiatan SPELING menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan deteksi dini penyakit dan memperkuat upaya promotif serta preventif di masyarakat. Melalui SPELING, masyarakat tidak perlu jauh ke rumah sakit untuk mendapatkan layanan dokter spesialis. Ini langkah konkret mendekatkan layanan kesehatan yang berkualitas, ujarnya. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin semakin meningkat, sekaligus mendukung upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Purworejo.(MI)

Selengkapnya
15. Tanggal : 03-04-2026 Jam : 21::57

Rapat Koordinasi Persiapan Penilaian Eliminasi Malaria Kabupaten Purworejo

PURWOREJO — Pemerintah Kabupaten Purworejo melalui Dinas Kesehatan Daerah menggelar Rapat Koordinasi Persiapan Penilaian Eliminasi Malaria pada RABU, 1 APRIL 2026 di Aula II A Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan menyeluruh daerah menghadapi proses penilaian eliminasi malaria. Rapat dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Purworejo, Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Purworejo, serta lintas sektor terkait, mulai dari perangkat daerah, camat, kepala puskesmas, hingga Tim Percepatan Eliminasi Malaria. Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo sebagai penanggung jawab teknis program.
Dalam pertemuan ini, pembahasan difokuskan pada kesiapan indikator penilaian eliminasi malaria, meliputi kelengkapan dokumen eviden, penguatan sistem surveilans berbasis fasilitas pelayanan kesehatan, validasi dan konsistensi data kasus, serta kesiapan respon cepat terhadap potensi kasus impor. Selain itu, dilakukan pemetaan peran lintas sektor untuk memastikan dukungan terhadap upaya pencegahan dan pengendalian tetap berjalan secara berkelanjutan.
Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo dalam arahannya menegaskan bahwa eliminasi malaria tidak hanya ditentukan oleh capaian nol kasus lokal, tetapi juga oleh kekuatan sistem dalam mendeteksi dan merespons kasus secara cepat dan tepat. Penilaian eliminasi bukan sekadar formalitas. Yang dinilai adalah konsistensi sistem kita. Surveilans harus aktif, data harus valid, dan respon harus cepat. Ini yang harus kita jaga bersama, tegasnya.
Lebih lanjut disampaikan bahwa keberhasilan eliminasi malaria sangat bergantung pada komitmen lintas sektor, termasuk dukungan pemerintah kecamatan, desa, serta partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan dan kewaspadaan terhadap penularan. Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Kabupaten Purworejo memperkuat sinergi dan memastikan seluruh komponen telah siap menghadapi penilaian eliminasi malaria, sekaligus menjaga keberlanjutan status bebas malaria di masa mendatang. (MI)

Selengkapnya
16. Tanggal : 02-04-2026 Jam : 10::35

Penguatan Kompetensi Petugas Lab Puskesmas, Dinkesda Purworejo Gelar OJT Mikroskopis Malaria

Purworejo, 1 April 2026- Dalam rangka meningkatkan kesiapan Kabupaten Purworejo menuju penilaian Eliminasi Malaria tahun 2026, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo menyelenggarakan kegiatan On the Job Training (OJT) Mikroskopis Malaria di Aula Dinkesda Kabupaten Purworejo. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Plt. Sekretaris Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo.
Dalam sambutannya, Plt. Sekretaris Dinas menegaskan bahwa kompetensi tenaga laboratorium menjadi faktor penentu dalam keberhasilan eliminasi malaria. Pemeriksaan mikroskopis yang akurat dan sesuai standar akan memastikan setiap kasus dapat terdeteksi secara tepat dan ditangani lebih cepat. Kegiatan ini diikuti oleh petugas laboratorium puskesmas se-Kabupaten Purworejo serta perwakilan dari rumah sakit yang telah ditunjuk. Petugas laboratorium puskesmas menjadi fokus utama dalam kegiatan ini karena berperan sebagai garda terdepan dalam deteksi dini dan penanganan kasus malaria di masyarakat.
OJT difokuskan pada peningkatan kemampuan pemeriksaan mikroskopis malaria dengan target minimal mencapai level 3 di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan. Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga melakukan praktik langsung menggunakan mikroskop masing-masing untuk memastikan keterampilan teknis dapat diterapkan secara optimal di tempat kerja. Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo menegaskan komitmennya dalam memperkuat kualitas diagnosis malaria dan sistem surveilans. Upaya ini menjadi langkah strategis dalam menghadapi penilaian eliminasi malaria oleh tim pusat pada bulan April 2026. Diharapkan seluruh fasilitas kesehatan, khususnya puskesmas, memiliki tenaga laboratorium yang kompeten sehingga mampu mendukung tercapainya eliminasi malaria secara berkelanjutan di Kabupaten Purworejo. (MI)

Selengkapnya
17. Tanggal : 01-04-2026 Jam : 16::07

Kampanye GERMAS Pemeriksaan Kebugaran Jasmani Calon Jamaah Haji Tahun 2026

PURWOREJO, Selasa, 31 Maret 2026 — Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo melaksanakan Kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) melalui kegiatan pemeriksaan kebugaran jasmani bagi calon jamaah haji tahun 2026 yang berlangsung di GOR Sarwo Edhi Wibowo. Kegiatan ini diikuti oleh 206 calon jamaah haji yang berasal dari 9 puskesmas dan dilaksanakan oleh panitia Dinas Kesehatan bersama 27 programmer Kesehatan Jasmani dan Olahraga (Kesjaor) puskesmas. Pemeriksaan kebugaran dilakukan secara terstandar sebagai bagian dari upaya pembinaan kesehatan haji yang menekankan pada deteksi dini dan pengukuran objektif kondisi fisik jamaah.
Dalam pelaksanaannya, peserta menjalani serangkaian pemeriksaan yang meliputi pengukuran tekanan darah dan nadi awal, tes kebugaran metode Rockport, tes jalan enam menit (six minutes walk test), serta pemeriksaan nadi setelah aktivitas. Rangkaian ini bertujuan untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai tingkat kebugaran dan daya tahan fisik calon jamaah. Melalui kegiatan ini, tenaga kesehatan dapat mengidentifikasi kondisi kebugaran individu sekaligus mendeteksi faktor risiko kesehatan sejak dini. Hasil pemeriksaan selanjutnya menjadi dasar dalam pemberian rekomendasi pembinaan kesehatan, sehingga calon jamaah haji memiliki kesiapan fisik yang lebih baik sebelum menjalankan ibadah di tanah suci.
Ibadah haji merupakan rangkaian aktivitas yang membutuhkan ketahanan fisik yang baik, terutama dalam menghadapi mobilitas tinggi, jarak tempuh berjalan kaki yang panjang, serta kondisi lingkungan yang berbeda. Oleh karena itu, kesiapan kesehatan menjadi faktor penting yang perlu dipersiapkan sejak awal. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) Purworejo, serta perwakilan dari Kementerian Agama Kabupaten Purworejo. Melalui kampanye GERMAS ini, Dinas Kesehatan menegaskan komitmennya dalam mendukung kesiapan kesehatan calon jamaah haji agar dapat menjalankan ibadah secara aman, sehat, dan optimal.(MI)

Selengkapnya
18. Tanggal : 26-03-2026 Jam : 10::47

Penampilan Tim Hadroh Meriahkan Halal Bihalal Dinkesda Kabupaten Purworejo

PURWOREJO — Suasana Halal Bihalal keluarga besar Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo pada RABU, 25 MARET 2026 di Aula 2 semakin hidup dengan penampilan tim hadroh Dinkesda. Tim hadroh membawakan beberapa lagu sholawat yang mengalun dengan harmonis dan penuh kekhidmatan. Lantunan sholawat yang disajikan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menghadirkan suasana religius yang memperkuat makna Halal Bihalal sebagai momentum mempererat ukhuwah. Tim Hadroh Dinkesda terdiri dari karyawan karyawati di lingkungan Dinkesda.
Penampilan ini mendapat apresiasi dari para peserta yang terdiri dari Kepala Dinkesda, pejabat struktural dan fungsional, staf Dinkesda, serta Kepala Puskesmas se-Kabupaten Purworejo. Irama hadroh yang dinamis mampu membangun kebersamaan dan menambah kehangatan suasana acara. Selain sebagai hiburan, penampilan tim hadroh juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjalankan tugas sebagai pelayan kesehatan masyarakat. Melalui penampilan ini, semangat Rajut Ukhuwah, Perkokoh Persatuan, Sinergi Menjaga Kedamaian Negeri semakin terasa, memperkuat kebersamaan seluruh keluarga besar Dinkesda Kabupaten Purworejo.(MI)

Selengkapnya
19. Tanggal : 26-03-2026 Jam : 10::24

Halal Bihalal Dinkesda Kabupaten Purworejo Rajut Ukhuwah, Perkokoh Persatuan, Sinergi Menjaga Kedamaian Negeri

PURWOREJO — RABU, 25 MARET 2026, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo menyelenggarakan kegiatan Halal Bihalal keluarga besar Dinkesda di Aula 2. Kegiatan ini mengusung tema Rajut Ukhuwah, Perkokoh Persatuan, Sinergi Menjaga Kedamaian Negeri sebagai penguat kebersamaan pasca Hari Raya Idulfitri. Acara dihadiri oleh Kepala Dinkesda Kabupaten Purworejo, jajaran pejabat struktural, pejabat fungsional, seluruh staf Dinkesda, serta Kepala Puskesmas se-Kabupaten Purworejo. Kehadiran seluruh unsur ini menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga soliditas organisasi dan memperkuat kolaborasi lintas lini pelayanan kesehatan.
Dalam sambutannya, Kepala Dinkesda menekankan pentingnya menjadikan momentum Halal Bihalal sebagai sarana mempererat ukhuwah, memperkuat persatuan, serta membangun sinergi yang harmonis dalam pelaksanaan tugas. Nilai-nilai kebersamaan ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah hikmah Halal Bihalal yang disampaikan oleh dr. Nursalim. Dalam penyampaiannya, beliau mengajak seluruh peserta untuk menjadikan Idul fitri sebagai momentum introspeksi diri, memperbaiki hubungan antarsesama, serta menjaga integritas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Sebagai wujud komitmen bersama, acara dilanjutkan dengan pembacaan ikrar Lebaran dari perwakilan kepala puskesmas dan karyawan Dinkesda kepada Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo yang menegaskan semangat persaudaraan dan profesionalisme dalam bekerja. Suasana acara semakin khidmat dan meriah dengan penampilan tim hadroh Dinkesda yang membawakan lantunan shalawat, menambah nuansa religius sekaligus mempererat kebersamaan seluruh peserta. Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo menegaskan komitmennya untuk terus merajut ukhuwah, memperkokoh persatuan, serta memperkuat sinergi dalam menjaga kedamaian dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.(MI)

Selengkapnya
20. Tanggal : 25-03-2026 Jam : 15::37

Dinkesda Purworejo Pastikan Kesiapan Layanan, Monitoring Puskesmas Dilakukan Sebelum dan Menjelang Libur Idul Fitri 1447 H

PURWOREJO – Selasa, 23 Maret 2026. Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo memperkuat kesiapan pelayanan kesehatan dengan melaksanakan monitoring pelayanan puskesmas dalam rangka menghadapi libur Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M. Kegiatan ini dilakukan secara bertahap pada RABU, 18 MARET 2026 dan SENIN, 23 MARET 2026. Kegiatan ini mengacu pada Surat Tugas Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo Nomor 800.1.11.1/246/202 yang menugaskan tim untuk melakukan pemantauan langsung terhadap penyelenggaraan pelayanan kesehatan di puskesmas selama periode libur Lebaran. Tim monitoring yang terdiri dari pejabat struktural dan tenaga fungsional diterjunkan ke berbagai puskesmas di wilayah Kabupaten Purworejo. Monitoring difokuskan pada aspek krusial pelayanan, meliputi kesiapan tenaga kesehatan, ketersediaan obat dan bahan medis habis pakai, serta kesiapan alur dan sistem pelayanan.
Pelaksanaan monitoring pada 18 Maret 2026 diarahkan untuk memastikan kesiapan awal puskesmas sebelum memasuki masa libur. Sementara itu, monitoring pada 23 Maret 2026 dilakukan untuk memastikan kesiapan tersebut tetap terjaga serta pelayanan berjalan optimal menjelang puncak libur Hari Raya Idul Fitri. Selain itu, tim juga menilai kesiapsiagaan puskesmas dalam mengantisipasi peningkatan kunjungan pasien akibat tingginya mobilitas masyarakat selama periode lebaran, termasuk pelayanan kegawatdaruratan dan rujukan.
Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo, dr. Sudarmi, MM, menegaskan bahwa pelayanan kesehatan dasar tetap berjalan dalam kondisi apapun, termasuk pada masa libur panjang lebaran. Puskesmas diharapkan tetap memberikan pelayanan yang responsif, aman, dan berkualitas kepada masyarakat. Melalui monitoring ini, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo memastikan bahwa seluruh puskesmas siap memberikan pelayanan secara optimal. Hasil kegiatan akan menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan dan penguatan sistem pelayanan kesehatan, khususnya pada periode hari besar keagamaan. Komitmen ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam menjamin akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Purworejo secara merata dan berkesinambungan.(MI)

Selengkapnya
21. Tanggal : 17-03-2026 Jam : 23::31

Sosialisasi KMK tentang Penghargaan Kabupaten/Kota Bebas Pasung di Kabupaten Purworejo

SENIN, 16 MARET 2026, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo menyelenggarakan kegiatan sosialisasi KMK HK.01.07/MENKES/165/2025 di Aula 2 Dinkesda. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat komitmen lintas sektor dalam percepatan penghapusan praktik pasung di Kabupaten Purworejo. Kegiatan dihadiri oleh Bupati Purworejo Yuli Hastuti, Sekretaris Daerah Kabupaten Purworejo Suranto, serta Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo Sudarmi sebagai narasumber. Adapun moderator kegiatan adalah Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkesda Purworejo Nur Salim.
Dalam sambutannya, Bupati Purworejo menyampaikan bahwa permasalahan kesehatan jiwa masih menjadi perhatian penting pemerintah daerah, khususnya terkait masih ditemukannya kasus pasung di masyarakat. Praktik pasung bertentangan dengan prinsip hak asasi manusia, sehingga diperlukan upaya bersama secara berkelanjutan mulai dari tingkat desa hingga kabupaten untuk mewujudkan kondisi bebas pasung serta pelayanan kesehatan yang inklusif dan berkeadilan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Purworejo menegaskan bahwa sosialisasi ini merupakan bagian dari persiapan penilaian Kabupaten/Kota Bebas Pasung. Kasus pasung umumnya terjadi akibat stigma masyarakat terhadap orang dengan gangguan jiwa yang dianggap membahayakan. Oleh karena itu, peran TPKJM menjadi sangat penting dalam proses pendataan, advokasi, hingga evakuasi kasus pasung di lapangan. Lebih lanjut disampaikan bahwa Kabupaten Purworejo menargetkan pengajuan penilaian Kabupaten Bebas Pasung pada tahun 2027, dengan tahapan awal berupa self assessment yang direncanakan dimulai pada bulan April. Dalam proses tersebut, pemenuhan kriteria mutlak dan kriteria pendukung menjadi hal yang harus dipenuhi secara komprehensif.
Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, disepakati langkah strategis yang dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan oleh seluruh pemangku kepentingan. Upaya diawali dengan pendataan kasus pasung secara terintegrasi sebagai dasar perencanaan intervensi, dilanjutkan dengan advokasi kepada keluarga dan masyarakat guna mendorong pembebasan pasung serta pelaksanaan evakuasi dan penanganan medis bagi pasien. Dalam mendukung keberlanjutan pelayanan, dilakukan pula pemenuhan dokumen kependudukan agar pasien dapat mengakses layanan kesehatan dan sosial secara optimal.
Selain itu, pasien akan mendapatkan perawatan sebelum dan sesudah dirujuk ke panti rehabilitasi guna memastikan proses pemulihan berjalan komprehensif. Edukasi kepada masyarakat juga terus diperkuat sebagai upaya pencegahan munculnya kasus pasung baru. Seluruh rangkaian upaya tersebut didukung dengan pemenuhan persyaratan administratif dan teknis sebagai bagian dari kesiapan Kabupaten Purworejo dalam mengikuti penilaian Kabupaten/Kota Bebas Pasung. Kegiatan ini diikuti oleh perangkat daerah yang tergabung dalam TPKJM Kabupaten, RSUD Tjitrowardojo, seluruh Kepala Puskesmas se-Kabupaten Purworejo, para Camat, panti rehabilitasi, serta pemerintah desa/kelurahan yang terdapat kasus pasung. Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi lintas sektor yang kuat dalam mendukung percepatan Kabupaten Purworejo menuju bebas pasung serta peningkatan derajat kesehatan jiwa masyarakat secara menyeluruh.(MI)

Selengkapnya
22. Tanggal : 16-03-2026 Jam : 09::51

Dinkesda Purworejo Gelar Pertemuan Revisi Matriks Verifikasi Rancangan Renja Perangkat Daerah Tahun 2027

PURWOREJO – Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo menggelar pertemuan internal perencanaan terkait revisi matriks verifikasi rancangan Rencana Kerja (Renja) Perangkat Daerah Tahun 2027. Pertemuan dilaksanakan pada JUMAT, 13 MARET 2026 pukul 12.00 WIB di Aula 2A Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo. Kegiatan ini dipimpin oleh Kepala Subbagian Perencanaan dan Keuangan serta diikuti oleh para programmer program di lingkungan Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo.
Pertemuan membahas penyesuaian dan penyempurnaan matriks verifikasi rancangan Renja Tahun 2027 agar selaras dengan arah kebijakan pembangunan daerah, prioritas program kesehatan, serta ketentuan perencanaan pembangunan daerah. Peserta melakukan penelaahan terhadap program, kegiatan, indikator kinerja, serta pagu indikatif yang tercantum dalam rancangan Renja. Melalui forum ini, dilakukan klarifikasi dan penyesuaian terhadap usulan kegiatan agar sesuai dengan kewenangan perangkat daerah, target kinerja, serta mendukung pencapaian sasaran pembangunan bidang kesehatan di Kabupaten Purworejo. Hasil pembahasan dalam pertemuan ini akan menjadi bahan penyempurnaan matriks verifikasi rancangan Renja Perangkat Daerah Tahun 2027 sebelum dilanjutkan ke tahapan proses perencanaan berikutnya.(MI)

Selengkapnya
23. Tanggal : 13-03-2026 Jam : 23::22

Dinkesda Purworejo Hadiri Rapat Pra Musrenbang Tematik Stunting, Pemkab Purworejo Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor

PURWOREJO — Pemerintah Kabupaten Purworejo menggelar Pra Musrenbang Tematik Stunting di Ruang Arahiwang Setda Kabupaten Purworejo pada KAMIS (12/03/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat strategi percepatan penanganan stunting guna mendukung pencapaian target nasional sebesar 14 persen. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi, Sekretaris Daerah Kabupaten Purworejo Suranto, Kepala Bapperida Kabupaten Purworejo Hery Raharjo, Kepala Dinsosdaldukkb Andang Nugerahatara Sutrisno, para kepala perangkat daerah terkait, seluruh camat, serta kepala puskesmas se-Kabupaten Purworejo.
Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo juga turut hadir dalam kegiatan tersebut melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan koordinasi lintas sektor dalam percepatan penurunan stunting di daerah. Dalam arahannya, Wakil Bupati Dion Agasi Setiabudi menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menangani stunting. Salah satu langkah yang didorong adalah optimalisasi program MBG untuk memberikan pelayanan kepada kelompok 3B, yaitu ibu hamil (Bumil), ibu menyusui (Busui), dan balita. Menurutnya, pencegahan stunting melalui program tersebut perlu segera diimplementasikan secara nyata dengan melibatkan seluruh pihak terkait. Upaya ini dinilai dapat menjadi solusi efektif apabila pelaksanaannya dilakukan secara terkoordinasi dan berkelanjutan.
Selain itu, ia juga menyoroti bahwa persoalan stunting tidak berdiri sendiri, tetapi berkaitan dengan berbagai faktor lain seperti pernikahan dini dan anak putus sekolah. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang komprehensif melalui edukasi kepada masyarakat serta kerja sama lintas sektor hingga tingkat pemerintah pusat. Lebih lanjut, ia meminta seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan untuk terus memperkuat koordinasi, khususnya dengan sektor kesehatan, serta melakukan sinkronisasi data pelayanan bagi kelompok 3B secara berkala agar program penanganan stunting dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran. Melalui kegiatan Pra Musrenbang Tematik Stunting ini, diharapkan sinergi antar perangkat daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, dan seluruh pemangku kepentingan semakin kuat dalam menekan angka stunting serta mewujudkan generasi yang lebih sehat dan berkualitas di Kabupaten Purworejo.(MI)

Selengkapnya
24. Tanggal : 13-03-2026 Jam : 23::04

Dampingi Wabup Sidak SPPG, Dinkesda Purworejo Perkuat Pengawasan Keamanan Makanan

PURWOREJO – Wakil Bupati Purworejo, Dion Agasi Setiabudi, SIKom., MSi., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Purworejo, yaitu SPPG Tepus Kulon di Kecamatan Kutoarjo dan SPPG Kaliwungu di Kecamatan Bruno pada RABU (11/3/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan masyarakat terkait dugaan keracunan makanan serta pengelolaan lingkungan pada dapur penyedia makanan program pemenuhan gizi. Dalam sidak tersebut, Wakil Bupati didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo bersama jajaran Dinas Lingkungan Hidup serta Komisi IV DPRD Kabupaten Purworejo. Kehadiran Dinas Kesehatan bertujuan memastikan aspek keamanan pangan, kualitas gizi, serta standar sanitasi dan higienitas dalam penyelenggaraan pelayanan makanan bergizi dapat terpenuhi.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati menyampaikan bahwa pemerintah daerah perlu memastikan seluruh proses penyediaan makanan berjalan sesuai standar yang ditetapkan, baik dari sisi keamanan pangan, kandungan gizi, hingga pengelolaan lingkungan dapur. Terkait laporan dugaan keamanan pangan di SPPG Tepus Kulon, saat ini sampel makanan telah diambil untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium guna memastikan penyebab kejadian tersebut. Hasil uji laboratorium nantinya akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menentukan langkah lanjutan. Selain itu, dari hasil pemantauan di lapangan juga ditemukan beberapa hal yang perlu diperbaiki, terutama terkait kelengkapan perizinan lingkungan dan mekanisme pengolahan limbah dapur. Pemerintah daerah meminta seluruh pengelola dapur SPPG di Kabupaten Purworejo untuk berkoordinasi dengan instansi terkait agar pengelolaan limbah memenuhi standar yang berlaku.
Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo juga berperan dalam memberikan pendampingan teknis, khususnya dalam penyusunan menu yang memenuhi standar gizi serta pengawasan keamanan makanan, terutama bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Pemerintah Kabupaten Purworejo berkomitmen untuk terus melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan program pemenuhan gizi agar berjalan aman, transparan, dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat. Ke depan, pemerintah daerah juga berencana mengundang seluruh yayasan pengelola SPPG untuk melakukan koordinasi bersama guna memperkuat standar pelayanan, meningkatkan kualitas pengelolaan dapur, serta memastikan program pemenuhan gizi dapat berjalan secara berkelanjutan di Kabupaten Purworejo.(MI)

Selengkapnya
25. Tanggal : 13-03-2026 Jam : 22::42

UPAK Dinkesda Purworejo Laksanakan Pemeliharaan Alat Kesehatan Sesuai Standar PMK 15 Tahun 2023

Purworejo – Dalam rangka melaksanakan amanat Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 15 Tahun 2023 tentang Standar Pemeliharaan Alat Kesehatan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo melalui Unit Pemeliharaan Alat Kesehatan (UPAK) di bawah Bidang Pelayanan Kesehatan melaksanakan kegiatan pemeliharaan alat kesehatan. Kegiatan dilaksanakan pada RABU, 11 MARET 2026 dengan lokasi workshop di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Purworejo. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menjaga kinerja, keamanan, serta keandalan alat kesehatan yang digunakan dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Pemeliharaan yang dilakukan meliputi dua jenis kegiatan, yaitu pemeliharaan preventif dan pemeliharaan korektif. Pemeliharaan preventif dilakukan secara berkala untuk memastikan alat kesehatan tetap berfungsi optimal serta mencegah terjadinya kerusakan. Sementara itu, pemeliharaan korektif dilakukan terhadap alat kesehatan yang mengalami gangguan atau kerusakan agar dapat segera digunakan kembali dalam pelayanan. Melalui kegiatan ini, UPAK Dinkesda Purworejo berupaya memastikan bahwa seluruh alat kesehatan yang digunakan di fasilitas pelayanan kesehatan tetap dalam kondisi baik, aman, dan sesuai standar. Upaya ini juga mendukung peningkatan mutu layanan kesehatan serta keselamatan pasien di Kabupaten Purworejo. Kegiatan pemeliharaan alat kesehatan secara rutin menjadi salah satu bentuk komitmen Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo dalam menjaga kualitas sarana penunjang pelayanan kesehatan agar tetap siap digunakan dalam mendukung pelayanan kesehatan yang optimal kepada masyarakat. (MI)

Selengkapnya
26. Tanggal : 13-03-2026 Jam : 22::03

Dinkesda Purworejo Perkuat Pencegahan Malaria Jelang Lebaran melalui Pemasangan Banner Survei Migrasi

Purworejo — Menjelang libur Lebaran, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo memperkuat upaya kewaspadaan terhadap potensi masuknya kasus malaria dari luar daerah. Salah satu langkah yang dilakukan adalah pemasangan banner survei migrasi di sejumlah titik strategis yang mudah dibaca masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan pada RABU, 11 MARET 2026 oleh Juru Malaria Desa (JMD) di wilayah kerja puskesmas, salah satunya di Kecamatan Kaligesing. Banner dipasang di lokasi yang sering dilalui masyarakat untuk menyampaikan informasi kewaspadaan terhadap malaria, khususnya bagi warga yang melakukan perjalanan dari luar Pulau Jawa atau dari daerah endemis malaria.
Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo berperan dalam melakukan koordinasi, pembinaan, serta penguatan program surveilans malaria melalui kegiatan survei migrasi. Melalui upaya ini, petugas kesehatan dapat melakukan pemantauan terhadap masyarakat yang baru kembali dari wilayah berisiko penularan malaria. Selain itu, Dinkesda juga mendorong keterlibatan Juru Malaria Desa dalam memberikan edukasi kepada masyarakat agar melaporkan riwayat perjalanan dari daerah endemis malaria serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti demam. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo dalam menjaga kewaspadaan dini serta mempertahankan status eliminasi malaria di wilayah Kabupaten Purworejo.(MI)

Selengkapnya
27. Tanggal : 13-03-2026 Jam : 11::41

Dinkesda Purworejo Hadiri Penutupan Program TMMD Sengkuyung Tahap I Tahun 2026 di Desa Grabag

Purworejo – Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo (Dinkesda) menghadiri kegiatan penutupan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan di Desa Grabag, RABU (11/3/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pembangunan desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Program TMMD yang mengusung tema TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri Dari Desa tersebut secara resmi ditutup melalui upacara yang diikuti sekitar 300 peserta dari unsur TNI, Polri, Pemerintah Daerah, serta masyarakat. Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Danrem 072/Pamungkas, Bupati Purworejo Yuli Hastuti, jajaran Forkopimda, pimpinan OPD Kabupaten Purworejo, serta unsur Forkopimcam Grabag.
Dalam amanat yang dibacakan oleh Inspektur Upacara, Komandan Kodim 0708/Purworejo Ketut Hendra Budiharja menyampaikan bahwa TMMD merupakan program terpadu antara TNI, pemerintah daerah, kementerian/lembaga, serta masyarakat untuk mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan. Puncak kegiatan ditandai dengan penandatanganan naskah serah terima hasil program TMMD dari Komandan Satgas kepada Bupati Purworejo, dilanjutkan dengan penyerahan alat kerja secara simbolis serta pernyataan resmi penutupan kegiatan.
Selama kurang lebih satu bulan pelaksanaan, program TMMD di Desa Grabag berhasil menyelesaikan sejumlah sasaran fisik dan nonfisik. Selain itu juga dilakukan rehabilitasi Masjid Jami Nurul Qomar sebagai bagian dari sasaran fisik tambahan. Selain pembangunan infrastruktur, kegiatan TMMD juga diisi dengan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat. Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo turut berperan dalam kegiatan nonfisik melalui penyuluhan pencegahan stunting serta pelayanan Posbindu PTM (Pos Binaan Terpadu Penyakit Tidak Menular) bagi masyarakat. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan penyakit tidak menular sekaligus mendorong perilaku hidup sehat.
Berbagai kegiatan sosial juga dilaksanakan dalam rangkaian TMMD, antara lain pemberian bantuan kepada kaum duafa, bantuan air bersih, bantuan Al-Quran, serta bantuan bahan bangunan dari sejumlah pihak. Program TMMD Sengkuyung Tahap I Tahun 2026 ini didukung anggaran yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp170 juta, APBD Kabupaten Purworejo sebesar Rp185 juta, serta swadaya masyarakat desa sebesar Rp15 juta, dengan keterlibatan 98 personel yang terdiri dari unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat. Bupati Purworejo Yuli Hastuti menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan program tersebut. Ia berharap hasil pembangunan yang telah dilaksanakan dapat dimanfaatkan dan dipelihara dengan baik oleh masyarakat. Setelah penutupan kegiatan, para tamu undangan melanjutkan agenda dengan meninjau langsung hasil pembangunan yang telah dilaksanakan selama program TMMD berlangsung. Melalui kegiatan ini diharapkan sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat terus terjalin dalam mendukung pemerataan pembangunan serta peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan Kabupaten Purworejo.(MI)

Selengkapnya
28. Tanggal : 12-03-2026 Jam : 15::20

Dinkesda Purworejo Publikasikan Capaian Layanan PPPS 2025 dan Gelar Bimtek Ahli Gizi

PURWOREJO — Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo menyelenggarakan Pertemuan Publikasi Capaian Layanan Intervensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (PPPS) Tahun 2025 sekaligus Bimbingan Teknis bagi tenaga ahli gizi pada RABU, 11 MARET 2026 di Aula 2 Dinkesda. Kegiatan ini diikuti oleh 93 peserta yang terdiri dari 27 Ahli Gizi Puskesmas dan 66 Ahli Gizi SPPG se-Kabupaten Purworejo. Pertemuan ini bertujuan untuk mempublikasikan capaian layanan intervensi stunting tahun 2025 serta memperkuat koordinasi dan peran tenaga gizi dalam pelaksanaan intervensi gizi di tingkat pelayanan kesehatan.
Dalam pertemuan tersebut disampaikan berbagai upaya intervensi yang telah dilakukan dalam rangka pencegahan dan percepatan penurunan stunting. Kegiatan ini juga menekankan pentingnya kolaborasi antara Puskesmas dan SPPG agar pelaksanaan intervensi gizi dapat berjalan lebih terarah dan menjangkau sasaran prioritas secara tepat. Selain memaparkan capaian program, kegiatan ini juga menjadi sarana penguatan kapasitas bagi tenaga ahli gizi terkait pendampingan dan pemantauan pelaksanaan program gizi di lapangan. Ahli gizi Puskesmas diharapkan berperan aktif dalam mendampingi dan memantau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta memastikan intervensi gizi diberikan kepada kelompok sasaran yang membutuhkan.
Sebagai tindak lanjut pertemuan, Puskesmas dan SPPG diharapkan dapat berkoordinasi dalam pemetaan sasaran MBG, khususnya pada kelompok 3B, dengan memprioritaskan ibu hamil dengan kekurangan energi kronis (KEK) atau berisiko KEK serta balita dengan masalah gizi. Puskesmas juga didorong untuk segera mengusulkan Rencana Pelaksanaan Dana (RPD) Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dari sisa anggaran tahun 2025, serta melaksanakan pembekalan PMT dan intervensi bagi balita bermasalah gizi dan ibu hamil.
Selain itu, pencatatan dan pelaporan melalui aplikasi SIGIZI-KESGA diharapkan dapat dilakukan secara tepat waktu sehingga memudahkan proses pemantauan dan evaluasi program. Dinas Kesehatan juga akan memberikan umpan balik terhadap laporan yang disampaikan oleh Puskesmas sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pelaksanaan program gizi di daerah. Melalui kegiatan ini diharapkan koordinasi antara Puskesmas dan SPPG semakin kuat sehingga pelaksanaan intervensi gizi dapat berjalan lebih efektif dalam mendukung percepatan penurunan stunting di Kabupaten Purworejo.(MI)

Selengkapnya
29. Tanggal : 12-03-2026 Jam : 15::06

Dinkesda Kab Purworejo Hadiri Rapat Koordinasi Melalui Daring Bahas Penentuan Lokasi Pembangunan BPOM di Purworejo

Purworejo- Kepala Dinas Kesehatan Daerah menghadiri Rapat koordinasi penentuan lokasi pembangunan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Kabupaten Purworejo yang dilaksanakan pada SELASA, 10 MARET 2026 di Command Center. Pertemuan ini dihadiri oleh perwakilan pemerintah daerah dan pihak terkait untuk membahas kesiapan serta kepastian lahan yang akan digunakan sebagai lokasi pembangunan BPOM. Dalam pembahasan tersebut disampaikan bahwa lahan yang direncanakan untuk pembangunan BPOM saat ini telah lama dimanfaatkan masyarakat sebagai lahan mata pencaharian. Masyarakat pada prinsipnya bersedia melepas penggunaan lahan tersebut apabila pemerintah daerah akan memanfaatkannya untuk pembangunan BPOM. Namun demikian, diperlukan waktu untuk melakukan sosialisasi karena lahan tersebut telah digunakan cukup lama oleh masyarakat. Masa akad pemanfaatan lahan diketahui masih berlangsung hingga APRIL 2026. Oleh karena itu, pemerintah daerah perlu menyiapkan langkah komunikasi dan mediasi dengan para pengguna lahan agar proses penataan dapat berjalan dengan baik dan tetap memperhatikan kondisi sosial masyarakat. Selain itu, dalam rapat juga dibahas pentingnya memastikan status lahan dalam kondisi clear and clean sebelum proses pembangunan dilakukan. Lahan yang diusulkan saat ini sedang dalam proses pengajuan administrasi ke Kementerian ATR/BPN. 
Dalam rapat juga dibahas kemungkinan penggunaan lahan milik Pemerintah Provinsi yang berada di wilayah Cangkrep Lor. Lahan tersebut sebelumnya pernah digunakan sebagai UPT Dinas Pertanian. Namun opsi tersebut masih perlu kajian lebih lanjut, mengingat apabila hanya menggunakan skema pinjam pakai bangunan maka terdapat keterbatasan, termasuk dalam hal renovasi maupun pengembangan bangunan. Melalui rapat koordinasi ini diharapkan dapat diperoleh kepastian lokasi yang memenuhi aspek legalitas, kesiapan lahan, serta mempertimbangkan kondisi sosial masyarakat sehingga rencana pembangunan BPOM di Kabupaten Purworejo dapat segera ditindaklanjuti.(MI) 

Selengkapnya
30. Tanggal : 11-03-2026 Jam : 15::23

Dinkesda Purworejo Gelar Rapat Koordinasi Pemeriksaan Kesehatan Pengemudi Jelang Idul Fitri

SELASA, 10 MARET 2026, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo menyelenggarakan Rapat Koordinasi Pemeriksaan Kesehatan Pengemudi dalam rangka persiapan pelayanan kesehatan menjelang arus mudik Idul Fitri. Kegiatan berlangsung di Aula 2A Dinkesda. Rapat ini melibatkan lintas sektor yang memiliki peran dalam penyelenggaraan keselamatan transportasi, yaitu Satlantas Purworejo, Terminal Tipe A Purworejo, Dinas Perhubungan, Puskesmas Banyuurip, dan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda). Pertemuan ini bertujuan untuk menyamakan pemahaman, menyusun rencana pelaksanaan, serta membagi peran masing-masing instansi dalam kegiatan pemeriksaan kesehatan bagi pengemudi angkutan umum. Pemeriksaan ini menjadi bagian dari upaya pencegahan risiko kecelakaan lalu lintas serta memastikan pengemudi berada dalam kondisi kesehatan yang layak saat melayani penumpang selama periode mudik dan arus balik Idul Fitri.
Adapun pemeriksaan kesehatan yang direncanakan bagi para pengemudi meliputi pemeriksaan antropometri, tekanan darah, gula darah, kolesterol, serta pemeriksaan Napza. Pemeriksaan ini akan melibatkan tenaga kesehatan dari Puskesmas Banyuurip dan dukungan pemeriksaan laboratorium dari Labkesda. Melalui koordinasi lintas sektor ini diharapkan pelaksanaan pemeriksaan kesehatan pengemudi dapat berjalan efektif, sehingga mendukung keselamatan perjalanan masyarakat selama momentum Idul Fitri di Kabupaten Purworejo.(MI)

Selengkapnya
31. Tanggal : 11-03-2026 Jam : 15::02

Dinkesda Purworejo Gelar Bimtek Pelayanan dan Penggunaan Buku KIA

SENIN, 9 MARET 2026 — Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo menyelenggarakan pertemuan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pelayanan dan Penggunaan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) di Aula 2A Dinkesda. Kegiatan ini diikuti oleh bidan dan programmer KIA dari puskesmas se-Kabupaten Purworejo. Pertemuan ini bertujuan memperkuat pemahaman tenaga kesehatan dalam pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak, khususnya terkait pemanfaatan Buku KIA terbaru sebagai alat pencatatan, pemantauan, dan edukasi bagi ibu hamil serta keluarga. Pelayanan KIA terus berkembang sejak diluncurkannya program Antenatal Care (ANC) Terpadu. Program ini melibatkan berbagai tenaga kesehatan, mulai dari programmer KIA, bidan, hingga tenaga kesehatan lainnya di fasilitas pelayanan kesehatan. Melalui ANC terpadu, pemeriksaan kehamilan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan kondisi kesehatan ibu dan janin tetap optimal.
Pelaksanaan ANC terpadu juga menjadi upaya penting dalam menurunkan angka Kematian Ibu (AKI) dan Kematian Bayi (AKB). Selain itu, pelayanan ini membantu mempersiapkan proses persalinan yang aman, masa nifas yang sehat, serta mendukung keberhasilan pemberian ASI eksklusif bagi bayi. Dalam kegiatan tersebut, Bidan dari Puskesmas Pituruh memaparkan hasil pembelajaran terkait penggunaan Buku KIA terbaru kepada perwakilan bidang dan petugas dari puskesmas se-Kabupaten Purworejo. Paparan ini menjadi bagian dari proses berbagi pengalaman dan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan agar penggunaan Buku KIA dapat berjalan lebih optimal dalam pelayanan di lapangan. Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh tenaga kesehatan di puskesmas dapat menerapkan pelayanan KIA secara lebih terintegrasi serta memanfaatkan Buku KIA secara maksimal sebagai sarana edukasi dan pemantauan kesehatan ibu dan anak.(MI)

Selengkapnya
32. Tanggal : 11-03-2026 Jam : 10::45

Dinkesda Purworejo Hadiri Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Pelayanan Kesehatan Idul Fitri 2026

SENIN, 9 MARET 2026- Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo menghadiri Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Pelayanan Kesehatan dalam rangka menghadapi arus mudik dan libur Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula RSUD RAA Tjokronegoro. Rapat koordinasi ini dihadiri oleh Plt. Sekretaris Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo bersama Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan (Yankes SDK). Kegiatan ini juga diikuti oleh unsur fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Purworejo sebagai upaya memperkuat koordinasi dalam menghadapi periode mudik dan libur Lebaran.
Pertemuan tersebut membahas kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan agar tetap mampu memberikan pelayanan secara optimal kepada masyarakat selama masa libur Hari Raya Idul Fitri. Beberapa hal yang menjadi pembahasan antara lain kesiapan tenaga kesehatan, pengaturan jadwal piket, serta kesiapan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan. Sebagai bagian dari upaya kesiapsiagaan, akan disiapkan sejumlah posko pelayanan kesehatan pada titik-titik strategis di wilayah Kabupaten Purworejo. Posko tersebut direncanakan berada di beberapa lokasi, antara lain Posko Terpadu Perempatan BRI Kutoarjo, Posko Pasar Krendetan, Posko Ketawangrejo, Posko Pantai Jetis, serta Posko Pantai Dewaruci.
Posko kesehatan pada jalur mudik yaitu Posko Terpadu Perempatan BRI Kutoarjo, Posko Krendetan, dan Posko Ketawangrejo direncanakan beroperasi pada tanggal 14–27 MARET 2026. Sementara itu, posko kesehatan di kawasan wisata Pantai Jetis dan Pantai Dewaruci akan beroperasi pada tanggal 22–29 MARET 2026. Selain penyiapan posko kesehatan, seluruh rumah sakit dan puskesmas di Kabupaten Purworejo baik rawat inap maupun non rawat inap juga disiagakan untuk memberikan pelayanan kesehatan selama 24 jam selama periode libur Lebaran. Melalui rapat koordinasi ini diharapkan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Purworejo dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan koordinasi lintas sektor sehingga pelayanan kesehatan bagi masyarakat maupun pemudik dapat tetap berjalan dengan baik selama masa libur Hari Raya Idul Fitri.(MI)

Selengkapnya
33. Tanggal : 09-03-2026 Jam : 14::49

LABORATORIUM KESEHATAN DAERAH PURWOREJO RAIH AKREDITASI PARIPURNA

Senin, 9 Maret 2026 Laboratorium Kesehatan Daerah milik Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo resmi memperoleh Akreditasi Paripurna dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Sertifikat akreditasi dengan nomor YM.02.01/B/227/2026 tersebut diterbitkan pada 10 Februari 2026 sebagai bentuk pengakuan bahwa Laboratorium Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo telah memenuhi standar akreditasi fasilitas pelayanan kesehatan. Berdasarkan sertifikat tersebut, Laboratorium Kesehatan Daerah yang beralamat di Jalan Brigjen Katamso No. 70, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah dinyatakan lulus akreditasi dengan status PARIPURNA. Status ini merupakan tingkat tertinggi dalam penilaian akreditasi laboratorium kesehatan.
Akreditasi Paripurna menunjukkan bahwa penyelenggaraan pelayanan laboratorium telah memenuhi standar mutu, keselamatan pasien, serta tata kelola pelayanan yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Penilaian akreditasi meliputi berbagai aspek, antara lain manajemen mutu, pelayanan pemeriksaan laboratorium, kompetensi sumber daya manusia, serta sistem keselamatan dan keamanan dalam pelayanan. Sertifikat akreditasi tersebut berlaku selama lima tahun, terhitung mulai 23 Desember 2025 sampai dengan 23 Desember 2030. Pencapaian ini menjadi bukti komitmen Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Ke depan, Laboratorium Kesehatan Daerah diharapkan terus menjaga dan meningkatkan kualitas pelayanan laboratorium sehingga dapat memberikan hasil pemeriksaan yang akurat, terpercaya, serta mendukung upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Purworejo. (MI)

Selengkapnya
34. Tanggal : 09-03-2026 Jam : 13::34

Pengawasan Post Market IRTP, Dinkesda Purworejo Lakukan Pemeriksaan Sarana Produksi Pangan Rumah Tangga

SENIN, 9 MARET 2026, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo melalui tim pengawas pangan melaksanakan kegiatan pemeriksaan sarana Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP) sebagai bagian dari upaya pembinaan dan pengawasan keamanan pangan di Kabupaten Purworejo. Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong peningkatan mutu dan keamanan produk pangan yang dihasilkan oleh pelaku usaha industri rumah tangga pangan. Selain itu, pemeriksaan juga dilakukan untuk memastikan bahwa sarana produksi yang telah memiliki Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) tetap menerapkan prinsip keamanan pangan dalam proses produksinya.
Dalam kegiatan tersebut, tim melakukan pemeriksaan terhadap salah satu sarana produksi IRTP dengan produk olahan pangan rumah tangga. Pemeriksaan dilakukan dengan meninjau aspek administrasi serta penerapan praktik produksi pangan yang baik pada sarana tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan, masih terdapat beberapa hal yang perlu ditingkatkan oleh pelaku usaha, di antaranya terkait pencatatan proses produksi serta peningkatan pemahaman mengenai penerapan keamanan pangan. Tim pengawas kemudian memberikan pembinaan dan rekomendasi perbaikan kepada pelaku usaha agar dapat meningkatkan pengelolaan produksi pangan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo menegaskan bahwa kegiatan pengawasan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan kepada pelaku usaha IRTP agar dapat terus meningkatkan kualitas dan keamanan produk pangan yang dihasilkan. Melalui pendampingan dan pengawasan secara berkala, diharapkan pelaku usaha dapat memenuhi standar keamanan pangan serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk pangan industri rumah tangga. Ke depan, Dinkesda Purworejo akan terus melakukan pembinaan dan pengawasan secara berkelanjutan terhadap sarana IRTP guna mendukung terwujudnya pangan yang aman, bermutu, dan layak konsumsi bagi masyarakat. (MI)

Selengkapnya
35. Tanggal : 08-03-2026 Jam : 23::08

Dinkesda Purworejo Ikuti Sosialisasi Pengusulan Bankeu dan Usulan Sektoral ke Provinsi Jawa Tengah

PURWOREJO — Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo menghadiri rapat Sosialisasi Pengusulan Bantuan Keuangan (Bankeu) dan Usulan Sektoral kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang dilaksanakan pada JUMAT, 6 MARET 2026 di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Purworejo. Kegiatan ini bertujuan memberikan arahan teknis terkait mekanisme pengusulan program dan kegiatan yang akan diajukan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui skema Bantuan Keuangan Tahun 2027. Dalam forum tersebut disampaikan bahwa usulan Bankeu harus selaras dengan prioritas pembangunan provinsi serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan wilayah.
Pada sektor kesehatan, usulan yang masuk dalam daftar kamus Bankeu untuk Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo berada pada bidang sosial budaya dengan fokus pada penguatan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan. Melalui dukungan bantuan tersebut diharapkan kapasitas fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama dapat semakin optimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam penanganan kegawatdaruratan ibu dan bayi melalui layanan PONED. Proses pengusulan Bantuan Keuangan dilakukan secara daring melalui aplikasi e-Rembugan. Setiap perangkat daerah diminta segera melakukan penginputan usulan sesuai ketentuan dan batas waktu yang telah ditetapkan. Bantuan Keuangan dari Pemerintah Provinsi diarahkan pada kegiatan-kegiatan prioritas yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat serta mendukung pencapaian prioritas pembangunan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2027. Melalui sinergi perencanaan antara pemerintah daerah dan pemerintah provinsi, diharapkan pembangunan sektor kesehatan di Kabupaten Purworejo dapat terus meningkat dan mendukung pelayanan kesehatan yang lebih merata dan berkualitas bagi masyarakat.(MI)

Selengkapnya
36. Tanggal : 07-03-2026 Jam : 11::59

Rapat Internal Programer Dinkesda Evaluasi Pelaksanaan Program dan Pelaporan Data Puskesmas

Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo menggelar rapat internal bersama para programer pada KAMIS, 5 MARET 2026. Rapat tersebut dipimpin oleh Plt. Sekretaris Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo dan diikuti oleh para penanggung jawab program di lingkungan Dinkesda. Rapat ini dilaksanakan dalam rangka melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program kesehatan yang telah berjalan serta meninjau pelaporan data program dari puskesmas. Evaluasi ini penting untuk memastikan setiap program kesehatan dapat berjalan sesuai dengan rencana serta didukung oleh data yang lengkap, akurat, dan tepat waktu sebagai dasar pemantauan dan pengambilan kebijakan.
Dalam pertemuan tersebut masing-masing programer menyampaikan perkembangan pelaksanaan program, capaian kegiatan, serta berbagai kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan di lapangan. Selain itu, dibahas pula ketepatan waktu penyampaian laporan serta kelengkapan data yang dilaporkan oleh puskesmas sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pengelolaan data program kesehatan di tingkat kabupaten. Plt. Sekretaris Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo dalam arahannya menekankan pentingnya koordinasi antara pengelola program di Dinas Kesehatan dengan puskesmas agar pelaksanaan kegiatan serta pelaporan data dapat berjalan lebih tertib dan konsisten. Data yang akurat dan tepat waktu sangat diperlukan dalam proses evaluasi serta perencanaan program kesehatan ke depan.
Selain evaluasi program, dalam kesempatan tersebut juga disampaikan sosialisasi terkait pencegahan korupsi dan pengendalian gratifikasi menjelang Hari Raya Idulfitri sesuai dengan surat edaran yang berlaku. Sosialisasi ini bertujuan untuk mengingatkan seluruh pegawai agar tetap menjaga integritas serta tidak menerima maupun memberikan gratifikasi yang berkaitan dengan jabatan, khususnya pada momentum hari raya. Melalui rapat internal ini diharapkan pelaksanaan program kesehatan di Kabupaten Purworejo dapat berjalan lebih optimal, pelaporan data dari puskesmas semakin tertib, serta seluruh pegawai di lingkungan Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo terus menjunjung tinggi nilai integritas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. (MI)

Selengkapnya
37. Tanggal : 07-03-2026 Jam : 11::40

Dinkesda Purworejo Lakukan Penyuluhan Keamanan Pangan IRTP di Desa Sukowuwuh

Kamis, 5 Maret 2026- Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo melalui Tim Farmasi, Makanan, dan Minuman (Farmamin) melaksanakan kegiatan penyuluhan keamanan pangan bagi pelaku Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP) di Desa Sukowuwuh, Kecamatan Bener. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, yaitu RABU–KAMIS, 4–5 MARET 2026. Penyuluhan ini merupakan tindak lanjut atas ditemukannya produk IRTP asal Desa Sukowuwuh yang beredar di pasar wilayah Kabupaten Wonosobo. Kegiatan tersebut diikuti oleh 30 pelaku usaha IRTP dari Desa Sukowuwuh dan sekitarnya.
Dalam kegiatan ini, Tim Farmamin memberikan pembinaan terkait penerapan higiene dan sanitasi dalam proses produksi pangan, penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik untuk Industri Rumah Tangga (CPPB-IRT), serta penguatan pemahaman mengenai pengemasan dan pelabelan produk pangan. Materi tersebut disampaikan untuk meningkatkan pemahaman pelaku usaha agar proses produksi pangan olahan rumah tangga memenuhi standar keamanan pangan yang berlaku. Melalui kegiatan penyuluhan ini diharapkan pelaku IRTP dapat meningkatkan kepatuhan terhadap prinsip keamanan pangan serta menjaga mutu produk yang dihasilkan sebelum dipasarkan kepada masyarakat. Pembinaan ini juga menjadi bagian dari upaya pengawasan dan peningkatan kualitas produk pangan olahan rumah tangga agar tetap aman dikonsumsi dan memenuhi ketentuan yang berlaku.(MI) 

Selengkapnya
38. Tanggal : 06-03-2026 Jam : 13::07

Dinkesda Purworejo Bersama Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tutup Pelatihan SDM Upaya Berhenti Merokok bagi Tenaga Kesehatan

KAMIS, 5 MARET 2026 bertempat di Aula Kampus Ungaran, Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi Jawa Tengah melaksanakan kegiatan penutupan Pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM) bagi Tenaga Kesehatan dalam Upaya Berhenti Merokok di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer Angkatan II. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama dengan Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo dalam rangka meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan di layanan kesehatan tingkat pertama. Penutupan pelatihan dilakukan oleh Kepala Bapelkes Provinsi Jawa Tengah yang diwakili oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Untung Saefurachmawan, S.Kep., M.Kes. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo, dr. Sudarmi, M.M., yang mengikuti acara secara daring.
Pelatihan dilaksanakan selama empat hari efektif, mulai tanggal 2 hingga 5 MARET 2026 dengan metode klasikal (luring). Sebanyak 25 peserta mengikuti kegiatan ini yang berasal dari tenaga kesehatan puskesmas, terdiri dari pengelola program Penyakit Tidak Menular (PTM), dokter umum, serta perawat dan tenaga kesehatan masyarakat. Melalui pelatihan ini, peserta mendapatkan penguatan pengetahuan dan keterampilan dalam memberikan edukasi serta konseling kepada masyarakat terkait upaya berhenti merokok. Penguatan kapasitas tenaga kesehatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan promotif dan preventif di fasilitas pelayanan kesehatan primer, khususnya dalam pengendalian faktor risiko penyakit tidak menular. Pada akhir kegiatan dilakukan pelepasan tanda peserta sebagai simbol selesainya pelatihan serta penyerahan piagam penghargaan kepada peserta dengan predikat Terbaik I dan II. Rangkaian kegiatan penutupan diakhiri dengan sesi foto bersama seluruh peserta dan penyelenggara sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi aktif selama pelatihan berlangsung.(MI)

Selengkapnya
39. Tanggal : 06-03-2026 Jam : 12::28

Dinkesda Purworejo Hadiri Rapat Persiapan Penyusunan Profil Perkembangan Kependudukan Tahun 2025

Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo menghadiri rapat persiapan penyusunan Profil Perkembangan Kependudukan Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Purworejo pada KAMIS, 5 MARET 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di ruang rapat Disdukcapil Kabupaten Purworejo. Rapat ini bertujuan untuk mempersiapkan penyusunan dokumen Profil Perkembangan Kependudukan Kabupaten Purworejo Tahun 2025 yang memuat berbagai indikator kependudukan sebagai dasar perencanaan pembangunan daerah. Penyusunan profil ini melibatkan berbagai perangkat daerah dan instansi terkait yang memiliki data sektoral kependudukan.
Dalam kegiatan tersebut, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo diwakili oleh pengelola data Manajemen Informasi Kesehatan yang turut memberikan dukungan data dan informasi di bidang kesehatan. Data kesehatan menjadi salah satu komponen penting dalam penyusunan profil kependudukan, khususnya yang berkaitan dengan kondisi kesehatan masyarakat, angka kelahiran, kematian, serta indikator kesehatan lainnya. Rapat koordinasi ini juga menjadi forum sinkronisasi data antarinstansi agar data yang digunakan dalam penyusunan profil kependudukan dapat lebih akurat, terintegrasi, dan dapat dipertanggungjawabkan. Selain Dinkesda, kegiatan ini juga diikuti oleh perwakilan dari beberapa instansi lain seperti Badan Pusat Statistik, Dinas Sosial PPKB, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta instansi vertikal terkait. Melalui koordinasi lintas sektor ini diharapkan proses penyusunan Profil Perkembangan Kependudukan Kabupaten Purworejo Tahun 2025 dapat berjalan lebih optimal serta menghasilkan data yang komprehensif sebagai dasar perumusan kebijakan pembangunan daerah.(MI)

Selengkapnya

Menuju Purworejo Bebas Malaria 2026