PURWOREJO – Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Purworejo berperan dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pelajar mengenai pola hidup sehat melalui kegiatan Sosialisasi Pola Hidup Sehat dan Sadar Hukum di SMP Negeri 7 Purworejo, Senin (12/10/2026). Dalam kegiatan ini, Dinkesda memberikan edukasi kesehatan yang berfokus pada penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta pemahaman kesehatan reproduksi remaja.
Melalui penyampaian materi oleh Wiwit Sugiharto, SKM, Dinkesda mengajak para siswa memahami pentingnya menjaga kesehatan sejak usia sekolah. Edukasi ini menjadi bagian dari upaya promotif dan preventif bidang kesehatan untuk membangun perilaku sehat serta mencegah risiko penyakit sejak dini.
Materi yang disampaikan meliputi faktor-faktor yang memengaruhi derajat kesehatan, yaitu perilaku, keturunan, lingkungan, dan pelayanan kesehatan. Narasumber menekankan bahwa perilaku sehari-hari, seperti menjaga kebersihan diri, membuang sampah pada tempatnya, dan memelihara kebersihan lingkungan, berperan dalam mencegah berbagai penyakit, termasuk diare, disentri, dan kecacingan.
Dalam pembahasan PHBS di institusi pendidikan, Dinkesda memberikan pemahaman mengenai penggunaan air bersih, pemanfaatan jamban sehat, pengelolaan sampah, pemberantasan jentik nyamuk, aktivitas fisik, serta kebiasaan menjaga kebersihan diri. Materi juga menyoroti pentingnya tidak merokok di lingkungan sekolah, menjaga kesehatan gigi, memantau pertumbuhan secara berkala, dan memanfaatkan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) sesuai kebutuhan.
Tidak hanya melalui penyampaian teori, kegiatan ini juga dilengkapi dengan praktik Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). Praktik tersebut menjadi salah satu bentuk edukasi aplikatif agar siswa tidak hanya memahami pentingnya kebersihan tangan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam aktivitas sehari-hari.
Dinkesda turut memberikan edukasi mengenai kesehatan reproduksi remaja, mencakup pemahaman perubahan fisik dan psikologis selama masa pubertas, pentingnya menjaga kesehatan diri, serta tanggung jawab dalam mengambil keputusan yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi. Edukasi ini diharapkan membantu siswa membangun pemahaman yang tepat dalam menghadapi masa remaja.
Interaksi berlangsung dalam sesi tanya jawab. Para siswa mengajukan pertanyaan mengenai dampak rokok bagi perokok aktif dan pasif, upaya berhenti merokok, serta efektivitas edukasi PHBS yang telah berulang kali dilaksanakan di sekolah.
Menanggapi hal tersebut, narasumber menjelaskan bahwa edukasi kesehatan perlu dilaksanakan secara berkelanjutan, disertai keteladanan, praktik langsung, dan evaluasi. Keberhasilan edukasi tidak cukup diukur dari tersampaikannya materi, tetapi juga dari pemahaman siswa dan penerapan perilaku sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, Dinkesda Kabupaten Purworejo menjalankan perannya dalam promosi kesehatan dan pencegahan penyakit dengan meningkatkan literasi kesehatan pelajar. Sinergi antara tenaga kesehatan dan institusi pendidikan diharapkan dapat memperkuat pembiasaan PHBS serta menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, sekaligus mendukung tumbuh kembang generasi muda yang sehat dan bertanggung jawab.(MI)