Purworejo, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo melanjutkan Sosialisasi Aplikasi SIMO (Sistem Informasi Manajemen Obat) pada Selasa, 16 Desember 2025. Kegiatan hari kedua ini diikuti oleh apoteker puskesmas se-Kabupaten Purworejo dan difokuskan pada penguatan pengelolaan obat program di tingkat fasilitas pelayanan kesehatan primer. Selama ini, pengelolaan obat program terfokus dan dialokasikan di puskesmas sebagai titik layanan utama. Kondisi tersebut menuntut sistem manajemen obat yang mampu menggambarkan kebutuhan secara lebih spesifik dan berbasis masalah kesehatan yang dilayani. Tanpa pemetaan yang jelas, perencanaan dan pemantauan obat program berpotensi belum sepenuhnya mencerminkan kebutuhan riil di lapangan.
Melalui sosialisasi ini, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo menekankan pentingnya mapping obat program berdasarkan kelompok penyakit, seperti obat Tuberkulosis (TBC), hipertensi, diabetes melitus, dan penyakit prioritas lainnya. Pemetaan ini diperlukan agar perencanaan, distribusi, dan pemantauan obat dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran sesuai dengan beban kasus dan karakteristik pelayanan di masing-masing puskesmas.
Paparan materi disampaikan oleh Tim SIMO Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo dengan penekanan pada pemanfaatan Aplikasi SIMO untuk mendukung pengelompokan obat program tersebut. Aplikasi SIMO dirancang untuk menyajikan data stok, pemakaian, dan kebutuhan obat secara terstruktur, sehingga memudahkan analisis dan pengambilan keputusan dalam manajemen obat. Melalui sosialisasi hari kedua ini, diharapkan apoteker puskesmas memiliki pemahaman yang sama dalam penerapan Aplikasi SIMO sebagai alat bantu pengelolaan obat program. Keseragaman penerapan sistem ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi, akurasi data, serta memastikan ketersediaan obat program yang sesuai dengan kebutuhan pelayanan kesehatan di Kabupaten Purworejo.(MI)