Tanggal : 12-03-2026
PURWOREJO — Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo menyelenggarakan Pertemuan Publikasi Capaian Layanan Intervensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (PPPS) Tahun 2025 sekaligus Bimbingan Teknis bagi tenaga ahli gizi pada RABU, 11 MARET 2026 di Aula 2 Dinkesda. Kegiatan ini diikuti oleh 93 peserta yang terdiri dari 27 Ahli Gizi Puskesmas dan 66 Ahli Gizi SPPG se-Kabupaten Purworejo. Pertemuan ini bertujuan untuk mempublikasikan capaian layanan intervensi stunting tahun 2025 serta memperkuat koordinasi dan peran tenaga gizi dalam pelaksanaan intervensi gizi di tingkat pelayanan kesehatan.
Dalam pertemuan tersebut disampaikan berbagai upaya intervensi yang telah dilakukan dalam rangka pencegahan dan percepatan penurunan stunting. Kegiatan ini juga menekankan pentingnya kolaborasi antara Puskesmas dan SPPG agar pelaksanaan intervensi gizi dapat berjalan lebih terarah dan menjangkau sasaran prioritas secara tepat. Selain memaparkan capaian program, kegiatan ini juga menjadi sarana penguatan kapasitas bagi tenaga ahli gizi terkait pendampingan dan pemantauan pelaksanaan program gizi di lapangan. Ahli gizi Puskesmas diharapkan berperan aktif dalam mendampingi dan memantau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta memastikan intervensi gizi diberikan kepada kelompok sasaran yang membutuhkan.
Sebagai tindak lanjut pertemuan, Puskesmas dan SPPG diharapkan dapat berkoordinasi dalam pemetaan sasaran MBG, khususnya pada kelompok 3B, dengan memprioritaskan ibu hamil dengan kekurangan energi kronis (KEK) atau berisiko KEK serta balita dengan masalah gizi. Puskesmas juga didorong untuk segera mengusulkan Rencana Pelaksanaan Dana (RPD) Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dari sisa anggaran tahun 2025, serta melaksanakan pembekalan PMT dan intervensi bagi balita bermasalah gizi dan ibu hamil.
Selain itu, pencatatan dan pelaporan melalui aplikasi SIGIZI-KESGA diharapkan dapat dilakukan secara tepat waktu sehingga memudahkan proses pemantauan dan evaluasi program. Dinas Kesehatan juga akan memberikan umpan balik terhadap laporan yang disampaikan oleh Puskesmas sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pelaksanaan program gizi di daerah. Melalui kegiatan ini diharapkan koordinasi antara Puskesmas dan SPPG semakin kuat sehingga pelaksanaan intervensi gizi dapat berjalan lebih efektif dalam mendukung percepatan penurunan stunting di Kabupaten Purworejo.(MI)